Pep Guardiola Janji Manchester City Tak Akan Pecahkan Rekor Arsenal

Pep Guardiola tak melihat ada peluang bagi Manchester City untuk pertahankan rekor tak terkalahkan Arsenal hingga akhir musim nanti.

Pep Guardiola yakinkan Arsene Wenger, Manchester City tak akan pecahkan rekor tak terkalahkan Arsenal. Pada musim 2003/04, Arsenal berhasil raih gelar juara Liga Inggris tanpa sekalipun kalah di sepanjang musim, dan tim mereka saat itu dikenal dengan sebutan ‘The Invincibles’.

Saat ini, Manchester City disebut-sebut berpeluang untuk pecahkan rekor itu, atau setidaknya samai pencapaian Arsenal tersebut. Dalam 10 pertandingan awal di Liga Inggris musim ini, City belum terkalahkan dengan mencatat sembilan kemenangan dan satu hasil imbang.

Performa impresif City juga memperkuat anggapan tersebut. City berpeluang untuk memperpanjang catatan tersebut saat menjamu Arsenal di Etihad Stadium, Minggu [5/11] malam pukul 21.15 WIB.

Meski demikian, Pep Guardiola menilai mustahil bagi timnya untuk pecahkan rekor sensasional yang dicatatkan Arsene Wenger bersama Arsenal. Guardiola bersikeras, fokus timnya saat ini hanya untuk raih kemenangan di pertandingan selanjutnya, yaitu kalahkan Arsenal di pertandingan Minggu malam ini.

“Saya ingin katakan pada Arsene Wenger, rekor itu adalah miliknya,” ujar pelatih asal Spanyol itu dalam konferensi pers jelang bentrokan kedua tim.

“Kami tidak akan pecahkan rekor tersebut. Dia harus tetap tenang dan yakin, hal itu tidak akan terjadi. Rekor tersebut milik timnya, sebuah tim yang luar biasa, karena bisa meraih gelar juara Liga Inggris dengan status sebagai tim tak terkalahkan, adalah suatu hal yang fantastis,” tambah Guardiola.

“Rekor tersebut merupakan miliknya. Dia harus tahu kami tidak ingin pecahkan rekor tersebut. Kami hanya ingin bermain dengan baik dan kalahkan Arsenal pada pertandingan nanti. Itulah yang ingin kami lakukan,” tegasnya.

Pelatih Chelsea, Antonio Conte, pada kesempatan sebelumnya menyebutkan, Manchester City jadi masalah besar bagi tim lain yang ingin raih gelar juara Liga Inggris musim ini. Meski demikian, Guardiola merasa keunggulan sebagai pemuncak klasemen dengan selisih lima poin dari peringkat kedua bukanlah apa-apa, jika melihat bahwa musim masih panjang. “Kami lima poin berada di depan Manchester United,” lanjut Guardiola.

“Berapa laga tersisa? Duapuluh delapan. Secara matematis, berapa poin yang bisa diraih? Delapanpuluh empat. Ada 84 poin tersisa untuk diraih, dengan keunggulan lima poin. Itu tidak berarti apapun,” ujarnya.

“Jika anda katakan kami akan bermain hingga Mei dengan cara yang sudah kami tunjukkan dalam dua bulan terakhir, maka saya bisa katakan bahwa kami punya kesempatan besar untuk raih gelar juara Liga Inggris. Namun, siapa yang bisa menjamin itu akan terjadi? Siapa yang bisa menjamin bahwa kami tidak akan alami cedera pemain atau momen buruk?” Ujar Guardiola.

“Bahkan untuk tim terbaik di dunia dalam sejarah, tidak mungkin untuk mempertahankan apa yang sudah kami lakukan dalam dua bulan terakhir. Maret dan April menjadi bulan terbaik untuk membahas hal seperti ini. Dengan 84 poin yang masih harus diperebutkan, maka apa yang sudah kami capai saat ini tak berarti apapun,” tandasnya.

Published by

Lalu Ilman Adin

For all the fresh young talent amid the new breed of soccer writers out there, one of the game’s longest serving journalists to have consistently held respectable positions with major newspapers in Indonesia is Lali Ilman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *