Wayne Rooney: Itu Gol Terbaik Saya

Kapten Everton, Wayne Rooney, akui gol ketiganya dalam laga melawan West Ham United di Goodison Park dinihari tadi, bisa menjadi gol terbaik yang pernah dia bukukan di sepanjang karirnya.

Striker Everton tersebut catatkan hattrick pertamanya untuk the Toffees dengan penuh gaya dan dia tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah berhasil membawa timnya raih kemenangan 4-0 melawan tim asuhan David Moyes tersebut.

“Ini salah satu, jika bukan gol terbaik yang pernah saya ambil,” kata Rooney kepada BT Sport.

“Saya pikir, saya tidak akan pernah mencetak gol yang lebih baik dalam hidup saya. Untuk mencetak hattrick pertama saya untuk Everton, saya senang,” tambahnya.

Rooney membuka skor kemenangan Everton dalam laga ini, setelah Joe Hart menyelamatkan penaltinya sebelum lepaskan tembakan yang kedua dari dalam kotak penalti hasil bola rebound.

Gol ketiganya menempatkan Everton di jalur tiga poin dan Rooney mengatakan ini sebagai hasil bagus setelah beberapa pekan lakoni pertandingan yang sulit. “Bagi kami sebagai tim, penting untuk menang. Beberapa pekan terakhir ini sangat sulit dan kami berhasil mendapat clean sheet pertama di musim ini,” ujar Rooney.

“Saya telah berlatih banyak penalti melawan Joe Hart dan saya tahu dia tahu saya, tapi saya bertahan dengan itu dan berusaha untuk tetap mengalahkannya. Dia berhasil menyelamatkannya, tapi untungnya bola kembali kepada saya,” akunya.

“Itu gol penting yang memberi kami sesuatu. Di babak kedua, kami menyerang dan mendapat gol ketiga yang sangat penting,” tambah Rooney.

“Kami akan menikmati malam ini. Pertama-tama, kami harus ucapkan banyak terima kasih kepada David Unsworth. Dia masuk pada saat yang sulit dan saya senang dia mendapat kemenangan ini. Hal ini penting bagi klub,” ujarnya.

Ini bukan gol spektakuler pertama dari Rooney. Gol saltonya bagi Manchester United saat hadapi Manchester City di tahun 2011 silam, terpilih sebagai gol terbaik di Liga Inggris pada tahun tersebut.

Everton Tunjuk Sam Allardyce Sebagai Manajer Baru

Everton telah melakukan pendekatan baru pada Sam Allardyce dan bisa menunjuknya sebagai manajer baru The Toffees pada Selasa ini.

Mantan pelatih Timnas Inggris itu sebelumnya telah adakan pembicaraan dengan Everton, tapi tidak mendapatkan kesepakatan. Pasalnya, pemilik The Toffees, Farhad Moshiri, hanya ingin tawarkan kesepakatan jangka pendek kepadanya.

Everton malah mengejar pilihan utama mereka, yakni pelatih Watford, Marco Silva. Tapi setelah jelas Watford tidak akan berpisah dengan pelatih asal Portugal itu, The Toffees dipaksa untuk segera bertindak.

Everton mengakui, mereka harus bertindak cepat untuk membawa manajer dengan pengalaman Premier League yang dapat dengan segera memperbaiki performa mereka.

Allardyce pertama kali bertemu Everton pada 5 November lalu, dan pembicaraan diperkirakan berlangsung semalaman.

Jika pembicaraan terus berlanjut dengan baik, Allardyce dapat dikonfirmasi sebagai manajer baru Everton di Finch Farm, Selasa (28/11) ini. Dan, pelatih sementara David Unsworth akan hadapi pers di hari yang sama.

Allardyce terbang dari Dubai ke London untuk menyelesaikan kesepakatan. Dia diperkirakan akan membawa Craig Shakespeare dan Martyn Margetson bersamanya.

