Jelek Banget! Pelatih Sesalkan Penampilan Buruk Tottenham

Mauricio Pochettino sesalkan penampilan buruk Tottenham Hotspur saat Spurs kalah 1-2 dari Leicester City, Rabu (29/11) dinihari WIB.

Pelatih Mauricio Pochettino kecewa berat dengan penampilan anak asuhnya di laga kontra Leicester City.
Pelatih Mauricio Pochettino kecewa berat dengan penampilan anak asuhnya di laga kontra Leicester City.

Dua gol dari Jamie Vardy (13′) dan Riyad Mahrez (45’+1) memberi Leicester keunggulan 2-0 di babak pertama, saat The Lilywhites lewatkan sejumlah peluang bagus.

Christian Eriksen dan Fernando Llorente kemudian sia-siakan peluang emas, walau Harry Kane mampu memperkecil kekalahan dengan golnya di menit ke-79. Meski demikian, Spurs akhirnya harus alami kekalahan keempat mereka di Premier League musim ini.

Dengan kekalahan tersebut, The Lilywhites bisa tertinggal 16 poin di bawah pimpinan klasemen, Manchester City, jika tim asuhan Pep Guardiola itu kalahkan Southampton pada Kamis (29/11) dinihari nanti. Pochettino akui, anak asuhnya harus bersikap kritis terhadap penampilan mereka sendiri.

“Di babak kedua, kami bermain lebih agresif dan mulai memainkan sepakbola. Kami mengkritik diri kami sendiri di babak pertama dan sulit untuk memenangkan pertandingan setelah penampilan buruk kami di babak pertama,” kata Pochettino kepada Sky Sports.

“Penampilan kami sangat buruk. Kami perlu memperbaiki dan bersikap kritis terhadap penampilan kami, karena kami tidak bermain seperti biasanya,” tambahnya.

“Kami perlu menganalisanya dan bertanggung jawab atas hasil yang kami raih. Kami tidak bisa memulai laga seperti ini. Kami bicara sebelum pertandingan mengenai fokus kami, tapi kami bermain lamban di babak pertama,” tandas Pochettino.

Meskipun Vardy dan Mahrez mencetak gol spektakuler di babak pertama, namun pada hakikatnya Pochettino tetap merasa timnya bisa mencegah dua gol itu. “Pertandingan berjalan seimbang dan kami ciptakan banyak peluang. Tapi, sebenarnya kami bisa mencegah gol lawan hari ini,” ujarnya.

“Kami bisa bermain lebih baik, dan melakukan sesuatu untuk menghentikannya. Bila Anda kebobolan, itu bukan hanya karena kualitas lawan, kadang karena Anda perlu menyadari beberapa situasi,” tandas pelatih asal Argentina ini.

“Memang benar kami kecewa dan frustrasi, tapi tidak hanya untuk kekalahan kami tapi juga penampilan,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here