Pejabat Sepak Bola Argentina Bunuh Diri

Seorang petinggi sepak bola Argentina bunuh diri usai namanya disebut sebagai penerima suap Rp 27 Milyar untuk hak siar TV.

Jorge Delhon, Argentina
Jorge Delhon, Argentina

Seorang mantan pejabat sepak bola Argentina, Jorge Delhon, bunuh diri pada hari Selasa, beberapa jam setelah dia dituduh menerima suap.

Delhon dituduh menerima bayaran sebesar Rp 27 Milyar sebagai imbalan untuk pemberian hak untuk menyiarkan pertandingan sepak bola.

Pengacara berusia 52 tahun itu bekerja untuk Football for All, sebuah program pemerintah yang memegang hak siaran sepak bola di Argentina.

Namanya disebut dalam sebuah pengadilan korupsi FIFA yang sedang berlangsung di New York.

Pengadilan tersebut menyidangkan tiga mantan pejabat tinggi sepak bola Amerika Selatan:

  • Jose Maria Marin, mantan Presiden Konfederasi Sepak Bola Brazil
  • Juan Ángel Napout, mantan Wakil Presiden FIFA
  • Manuel Braga, yang memimpin federasi sepak bola Peru sampai 2014

Ketiga mantan petinggi tersebut telah dituduh menerima uang suap sebesar puluhan milyar rupiah dengan imbalan pemberian kontrak untuk hak siar turnamen sepak bola papan atas Amerika Selatan, sebuah tuduhan yang mereka tolak.

Salah satu saksi kunci dalam persidangan tersebut adalah eksekutif pemasaran olahraga Argentina, Alejandro Burzaco.

Dengan memberikan bukti-bukti dalam persidangan pada hari Selasa di New York, Alejandro Burzaco mengatakan bahwa dia telah membayar Delhon dan seorang pejabat Argentina lainnya uang sebesar Rp 6,8 Milyar setiap tahunnya sejak dari tahun 2011 sampai 2014 untuk menjamin perolehan hak penyiaran pertandingan sepak bola.

Beberapa jam kemudian, polisi di ibu kota Argentina, Buenos Aires, mengumumkan bahwa Delhon telah bunuh diri.

Pengadilan di New York diperkirakan akan berlangsung lima minggu dengan jaksa memanggil puluhan saksi untuk memberi kesaksian dan menyajikan 350.000 halaman bukti.

Investigasi AS terhadap korupsi di badan sepak bola dunia, FIFA, pertama kali diungkap pada Mei 2015.

Jaksa federal di New York telah mendakwa lebih dari 40 eksekutif olahraga dan sepak bola sejak saat itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here