Ini 10 Pemain Hebat yang Tak Pernah Juara Liga Champions

Berita Internasional – Real Madrid akhirnya kembali berjaya di Liga Champions. Skuad Zinedine Zidane itu berhasil menekuk Juventus, yang sebenarnya juga tampil menawan di sepanjang gelaran itu musim lalu.

Football Whispers ungkapkan, ada sejumlah pemain yang selalu masuk daftar Starting XI yang punya label hebat, tapi tak pernah menangkan trofi Liga Champions, termasuk kiper Juventus, Gianluigi Buffon.

Setelah 168 caps untuk Timnas Italia, dan memegang rekor dunia untuk gaji seorang kiper sejak tahun 2001, Buffon tak pernah diragukan sebagai salah satu kiper terbaik di dunia yang pernah berlaga di Liga Champions.

Kiper berusia 39 tahun itu bahkan jadi pemain ke dua di Juventus setelah Alessandro Del Piero, sebagai pemain yang paling banyak tampil membela Si Nyonya Tua. Buffon juga sudah persembahkan delapan gelar juara Serie A dan empat trofi Coppa Italia, bahkan ia jadi pemain yang hampir selalu berhasil mengangkat trofi.

Akhir pekan kemarin, jadi kekalahannya yang ketiga di final Liga Champions. Pertama, Buffon kalah dalam drama adu penalti melawan AC Milan di final Liga Champions 2003, dan Barcelona pada tahun 2015. Terakhir, kekalahan atas Real Madrid di final 2017 yang baru lalu.

Berikut ini daftar pemain papan atas di eranya, yang belum pernah sekalipun kantongi gelar juara Liga Champions:

1 – Laurent Blanc

Banyak yang lupa kalau mantan pelatih Paris Saint-Germain ini, adalah salah satu bek tengah terbaik dari generasinya. Ia pernah menangkan gelar juara Liga Premier bersama Manchester United di akhir karirnya, lalu menambah trofinya dengan trofi juara di Liga Prancis, Piala Winners dan Copa del Rey.

Bersama Prancis, Blanc jadi pemimpin di lni belakang, dan pernah menangkan trofi Piala Dunia tahun 1998, disusul dengan trofi Kejuaraan Eropa dua tahun kemudian.

Meski demikian, walaupun bermain untuk Marseille, Barcelona and Inter Milan, dia tidak pernah mengangkat trofi Liga Champions di sepanjang karirnya.

2 – Lothar Matthaus

Lothar Matthaus juga salah saty bek tengah kenamaan di Eropa yang mendomnasi Jerman di tahun 1990-an. Ia mengawali karirnya di lini tengah, hingga akhirnya menjadi bek tengah papan atas.

Dia juga menjadi kunci dalam kemenangan Jerman di Piala Dunia 1990, dan Euro 1996 yang digelar di Inggris.

Selama karirnya, Matthaus telah menangkan delapan gelar juara liga dalam dua periode karirnya bersama Bayern Munchen, maupun di klub Serie A bersama Inter Milan.

Sayangnya, walaupun pernah persembahkan trofi Piala UEFA untuk ke dua klub itu, tapi Matthaus juga minum trofi Liga Champions.

3 – Fabio Cannavaro

Italia terbang ke Jerman untuk ikuti ajang Piala Dunia 2006. Tapi tak satupun yang menduga bahwa mereka akan jadi pesaing yang diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia kala itu.

Penampilan apik Cannavaro di lini belakang Italia, akhirnya berhasil membantu Timnas Italia untuk meraih sukses. Permainan menawan Cannavaro bersama Juventus, akhirnya juga membuahkan Ballon d’Or di tahun 2006 untuknya.

Namun, dia sebenarnya tak pernah menangkan gelar juara Liga Italia dalam karirnya, walaupun pernah mengangkat trofi juara LaLiga sebanyak dua kali bersama Real Madrid.

Cannavaro pernah menangkan Piala UEFA di tahun 1999 bersama Parma, tapi walaupun karirnya tak terlalu gemerlap di klub ini, Cannavaro jadi pemain yang paling banyak bukukan caps dalam sejarah sepakbola Italia. Cannavaro pun belum pernah mengangkat trofi Liga Champions.

4 – Lilian Thuram

Fans Timnas Prancis akan selalu ingat Lilian Thuram lewat penampilan luar biasanya dalam laga kontra Kroasia di semifinal Piala Dunia 1998. Dia mencetak dua gol dan membawa Les Bleus memimpin, serta membantu timnya melaju ke final.

Thuram juga menjadi salah satu bek terbaik yang pernah ada, di mana ia ikut menangkan trofi Piala UEFA bersama-sama Cannavaro. Tapi, seperti halnya Cannvaro, Thuram pun belum pernah menangkan trofi Liga Champions.

5 – Patrick Vieira

Ia bukan pemain yang dikenal fans saat direkrut pelatih Arsenal, Arsene Wenger. Tapi, Vieira berkembang menjadi gelandang terbaik di Liga Premier.

Vieira pernah bermain dua kali dalam perempatfinal Liga Champions bersama Arsenal. Tapi, bukan dengan Arsenal ia mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Setelah pindah ke Inter Milan di tahun 2010, dan tampil di babak penyisihan grup, ia kemudian mengangkat trofi tersebut.

6 – Michael Ballack

Michael Ballack ada di lapangan saat Zinedine Zidane mencetak gol spektakuler di Hampden Park, yang akhirnya membuat Real Madrid menang 1-0 dan berhasil mengangkat trofi Liga Champions.

Pemain asal Jerman itu pindah dari Bayer Leverkusen ke Bayern Munchen, dan menangkan tiga gelar juara Bundesliga.

Enam tahun kemudian sejak kehilangan pertamanya, gelandang itu menderita lagi, karena kalah dalam drama adupenalti melawan Manchester United saat ia masih membela Chelsea.

Berikutnya, Ballack juga akhiri turnamen Piala Dunia 2002 di peringkat dua, begitu juga saat Kejuaraan Eropa tahun 2008.

Liga Champions  - Ini 10 Pemain Hebat yang Tak Pernah Juara Liga Champions

7 – Pavel Nedved

Pavel Nedved merupakan bintang lini tengah Juventus di awal tahun 2000-an. Setelah meraih tiga gelar juara di liga lokal Ceko, Nedved menambah prestasinya dengan lima gelar juara liga di Italia. Satu di antaranya bersama Lazio, yang dia menimba sukses yang spektakuler di Turin.

Sayangnya, satu kartu kuning dalam laga kontra Real Madrid di babak semifinal, membuatnya tak bisa bermain di final melawan AC Milan yang saat itu digelar di Old Trafford.

Juventus kalah dalam drama adupenalti, dan winger kiri ini tak pernah punya kesempatan lagi untuk menangkan trofi Liga Champions.

8 – Dennis Bergkamp

Para suporter Arsenal dan Timnas Belanda akan menganggap Bergkamp sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah mengenakan jersey mereka. Tapi, sangat memalukan bahwa ia tidak pernah menangkan Liga Champions.

Pemain Gunners itu pernah menangkan tiga gelar liga, menambah dua Piala UEFA yang dia angkat pada tahun 1992 dan 1994 dan Anda memiliki karir yang sempurna.

9 – Zlatan Ibrahimovic

Pemain asal Swedia itu hampir selalu mendapat medali di setiap klub yang dibelanya. Ia seakan jadi jaminan, bahwa jika Anda memiliki Ibrahimovic di lini depan skuad Anda, maka Anda akan menangkan liga.

Tapi, dia tidak bisa melakukannya bersama Jose Mourinho dan Manchester United, walau ia berhasil mencetak 28 gol di semua kompetisi.

Kemenangan United atas Ajax memberi Zlatan medali pertamanya di Liga Europa. Namun, pemain berusia 35 tahun itu bahkan belum pernah bermain di final Liga Champions.

Kita harus bertanya apakah ia bersedia menukar 11 gelarnya di liga domestik hanya untuk satu trofi Liga Champions.

Liga Champions  - Ini 10 Pemain Hebat yang Tak Pernah Juara Liga Champions

10 – Ronaldo

Yang ini, Ronaldo asal Brasil. Walau ia pernah sukses bersama Barcelona, ​​Real Madrid, Inter Milan dan AC Milan, tapi ia tak pernah memenangkan trofi paling bergengsi di sepakbola Eropa tersebut.

