Ini 10 Pemain Hebat yang Tak Pernah Juara Liga Champions

Berita Internasional – Real Madrid akhirnya kembali berjaya di Liga Champions. Skuad Zinedine Zidane itu berhasil menekuk Juventus, yang sebenarnya juga tampil menawan di sepanjang gelaran itu musim lalu.

Football Whispers ungkapkan, ada sejumlah pemain yang selalu masuk daftar Starting XI yang punya label hebat, tapi tak pernah menangkan trofi Liga Champions, termasuk kiper Juventus, Gianluigi Buffon.

Setelah 168 caps untuk Timnas Italia, dan memegang rekor dunia untuk gaji seorang kiper sejak tahun 2001, Buffon tak pernah diragukan sebagai salah satu kiper terbaik di dunia yang pernah berlaga di Liga Champions.

Kiper berusia 39 tahun itu bahkan jadi pemain ke dua di Juventus setelah Alessandro Del Piero, sebagai pemain yang paling banyak tampil membela Si Nyonya Tua. Buffon juga sudah persembahkan delapan gelar juara Serie A dan empat trofi Coppa Italia, bahkan ia jadi pemain yang hampir selalu berhasil mengangkat trofi.

Akhir pekan kemarin, jadi kekalahannya yang ketiga di final Liga Champions. Pertama, Buffon kalah dalam drama adu penalti melawan AC Milan di final Liga Champions 2003, dan Barcelona pada tahun 2015. Terakhir, kekalahan atas Real Madrid di final 2017 yang baru lalu.

Berikut ini daftar pemain papan atas di eranya, yang belum pernah sekalipun kantongi gelar juara Liga Champions:

1 – Laurent Blanc

Banyak yang lupa kalau mantan pelatih Paris Saint-Germain ini, adalah salah satu bek tengah terbaik dari generasinya. Ia pernah menangkan gelar juara Liga Premier bersama Manchester United di akhir karirnya, lalu menambah trofinya dengan trofi juara di Liga Prancis, Piala Winners dan Copa del Rey.

Bersama Prancis, Blanc jadi pemimpin di lni belakang, dan pernah menangkan trofi Piala Dunia tahun 1998, disusul dengan trofi Kejuaraan Eropa dua tahun kemudian.

Meski demikian, walaupun bermain untuk Marseille, Barcelona and Inter Milan, dia tidak pernah mengangkat trofi Liga Champions di sepanjang karirnya.

2 – Lothar Matthaus

Lothar Matthaus juga salah saty bek tengah kenamaan di Eropa yang mendomnasi Jerman di tahun 1990-an. Ia mengawali karirnya di lini tengah, hingga akhirnya menjadi bek tengah papan atas.

Dia juga menjadi kunci dalam kemenangan Jerman di Piala Dunia 1990, dan Euro 1996 yang digelar di Inggris.

Selama karirnya, Matthaus telah menangkan delapan gelar juara liga dalam dua periode karirnya bersama Bayern Munchen, maupun di klub Serie A bersama Inter Milan.

Sayangnya, walaupun pernah persembahkan trofi Piala UEFA untuk ke dua klub itu, tapi Matthaus juga minum trofi Liga Champions.

3 – Fabio Cannavaro

Italia terbang ke Jerman untuk ikuti ajang Piala Dunia 2006. Tapi tak satupun yang menduga bahwa mereka akan jadi pesaing yang diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia kala itu.

Penampilan apik Cannavaro di lini belakang Italia, akhirnya berhasil membantu Timnas Italia untuk meraih sukses. Permainan menawan Cannavaro bersama Juventus, akhirnya juga membuahkan Ballon d’Or di tahun 2006 untuknya.

Namun, dia sebenarnya tak pernah menangkan gelar juara Liga Italia dalam karirnya, walaupun pernah mengangkat trofi juara LaLiga sebanyak dua kali bersama Real Madrid.

Cannavaro pernah menangkan Piala UEFA di tahun 1999 bersama Parma, tapi walaupun karirnya tak terlalu gemerlap di klub ini, Cannavaro jadi pemain yang paling banyak bukukan caps dalam sejarah sepakbola Italia. Cannavaro pun belum pernah mengangkat trofi Liga Champions.

4 – Lilian Thuram

Fans Timnas Prancis akan selalu ingat Lilian Thuram lewat penampilan luar biasanya dalam laga kontra Kroasia di semifinal Piala Dunia 1998. Dia mencetak dua gol dan membawa Les Bleus memimpin, serta membantu timnya melaju ke final.

Thuram juga menjadi salah satu bek terbaik yang pernah ada, di mana ia ikut menangkan trofi Piala UEFA bersama-sama Cannavaro. Tapi, seperti halnya Cannvaro, Thuram pun belum pernah menangkan trofi Liga Champions.

5 – Patrick Vieira

Ia bukan pemain yang dikenal fans saat direkrut pelatih Arsenal, Arsene Wenger. Tapi, Vieira berkembang menjadi gelandang terbaik di Liga Premier.

Vieira pernah bermain dua kali dalam perempatfinal Liga Champions bersama Arsenal. Tapi, bukan dengan Arsenal ia mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Setelah pindah ke Inter Milan di tahun 2010, dan tampil di babak penyisihan grup, ia kemudian mengangkat trofi tersebut.

6 – Michael Ballack

Michael Ballack ada di lapangan saat Zinedine Zidane mencetak gol spektakuler di Hampden Park, yang akhirnya membuat Real Madrid menang 1-0 dan berhasil mengangkat trofi Liga Champions.

Pemain asal Jerman itu pindah dari Bayer Leverkusen ke Bayern Munchen, dan menangkan tiga gelar juara Bundesliga.

Enam tahun kemudian sejak kehilangan pertamanya, gelandang itu menderita lagi, karena kalah dalam drama adupenalti melawan Manchester United saat ia masih membela Chelsea.

Berikutnya, Ballack juga akhiri turnamen Piala Dunia 2002 di peringkat dua, begitu juga saat Kejuaraan Eropa tahun 2008.

Liga Champions  - Ini 10 Pemain Hebat yang Tak Pernah Juara Liga Champions

7 – Pavel Nedved

Pavel Nedved merupakan bintang lini tengah Juventus di awal tahun 2000-an. Setelah meraih tiga gelar juara di liga lokal Ceko, Nedved menambah prestasinya dengan lima gelar juara liga di Italia. Satu di antaranya bersama Lazio, yang dia menimba sukses yang spektakuler di Turin.

Sayangnya, satu kartu kuning dalam laga kontra Real Madrid di babak semifinal, membuatnya tak bisa bermain di final melawan AC Milan yang saat itu digelar di Old Trafford.

Juventus kalah dalam drama adupenalti, dan winger kiri ini tak pernah punya kesempatan lagi untuk menangkan trofi Liga Champions.

8 – Dennis Bergkamp

Para suporter Arsenal dan Timnas Belanda akan menganggap Bergkamp sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah mengenakan jersey mereka. Tapi, sangat memalukan bahwa ia tidak pernah menangkan Liga Champions.

Pemain Gunners itu pernah menangkan tiga gelar liga, menambah dua Piala UEFA yang dia angkat pada tahun 1992 dan 1994 dan Anda memiliki karir yang sempurna.

9 – Zlatan Ibrahimovic

Pemain asal Swedia itu hampir selalu mendapat medali di setiap klub yang dibelanya. Ia seakan jadi jaminan, bahwa jika Anda memiliki Ibrahimovic di lini depan skuad Anda, maka Anda akan menangkan liga.

Tapi, dia tidak bisa melakukannya bersama Jose Mourinho dan Manchester United, walau ia berhasil mencetak 28 gol di semua kompetisi.

Kemenangan United atas Ajax memberi Zlatan medali pertamanya di Liga Europa. Namun, pemain berusia 35 tahun itu bahkan belum pernah bermain di final Liga Champions.

Kita harus bertanya apakah ia bersedia menukar 11 gelarnya di liga domestik hanya untuk satu trofi Liga Champions.

Liga Champions  - Ini 10 Pemain Hebat yang Tak Pernah Juara Liga Champions

10 – Ronaldo

Yang ini, Ronaldo asal Brasil. Walau ia pernah sukses bersama Barcelona, ​​Real Madrid, Inter Milan dan AC Milan, tapi ia tak pernah memenangkan trofi paling bergengsi di sepakbola Eropa tersebut.

Pada tahun 2003, ia membantu El Real mencapai semifinal, mencetak gol dalam kemenangan 2-1 di leg pertama atas Juventus. Namun mereka malah kehilangan harapan setelah kalah 1-3 dan harapan Ronaldo pun menghilang.

