Pelatih Inter Milan Mirip Jose Mourinho

Bek Inter Milan, Davide Santon, menilai banyak kemiripan antara Luciano Spalletti dengan pelatih yang persembahkan treble bagi Inter, Jose Mourinho.

Bek Inter Milan, Davide Santon, menilai Luciano Spalletti mirip pelatih Nerrazzuri sebelumnya, Jose Mourinho.
Bek Inter Milan, Davide Santon, menilai Luciano Spalletti mirip pelatih Nerrazzuri sebelumnya, Jose Mourinho.

Inter Milan kini tengah menikmati awal musim yang cemerlang di Liga Italia, setelah lakoni 13 pertandingan tanpa kalah, dengan 10 kali menang dan tiga kali imbang. Itu membuat Inter menempati peringkat dua klasemen sementara dengan 33 poin, selisih dua poin dari Napoli di puncak klasemen.

Kedatangan Luciano Spalletti di awal musim ini dipercaya banyak orang telah memberi perubahan pada mentalitas Inter Milan. Bek Inter, Davide Santon, akui hasrat dan cara memotivasi para pemainnya merupakan hal dasar yang diperlihatkan Spalletti.

Santon bahkan menilai sosok Spalletti memiliki banyak kemiripan dengan mantan pelatih Inter, Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu sudah dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik Inter, meski hanya berkarir dua tahun di Italia.

Pada tahun 2010, pelatih Portugal itu menyumbang treble winners kepada Inter, setelah meraih gelar juara Liga Italia, Liga Champions dan Coppa Italia.

“Spalletti mengingatkan saya pada sosok Mourinho dalam berbagai aspek. Tapi saya tidak suka membandingkannya,” ujar Santon kepada Mediaset Premium.

“Setiap orang punya cara mereka sendiri dalam lakukan segala sesuatu, namun hasrat dan cara dia memotivasi kami merupakan hal yang mendasar,” tambahnya.

“Kami semua merasakan semangat dari pelatih dan kami harus buktikan bahwa kami siap saat dibutuhkan. Saya selalu menyukai gaya kepelatihannya, kami mendapat hasil yang baik dan saya senang dengan hal itu,” tandas Santon.

“Dia tidak pernah ingin kalah, selalu memberi segalanya dan membuat kami bersemangat sepanjang pekan. Kami harus selalu waspada,” ujarnya.

“Kami bekerja dengan baik, kami berada di jalur yang tepat dan kami merasakan sensasi yang positif, namun kami tidak boleh beristirahat dengan apa yang telah kami raih. Masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan banyak area yang bisa kami perbaiki,” tambahnya.

“Anda bisa melihat bahwa kami masih berada di awal musim dan ada kepercayaan diri, kami harus bisa tetap membumi,” tandas Santon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here