Pada tahun 2003, ia membantu El Real mencapai semifinal, mencetak gol dalam kemenangan 2-1 di leg pertama atas Juventus. Namun mereka malah kehilangan harapan setelah kalah 1-3 dan harapan Ronaldo pun menghilang.

Masih dianggap sebagai salah satu pemain bernomor punggung sembilan terbesar, Ronaldo tampaknya harus menghibur diri dengan tiga Ballon d’Ors, dua trofi Piala Dunia, dua gelar liga dan Piala UEFA tahun 1998.

Cesc Fabregas: Manchester City Banyak Hoki

Cesc Fabregas tegaskan, Chelsea belum menyerah dalam perburuan gelar juara meski ia juga mengakui kali ini bisa menjadi tahun keberuntungan Manchester City.

Manchester City terus pertahankan tampuk pimpinan klasemen setelah raih kemenangan dramatis atas Southampton dengan skor 2-1, Kamis (30/11). Di pertandingan tersebut, Raheem Sterling mencetak gol kemenangan City di menit-menit akhir perpanjangan waktu.

Bagi gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, hal itu menunjukkan City punya faktor keberuntungan untuk bisa terus mempertahankan hasil positif yang mereka dapat dan raih gelar juara.

Meski demikian, Fabregas tegaskan, ini masih di awal musim dan masih banyak yang bisa terjadi hingga akhir musim nanti. Fabregas bersikeras, Chelsea belum menyerah untuk pertahankan gelar juara yang mereka raih musim lalu, sembari berharap City kehilangan poin dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Saat ini, City berada di puncak klasemen dengan raihan 40 poin dari 14 pertandingan, unggul 11 poin dari Chelsea di peringkat ketiga.

“Jelas ketika Anda berada dalam performa seperti Manchester City saat ini, apapun yang Anda lakukan, Anda bisa mencetak satu, dua, tiga, atau empat gol kemenangan telat, terkadang itu menunjukkan bahwa ini bisa menjadi tahun Anda. Bahwa Anda bisa begitu beruntung di menit akhir pertandingan,” ujar Fabregas kepada London Evening Standard.

“Hal itu juga terjadi pada kami ketika saya pertama kali datang ke klub ini beberapa tahun lalu (ketika Chelsea meraih gelar juara pada musim 2014/15) dan kami memenangkan banyak pertandingan di akhir. Hal itu menunjukkan, itu adalah tahun Anda dan segala sesuatu terjadi memberikan keuntungan pada Anda,” tambahnya.

“Namun di saat yang bersamaan hal itu tidak terjadi di bulan Maret, ini masih akhir November jadi masih terlalu dini. Mari kita lihat apa yang akan terjadi nanti. Mereka saat ini telah bekerja dengan baik namun kami harus fokus pada mereka dan terus memangkas jarak,” tandas Fabregas.

“Kami berharap mereka akan kehilangan beberapa poin dan hal itu harus ada dalam pikiran Anda. Jelas mereka berada di puncak dan kami ingin berada di sana. Kami harus terus melakukan apa yang telah kami lakukan saat ini, terus meraih kemenangan,” ujarnya.

Las Palmas Pecat Pako Ayestaran

Dengan pemecatan tersebut, berarti Las Palmas telah berpisah dengan manajer kedua mereka di musim ini.

Klub umumkan pemecatan itu dalam situs resmi mereka usai kekalahan 2-3 dari Deportivo La Coruna di laga Copa Del Rey di kandang sendiri, meskipun mereka berhasil melaju ke babak 16 besar turnamen tersebut karena menang agregat 6-4.

Ayestaran yang juga mantan asisten Rafael Benitez di Liverpool dan Valencia itu, memang memegang rekor kekalahan berurutan paling banyak dalam sejarah La Liga Spanyol. Ia telah alami 13 kekalahan berturut-turut saat bertanggung jawab atas Valencia musim lalu dan Las Palmas di musim ini.

Dia akhiri catatan menyedihkan itu saat Las Palmas bermain imbang 2-2 melawan Real Sociedad  pada Minggu (16/11) lalu, yang membawa tim tersebut naik dari posisi terbawah La Liga ke peringkat ke-19.

Ayestaran mengambil alih Las Palmas pada 27 September lalu, setelah Manolo Marquez mengundurkan diri usai meraih dua kemenangan dan empat kekalahan.

Satu-satunya kemenangan Ayestaran bersama Las Palmas adalah, saat mereka menang 4-1 atas Deportivo La Coruna di leg pertama Copa Del Rey, Jumat (27/10) lalu.

Las Palmas mengatakan, asisten pelatih Paquito Ortiz dan Rafa Cristobal akan bertanggung jawab atas tim tersebut sampai penggantinya diumumkan.

Menurut laporan media Spanyol, mantan pelatih Rayo Vallecano, Paco Jemez, yang sempat bertanggung jawab atas Las Palmas pada musim 2010/11 jadi pilihan utama klub untuk gantikan Ayestaran, setelah Jemez berpisah dengan tim Meksiko, Cruz Azul, pekan lalu.

Antoine Griezmann Bersumpah Tak Akan Gabung Arsenal

Bintang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, diberi tahu Arsenal pada 2013 lalu bahwa dia berada di puncak daftar target transfer the Gunners dan minta pemain asal Prancis itu singkirkan semua tawaran yang datang untuk kemudian gabung klub London utara tersebut.

Ditulis dalam buku biografi pemain berusia 26 tahun itu, spekulasi transfer dimulai saat agen Griezmann, Eric Olhats, berhubungan dengan pemandu bakat Arsenal, Gilles Grimandi.

Grimandi katakan pada Olhats beberapa kali bahwa bos Arsene Wenger ingin memboyong Griezmann yang sedang bermain di Real Sociedad saat itu.

Griezmann ungkapkan, bagaimana dia terus menunggu kesempatan gabung The Gunners, sampai akhirnya klub asuhan Arsene Wenger itu malah datangkan pemain lain di hari terakhir bursa transfer.

Dalam bukunya, dia menulis, “Saya menunggu, saya menunggu, dan saya terus menunggu … ketika tidak ada kabar, Eric memanggil Grimandi, yang mengatakan bahwa manajer itu masih tertarik pada saya dan diminta terus menunggu”.

“Akhirnya beberapa jam sebelum bursa transfer ditutup, dia memberi tahu kami bahwa Arsenal tidak akan melakukan transfer. Saya tidak suka diberi tahu, hal itu tidak terjadi,” tandas Griezmann.

“Jadi, ketika Eric memberi tahu saya kemudian bahwa klub London itu meminati saya lagi, saya mengatakan kepadanya, ‘Lupakan saja, setelah semua yang mereka lakukan kepada saya’,” ungkapnya.

Kini, Griezmann berada di tengah rumor perpindahan ke Barcelona atau Manchester United.

Laporan mengklaim, Barca telah menyetujui kesepakatan prinsip untuk mendaratkan bintang Atletico Madrid itu ke Camp Nou. Namun, The Red Devils sudah lama kagumi Griezmann.

Biaya transfernya bisa mencapai 100 juta pounds (Rp1,81 triliun), setelah Griezmann menandatangani sebuah kesepakatan baru musim panas ini.

Real Madrid Akhiri Perburuan Dua Kiper Liga Inggris

Los Blancos kini putuskan lebih memilih membeli kiper asal Spanyol dengan harga murah.

Laporan di Spanyol mengklaim, Real Madrid telah sepakat untuk memicu klausul pelepasan penjaga gawang Athletic Bilbao, Kepa Arrizabalaga. Hal itu tentunya akan menjadi berita bagus untuk Manchester United dan Chelsea.

Real Madrid sebelumnya mengincar kiper bintang Manchester United, David De Gea dan penjaga gawang Chelsea, Thibaut Courtois, dalam beberapa musim terakhir.

Los Blancos telah mengejar De Gea selama bertahun-tahun dan nyaris memboyongnya pada 2015 lalu. Namun, karena keterlambatan dokumen menyebabkan transfer kiper berusia 27 tahun itu gagal terwujud.

Courtois lalu dikaitkan dengan El Real pada musim panas, dan tampak terbuka untuk pindah. Namun, Los Merengues tidak bisa mengajak Chelsea untuk bernegosiasi.