Masih dianggap sebagai salah satu pemain bernomor punggung sembilan terbesar, Ronaldo tampaknya harus menghibur diri dengan tiga Ballon d’Ors, dua trofi Piala Dunia, dua gelar liga dan Piala UEFA tahun 1998.

PSG Cetak Rekor Gol di Liga Champions

Raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain, kini telah mencetak gol terbanyak yang pernah tercipta di fase penyisihan grup Liga Champions, dengan satu matchday tersisa.

Gol Marco Verratti di menit ke-79 dalam laga melawan Celtic, tak hanya menempatkan raksasa Ligue 1 tersebut unggul 5-1, namun juga menjadi gol ke-22 di tahap grup.

Itu pecahkan rekor lama sebanyak 21 gol yang sebelumnya dibukukan raksasa Jerman, Borussia Dortmund, tahun lalu.

Apa yang membuat gol itu bahkan lebih mengesankan adalah, PSG tidak hanya pecahkan rekor gol, tapi mereka juga menambahkan dua gol lagi untuk lengkapi kemenangan Le Parisiens 7-1 atas Celtic, saat fase grup masih menyisakan satu pertandinga lagi.

Sayangnya, PSG gagal menyempurnakan catatan mereka dengan clean sheet secara sempurna di penyisihan grup, usai empat clean sheet beruntun mereka di penyisihan grup terpecah oleh gol cepat Celtic di menit pertama dalam laga yang digelar di Parc de Princes tersebut.

Gol itu merupakan juga gol kebobolan tercepat yang pernah diderita raksasa Prancis tersebut dalam kompetisi papan atas UEFA.

Selain gol awal tersebut, PSG benar-benar dominan atas tamu mereka, di mana PSG juga kalahkan Bayern Munchen, Anderlecht dan Celtic, tim lainnya di Grup B. Mereka telah memenangkan setiap pertandingan, setidaknya dengan tiga gol dan memiliki surplus 23 gol hanya dalam lima pertandingan.

Sementara Celtic, kalah dengan agregat 1-12 dalam dua pertandingan melawan PSG, dan menjadi korban kemenangan kandang terbesar skuad Unai Emery itu di Liga Champions, Kamis (23/11).

Willian Bela Penalti Kontroversial Chelsea

Sebuah tendangan penalti dan kartu merah di awal pertandingan warnai kemenangan mudah Chelsea atas tuan rumah, Qarabag, Kamis (23/11).

Keputusan kartu merah dan penalti yang diberikan wasit untuk Chelsea itupun diperdebatkan banyak pihak. Namun, Willian membela penalti yang didapat timnya atas pelanggaran kapten Qarabag, Rasad Sadiqov, terhadap dirinya, saat The Blues menang 4-0 di Liga Champions.

Sadiqov diganjar kartu merah langsung setelah insiden tersebut, dan Eden Hazard berhasil mengonversi peluang penalti itu menjadi gol, lalu menempatkan Chelsea dalam jalur kemenangan yang pastikan tempat mereka di tahap sistem gugur kompetisi.

Kontak fisik antara Sadiqov dan Willian tampak tak terlalu berlebihan. Tapi, pemain internasional Brasil yang mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, mengatakan dia merasa keputusan yang diberikan wasit sudah benar. “Ada sedikit kontak. Bagi saya, ini memang penalti,” tandas Willian kepada BT Sport.

“Saya senang mencetak dua gol, dan kami pantas menang. Kami bermain bagus sejak awal,” ujarnya.

Liverpool akan menjadi lawan mereka berikutnya di Liga Primer, dan pelatih Chelsea Antonio Conte hanya mainkan Gary Cahill dan Alvaro Morata sebagai pemain pengganti. Sementara Hazard dan N’Golo Kante diberi waktu bermain hanya selama 65 serta 75 menit.

“Kami butuh semua pemain untuk siap hadapi seluruh pertandingan. Kami bermain setiap tiga hari, jadi kami harus istirahatkan beberapa pemain kami,” ungkap Conte.

Sementara itu Eden Hazard mengatakan, rotasi skuad Conte akan membuat Chelsea memiliki keunggulan fisik yang baik saat melawan Liverpool akhir pekan ini. “Kami punya jadwal pertandingan penting pada hari Sabtu,” kata Hazard.

“Beberapa pemain hanya bermain 60 atau 65 menit, jadi kami siap untuk hari Sabtu. Kami butuh respoons, kami melakukan semuanya dengan baik, jika mereka [Qarabag] mencetak gol, maka permainannya mungkin berbeda. Kami mencetak empat gol dan berhasil,” tandasnya.

Antonio Conte Lega Bisa Rotasi Pemain

Antonio Conte mengaku segera menyusun rencana untuk laga kontra Liverpool di Liga Inggris, usai Chelsea memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Jawara bertahan Liga Inggris itu mampu mencetak empat gol tanpa balas di kandang Qarabag di Stadion Baki Olimpiya, Kamis (23/11). Tim tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain, setelah Rashad Farhad Sadygov dikartu merah langsung karena melanggar Willian di kotak terlarang.

Eden Hazard sebagai eksekutor mampu membawa The Blues unggul yang kemudian diikuti gol Willian sebelum turun minum.

Di babak kedua, giliran Cesc Fabregas yang jadi ekskutor penalti dan kembali Willian mencetak gol lagi untuk akhiri kemenangan 4-0 Chelsea.

Walau sebelumnya kesal dengan penjadwalan Liga Inggris, Antonio Conte merasa sedikit lega dengan kemenangan tersebut. Pasalnya, ia bisa merotasi skuadnya di laga kontra Atletico Madrid bulan depan.

Apalagi, pada Desember nanti, Chelsea harus lakoni laga tandang di Newcastle United dan bertemu dengan klub tetangga, West Ham United, setelah itu.

“Pastinya kami harus bekerja dalam penerbangan kembali ke Inggris untuk laga Liverpool. Kami sudah mulai bekerja sebelumnya, sehingga tidak dikejar-kejar waktu,” ujar Conte dalam konferensi pers.

“Dengan hanya memiliki satu hari untuk istirahat dan bersiap-siap, itu jadi hal yang tidak mudah. Itu tidak benar. Sekarang saya rasa, kami harus puas bisa meraih target pertama kami lolos ke babak berikutnya, agar bisa menghindari laga Atletico sebagai pertandingan yang menentukan,” tandasnya.

“Akan menjadi peluang yang baik untuk lakukan rotasi para pemain. Laga ini sendiri berjalan positif, sebab saya tahu benar pertandingannya akan sulit. Atletico bermain imbang dua kali [melawan Qarabag], dan AS Roma pun kesulitan. Itu artinya, kami berhadapan dengan tim bagus,” ungkap Conte.

Manchester United Kalah, Jose Mourinho Mengamuk

Manchester United besutan Jose Mourinho mendominasi laga di babak pertama, di mana Marouane Fellaini dan Marcos Rojo nyaris mencetak gol jika tendangan mereka tak membentur tiang gawang.

Tapi, The Red Devils dikejutkan dengan gol di menit-menit terakhir, tepat di menit 89, saat Michael Lang berhasil menyambar umpan apik Raoul Petretta di depan gawang David de Gea, dan lepaskan tendangan kencang untuk mencetak gol.

Namun, Mourinho tak terkesan dengan ketidakmampuan timnya untuk menjamin tempat mereka di babak 16 besar kompetisi tertinggi tim-tim papan atas Eropa tersebut.

The Red Devil saat ini memang masih memuncaki klasemen Grup A. Namun, posisinya masih dibayangi Basel dan CSKA Moscow yang tertinggal tiga poin dari MU. Itu berarti, kepastian United untuk lolos ke babak knockout kualifikasi akan ditentukan di pertandingan terakhir.

Setan Merah harus hindari kekalahan 0-6 saat hadapi CSKA Moscow di laga terakhir, untuk menjamin tempat mereka di babak 16 besar.

“Kami kalah karena di babak pertama, kami seharusnya unggul 5-0, tapi kami tak bisa mencetak satu gol pun setelah tampil begitu dominan,” kata Mourinho kepada BT Sport.

“Terlihat pada banyak periode di babak pertama, sehingga tidak mungkin bagi kami untuk tak menang,” tambahnya.

“Saya pikir, pada babak kedua perasaan semua pemain baik-baik saja, sepertinya pertandingan akan berakhir dengan skor imbang 0-0, tapi mereka (Basel) mendapat gol di menit terakhir,” ujar Mourinho.

“Tidak adil bagi (Daley) Blind untuk menyalahkan dirinya sendiri atas gol tersebut, dia tampilkan permainan yang sangat positif, kita harus menyalahkan semua orang di lapangan karena kita memiliki begitu banyak peluang,” tandas manajer asal Portugal itu.

“Kami tidak perlu memenangkan pertandingan terakhir, kami bahkan tidak perlu hasil imbang, tapi jelas kami akan berusaha untuk menang,” tegas Mourinho.

Setan Merah akan kembali lakoni laga Liga Premier pada hari Sabtu (25/11) di Old Trafford, dengan menjamu tim promosi, Brighton & Hove Albion.

Mereka berharap bisa memangkas selisih delapan poin dengan pemimpin klasemen, Manchester City, yang akan tandang ke The John Smith’s Stadium untuk hadapi Huddersfield Town, Minggu (26/11).

Eden Hazard Peringatkan Liverpool Jelang Tandang ke Anfield

Gelandang Chelsea Eden Hazard peringatkan Liverpool bahwa Chelsea siap dan berani hadapi pertandingan Minggu (26/11) dinihari WIB, yang diperkirakan akan berlangsung sengit.

The Blues baru saja lakoni perjalanan ke Azerbaijan, dan itu jadi salah satu perjalanan terpanjang di sepakbola Eropa. Namun, Chelsea dengan mudah berhasil kalahkan tuan rumah, Qarabag, 4-0.

Eden Hazard membawa Chelsea ke awal pertandingan yang sempurna, setelah ia mencetak gol pertama di menit ke-21. Qarabag dirugikan dengan dikartumerahnya Rashad Sadygov usai pemain itu melanggar Willian, hingga tuan rumah hanya bermain dengan 10 orang saja.

Willian pun bukukan gol kedua Chelsea sebelum babak pertama usai, sebelum Cesc Fabregas mencetak gol ketiga dari titik penalti, dan kemudian pemain asal Brasil tersebut kembali mencetak gol lagi lewat aksi tendangan jarak jauhnya yang garang menjelang akhir pertandingan.

Meskipun ada kekhawatiran akan jadwal Chelsea yang padat, di mana mereka akan bermain di markas Liverpool hanya dalam waktu 72 jam dan menempuh jarak sekitar 4.800 kilometer, Hazard katakan kemenangan tersebut telah membuat mereka berada dalam kondisi prima.

“Kami memiliki pertandingan besar pada hari Sabtu nanti, jadi beberapa pemain dapat beristirahat hari ini atau berada di bangku cadangan,”ujar Hazard kepada BTSPort.

“Saya turun, N’Golo [Kante] juga, jadi ya itu mudah. Jadi, kami hanya bermain 60-65 menit dan kami siap untuk hari Sabtu nanti,” tandasnya.

Melihat kubu Liverpool hanya bermain imbang 3-3 melawan Sevilla, Antonio Conte mampu istirahatkan Andreas Christensen, Tiemoue Bakayoko, Gary Cahill dan Alvaro Morata yang nantinya akan dipersiapkan melawan Liverpool pada akhir pekan.

Manchester United Dikritik Tak Profesional

Manchester United kalah 0-1 dari FC Basel dalam laga yang digelar St James-Park Stadium di Swiss, Kamis (23/11) dinihari WIB, berkat gol Michael Lang di menit-menit akhir pertandingan.

Sejatinya, Manchester United cukup mendominasi jalannya pertandingan sejak babak pertama, namun tak bisa mengubah peluang mereka menjadi gol.

Akibat kekalahan ini, United belum bisa lolos 100 persen dari babak penyisihan grup. Meski berada di puncak klasemen, posisi United masih rawan digusur dua tim lainnya, yakni FC Basel dan CSKA Moscow yang sama-sama meraih sembilan poin. Meski demikian, di pertandingan terakhir MU hanya butuh hasil imbang saja melawan CSKA Moscow, untuk bisa menyegel tiket ke fase knock-out.

Tapi, Rio Ferdinand sangat kecewa melihat skuad Jose Mourinho itu. “Ketika Anda siap bermain dan Anda mendapat peluang seperti yang mereka lakukan di babak pertama, Anda harus mengambil peluang Anda,” ujar Ferdinand di BT Sport.

“Pada level ini, Anda akan dihukum. Basel, kami katakan sebelum pertandingan akan tampil percaya diri,” tandasnya.

“Mereka kembali di babak kedua dan tunjukkan pengalaman yang hebat, karakter hebat dan mengambil permainan yang membuat United kesulitan. United akan sangat kecewa, karena ini kesempatan untuk mengistirahatkan pemain di game berikutnya, sekarang mereka harus terus bermain,” tambah Ferdinand.

“Itulah yang tidak akan Anda kaitkan dengan tim Jose Mourinho, dan itu kurang profesionalisme menurut saya,” ujar mantan bintang lini belakang MU tersebut.

“Saya pikir, di babak kedua mereka tidak punya disiplin itu, gelombang demi gelombang serangan melampaui lini tengah Manchester United tidak efektif. Itu tidak cukup bagus babak kedua,” tegas Ferdinand.

Bos Manchester City Marah Menang Tipis

Yaya Toure akui tajamnya lidah Josep ‘Pep’ Guardiola sempat panaskan ruang ganti Manchester City, hanya karena City menang tipis 1-0.

Saat ini, The Citizens sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai jawara Grup F, dengan raih poin sempurna sebanyak 15 poin dari lima laga.

Pada skuad City sudah dipastikan lolos ke babak berikutnya jelang laga versus Feyenoord, Guardiola lakukan tujuh perubahan di starting lineup Kamis kemarin. Pertandingan pun sempat diyakini akan berakhir imbang, untuk pertama kalinya bagi City, di ajang Liga Champions ini, sebelum akhirnya Raheem Sterling mencetak gol di menit 88.

Namun, ternyata kemenangan tersebut membuat Guardiola kesal karena merasa anak asuhnya telah berpuas diri. Padahal, ia pernah mewanti-wanti para pemainnya untuk tidak berpuas diri usai menang 2-0 kontra Leicester City.

“Wajar jika Anda terkadang sedikit, atau malah merasa unggul dan arogan, khususnya saat Anda masih berusia muda,” ujar Yaya Toure usai pertandingan.

“Anda terlihat hebat dan merasa yang paling jago. Padahal Anda harus berhati-hati, sebab tim sederhana seperti Feyenoord bisa mengejutkan Anda. Tentu saja pada akhir pertandingan manajer marah pada tim. Kami seharusnya bisa lebih baik,” tambah gelandang veteran itu.

“Kami seharusnya bisa mencetak gol [lebih banyak], karena banyaknya peluang yang ada. Kami bermain malas-malasan. Padahal, seharusnya kami tetap fokus dan menghargai lawan,” ujarnya.

Disinggung mengenai performa Manchester City yang mampu raih 34 dari kemungkinan 36 poin di Liga Inggris, Yaya Toure yakin rekan-rekannya harus terus membuktikan diri. “Saya harus terus berpikiran positif. Saat Anda melihat tim-tim papan atas lainnya, mereka sedikit kesulitan,” tambah Toure.

“Ketika saya menyaksikan Juve, Madrid, Barca atau tim-tim seperti itu, kami merasa lebih kuat dan lebih baik. Statistik tidak berarti apa-apa. Kami harus berhadapan dengan mereka untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan kami,” tandasnya.

Unai Emery: Neymar Inspirator Kemenangan PSG

Dalam laga di Parc des Princes, Kamis (23/11) dinihari, tuan rumah Paris Saint-Germain sempat tertinggal lebih dulu melalui Moussa Dembele beberapa detik setelah kickoff dimulai.

Namun, Neymar berhasil samakan kedudukan, lalu membawa PSG unggul di menit ke-9 dan 22, sebelum akhirnya Edinson Cavani dan Kylian Mbappe ikuti jejaknya sebelum turun minum. Di babak kedua, giliran Marco Verratti dan Dani Alves catatkan nama di papan skor, ditengahi gol kedua Cavani.

Dengan hasil besar ini, Les Parisiens dipastikan lolos ke babak 16 besar dengan kumpulkan 15 poin, diikuti Bayern Munchen dengan raihan 12 poin.

Bagi pelatih Unai Emery, kemenangan besar ini tak lepas dari peran Neymar, yang sempat digosipkan menyesal telah pindah ke PSG beberapa waktu lalu.

“Neymar luar biasa. Dia ingin bermain di banyak laga, dan tampil di atas lapangan. Neymar membuat semua pemain merasakan manfaat talentanya,” ujar pelatih asal Spanyol itu usai laga.

“Kami senang [dengan kemenangan ini]. Andai kami bisa menghapus gol Celtic, maka akan lebih baik lagi,” tambah Emery.

“Masih ada beberapa detail yang harus diperbaiki, seperti kehilangan bola, posisi para pemain saat kehilangan bola, menentukan kapan mengisi ruang dan mempertahankan bola di momen-momen tertentu, tapi saya merasa tim telah lakukan banyak hal yang bagus,” tandasnya.

Sementara itu pelatih Celtic, Brendan Rodgers, harus akui kualitas lawannya daripada mengkritik anak asuhnya. “Terkadang Anda harus akui lawan dalam hal kualitas,” ujar eks manajer Liverpool itu pada BT Sports.

“PSG merupakan tim papan atas dengan para pemain berkualitas. Para pemain kami sepenuhnya berikan segalanya, mereka berusaha keras di atas lapangan,” tandasnya.

“Mereka berjuang, kami memulai laga dengan baik, tunjukkan kepercayaan di lapangan, tapi Celtic membuat beberapa kesalahan yang akibatkan kekalahan ini terjadi. Saya bangga dengan para pemain saay atas apa yang telah mereka tunjukkan, tapi kecewa dengan jumlah kebobolan,” tambah Rodgers.

Prediksi CSKA Moscow vs Benfica, Liga Champions 23/11/2017

CSKA Moscow saat ini duduk di urutan tiga klasemen Grup A. Mereka kantongi poin sama dengan peringkat dua FC Basel, yakni enam poin, namun kalah selisih gol.

Dengan demikian, CSKA harus menang di pertandingan dinihari nanti, jika ingin lolos ke babak sistem gugur. Pasalnya, mereka akan hadapi Manchester United di matchday terakhir – tim yang jadi pemuncak klasemen Grup A.

Di sisi lain, Benfica yang sebelumnya difavoritkan lolos dari grup ini, tak disangka-sangka memiliki kampanye yang mengejutkan. Mereka kalah di empat pertandingan grup dan berada di posisi juru kunci di klasemen Grup A dengan nol poin.

Sejatinya, Benfica masih punya peluang lolos ke tahap selanjutnya, asalkan Benfica menang di dua pertandingan tersisa dengan mencetak gol sebanyak-banyaknya. Dalam empat pertandingan yang sudah dijalani, kubu Benfica hanya berhasil mencetak satu gol pada periode ini dan sudah kebobolan 10 gol.

Satu-satunya gol Benfica tercipta saat melawan CSKA Moscow di pertandingan pertama, yang dicetak Seferovic pada menit ke-50. Ini sebelum Benfica mendapat dua gol balasan dari CSKA Moscow yang membuat Benfica kalah 1-2 di Estadio da Luz, 13 September lalu.

Head to head CSKA Moscow vs Benfica

CSKA Moscow tercatat menang dua kali dan sekali imbang dalam tiga pertemuan sebelumnya dengan Benfica. Terakhir, CSKA menang 2-1 di Portugal pada awal kampanye ini.

Berita Tim CSKA Moscow vs Benfica

CSKA Moskow berharap seluruh anggota skuadnya fit jelang bentrokan ini.

Sementara dari kubu Benfica, kiper Julio Cesar, bek tengah Ruben Dias dan duo lini tengah mereka, Filipe Augusto dan Ljubomir Fejsa, dikesampingkan dari laga kontra CSKA Moscow ini.

Prediksi Skor

CSKA Moscow 2-0 Benfica

Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema Bakal Cetak Gol Lagi!

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, puas dengan dua gol yang masing-masing dicetak Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema di laga versus APOEL Nicosia, Rabu (22/11) dinihari tadi. Manajer asal Prancis itupun yakin, kedua bintangnya itu akan kembali membobol gawang lawan.

Di musim ini, CR7 baru mencetak satu gol di Liga Spanyol. Ronaldo bahkan tak bisa membobol gawang lawan dalam empat laga beruntun di semua ajang kompetisi.

Pada Rabu (22/11) dinihari WIB, Ronaldo bukukan dua gol di Siprus saat tandang ke markas APOEL. Real Madrid pun dipastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Dua gol tersebut membuat total torehan gol Ronaldo di Liga Champions bertambah menjadi 98 gol, unggul satu gol dari koleksi Lionel Messi.

Serupa dengan Ronaldo, Karim Benzema juga sedang dalam sorotan karena hanya bisa mencetak dua gol di Liga Spanyol. Dinihari tadi, Benzema ikut menyumbang dua gol untuk Madrid di Liga Champions.

Zidane pun lega dengan performa anak asuhnya, termasuk Nacho Fernandez dan Luka Modric, yang ikut persembahkan sebiji gol. “Kami lakoni laga dengan baik, sebuah pertandingan yang serius. Saya sangat senang, kami bisa membuat clean sheet dan mencetak enam gol,” ujar Zinedine Zidane kepada beIN Sports.

“Saya turut senang untuk mereka [Cristiano dan Benzema], karena terus berusaha. Kami sadar, keduanya akan segera mencetak gol lagi. Sekarang mereka harus pertahankan performa seperti ini,” tambah Zidane.

“Kami sadar, keduanya sangat bagus. Sekarang kami harus pikirkan laga berikutnya [versus Malaga di Liga Spanyol],” tandasnya.

Hasil kekalahan versus Girona dan Tottenham Hotspur, serta imbang tanpa gol di Derby Madrileno membuat Zidane mendapat sedikit tekanan. Namun, bagi mantan penggawa Timnas Perancis itu, tidak ada tekanan dan dia yakin anak asuhnya tidak terlalu pikirkan hasil akhir. “Kami tenang. Ada momen-momen sulit di sepanjang musim, tapi itu yang baik,” tambahnya.

PSG vs Celtic, Incar Poin Sempurna!

Paris Saint-Germain sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar. Namun mereka tak mau kehilangan poin, karena terus ditempel Bayern Munchen di posisi teratas klasemen grup.

PSG yang ada di peringkat teratas dan Bayern Munchen di posisi dua, hanya terpaut tiga poin saja. Jika kalah dari Celtic, maka PSG akan digeser Munchen dari posisi jawara grup di fase penyisihan ini. Apalagi, PSG berada di posisi teratas saat ini, setelah kalahkan Bayern 3-0 di matchday kedua.

Dalam empat pertandingan, PSG sukses mencetak 17 gol di babak penyisihan Grup B, dan sama sekali belum kebobolan satu gol pun sejauh ini. Itu merupakan pencapaian yang sangat bagus bagi Paris Saint-Germain. Kini, meskipun PSG sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya, misi mereka sekarang adalah mengincar poin sempurna di dua pertandingan tersisa di grup ini.

Di sisi lain, Celtic telah berada di luar persaingan untuk sebuah tempat di fase knockout, setelah kalah dua kali melawan Bayern Munchen. Jadi, Celtic prioritaskan finis di posisi ketiga dan lolos ke Liga Europa.

Sementara itu, satu-satunya kemenangan Celtic dalam kompetisi tersebut, adalah saat  melawan Anderlecht di matchday kedua dengan margin 3-0, yang merupakan kemenangan tandang pertama mereka di babak grup sejak 2012 silam.

Celtic mungkin dominan di Skotlandia, tapi melawan tim-tim seperti PSG dan Bayern Munchen, mereka jelas-jelas berada di luar jangkauan Celtic. Skuad asuhan Brendan Rodgers itu bahkan nyaris tidak mengancam pertahanan PSG di Celtic Park pada September lalu.

Head to head PSG vs Celtic

Kemenangan 5-0 PSG atas Celtic jadi momen pertama kedua tim ini bertemu.

Berita Tim PSG vs Celtic

Thomas Meunier berharap bisa kembali beraksi pada pertandingan ini, namun Thiago Motta dikesampingkan dan Neymar juga diragukan tampil.

Bek kanan Anthony Ralston dan gelandang kanan Patrick Roberts diperkirakan akan absen pada laga ini.

Prediksi Skor: PSG 3-0 Celtic

Cristiano Ronaldo Marah-marah Usai Ukir Rekor Baru

Cristiano Ronaldo mencetak dua gol saat Real Madrid menang 6-0 atas APOEL Nicosia di Liga Champions, Rabu (22/11) dinihari WIB. Tapi, dia dikabarkan geram pada media usai pertandingan. Bintang asal Portugal itu mengklaim, dia katakan satu hal dan mereka menulis yang lain.

Masalahnya berawal dari cerita-cerita yang muncul saat jeda internasional, yang sekali lagi ragukan ketidakbahagiaan Ronaldo di ibukota Spanyol.

Secara khusus dia menyatakan, Los Blancos asuhan Zinedine Zidane punya pengalaman yang kurang dbandingkan musim 2016/17, dan ini digambarkan sebagai kritik terhadap rekan satu timnya.

“Saya katakan satu hal dan Anda menulis yang lain,” jelas Ronaldo saat wawancara usai pertandingan. “Jadi mengapa Anda ingin saya berbicara?”.

Sergio Ramos muncul membela rekan satu timnya dan mengatakan, El Real lebih kuat dari setahun yang lalu. Akibatnya, hal ini memicu spekulasi bahwa kapten klub dan mantan pemain Manchester United itu tengah alami masalah dalam hubungan mereka.

Ini telah diperdebatkan oleh mereka yang berada di skuad Madrid, di mana Lucas Vazquez dan Nacho Fernandez pastikan bahwa kedua pemain veteran tersebut tetap berteman dan tak ada masalah di ruang ganti.

Sementara itu dengan dua gol ke gawang APOEL, Ronaldo telah pecahkan rekornya sendiri di Liga Champions. Dia menjadi pemain pertama yang pernah mencapai 17 gol dalam satu tahun, di mana pada tahun 2015 ia mencetak 16 gol.

Ronaldo juga berhasil ungguli Lionel Messi dalam persaingan untuk mencetak 100 gol di Liga Champions bersama klub yang sama. Catatan gol CR7 di Liga Champions untuk Los Merengues sekarang, total menjadi 98 gol. Sementara Messi, catatkan 97 gol untuk Barcelona.

Empat Pemain Chelsea Absen Kontra Qarabag

Antonio Conte pastikan Victor Moses masih akan absen guna lanjutkan pemulihan cederanya.

Pemain internasional Nigeria tersebut telah absen dalam tujuh laga terakhir The Blues, setelah ia terpincang-pincang keluar dari lapangan akibat cedera hamstring saat Chelsea kalah 1-2 dari Crystal Palace, 14 Oktober silam.

Moses bahkan baru tampil satu kali di Liga Champions musim ini, yakni saat Chelsea menang 2-1 atas Atletico Madrid di Wanda Metropolitano pada 27 September lalu.

Jelang laga tandang melawan tim asal Azerbaijan, Qarabag, Conte menyatakan bek berusia 26 tahun itu tidak akan ambil bagian dalam pertemuan tersebut. “(Eden) Hazard sudah fit dan tidak ada cedera baru lagi. (Michy) Batshauyi dan Moses tidak tersedia untuk pertandingan besok, juga (Charly) Musonda dan Kenedy,” kata Conte kepada media.

“Kenedy alami masalah otot ringan, tapi saya pikir dia sebentar lagi bisa kembali bersama kami,” tambah Conte.

Chelsea butuh kemenangan melawan tim asuhan Gurban Gurbanov itu, untuk maju ke fase sistem gugur kompetisi elit Eropa tersebut.

Saat ini, skuad asuhan Antonio Conte berada di urutan kedua klasemen sementara, satu poin di bawah AS Roma yang akan melakoni laga tandang sulit melawan Atletico Madrid di Wanda Metropolitano.

Sementara usai pertandingan di ajang Eropa, Chelsea sudah ditunggu laga sulit melawan Liverpool di laga lanjutan Liga Inggris di Anfield, akhir pekan ini.

Cristiano Ronaldo Siap Pecahkan Rekor di Liga Champions

Cristiano Ronaldo ditetapkan untuk menjadi pemain pertama yang pernah mencetak 17 gol dalam satu tahun kompetisi antar klub elit Eropa, Liga Champions.

Cristiano Ronaldo hanya butuh satu gol lagi untuk kalahkan catatan 16 gol yang dia ciptakan sebelumnya dalam satu tahun kalender.

Pemain berusia 32 tahun itu mencetak 16 gol di Liga Champions pada tahun 2015, dan telah samai angka tersebut dalam 11 bulan terakhir. Namun, ia bisa menjadi pemain pertama yang mencetak 17 gol, jika dia bisa mencetak gol di dua pertandingan terakhir Los Blancos.

El Real besutan Zinedine Zidane akan hadapi APOEL Nicosia pada Rabu (22/11) dinihari WIB, dan selesaikan kualifikasi Grup H di kandang Borussia Dortmund pada Kamis (7/12).

Ronaldo telah memiliki tiga tahun terbaik di Liga Champions dari perspektif mencetak gol, dengan 16 gol di tahun 2015 dan 2017, serta 15 gol di tahun 2013. Pemain terbaik berikutnya adalah, Lionel Messi, dengan catatan 13 gol untuk Barcelona pada tahun 2012 dan 2016 – Ronaldo juga di tahun 2012 dan 2014.

Gol Nama Pemain Tahun
16 Ronaldo 2017
16 Ronaldo 2015
15 Ronaldo 2013
13 Messi 2016
13 Ronaldo 2014
13 Ronaldo 2012
13 Messi 2012
12 Messi 2011
12 Messi 2010
11 Lewandowski 2015

 

Pada musim ini pemain asal Portugal tersebut juga merupakan pencetak gol terbanyak dengan enam gol, di depan bintang Tottenham Hotspur, Harry Kane, yang telah mencetak lima gol sejauh ini.

Namun, penampilan Ronaldo di La Liga tidak sebagus dengan yang ia tunjukkan di Liga Champions musim ini, di mana ia hanya mampu mengoleksi satu gol dari delapan pertandingan liga.

Napoli vs Shakhtar Donetsk, Pemimpin Italia Dihabisi Tim Ukraina

Berbanding terbalik dari kompetisi domestik Liga Italia di mana Napoli nyaman di puncak klasemen, I Partenopei justru dalam kondisi yang sulit untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Napoli kini berada di urutan tiga Grup F dengan defisit enam poin dari tim di posisi dua, Shakhtar Donetsk. Kegagalan menang dalam laga dinihari nanti, tentunya akan membuat Napoli tersingkir.

Namun, mereka akan hadapi Feyenoord di babak terakhir pertandingan, sementara Shakhtar bertemu Manchester City. Sebuah kemenangan di laga ini akan membuka peluang lolos ke babak selanjutnya.

Napoli sudah tiga kali kalah dari empat pertandingan Liga Champions mereka sejauh ini, termasuk kekalahan 1-2 di Ukraina pada awal musim ini dan dua kekalahan lainnya kontra Manchester City, baik di kandang maupun tandang.

Masalah Napoli – tidak diragukan lagi, ada di lini belakang. Mereka telah kemasukan sembilan gol dalam empat pertandingan sejauh ini, dan mencetak tujuh gol ke gawang lawan.

Kubu Shakhtar Donetsk kemungkinan akan berusaha mengejar hasil imbang saja, karena dengan meraih hasil imbang, mereka bisa dipastikan lolos ke babak selanjutnya.

Head to head Napoli vs Shakhtar Donetsk

Kemenangan 2-1 Shakhtar Donetsk di Ukraina merupakan pertemuan pertama mereka dengan Napoli.

Berita Tim Napoli

Bek Kalidou Koulibaly mendapat hukuman skorsing, sementara bek Lorenzo Tonelli dan Faouzi Ghoulam, pemain tengah Leandrinho, dan striker Arkadiusz Milik juga absen.

Berita Tim Shakhtar Donetsk

Bek tengah Sergiy Kryvtsov dan pemain tengah Maksym Malyshev cedera.

Prediksi Skor

Napoli 2-2 Shakhtar Donetsk

Prediksi Spartak Moskow vs Maribor

Tim asal Rusia Spartak Moscow berada di posisi tiga Grup E, terpaut tiga poin dari Liverpool dan dua poin di bawah Sevilla. Kemenangan di laga ini akan menempatkan mereka di posisi yang kuat untuk maju ke tahap sistem gugur. Tapi, itu tergantung pula pada hasil pertandingan Sevilla kontra Liverpool.

Catatan Spartak yang tak terkalahkan dalam kompetisi tersebut berakhir di Sevilla lewat kekalahan 1-2, sebelum akhirnya menang 5-1 di kandang sendiri pada matchday ketiga.

Maribor sejauh ini baru kumpulkan satu poin dari empat pertandingan, dan bisa tersingkir dari kompetisi ini jika mereka kalah dari Spartak. Dan, jika dalam laga ini Maribor raih kemenangan, mereka bisa tetap berada dalam pertarungan untuk lolos dari babak penyisihan Grup E ini hanya jika Sevilla kalah dari Liverpool.

Sementara itu, Maribor kalah tiga kali sejak membuka kampanye penyisihan grup dengan hasil imbang 1-1 melawan Spartak Moskow. Dalam dua laga tandang selama periode tersebut, Maribor menelan kekalahan 0-3 saat melawan Sevilla dan Liverpool. Ditambah kekalahan 0-7 yang memalukan dari Liverpool, mereka kini sudah kebobolan 13 gol dan tak pernah mencetak satu gol pun ke gawang lawan.

Head to head Spartak Moskow vs Maribor

Pada pertemuan pertama di grup ini, kedua tim ini hanya bermain imbang 1-1 pada 14 September lalu.

Prediksi Spartak Moskow vs Maribor

Tim tuan rumah dalam bentuk penampilan yang bagus, dengan hanya sekali kalah dari 16 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Namun, hanya delapan pertandingan saja yang menang dan itu sesuatu yang harus mereka perbaiki.

Bentuk domestik Maribor baik-baik saja dan mereka tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan musim ini. Tapi, mereka sejauh ini gagal total di ajang Liga Champions musim ini. Ini diperkirakan akan berlangsung sangat ketat, namun tim asal Rusia itu diprediksi bisa kantongi tiga poin dengan mudah.

Prediksi Skor Akhir

Spartak Moskow 3-0 Maribor

Prediksi Borussia Dortmund vs Tottenham Hotspur

Borussia Dortmund akan berusaha kembalikan kebanggaannya setelah lakoni awal yang buruk di Liga Champions musim ini. Mereka punya kesempatan sempurna untuk melaju ke babak selanjutnya, namun justru hanya bermain imbang 1-1 di dua pertemuan melawan APOEL Nicosia, baik di laga kandang maupun tandang.

Duduk di posisi tiga Grup H dengan hanya dua poin, sejatinya Dortmund masih memiliki kesempatan lolos ke babak sistem gugur. Namun, di sisi lain Real Madrid harus kalah melawan APOEL, dan Dortmund harus menang atas Spurs.

Dortmund juga harus bisa menang atas raksasa Spanyol Real Madrid di Bernabeu pada matchday terakhir. Pastinya, hal itu terasa sulit terwujud karena Dortmund sendiri belum tentu bisa kalahkan Tottenham Hotspur.

Pada akhir pekan kemarin, Dortmund tumbang 1-2 oleh Stuttgart, yang membuat mereka catatkan kekalahan dalam empat pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Selain itu, mereka hanya raih sekali kemenangan dari delapan laga terakhir mereka.

Di sisi lain, Spurs sudah lolos ke babak sistem gugur dan tetap unggul tiga poin dari Real Madrid setelah menang 3-0 atas juara bertahan tersebut. Kemenangan atas Dortmund nantinya akan membuat Spurs menjadi tim urutan pertama di Grup H, sebelum sampai ke matchday enam.

Head to head Borussia Dortmund vs Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur berhasil menang 3-1 kontra Borussia Dortmund di pertandingan pertama di grup ini.

Dortmund punya catatan yang solid melawan tim Inggris di kandang, dengan enam kali kemenangan, empat kali imbang dan sekali kalah dari 11 pertandingan.

Spurs punya catatan melawan tim Jerman, meraih tiga kemenangan, dua seri dan enam kalah dari 11 pertandingan terakhir.

Prediksi Borussia Dortmund vs Tottenham Hotspur

Sama-sama menelan kekalahan di liga domestik masing-masing, kubu Tottenham Hotspur mungkin hanya butuh hasil imbang saja, karena mereka sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya usai menang 3-0 atas Real Madrid di matchday keempat.

Prediksi Skor Akhir

Borussia Dortmund 2-2 Tottenham Hotspur

Neymar Pemain Terbaik Liga Champions, Ranking Berapakah Ronaldo?

Neymar saat ini merupakan pemain terbaik Liga Champion UEFA musim ini, sementara Cristiano Ronaldo tidak masuk posisi 10 besar meski ia merupakan pencetak gol terbanyak kompetisi sejauh ini.

Superstar Brasil itu telah berada dalam kondisi prima sejak bergabung dengan Paris Saint-Germain, mencetak 11 gol dan membantu assist sembilan serangan lainnya hanya dalam 12 penampilan untuk raksasa Prancis tersebut.

Empat golnya dan tiga assistnya terjadi di ajang Liga Champions, di mana PSG telah memenangkan keempat pertandingan pertama mereka, mencetak 17 gol tanpa kebobolan satu pun.

Berdasarkan statistiknya yang sangat mengesankan itu, situs WhoScored.com memberi Neymar nilai 9,55 dari kemungkinan 10 – lebih baik dari pemain lain mana pun dalam kompetisi Champions League 2017/18.

Agak mengherankan, pemain Liverpool James Milner berada di posisi kedua dengan rating 8,81, meski pemain berusia 31 tahun itu hanya tampil dalam dua dari empat pertandingan The Reds di kompetisi benua tersebut sejauh ini.

Bintang Tottenham Hotspur, Harry Kane, yang duduk di posisi kedua di daftar pencetak gol terbanyak UCL musim ini dengan lima gol, melengkapi tiga besar dengan nilai 8,66, sementara Lionel Messi dengan poin 8,64, tidak masuk tiga besar.

Rekan setim Neymar, Kylian Mbappe, menempati posisi kelima dengan rating 8,40, di atas pemain Sevilla Joaquin Correa (8,31) dan Kevin De Bruyne dari Manchester City (8,28).

Pemain Real Madrid Gareth Bale berada di posisi kedelapan setelah menerima peringkat 8,22 untuk dua penampilan grupnya yang pertama sebelum kehilangan dua laga melawan Spurs akibat cedera. John Stones dari Manchester City adalah bek dengan nilai tertinggi setelah mencetak tiga gol, sementara bek kanan Tottenham Kieran Trippier melengkapi 10 besar dengan nilai 8,14.

Sementara itu, Ronaldo, yang sebenarnya menduduki top skor dengan enam gol, hanya memperoleh nilai 8,02 secara keseluruhan, dan berada di urutan 17 dalam ranking WhoScored. Apakah kamu setuju dengan penilaian ini?

Bos Tottenham Hotspur Bicara Usai Kalahkan Real Madrid

Mauricio Pochettino mengaku bangga dengan kerja keras para pemainnya yang berhasil kalahkan Real Madrid, 3-1, di pertandingan Liga Champions dinihari tadi.

Spurs sebelumnya menahan imbang El Real, 1-1, di pertemuan pertama dua pekan silam. Mereka berhasil raih kemenangan saat gantian menjamu juara bertahan Liga Champions tersebut dengan skor meyakinkan, 3-1. Dua gol Dele Alli dan satu gol Christian Eriksen hanya mampu dibalas satu gol Cristiano Ronaldo.

Pochettino pun mengaku bangga dengan kemenangan yang diraih anak asuhnya atas tim sebesar Real Madrid. Pelatih berusia 45 tahun tersebut merasa, itu kemenangan yang sangat penting bagi mereka.

Meski demikian, Pochettino mengingatkan bahwa perjalanan Spurs masih panjang, dan kini mereka harus lupakan kemenangan atas Madrid untuk fokus di pertandingan selanjutnya melawan Crystal Palace di Liga Inggris.

“Saya sangat bangga dengan para pemain saya, dan saya ucapkan selamat kepada mereka. Saya merasa sangat senang untuk Dele [Alli] dan fans kami,” ujar pelatih asal Argentina itu kepada BT Sport setelah pertandingan.

“Kemenangan ini sangat penting bagi kami dan bagi para pemain. Ini kemenangan yang kami dapatkan atas Real Madrid, jadi ini hal hebat untuk klub dan fans. Masih ada jalan panjang yang harus dilalui hingga akhir musim nanti. Yang penting adalah, mencoba mencapai tantangan dan target yang kami tetapkan,” tandasnya.

“Tentu saja, kemenangan ini memberi kami rasa percaya diri yang besar. Sekarang kami berada di tahap selanjutnya Liga Champions. Namun, sekarang, yang penting adalah bersaing dengan Crystal Palace [di pertandingan selanjutnya akhir pekan nanti]. Sebagai seorang pelatih, anda tidak boleh berhenti berpikir,” tambah Pochettino.

Selain itu, Pochettino juga memuji dampak yang diperlihatkan Dele Alli di pertandingan tersebut, meski ia juga harus kecewa dengan cedera yang dialami Toby Alderweireld di pertengahan babak pertama.

“Saya sudah katakan pada Anda kemarin, Dele akan muncul. Itu hal penting baginya, dalam debutnya di Liga Champions musim ini. Merupakan hal yang penting bahwa dia merasa baik-baik saja. Saya merasa sedikit sedih soal Toby Alderweireld, namun kami harus menilai [seberapa parah cederanya],” tandasnya.

Gol Pertama Spurs ke Gawang Real Madrid Offside

Tottenham Hotspur berhasil unggul atas Real Madrid di tengah kontroversi offside untuk gol pertama mereka di Wembley, tadi malam.

Stadion Nasional Inggris itu meletus dalam kegembiraan saat Dele Alli mencetak gol pada menit 27 saat ia kembali ke tugas Liga Champions-nya.

Tapi tayangan ulang TV menunjukkan bahwa sang pemain Inggris itu lolos dari posisi offside. Baik Dele Alli maupun Kieran Trippier yang memberikan assist dari sisi kanan kotak penalti, sama-sama berdiri dalam posisi offside. Tapi wasit Cuneyt Cakir dari Turki mapun hakim garis sama-sama tidak menunjukkan respons bahwa posisi mereka offside.

Striker Spurs Harry Kane memang tidak mencetak gol tadi malam, tapi ketekunan dan kerajinannya memaksa Nacho untuk berkali-kali membersihkan bola dari jalurnya.

Namun gol pertama Spurs terjadi akibat kesalahan Nacho. Satu kesalahan di lini kiri menyebabkan lemparan ke dalam secara cepat oleh Harry Kane yang sedetik kemudian kembali diumpankan oleh Harry Winks ke kanan, ke Trippier, yang mengirim umpan empuk ke depan gawang Kiko Casilla. GOL!

Itu adalah gol Dele Alli keenam untuk musim ini. Tak mengherankan jika kini ia dalam pantuan tim-tim raksasa Eropa, termasuk Real Madrid sendiri.

Gol kedua Alli tadi malam juga sekali lagi berasal dari kesalahan Los Blancos sendiri. Seperti meremehkan ancamannya, tim tamu membiarkan ia menerima umpan dengan keleluasaan terlalu besar di setengah lapangannya sendiri. Setelah berkelit dan mendribble bola mendekati kotak penalti lawan, ia menembak. Kiper Kiko Casilla sebenarnya bisa mengantisipasi arah bola tapi bola tersentuh kaki Sergio Ramos dan masuk! GOL!

Gol ketiga berawal dari serangan balik Spurs. Alli lagi-lagi memenangkan bola, lalu mengirim umpan cepat ke Harry Kane, sedikit di sisi kanan, yang berlari cepat sebelum mengirim umpan silang ke Christian Eriksen di sebelah kiri, mendekati kotak. Sang pemain Denmark mengirim tembakan menyilang ke sisi lain gawang, melompati kaki Kiko Casilla dan GOL!

Real Madrid berhasil membalaskan satu gol tandang melalui Cristiano Ronaldo menit ke-80. Tapi ini tidak lebih dari sebuah gol hiburan.

Lihat cuplikan video kesalahan-kesalahan lini belakang Los Blancos yang membuahkan gol demi gol untuk Spurs.

TOTTENHAM vs REAL MADRID 3-1 HIGHLIGHTS CHAMPIONS LEAGUE 2017 by footbie.com

AS Roma vs Chelsea Pecahkan Sejumlah Rekor

Chelsea memecahkan rekor menjadi tim Inggris pertama yang kalah dalam pertandingan Liga Champions musim ini, saat mereka takluk 3-0 di tangan AS Roma yang tampil tanpa kesalahan.

The Blues sebenarnya bisa memastikan diri lolos ke 16 besar dengan sebuah kemenangan, namun tertinggal melalui gol cepat 39 detik. Edin Dzeko memberi umpan tarik, hasil bola silang Aleksandar Kolarov, ke depan Stephan El Shaarawy, yang menembak keras dari jarak 25 meter.

Alvaro Morata melewatkan satu peluang emas untuk menyamakan kedudukan dari jarak dekat, dan El Shaarawy berhasil menggandakan skor menjadi 2-0 saat mantan bek Roma, Antonio Rudiger, gagal menangani bola panjang Radja Nainggolan ke arah depan.

Chelsea memiliki lebih banyak tembakan – 14 berbanding 13 – tapi malah tertinggal tiga gol saat Diego Perotti menembak dari jarak 20 meter setelah para pemain belakang The Blues gagal menutupnya.

Roma seharusnya memimpin 4-0 saat semua pemain Chelsea semua berlari ke arah Dzeko, yang berhasil memberi bola ke arah Diego Perotti yang sama sekali tidak dijaga, namun dia melepaskan tembakan terlalu tinggi.

The Blues sangat beruntung karena kegagalan Atletico Madrid mengalahkan Qarabag – yang berakhir 1-1 – berarti Chelsea masih bisa lolos ke babak 16 besar dari Grup C.

Skuad Antonio Conte kini empat poin di atas Atletico yang menempati posisi ketiga – dan kemenangan di pertandingan Liga Champions berikutnya di Qarabag (23 November, WIB) akan membawa mereka lolos. Sementara itu, AS Roma, yang berada di posisi kelima di Serie A, kini memimpin Grup C tersebut dengan keunggulan satu poin di atas The Blues.

Rekor-rekor lain yang dipecahkan dalam laga AS Roma vs Chelsea tadi malam, adalah:

  • 16 pertandingan lainnya yang melibatkan klub Liga Inggris di Liga Champions musim ini telah melihat mereka memenangkan 12 laga dan draw empat lainnya.
  • Chelsea sekarang tanpa kemenangan dalam enam pertandingan tandang terakhir mereka melawan klub-klub Italia di Liga Champions (D1 L5).
  • Ini baru ketiga kalinya Chelsea kalah dalam pertandingan Liga Champions dengan selisih tiga atau lebih gol. Dua sebelumnya adalah 5-1 di Barcelona pada April 2000 dan 3-0 di Juventus pada November 2012.
  • Gol pembuka Stephan El Shaarawy adalah pertama kalinya Chelsea kebobolan di menit pembukaan sejak 1 Desember 2013 saat Jay Rodriguez mencetak gol setelah hanya 13 detik bagi Southampton.
  • Gol ini juga merupakan yang tercepat yang pernah diterima Chelsea di Liga Champions dan yang tercepat dalam kompetisi 2017-18 sejauh ini.
  • Cesc Fabregas membuat penampilan ke-100-nya di ajang Liga Champions pada tadi malam. Ia juga menjadi pemain termuda kelima yang mencapai tonggak ini (30 tahun, 180 hari).

Bos Chelsea Bicara Soal Kesalahan Lawan AS Roma

Antonio Conte menuduh para pemain Chelsea “kalah segalanya” usai takluk 3-0 di ajang Liga Champions di kandang Roma. Ia memperingatkan mereka bahwa nama besar The Blues bukan segalanya.

Dua gol dari Stephan El Shaarawy di babak pertama dan satu lagi dari Diego Perotti di babak kedua menyelesaikan perjalanan kembali ke Italia yang menyedihkan untuk Conte. Jika saja menang, Chelsea memastikan diri lolos dari Grup C.

Hasil imbang Qarabag dengan Atletico Madrid berarti skuad asuhan Conte masih dalam posisi bagus untuk lolos ke babak 16 besar, namun penampilan babak kedua di Roma sangat mengkhawatirkan manajer tersebut.

Manchester United akan menonton dengan penuh semangat tayangan ulang laga Liga Champions tadi malam karena karena mereka akan tandang ke Stamford Bridge pada hari Minggu.

“Saya puas dengan penampilan babak pertama, namun skornya terasa tidak adil,” katanya. “Tapi kami tidak memiliki segalanya di babak kedua dan Roma adalah tim yang lebih baik untuk segalanya, dalam hal motivasi dan lapar akan gol. Mereka memenangkan semua duel dan lebih dari layak untuk mendapatkan kemenangan ini.”

“Kami mengalami pasang surut dan, untuk menjadi kompetitif, Anda memerlukan konsistensi. Sejauh ini hal itu terasa kurang, tapi kami harus menemukan cara untuk mengatasinya.”

“Kami harus memiliki kemauan – saya ulangi – untuk menggali lebih dalam. Jika kami berpikir bahwa hanya karena nama kita adalah Chelsea, lawan akan takut dengan nama itu, ini bukan jalan yang benar.”

“Kami harus menemukan rasa lapar yang kami tunjukkan sepanjang musim lalu dan, musim ini, hanya kadang-kadang saja. Jika Anda adalah tim hebat, Anda harus memiliki stabilitas. Anda harus memiliki konsistensi. Pada saat ini kami banyak kesulitan untuk menemukan jenis keseimbangan ini.”

Gelandang tangguh N’Golo Kante tak ikut turun di Roma, meski ikut melakukan perjalanan ke Italia, menyusul pemeriksaan hamstring di menit-menit akhir jelang pertandingan. Pemeriksaan mengindikasikan dia tidak yakin apakah dia akan siap menghadapi pertandingan melawan Manchester United saat dia berjalan ke bus tim.