Dan kini, surat kabar Spanyol, Marca, yang memiliki hubungan dekat dengan Madrid, mengklaim manajer Zinedine Zidane telah siap untuk datangkan kiper Athletic Bilbao, Kepa Arrizabalaga, sebagai gantinya.

Arrizabalaga, 23 tahun, dikatakan akan menjadi pesaing De Gea sebagai kiper nomor satu di Timnas Spanyol di masa depan setelah ia tampil mengesankan di Bilbao.

Kiper tersebut membuat debut internasionalnya tahun ini dan memiliki klausul rilis sebesar 20 juta euro (Rp320 miliar).

Klausul tersebut, terutama saat Los Blancos kemungkinan harus membayar hampir 100 juta poundsterling (Rp1,81 triliun) untuk Courtois atau De Gea, berarti Arrizabalaga dipandang sebagai target yang jauh lebih murah.

Kontrak Arrizabalaga akan habis di musim panas 2018, tapi Marca mengklaim El Real bersedia membayar klausul tersebut pada Januari mendatang untuk mendapatkannya sesegera mungkin. Ini juga akan mencegah tim lain menegosiasikan transfer untuk pemain itu.

Dia akan menjadi pemain pertama yang didatangkan presiden Florentino Perez pada bursa transfer musim dingin ini, dan Zidane telah mengindikasikan bahwa dia ingin datangkan pemain saat jendela transfer terbuka.

“Transfer di bulan Januari? Yang pasti tidak akan ada pemain yang keluar. Sedangkan untuk pemain yang akan datang, apapun bisa terjadi, jadi kita akan lihat nanti,” tandas Zidane.

Real Madrid Inginkan Harry Kane atau Paulo Dybala

Suratkabar yang berbasis di Barcelona, Mundo Deportivo, melaporkan bahwa Presiden Real Madrid sedang berburu pemain baru dan mengincar Harry Kane atau Paulo Dybala.

Real Madrid dikatakan telah menyetujui kesepakatan secara prinsip untuk memicu klausul pelepasan penjaga gawang Athletic Bilbao, Kepa Arrizabalaga, pada bulan Januari. Perez juga ingin Kane bergabung dengannya.

Laporan tersebut mengklaim, El Real sangat tidak mungkin datangkan striker Tottenham Hotspur tersebut pada Januari 2018 dan memboyong Kane pada bursa transfer musim panas adalah harapan yang lebih kredibel.

Namun, Perez diduga lebih percaya diri untuk mendatangkan striker Juventus, Paulo Dybala – dan itu karena Barcelona tidak menginginkan pemain Argentina tersebut.

Mundo Deportivo mengklaim, Perez tahu Barca dalam posisi tidak yakin bahwa Dybala bisa bermain bersama rekannya di Timnas Argentina, Lionel Messi.

Messi jadi bintang utama di Camp Nou dan baru saja menandatangani kontrak baru. Direktur Teknik Blaugrana, Robert Fernandez, tidak menganggap kedatangan Dybala akan membantu pemain berusia 30 tahun itu.

Karena itu, kepindahan dari Juventus ke Real Madrid kemungkinan bisa terjadi, dengan Mundo Deportivo mengklaim Gareth Bale siap untuk tinggalkan Santiago Bernabeu di akhir musim. Kane, dan juga striker Paris Saint-Germain, Neymar, tetap menjadi rekrutan impian bagi Perez.

Tapi Dybala adalah akuisisi yang lebih realistis karena sang presiden berusaha untuk memperbanyak opsi pemain depan manajer Zinedine Zidane di masa depan.

Kalah Melulu, Mauricio Pochettino Enggan Salahkan Bukunya

Mauricio Pochettino membantah turunnya performa Tottenham Hotspur belakangan ini merupakan imbas dari diterbitkan rahasia permainan Spurs musim lalu dalam buku biografinya.

Setelah meraih hasil impresif, termasuk kalahkan Liverpool dan Real Madrid, Spurs perlahan mulai melepas pedal gas mereka. Dalam lima laga terakhir mereka di Liga Inggris, Spurs hanya raih satu kemenangan dan satu hasil imbang, sementara tiga laga lainnya berakhir kekalahan.

Meski demikian, Pochettino enggan kaitkan hasil negatif yang diraih Spurs belakangan ini dengan terbitnya buku ‘Brave New World’ yang menceritakan mengenai perjalanannya bersama Spurs musim lalu.

Pochettino tegaskan, kedua hal tersebut sama sekali tidak berhubungan. Ia yakin, saat ini Spurs hanya alami periode buruk yang biasa dialami tim lain. “Ketika buku saya diterbitkan, ada pendapat yang berbeda mengenai hal itu. Kami kalahkan Real Madrid dan Liverpool, dan kami mendapatkan hasil yang luar biasa,” ujar Pochettino jelang perjalanan mereka ke kandang Watford.

“Pertama-tama saya ingin berterima kasih pada orang-orang yang mengarang berita seperti ini, karena itu publisitas tambahan bagi buku saya. Kami bisa lebih banyak membantu orang lain, karena semua uang hasil penjualan buku tersebut akan disumbangkan,” tambahnya.

“Terima kasih atas hal itu, dalam periode jelang Natal ini kami bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan jika kami bisa menjual lebih banyak buku,” tegas pelatih asal Argentina tersebut.

Pochettino juga menolak anggapan yang menyebutkan, saat ini jadi periode tersulitnya di Tottenham sejak ia mengambil alih kepemimpinan di klub itu pada 2014 silam. “Tidak. Dengar, kami finish di peringkat pertama di grup Liga Champions, kalahkan Real Madrid yang mana hal itu bersejarah bagi klub. Kemudian, kami juga kalahkan Borussia Dortmund dan APOEL,” ujar Poch.

“Perjalanan masih panjang hingga akhir musim nanti. Memang benar kami kesulitan mendapat hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir, tapi itu hal yang normal bagi setiap tim. Mereka semua bisa alami kesulitan pada satu tahapan tertentu sepanjang 10 bulan berkompetisi,” tegasnya.

“Sekarang saya merasa tenang dan itu normal. Tanggung jawab saya adalah, bisa mengubah dinamika dengan para pemain, menerima apapun yang dikatakan orang lain, sama ketika Anda memberi pujian pada kami ketika kami kalahkan Liverpool dan Real Madrid dalam pertandingan besar,” aku Pochettino.

“Keseimbangan jadi hal yang paling penting. Saya menaruh kepercayaan kepada para pemain. Mereka percaya pada klub dan kami adalah hal pekerjaan yang kami lakukan. Ini hanyalah periode buruk, namun kami perlu bekerja kerasa untuk mengubah keadaan,” tegasnya lagi.

Javier Mascherano Akui Karirnya Sudah Berakhir

Setelah Javier Mascherano keluar dari Liverpool dengan cara yang relatif tak menyenangkan, pemain asal Argentina itu bertekad ucapkan selamat tinggal pada rekan-rekannya di Barcelona secara baik-baik.

Pemain asal Argentina itu gabung Barcelona dari Liverpool pada 2010 dan raih sukses besar di Spanyol dengan memenangkan Liga Champions dua kali, dua kali gelar La Liga dan empat kali Copa del Rey.

Dia juga berhasil beradaptasi dengan peran barunya sebagai bek tengah, setelah awalnya ia didatangkan Barca sebagai gelandang bertahan.

Tapi pada usia 33 tahun dan jarang tampil di bawah asuhan Ernesto Valverde musim ini, bahkan di saat fit, Mascherano yang kontraknya berakhir pada tahun 2019 menyadari waktunya di Catalan sudah hampir habis.

Dia berharap, kepergiannya – kapanpun itu – agak lebih bersahabat daripada saat kepergiannya dari Liverpool.

“Saya pikir, waktu saya di sini (Barcelona) sudah berakhir. Masuk akal setelah sekian lama tidak ada lagi yang bisa saya lakukan di klub ini,” ujar Mascherano kepada ESPN.

“Saya tidak mengatakannya dengan berat hati, saya telah memiliki tahun-tahun terbaik dalam karir saya di klub ini, saya tidak akan pernah melupakannya,” tandasnya.

“Saya jadi salah satu dari orang-orang yang berpikir bahwa Anda harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengakhiri karir. Saya ingin mengakhiri karir saya (dengan Barcelona) di saat yang tepat, tapi itu tidak terlalu bergantung pada saya,” tambah Mascherano.

“Saya cenderung mengakhirinya tepat waktu, karena ketika saya meninggalkan Liverpool, itu tidak baik untuk saya, dan saya tidak menyukainya. Saya tidak suka perasaan bahwa saya bisa kembali ke Liverpool dan masih ada yang beracun di sana. Saya tidak ingin hal yang sama terjadi pada saya di Barcelona,” tegasnya.

Gonzalo Higuain Tak Dijamin Tampil Kontra Napoli

Massimiliano Allegri akui, Gonzalo Higuain punya kesempatan tampil dalam pertandingan melawan Napoli, tapi ia tak mau terburu-buru lakukan hal itu.

Setelah sukses jalani operasi pada lengannya, Higuain kini bisa punya peluang tampil saat Juventus tandang ke markas Napoli di San Paolo, Sabtu [2/12] dinihari pukul 02.45 WIB. Allegri menilai, ada kemungkinan penyerang berusia 29 tahun itu tampil di pertandingan tersebut.

Meski demikian, Allegri tak ingin terburu-buru putuskan hal itu. Allegri menyadari risiko yang bisa dialami Higuain dan timnya, jika ia memaksakan pemain asal Argentina itu tampil melawan bekas klubnya tersebut.

“Pastinya dia merasakan sakit pada tangannya, namun dia bisa tersedia [di pertandingan melawan Napoli]. Bisa dikatakan, saya yakin itu,” ujar Allegri dalam konferensi pers.

“Kita akan lihat bagaimana keadaannya, seberapa besar rasa sakit yang ia rasakan, karena tidak ada gunanya pertaruhkan seorang pemain untuk satu pertandingan, sementara masih ada 30 pertandingan lagi, dari saat ini hingga akhir musim nanti. Kami harus menilai semuanya dengan baik, bersama dirinya,” tandasnya.

“Stephan Leichsteiner tak masuk dalam skuad. Juan Cuarrado dan Federico Bernardeschi sudah memperbaiki kondisi mereka, dan seharusnya mereka bisa tersedia. Kami akan melihat nanti, siapa yang akan bermain di lini serang. Pada saat ini, kami hanya punya Douglas Costa, Mario Mandzukic dan Paulo Dybala yang sepenuhnya fit. Saya akan putuskan besok,” ujar Allegri.

Sementara itu, Allegri indikasikan akan bermain pragmatis dan andalkan serangan balik saat tandang ke markas Napoli nanti. Menurutnya, mereka harus fokus di lini pertahanan sebelum keluar menyerang.

Saat ini, Napoli masih memimpin klasemen Liga Italia dengan raihan 38 poin dari 14 pertandingan, disusul Inter Milan di peringkat kedua dengan 36 poin, sementara Juventus ada di peringkat tiga dengan 34 poin.

“Pertahanan terbaik bisa memenangkan liga. Mungkin kami tidak punya lini pertahanan terbaik musim ini, tapi kami ingin meraih Scudetto. Napoli telah lakukan hal luar biasa di Liga Italia musim ini, dan ini menjadi ujian penting bagi kami jelang laga melawan Olympiakos, di mana kami harus mencapai babak 16 besar Liga Champions,” tambahnya.

“Mengalahkan Napoli akan menjadi hal yang sangat signifikan, namun kami fokus untuk tampilkan performa terbaik. Siapapun yang membuat kesalahan paling sedikit akan punya kesempatan lebih baik dalam menangkan pertandingan,” ujar Allegri.

Napoli vs Juventus, Harus Menang Demi Memangkas Jarak!

Tuan rumah Napoli hadir di pertandingan ini sebagai pemimpin liga yang tak terkalahkan sejauh musim ini. Sementara itu, juara bertahan Juventus sudah goyah di awal musim dan telah menelan dua kekalahan di ajang liga.

Kedua tim merupakan calon kuat pemenang Scudetto musim ini, dan diperkirakan pertemuan dua tim papan atas tersebut akan tentukan siapa yang akan finish di puncak klasemen.

Ini harus dilihat sebagai pertandingan terbesar musim ini, di mana Napoli tampak seperti tim terkuat di Serie A dan Juventus sebagai tim yang paling berpengalaman. Si Nyonya Tua bisa melihat dominasi mereka di liga ini mulai berakhir, sedangkan Napoli terlihat jadi pesaing serius dalam perebutan gelar musim ini.

Kedua tim telah mencetak gol dalam delapan dari sembilan pertemuan terakhir mereka. Dua tim ini juga saling mencetak gol dalam empat pertemuan mereka musim lalu.

Kedua tim juga sama-sama memiliki serangan yang fantastis, dan mereka memimpin dalam grafik pencetak gol di Serie A musim ini. Dalam laga kedua tim kali ini, diprediksi akan tercipta banyak gol.

Head-to-head Napoli vs Juventus 

Napoli telah memenangkan tiga dari lima pertemuan sebelumnya melawan Juventus.

Statistik Napoli vs Juventus

Napoli lebih sering kalah (65 kali) dan kebobolan lebih banyak gol (209 gol) saat melawan Juventus, dibandingkan tim-tim lainnya di Serie A.

Napoli hanya kalah satu kali dalam 10 pertandingan terakhir Serie A melawan Bianconeri di San Paolo (W6 D3).

Juventus telah mencetak 43 gol dalam pertandingan liga secara berturut-turut, samai rekor yang juga ditetapkan Bianconeri antara Februari 2013 dan Maret 2014.

Gonzalo Higuain telah mencetak empat gol dalam empat penampilannya melawan Napoli di semua kompetisi.

Berita Tim Napoli vs Juventus

Napoli tidak memiliki kekhawatiran cedera jelang bentrokan besar melawan Juventus dinihari nanti.

Pemain Juventus, Stephan Lichtsteiner, absen di laga ini, di mana Juventus sepertinya akan memulai laga dengan formasi 4-2-3-1.

Cedera Parah, Benjamin Mendy Ikut Rayakan Gol Sterling

Manchester City mampu meraih tiga poin penting saat menjamu Southampton di Etihad Stadium, Kamis (30/11).

Kevin De Bruyne membawa City unggul lebih dulu di awal babak kedua, namun Oriol Romeu berhasil mengecoh Ederson dan membuat kedudukan kembali menjadi imbang, 1-1. Ketika laga terlihat akan berakhir imbang, Raheem Sterling muncul sebagai pembeda ketika ia mencetak gol cantik dari luar kotak penalti setelah lakukan kerjasama dengan Kevin De Bruyne.

Seluruh pemain City merayakan gol tersebut, namun ada satu hal menarik di mana Benjamin Mendy terlihat ikut berlari merayakannya. Padahal, Mendy diharuskan absen selama enam bulan karena alami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL).

Dalam akun twitternya, Mendy memposting aksinya berlari rayakan gol kemenangan City yang dicetak Sterling. “Saya menderita cedera ACL, namun siapa yang peduli ketika gol kemenangan terjadi di menit 95,” ujar Mendy dalam akun Twitter-nya tersebut.

Mengenai aksi nekat Mendy tersebut, Guardiola terlihat tertawa. “Mendy gila! Dia sedang cedera yang mengharuskannya absen enam bulan, tapi dia berlari!”, ujar Guardiola.

Sementara itu, Guardiola juga membahas mengenai gol kemenangan yang dicetak Sterling. Kepercayaan diri yang dimiliki bintang muda Timnas Inggris itu diyakini Guardiola menjadi kunci kesuksesannya sebagai penentu di pertandingan tersebut.

“Golnya luar biasa karena tidak ada ruang yang cukup untuk melakukan tembakan. Ada 10 pemain di dalam kotak penalti,” lanjut Guardiola.

“Raheem Sterling masih muda dan bisa terus memperbaiki dirinya. Dia membuat langkah maju. Saya tahu bahwa dia merasa bisa melakukannya [mencetak gol penentu],” tambahnya.

“Sebelumnya dia selalu merasa malu. Rekan-rekan satu tim memberikannya kepercayaan diri. Anda harus punya kepribadian untuk lakukan operan dengan Kevin De Bruyne di  masa perpanjangan waktu dan menempatkan bola [ke pojok gawang]. Itu gol yang fantastis,” tandas Guardiola.