Soal usahanya mengembalikan moral para pemainnya untuk pertandingan penting melawan United, Conte menambahkan: “Yang pasti, kami harus berusaha menemukan kekuatan untuk memahami dan memanfaatkan kekalahan ini dengan cara yang benar. Sebab, seperti yang saya katakan sebelumnya, di musim ini kami harus menggali sangat dalam, sangat dalam, jika kami ingin kompetitif dan memperjuangkan sesuatu yang penting.”

Lihat AS Roma Membantai Chelsea

Chelsea kelihatan seperti sebuah tim amatiran saat dikalahkan AS Roma 3-0 tadi malam. Ketiga gol tuan rumah berawal dari kesalahan lini belakang The Blues.

Gol pertama merupakan sebuah gol cepat 50-an sekian detik. Satu umpan panjang dari sisi kiri lapangan ke depan disambut dengan sundulan kepala ke arah belakang, di mana Stephan El Shaarawy berlari masuk dan menendang pada kesempatan pertama. Bola masuk ke sisi kiri, sedikit melengkung dan mengecoh Courtois. GOL! 1-0!

Gol kedua mirip dengan itu. Sebuah umpan panjang lagi dari sisi kiri lapangan pada menit 36 mengarah ke depan. Lagi-lagi ada El Shaarawy di sana. Satu sentuhan, satu congkelan, dan bola bersarang di sudut gawang The Blues, yang mengenakan jersey putih-putih tadi malam. GOL! 2-0!

Stephan El Shaarawy 2nd goal (2-0) Roma vs Chelsea | UEFA Champions League | 31/10/2017 by footbie.com

Gol ketiga berasal dari Cesc Fabregas yang membuang bola di setengah lapangan, dan kemudian bola digiring oleh Diego Perotti sebelum melepaskan tembakan yang tidak terlalu keras, sedikit di luar kotak penalti, tapi ternyata tak bisa ditahan oleh Courtois. GOL! 3-0!

Diego Perotti goal (3-0) Roma vs Chelsea | Champions League | 31/10/2017 by footbie.com

Kekalahan Chelsea 3-0 ini menyebabkan peluang di Grup C terbuka bagi semua. AS Roma kini menguasai puncak klasemen dengan 2 kali menang dan 2 kali draw, poin 8, disusul The Blues 7 poin, dan Atletico Madrid di posisi ketiga dengan 3 poin hasil main imbang 1-1 melawan Qarabag tadi malam.

Keempat tim di Grup C Liga Champions ini masih berpeluang lolos. Bahkan Qarabag di urutan terakhir dengan 2 poin juga masih bisa. Syaratnya, memenangkan dua laga terakhir grup.

Skuad Antonio Conte akan tandang ke Qarabag pada 23 November nanti, sebelum menjamu Atletico yang tampak kesulitan mencetak gol pada 6 Desember untuk matchday terakhir Grup C.

AS Roma sementara itu akan tandang ke Wanda Metropolitano pada matchday kelima, sebelum menjamu Qarabag di hari terakhir penyisihan. Segala sesuatunya masih bisa terjadi.

Chelsea Kalah! Begini Analisa Jelek Dari Steven Gerrard

Steven Gerrard menilai kekalahan Chelsea dari AS Roma sebagai salah satu penampilan terburuk yang pernah dia lihat dari The Blues di bawah asuhan Antonio Conte.

Chelsea kalah di Roma setelah penampilan defensif yang mengerikan dan Gerrard yakin Conte menganggap remeh kekuatan serang tim Italia tersebut.

Pada laga tadi malam Conte menaruh posisi Eden Hazard di belakang Alvaro Morata dan Gerrard menganggap pendekatan serangan bos The Blues itu sebagai sebuah kesalahan.

“Saya pikir Conte telah menganggap remeh Roma hari ini,” kata Gerrard dalam acara komentator di BT Sport. “Dia saat tandang ke Atletico Madrid, ia juga menaruh Hazard di belakang Morata dan memiliki terlalu banyak pemain di belakang bola, memadati lini tengah.”

“Hari ini dia mengeluarkan seleksi tim yang sangat, sangat berani dan itu menjadi bumerang baginya.”

Chelsea kebobolan dua gol dalam waktu 45 menit pertama, hasil gol cepat Stephan El Shaarawy di menit pertama dan kemudian menit 36. Mereka kemudian tampil sama buruknya di babak kedua, dan kebobolan gol Diego Perotti di menit 63.

Kekalahan 3-0 di AS Roma ini menendang Chelsea dari posisi teratas Grup C Liga Champions mereka, namun kekalahan itu terasa kurang menyakitkan karena di jam yang sama Atletico Madrid hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan tamunya, Qarabag FK. Tak terbayangkan kerusakan yang terjadi jika skuad Diego Simeone bisa mencatatkan kemenangan.

Conte harus segera mengumpulkan kembali pemainnya untuk sebuah pertandingan besar pada hari Minggu melawan Manchester United di ajang Premier League.

Gerrard mendesak Conte untuk menyusun kembali strategi pertahanannya setelah mengumpulkan tiga bek tangguh musim lalu.

“Itu adalah penampilan terburuk yang pernah kulihat untuk Chelsea sejak dia masuk,” lanjutnya. “Main defensif di semua tempat. Mereka memainkan empat bek yang bagus untuk beberapa pertandingan.”

“Dia sepertinya tidak tahu posisi di mana mereka seharusnya berada. Bek [Gary] Cahill sesekali berada di sebelah kiri, lalu dia bergeser ke kanan.”

“Chelsea selama bertahun-tahun selalu solid secara defensif, mereka semua tahu apa yang mereka lakukan dan itu adalah mesin yang solid. Tapi ini sama sekali tidak mendekati itu.”

Presiden La Liga Minta PSG Ditendang dari Liga Champions

Javier Tebas tuduh Paris Saint-Germain telah melanggar regulasi Financial Fair Play (FFP), sehingga pantas untuk ditendang dari Liga Champions musim ini.

Les Parisiens pecahkan rekor Paul Pogba sebagai pesepakbola termahal dunia, saat PSG membayar klausul buyout Neymar dari Barcelona yang dipatok Rp3,5 triliun. Tak berapa lama kemudian, PSG tertarik memboyong Kylian Mbappe, walau akhirnya pemain muda itu didatangkan dengan status pinjaman dari AS Monaco.

Walau demikian kedua klub sepakat untuk permanenkan status Mbappe di Parc des Princes pada musim panas tahun depan, dengan mahar sebesar Rp2,8 triliun.

UEFA selaku otoritas sepak bola tertinggi di Benua Biru itupun langsung membuka investigasi untuk melihat adanya bukti kejanggalan antara pemasukan komersial PSG dengan klub-klub kaya Eropa lainnya.

Javier Tebas pun selalu suarakan kecurigaannya, demi melindungi klub-klub asal Spanyol setelah Barcelona kehilangan salah satu pemain terbaiknya. Tebas tak segan-segan bandingkan pemasukan PSG dengan Bayern Munchen, Manchester United, Real Madrid dan juga Blaugrana – yang didaulat sebagai klub-klub dengan pemasukan terbesar di dunia.

“Dalam lima tahun terakhir, kita melihat PSG dan Manchester City menjadi klub-klub yang berani kucurkan dana besar untuk membeli pemain-pemainnya,” ujar Tebas pada L’Equipe.

“Karena pemasukan nyata mereka tidak bisa melakukan investasi besar seperti itu, keduanya menciptakan sponsor-sponsor fiktif, yang punya kaitan dengan negara [Qatar] dengan jumlah yang tidak sesuai pasaran,” tambahnya.

“Kita bandingkan pemasukan PSG dan City dengan Madrid, Barca, United dan Bayern. [Dan] Keduanya masih tetap unggul. Di PSG, pemasukan sponsorship ada kaitannya dengan Qatar, baik secara langsung atau tidak, dan jumlahnya lebih besar dari Manchester United. PSG terus bertindak curang secara ekonomi,” ujar Tebas.

“Jika kita biarkan seseorang yang bertindak curang untuk terus berkompetisi, maka akan menyakiti klub-klub lainnya. Andai PSG masuk ke final Liga Champions dan kemudian dihukum [melanggar FFP] maka akan membuat klub-klub lain kecewa. [Dikhawatirkan] klub-klub yang disingkirkan PSG akan ikut-ikutan curang,” tegasnya.

“Jika kita melihat mereka bertindak curang secara ekonomi, kenapa tidak mencoret mereka? Ketika seorang pembalap sepeda dituduh melakukan doping, ia langsung dicoret dari perlombaan. Saya rasa pengecekan harus dilakukan sebelum kompetisi dilakukan, bukan sesudahnya. Jika tidak maka kompetisi akan rusak,” ujar Tebas.