Tumbal Kemenangan Arsenal, Lacazette Absen Kontra Man United

Striker internasional Prancis itu bermain sebagai starter untuk The Gunners dalam pertemuan melawan Huddersfield Town tengah pekan ini.

Dia pula yang membuka skor dalam laga itu hanya dalam waktu tiga menit, namun harus digantikan Olivier Giroud di akhir babak pertama.

Arsene Wenger tegaskan usai Arsenal pastikan kemenangan telak 5-0 atas The Terriers itu, Lacazette telah alami memar yang akan membuatnya absen dari laga kandang melawan The Red Devils asuhan Jose Mourinho.

Namun menariknya, dalam laga kontra Huddersfield Town,  tanpa Lacazette Arsenal malah mampu menambah empat gol di babak kedua. Olivier Giroud berhasil menyumbang dua gol, plus dua gol lagi yang masing-masing dibukukan Mesut Ozil dan Alexis Sanchez.

“Lacazette alami masalah pangkal paha, dia pasti tidak akan tampil di pertandingan Sabtu. Dia mungkin akan absen sebentar,” ujar Arsene Wenger.

Lacazette telah menjadi pilihan reguler bagi Arsenal musim ini, dan golnya melawan Huddersfield merupakan golnya yang ketujuh dalam musim debutnya di Emirates Stadium.

Giroud bisa menjadi pilihan untuk mengisi posisi nomor sembilan yang ditinggalkan rekan senegaranya itu, di mana bomber asal Prancis itu telah turun dari bangku cadangan untuk mengemas dua gol pada hari Kamis lalu.

Danny Welbeck juga bisa diturunkan dalam laga melawan bekas klubnya itu, sementara Sanchez bisa pindah ke peran sentral jika manajer Prancis itu akan mainkan Alex Iwobi kembali ke starting XI.

Berkat kemenangan kontra Huddersfield, Arsenal kini berada di urutan empat klasemen sementara dengan raihan 28 poin dari 14 putaran, masih tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen Manchester City.

Diusir Wasit? Ini Penjelasan Antonio Conte

Antonio Conte dikirim ke tribun penonton setelah meneriaki wasit Neil Swarbrick, saat Chelsea menang tipis 1-0 atas Swansea City di Stamford Bridge.

Conte semakin frustrasi dengan Swansea karena berusaha memperlambat permainan, hingga akhirnya dia diusir keluar lapangan oleh sang pengadil lapangan di menit ke-43.

Tapi, Conte salah paham dengan instruksi wasit. Ia malah pergi dan duduk di area belakang bangku cadangan para pemainnya. Sang wasit kemudian katakan pada Conte, dia sebenarnya harus duduk lebih jauh di tribun penonton.

Bos The Blues itu mengaku bingung. Ia bahkan mempertimbangkan untuk menonton dari ruang ganti – tapi dia tidak terlalu tertarik untuk melakukannya. “Saya tidak suka menonton di ruang ganti,” kata Conte.

“Saya menderita dengan cara yang sama seperti menonton pertandingan di video. Sangat aneh jika saya tidak bisa berkomunikasi dengan para pemain saya,” tandasnya.

Ini pertama kalinya Conte diusir dari lapangan, sejak ia mengambil alih jabatan pelatih di Stamford Bridge pada 2016 silam. Itu juga merupakan pengusiran yang pertama bagi mantan pelatih Juventus tersebut dalam lima tahun terakhir ini, tapi Conte tegaskan dia telah meminta maaf pada wasit setelah pertandingan.

“Bersama Juventus, sekitar lima tahun lalu, melawan Genoa,” kenang Conte saat ditanya kapan terakhir kali dia diusir wasit.

“Saya baru saja katakan bahwa mereka (Swansea City) membuang-buang waktu. Saya pun berteriak, dan untuk alasan ini wasit keempat kehilangan kesabarannya. Saya yang telah lakukan kesalahan, bukan wasit keempat. Saya merasa frustrasi saat itu,” ujar Conte.

David Seaman Peringatkan Inggris Soal Joe Hart

Bagi David Seaman, posisi penjaga gawang nomor satu Timnas Inggris tak terbantahkan dan jadi milik Joe Hart. Seaman menilai, mantan penjaga gawang Manchester City itu sudah memiliki begitu banyak pengalaman, baik di level klub maupun bersama tim nasional.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, performa Hart mendapat banyak kritik, terutama dalam kompetisi Euro 2016. Saat itu, Inggris tersingkir secara memalukan dari Islandia di babak 16 besar.

Sementara itu, Hart juga kehilangan tempatnya di Manchester City, yang membuatnya harus rela pergi dengan status pinjaman. Musim lalu, Hart bermain di Liga Italia bersama Torino, lalu bermain untuk West Ham United pada musim ini.

Meski demikian, Seaman percaya posisi Hart di Timnas Inggris tak layak diperdebatkan. Pengalaman Hart menjadi sesuatu yang berharga dan belum dimiliki penjaga gawang lainnya.

“Joe Hart adalah penjaga gawang nomor satu Inggris, penjaga gawang lainnya semakin mendekati levelnya, tak diragukan lagi,” ujar mantan penjaga gawang Arsenal itu.

“Senang bisa melihat Jordan Pickford bermain di pertandingan melawan Jerman, namun menyenangkan bisa melihat Joe bermain melawan Brasil dan membuat beberapa penyelamatan gemilang,” tambahnya.

“Joe sudah bermain di level teratas untuk waktu yang lama, dan bagi saya orang-orang terlalu mudah meremehkan atau mengabaikannya. Merupakan langkah yang besar bermain di Liga Champions, kemudian bermain di laga persahabatan internasional, serta di kompetisi Eropa dan Piala Dunia,” tandas Seaman.

“Itu merupakan langkah-langkah kecil di mana tekanan bisa sedikit lebih tinggi dan sulit untuk mengatasi hal itu. Silahkan Anda bertanya pada Scott Carson, seperti apa rasanya dipaksa bermain tanpa pengalaman sama sekali. Itu hampir menghancurkannya, jadi Anda harus berhati-hati. Tapi bagi saya, jelas Joe Hart adalah penjaga gawang nomor satu Inggris,” tambahnya.

Joe Hart bermain buruk dalam laga Everton melawan West Ham United di ajang Liga Inggris, Kamis (30/11) dinihari tadi. Dia kebobolan empat gol, dan satu di antaranya merupakan gol jarak jauh Wayne Rooney.

Hart yang maju untuk membuang bola, malah mengirim bola ke kaki Rooney dan ia sudah terlalu jauh dari gawangnya untuk bisa amankan tendangan jarak jauh mantan kapten Manchester United tersebut.

Tampil Buruk, Bos Swansea City Bela Renato Sanchez

Renato Sanches tiba di Swansea City dengan status pinjaman dari Bayern Munchen dan punya reputasi cukup tinggi. Namun, ia gagal memberi dampak di Liga Inggris dan harus ditarik keluar setelah 45 menit, saat the Swans kalah 0-1 di Stamford Bridge dinihari tadi.

“Dia lakoni babak pertama yang buruk. Saya merasakannya, karena dia pemain yang sangat berbakat dan saya pikir dalam permainan apapun tahun ini, dia telah tunjukkan bakat yang dimilikinya,” ujar Paul Clement.

“Tak usah dikatakan, jika Anda pergi dari Benfica ke Bayern Munchen dan Anda memenangkan trofi Kejuaraan Eropa bersama Portugal, lalu Anda bermain dalam permainan di tahap final kompetisi, maka Anda adalah pemain yang sangat bagus,” tambahnya.

“Dia pemain yang berjuang untuk percaya diri dan sedang berjuang untuk menemukan performanya. Kami percaya, kami lingkungan yang tepat untuk mengeluarkan potensinya,” tegas Clement.

“Saya berada di belakangnya (untuk mendukungnya), staf teknis berada di belakangnya dan rekan satu timnya berada di belakangnya. Kami berharap, dia akan lakukan langkah-langkah tepat yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Gelandang berusia 20 tahun itu belum berikan satu gol pun – begitu juga assist, dalam delapan penampilannya di Premier League musim ini. Distribusi bolanya juga sangat buruk saat hadapi perlawanan tim jawara musim lalu tersebut.

“Saya pikir, dia harus mulai dengan hal-hal mendasar dan mendapatkan hal-hal sederhana dengan benar,” tambah Clement.

“Saat ini, saya melihat permainan di mana dia mencoba hal-hal yang sangat sulit. Tapi, hari ini Anda melihat dia salah menempatkan banyak umpan sederhana. Keyakinan dirinya sangat rendah,” ungkapnya.

“Dia sangat menginginkannya, maksud saya, Senin sampai Jumat dia bekerja, bekerja dan bekerja. Itu tidak terjadi padanya saat bermain,” tegas Clement.

Southampton Kalah Dramatis, Pellegrino Tetap Puas

Hal ini diungkapkan manajer Southampton, Mauricio Pellegrino, terkait kekalahan timnya dari Manchester City dinihari tadi. The Saints semula tampaknya bisa mencuri satu poin di Etihad, namun City berhasil bukukan gol kemenangan di menit ke-96. Gol menakjubkan dari Raheem Sterling menghancurkan hati mereka.

Namun, pelatih asal Argentina itu berpikir, para pemainnya telah tunjukkan banyak kemajuan dari cara mereka membuat frustrasi pimpinan klasemen liga tersebut, dan nyaris saja mendapat hasil satu poin.

“Sulit untuk dicerna saat Anda bermain 99,9 persen dari permainan, yang kurang lebih sama seperti yang kami rencanakan sebelumnya. Tapi mereka punya banyak kualitas. Mereka tidak butuh terlalu banyak (peluang) untuk mencetak gol,” tandas Pellegrino.

“Mereka mencetak gol yang menakjubkan dan kami harus ucapkan selamat kepada lawan. Kami harus bangga dengan cara kami bersaing melawan tim yang benar-benar bagus, dan mungkin saat ini mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia,” tambahnya.

“Tapi pada saat yang sama, kami harus menggunakan permainan ini sebagai motivasi ke depan, karena kami benar-benar kompetitif dan pikirkan masa depan bahwa kami bisa bermain melawan tim yang lebih kuat, dan kami benar-benar bisa menyulitkan mereka,” ujar Pellegrino.

Tim tamu tampil menyulitkan pemuncak klasemen dengan permainan bola mati mereka, dan sangat disayangkan Soton gagal unggul saat jeda setelah sundulan Wesley Hoedt membentur mistar – sebuah taktik yang Pellegrino katakan sudah mereka latih dalam menghadapi pertandingan ini.

“Kami tahu, mungkin bola-bola mati bisa menjadi kesempatan kami. Dan kami benar-benar nyaris mencetak gol. Tapi di sepakbola, ini tentang efisiensi. Dan pada akhirnya, kami tidak punya apa-apa. Tapi kami bisa bangga dengan bagaimana kami bermain,” tandasnya.

Bos Liverpool Yakin Kipernya Tak Pantas Dikartu Merah

Di laga itu, kiper Liverpool Simon Mignolet harus keluar dari gawangnya dan jatuhkan Mame Biram Diouf yang akan menembakkan bola ke gawang yang kosong. Wasit Martin Atkinson pun hanya berikan kartu kuning pada Mignolet.

Klopp lalu ungkapkan, Mignolet memang tak pantas dikartu merah. Pelatih asal Jerman itu juga mengklaim, kiper asal Belgia itu bukanlah orang terakhir sebelum gawang.

Bos Stoke City, Mark Hughes, marah di pinggir lapangan pada keputusan wasit, yang terbukti ini menjadi momen penting dalam pertandingan tersebut.

Liverpool unggul 1-0 berkat gol Sadio Mane di menit ke-17, kemudian Mohamed Salah mencetak dua gol (menit ke-77 dan 83) setelah memulai permainan dari bangku cadangan.

Klopp mengecilkan anggapan bahwa Liverpool beruntung karena Mignolet tetap tinggal di lapangan. “Itu pertandingan tandang yang tepat. Ini tempat yang sulit,” kata Klop setelah timnya menang, 3-0.

“Saya kira bukan keberuntungan sehingga Simon Mignolet bisa lolos dari kartu merah, karena ada dua bek di sana dan dia bukan pemain terakhir,” tegas Klopp.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Mohamed Salah. Senang ia bisa mencetak dua gol dalam situasi seperti ini. Kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Dengan Peter Crouch di lapangan, hal itu menyulitkan dan mereka (Stoke City) bermain bagus di lapangan, tapi kami terus berjuang. Kami sangat layak mendapat kemenangan ini dan kami sangat bahagia,” ujarnya.

Dengan kemenangan ini, Liverpool bertahan di posisi lima, dua poin di bawah posisi keempat Arsenal. Selanjutnya, skuad asuhan Jurgen Klopp akan lakoni laga tandang melawan Brighton and Hove Albion, Sabtu (2/12) akhir pekan ini.

Di tempat lain, Manchester City butuh gol telat Raheem Sterling untuk meraih kemenangan 2-1 atas Southampton. Sementara Arsenal dan Chelsea, masing-masing berhasil kalahkan Huddersfield Town dan Swansea City.

Barcelona Istirahatkan Lionel Messi, Begini Penjelasannya

Barcelona berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah kalahkan Real Murcia dengan skor telak, 5-0, di leg kedua babak 32 besar Copa del Rey. Namun, Lionel Messi tidak tampil di laga tersebut.

Lionel Messi tetap menjadi bintang utama Barcelona, namun ia diistirahatkan di laga Copa del Rey melawan Real Murcia. Messi telah mencetak 16 gol untuk Barcelona musim ini, membantu klub melalui krisis lini depan mereka, karena Ousmane Dembele dan Luis Suarez alami cedera. Tetapi, performa Messi belum kelihatan luar biasa.

Dia belum mencetak gol untuk raksasa Catalan dalam lima penampilan terakhirnya. Tapi, itu bukan alasan dia absen dalam kemenangan 5-0 atas Murcia, Kamis dinihari tadi.

Messi sepertinya diistirahatkan dari pertandingan Barcelona vs Real Murcia, untuk menjaga kebugarannya jelang pertandingan Liga Champions pekan depan.

“Setelah dua kali berturut-turut mendapat hasil imbang – hasil 0-0 dalam pertandingan penting melawan Juventus di Liga Champions dan 1-1 saat hadapi Valencia di La Liga – dan bermain di kandang sendiri dengan keunggulan telak melawan klub Segunda Division, Real Murcia, pertandingan Kamis (30/11) ini merupakan kesempatan sempurna bagi manajer Ernesto Valverde untuk istirahatkan beberapa pemain utamanya,” demikian pernyataan resmi Barcelona.

“Jadi Marc-Andre ter Stegen, Ivan Rakitic, Sergio Busquets, Andres Iniesta, Luis Suarez, Leo Messi, Jordi Alba dan Samuel Umtiti semuanya kami istirahatkan,” lanjut pernyataan tersebut.

Kemungkinan Messi akan kembali ke starting XI Barcelona untuk pertandingan La Liga melawan Celta Vigo di Camp Nou, Sabtu (2/12).

Wayne Rooney: Itu Gol Terbaik Saya

Kapten Everton, Wayne Rooney, akui gol ketiganya dalam laga melawan West Ham United di Goodison Park dinihari tadi, bisa menjadi gol terbaik yang pernah dia bukukan di sepanjang karirnya.

Striker Everton tersebut catatkan hattrick pertamanya untuk the Toffees dengan penuh gaya dan dia tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah berhasil membawa timnya raih kemenangan 4-0 melawan tim asuhan David Moyes tersebut.

“Ini salah satu, jika bukan gol terbaik yang pernah saya ambil,” kata Rooney kepada BT Sport.

“Saya pikir, saya tidak akan pernah mencetak gol yang lebih baik dalam hidup saya. Untuk mencetak hattrick pertama saya untuk Everton, saya senang,” tambahnya.

Rooney membuka skor kemenangan Everton dalam laga ini, setelah Joe Hart menyelamatkan penaltinya sebelum lepaskan tembakan yang kedua dari dalam kotak penalti hasil bola rebound.

Gol ketiganya menempatkan Everton di jalur tiga poin dan Rooney mengatakan ini sebagai hasil bagus setelah beberapa pekan lakoni pertandingan yang sulit. “Bagi kami sebagai tim, penting untuk menang. Beberapa pekan terakhir ini sangat sulit dan kami berhasil mendapat clean sheet pertama di musim ini,” ujar Rooney.

“Saya telah berlatih banyak penalti melawan Joe Hart dan saya tahu dia tahu saya, tapi saya bertahan dengan itu dan berusaha untuk tetap mengalahkannya. Dia berhasil menyelamatkannya, tapi untungnya bola kembali kepada saya,” akunya.

“Itu gol penting yang memberi kami sesuatu. Di babak kedua, kami menyerang dan mendapat gol ketiga yang sangat penting,” tambah Rooney.

“Kami akan menikmati malam ini. Pertama-tama, kami harus ucapkan banyak terima kasih kepada David Unsworth. Dia masuk pada saat yang sulit dan saya senang dia mendapat kemenangan ini. Hal ini penting bagi klub,” ujarnya.

Ini bukan gol spektakuler pertama dari Rooney. Gol saltonya bagi Manchester United saat hadapi Manchester City di tahun 2011 silam, terpilih sebagai gol terbaik di Liga Inggris pada tahun tersebut.

Robert Lewandowski Masih Dendam Pada Carlo Ancelotti

Performa Bayern Munchen kembali naik sejak Carlo Ancelotti dipecat pada Oktober silam, dan digantikan Jupp Heynckes.

Tim Bayern membuntuti Borussia Dortmund di puncak klasemen Bundesliga, sebelum manajer Italia itu dilepas. Tapi sekarang, Bayern duduk di puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin setelah 13 pekan.

Meski alami peningkatan secara hasil, Bayern menderita dengan beberapa pemain cedera dalam beberapa pekan terakhir. Thiago Alcantara, Thomas Muller dan Arjen Robben yang alami cedera otot, sementara Juan Bernat baru saja kembali dari absen yang cukup lama.

Lewandowski merasa, masalah yang berulang ini bukan salah Heynckes, tapi efek dari gaya kepelatihan dari manajer mereka sebelumnya.

“Jika banyak cedera otot terjadi, Anda tidak perlu melihat beberapa pekan terakhir, tapi dua atau tiga bulan terakhir,” kata Lewandowski kepada SportBild.

“Kemungkinan besar alasannya ada di sana. Jika terlalu sedikit latihan, Anda harus lakukan sesuatu secara individual,” tambahnya.

Bayern mencatat kemenangan beruntun dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi di bawah asuhan Jupp Heynckes, sebelum berakhir pada Minggu (26/11) lalu saat Bayern kalah 1-2 dari Borussia Mönchengladbach di Borussia Park.

Bayern akan kembali berlaga pada akhir pekan ini, saat mereka hadapi Hannover di kandang sendiri, sebelum menjamu Paris Saint-Germain di Liga Champions pada pertengahan pekan depan.

Laga melawan PSG ini akan menjadi pertemuan krusial dalam perebutan puncak klasemen grup. Raksasa Bavaria itu tertinggal tiga poin saat ini dari Les Parisiens di grup G, meski mereka sudah tertinggal jauh dari selisih gol (PSG +23, Bayern +5).

Chelsea Ikut Berburu Tanda Tangan Mesut Ozil

Pemain berusia 29 tahun itu belum tanda tangani kontrak baru dengan Arsenal, dan akan tersedia sebagai pemain bebas transfer pada akhir musim jika dia gagal menyetujui kesepakatan baru.

Manchester United dikabarkan tertarik untuk menandatangani kontrak pemain internasional Jerman itu, yang sempat bekerja di bawah Jose Mourinho di Real Madrid.

Selain United, Barcelona juga telah dikaitkan dengan Ozil. Laporan pekan lalu mengklaim, pemain tengah tersebut telah menyetujui persyaratan kontrak dengan pemimpin La Liga tersebut.

Tapi SportBild sekarang mengklaim, Chelsea jadi kandidat terkuat untuk menandatangani Ozil, yang lebih suka untuk tetap berada di kompetisi Liga Inggris.

Chelsea ingin memperkuat lini tengah mereka musim panas lalu dan saat mereka berhasil menandatangani Tiemoue Bakayoko dari AS Monaco, juara Liga Inggris musim lalu tersebut gagal dalam usaha untuk mendatangkan Ross Barkley dari Everton.

Antonio Conte telah menyatakan keprihatinannya atas ukuran skuad Chelsea dan dilaporkan menargetkan dua tambahan baru menjelang jendela transfer yang akan datang.

Arsene Wenger, sementara itu, memicu kebingungan mengenai masa depan Ozil pekan ini dengan mengklaim, gelandang tersebut tidak akan dijual pada Januari nanti.

Manajer Arsenal itu telah menyarankan agar klub bisa terbuka untuk tawarkan kontrak baru musim dingin ini. Namun pada Selasa lalu, dia bersikeras bahwa Ozil dan Alexis Sanchez akan bertahan sampai akhir musim.

“Mereka akan berada di sini,” kata Wenger. “Saya tidak berpikir setiap hari tentang itu, selama mereka berada di sini mereka harus memberikan yang terbaik untuk tim dan klub.”

“Di kepala saya mereka bertahan sampai akhir musim – itu adalah keputusan yang diambil pada awal musim ini,” tegasnya.

Jelek Banget! Pelatih Sesalkan Penampilan Buruk Tottenham

Dua gol dari Jamie Vardy (13′) dan Riyad Mahrez (45’+1) memberi Leicester keunggulan 2-0 di babak pertama, saat The Lilywhites lewatkan sejumlah peluang bagus.

Christian Eriksen dan Fernando Llorente kemudian sia-siakan peluang emas, walau Harry Kane mampu memperkecil kekalahan dengan golnya di menit ke-79. Meski demikian, Spurs akhirnya harus alami kekalahan keempat mereka di Premier League musim ini.

Dengan kekalahan tersebut, The Lilywhites bisa tertinggal 16 poin di bawah pimpinan klasemen, Manchester City, jika tim asuhan Pep Guardiola itu kalahkan Southampton pada Kamis (29/11) dinihari nanti. Pochettino akui, anak asuhnya harus bersikap kritis terhadap penampilan mereka sendiri.

“Di babak kedua, kami bermain lebih agresif dan mulai memainkan sepakbola. Kami mengkritik diri kami sendiri di babak pertama dan sulit untuk memenangkan pertandingan setelah penampilan buruk kami di babak pertama,” kata Pochettino kepada Sky Sports.

“Penampilan kami sangat buruk. Kami perlu memperbaiki dan bersikap kritis terhadap penampilan kami, karena kami tidak bermain seperti biasanya,” tambahnya.

“Kami perlu menganalisanya dan bertanggung jawab atas hasil yang kami raih. Kami tidak bisa memulai laga seperti ini. Kami bicara sebelum pertandingan mengenai fokus kami, tapi kami bermain lamban di babak pertama,” tandas Pochettino.

Meskipun Vardy dan Mahrez mencetak gol spektakuler di babak pertama, namun pada hakikatnya Pochettino tetap merasa timnya bisa mencegah dua gol itu. “Pertandingan berjalan seimbang dan kami ciptakan banyak peluang. Tapi, sebenarnya kami bisa mencegah gol lawan hari ini,” ujarnya.

“Kami bisa bermain lebih baik, dan melakukan sesuatu untuk menghentikannya. Bila Anda kebobolan, itu bukan hanya karena kualitas lawan, kadang karena Anda perlu menyadari beberapa situasi,” tandas pelatih asal Argentina ini.

“Memang benar kami kecewa dan frustrasi, tapi tidak hanya untuk kekalahan kami tapi juga penampilan,” tegasnya.

Arsenal Kedatangan Amunisi Baru dari Barcelona

Raul Sanllehi sebelumnya jadi sosok yang berhasil mendapat pengakuan atas kesuksesannya memboyong Neymar ke Barcelona pada tahun 2013 silam.

Kini, Sanllehi akan bertugas di Emirates dengan jabatan yang berbeda, namun tak jauh-jauh dari sepakbola, yaitu sebagai ketua hubungan sepakbola.

Dalam pernyataannya yang dirilis Selasa (28/11) waktu setempat, The Gunners menyebutkan bahwa Sanllehi akan berkolaborasi dengan para petinggi lainnya pada Februari tahun depan.

“Raul Sanllehi akan memimpin negosiasi-negosiasi pemain dan bekerja bersama-sama manajer Arsene Wenger, ketua eksekutif Ivan Gazidis dan negosiator kontrak Huss Fahmy,” demikian pernyataan resmi tim Meriam London itu.

“Dia juga akan mewakili dan mendukung klub di organisasi sepak bola internasional dan domestik,” lanjut pernyataan tersebut.

Penunjukan Sanllehi memperlihatkan adanya perubahan besar-besaran di jajaran manajemen the Gunners, setelah pekan lalu Arsenal juga menunjuk Sven Mislintat untuk memimpin perekrutan pemain anyar.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami telah mengisi tim kami dengan para pakar papan atas di setiap aspek dalam operasi sepakbola kami,” tutur Ivan Gazidis.

“Penunjukan Raul merupakan langkah penting lainnya untuk pembangunan infrastruktur [manajemen] yang kami butuhkan, demi melangkah ke level berikutnya,” tambahnya.

“Raul punya banyak kontak di seluruh dunia sepakbola dan telah terlibat secara langsung dalam sejumlah transfer besar di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Kami berharap, dia bisa terapkan keahliannya di Arsenal,” tegas Gazidis.

Sebelumnya, Wenger juga mengaku akan ada perubahan di jajaran manajemen Arsenal, setelah pensiunnya Dick Law. “Dick Law telah pensiun dan kembali ke Amerika Serikat. Dia masih bersama kami untuk beberapa saat, tapi kami mencari seseorang yang punya keahlian dalam bernegosiasi,” tutur Wenger.

“Kami memiliki Huss, yang merupakan negosiator ulung, tapi ia baru kemarin bergabung. Saya menilai, dia sangat tinggi tapi kami masih butuh tambahan orang,” tegasnya.

Pelatih Barcelona Pesimis Ousmane Dembele Turun di El Clasico

Setelah didatangkan Barcelona di akhir bursa transfer musim panas lalu, Ousmane Dembele lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang pemulihan setelah ia alami cedera dalam laga melawan Getafe pada pertengahan September silam. Dembele divonis harus absen selama empat hingga lima bulan setelah alami cedera otot paha.

Namun, ternyata masa pemulihan Dembele berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan. Sejak awal bulan ini, Dembele sudah mulai berlatih di lapangan berpasir dan ia telah diperbolehkan bermain dengan bola.

Meski demikian, Valverde tak melihat ada kemungkinan besar pemain itu bisa turut andil dalam laga melawan Real Madrid, 23 Desember mendatang. Menurutnya, mereka harus berhati-hati, karena Dembele baru saja alami cedera parah.

“Saya tidak ingin mengatakan hal itu tidak mungkin, namun sulit bagi saya untuk bisa melihatnya bermain di El Clasico,” ujar Valverde mengenai peluang Dembele turun melawan Real Madrid, akhir Desember mendatang.

“Cedera yang dialaminya cukup serius, butuh waktu cukup lama untuk pulih. Jika kita harus menunggu hingga pekan depan, maka kami akan menunggu,” tandasnya.

“Kita tidak berada di sini untuk mengambil risiko [atas cederanya] dan kita harus benar-benar yakin [sebelum memutuskan kapan ia akan kembali bermain]. Dia baik-baik saja namun kita harus berhati-hati,” ujar Valverde.

Sebelumnya, Dembele mengatakan akan kembali berlatih bersama tim kurang lebih dalam dua pekan ke depan.

“Saya baik-baik saja, saya rasa dua pekan lagi [waktu untuk pemulihan]. Dan setelah itu saya akan berlatih bersama tim,” ujar Dembele saat itu.

Chelsea vs Swansea City, Tiga Poin Mudah!

Bulan November telah membaik bagi Chelsea dan mereka bisa menyelesaikannya lebih kuat dengan kemenangan melawan Swansea City yang tengah kesulitan, Kamis dinihari nanti.

Sejak kekalahan memalukan 0-3 dari AS Roma pada Oktober silam, Chelsea tunjukkan beberapa penampilan yang kuat dan berjuang untuk hadirkan penampilan terbaik di Liga Inggris dan Liga Champions.

Mereka miliki dua pertandingan sulit dalam liga domestik. Yang pertama, saat menang 1-0 atas Manchester United, dan satunya lagi saat Chelsea hanya kantongi hasil imbang 1-1 di Liverpool, akhir pekan lalu.

Mereka jauh berada di belakang Manchester City dalam perebutan gelar musim ini, namun cukup dekat dengan Manchester United yang ada di urutan dua dan hanya berjarak tiga poin.

Puncak bulan ini, adalah saat Chelsea raih kemenangan tandang 4-0 di Qarabag, yang menempatkan The Blues melaju ke fase knockout Liga Champions, sebelum mereka menyambut Atletico Madrid untuk pertandingan terakhir di awal Desember nanti.

Chelsea saat ini tak terkalahkan dalam empat pertandingan Premier League dengan empat kemenangan, sebelum hasil imbang di Anfield pada akhir pekan kemarin.

Di sisi lain, Swansea City masih berjuang untuk keluar dari zona degradasi. Pada pertandingan terakhir, mereka hanya bermain imbang tanpa gol melawan AFC Bournemouth.

Hasil imbang itu menandai bahwa Swansea tak pernah menang dalam lima laga terakhir di Premier League. Paul Clement berada di bawah tekanan luar biasa untuk memberikan kemenangan dan dia bisa menjadi manajer berikutnya yang didepak.

Head-to-head Chelsea vs Swansea City

Chelsea memegang rekor head-to-head yang kuat melawan Swansea di pertandingan Premier League dengan tujuh kemenangan, empat hasil seri dan sekali kalah dari 12 pertandingan sejauh ini.

Di Stamford Bridge, Chelsea tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir, dengan lima kemenangan dan sekali imbang.

Prediksi Chelsea vs Swansea City

Tanpa diragukan lagi, Chelsea siap raih kemenangan mudah, karena mereka terlihat jauh lebih unggul dengan kualitas dan bentuk skuad yang sudah di atas kertas.

Prediksi skor akhir: Chelsea 2-0 Swansea City

CR7 Ingin Real Madrid Buang Pengganti Gareth Bale

Ikon Real Madrid, Cristiano Ronaldo, dilaporkan telah katakan pada direksi Los Blancos bahwa dia yakin rekan setimnya, Lucas Vazquez, harus tinggalkan Bernabeu karena tak punya bakat setara untuk bermain bersama El Real.

Menurut Don Balon, Ronaldo bingung dengan kenyataan bahwa Vazquez terus masuk ke tim inti, hingga pemain asal Spanyol itu sudah bukukan 19 penampilan di musim ini.

Vazquez disebut-sebut jadi favorit manajer Zinedine Zidane. Ronaldo mengklaim, inilah satu-satunya alasan mengapa pemain tersebut mendapat kesempatan bermain.

Dikatakan juga, presiden Florentino Perez sepakat dengan Ronaldo bahwa Vazquez jadi pemain favorit Zidane. Sepertinya, banyak yang tidak menganggap Vazquez sebagai pemain Real Madrid, karena kepribadiannya baik di dalam maupun luar lapangan.

Vazquez merupakan pemain pekerja keras, yang tunjukkan sekilas keterampilan tapi lebih banyak andalkan kecepatan. Mungkin saja dia tidak sesuai dengan deskripsi Los Galacticos, dan itulah sebabnya Ronaldo menginginkan Vazquez pergi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Vazquez telah mengisi tempat Gareth Bale yang tengah cedera. Namun, mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut saat ini kembali berlatih dan berharap bisa kembali bermain lebih cepat.

Sedangkan Zidane, dia belum pernah hadapi masalah seperti ini dalam karir manajerialnya. Tekanannya sekarang ada pada dirinya, karena ia harus hadapi situasi ini sementara timnya terus tampil buruk.

Ini belum menjadi musim yang mengesankan bagi Los Blancos sejauh ini, karena saat ini mereka duduk di posisi empat papan klasemen sementara La Liga, delapan poin di belakang pemimpin klasemen, Barcelona.

Jendela transfer Januari akan menarik bagi Los Blancos, dan jika mereka menjual Vasquez, mereka mungkin bisa menggantikannya dengan pemain top dunia yang bisa memperbaiki performa mereka.