Pemain Everton berlatih pukul dua siang pada Senin (27/11) waktu setempat, dan harapkan perkembangan baru jelang pertandingan penting melawan mantan klub Allardyce, West Ham United, Kamis (30/11).

Pelatih berusia 63 tahun itu sebelumnya menganggur sejak ia tinggalkan Crystal Palace pada akhir musim lalu. Dia menyelamatkan Palace dari degradasi, setelah meninggalkan pekerjaan sebagai pelatih Timnas Inggris pada September 2016, setelah hanya satu kali memimpin skuad The Three Lions.

Mantan gelandang Everton, Peter Reid, teman dekat Allardyce, mengatakan, “Sam memiliki catatan Premier League yang telah terbukti dan akan membuat para pemain terorganisir. Jika dia adalah pilihannya, maka penting bagi para fans untuk memberikan dukungan kepadanya. Tim ini sedang dalam kondisi buruk dan mereka butuh arahan”.

Eks Pemain Arsenal Menyesal Bertahan di Barcelona

Bek tengah asal Belgia, Thomas Vermaelen, yang kerap dibekap cedera, sebenarnya diinginkan sejumlah klub, termasuk duo Premier League, Crystal Palace dan Everton.

Namun, Ernesto Valverde meyakinkannya untuk tetap tinggal di Camp Nou, dan berjuang untuk dapatkan tempatnya di skuad inti Barcelona setelah ia kecewa karena dibekap cedera.

Meskipun performa awal Barcelona yang menakjubkan membuat klub itu unggul empat poin di puncak klasemen La Liga, kesengsaraan Vermaelen terus berlanjut.

Dia telah dimasukkan dalam daftar skuad inti beberapa kali. Namun, pemain 31 tahun itu hanya satu kali bermain untuk raksasa Catalan tersebut, yakni saat Barca hadapi Real Murcia di ajang Copa del Rey.

Namun, pemain veteran itu mendapat waktu bermain yang sangat dibutuhkannya bersama negaranya saat Belgia melawan Meksiko pekan lalu. Dia mengaku senang bermain untuk Belgia, mengingat dirinya hampir tidak pernah dimainkan di klub.

Tapi dengan Piala Dunia yang makin dekat, Vermaelen sangat ingin mendapat waktu bermain yang lebih banyak lagi agar bisa memperkuat Timnas Belgia.

Sejauh ini, Anderlecht dikabarkan tertarik untuk merekrut Vermaelen. Dia bisa saja keluar dari Camp Nou di jendela transfer musim dingin ini – meskipun dia tetap tutup mulut tentang klub tujuan berikutnya.

“Saya tidak akan mengatakan apapun tentang hal itu, karena terakhir kali saya ngomong, kata-kata itu disalahartikan,” ujar Vermaelen kepada Het Laatste Nieuws.

Meski demikian, dia tidak malu saat bicarakan keputusannya untuk tetap tinggal di Camp Nou. “Di musim panas, saya pikir akan menjadi hal positif untuk tinggal di Barcelona. Tapi, setelah melihat bagaimana situasi saya di sini, ternyata hal itu keliru,” tandasnya.

Vermaelen saat ini masih terikat kontrak di Barcelona sampai Juni 2019. Namun, ia akan diizinkan pergi dengan status pinjaman.

Ryan Giggs Siap Jadi Manajer Everton dan Leicester City

Ryan Giggs pun tegaskan ketertarikannya untuk mengambil salah satu dari pekerjaan tersebut. Mantan asisten pelatih di Old Trafford itu mengaku ingin mengisi lowongan manajerial klub Liga Premier, bersama Everton dan Leicester City.

Giggs pernah menjabat sebagai asisten pelatih Louis van Gaal di Old Trafford, sebelum akhirnya Jose Mourinho mengambil-alih kendali klub tersebut di tahun 2016.

Everton memecat Ronald Koeman pada Senin (23/10), setelah kekalahan 2-5 dari Arsenal di Goodison Park akhir pekan lalu, yang membuat the Toffees merosot ke zona degradasi dan kini berada di posisi ke-18 papan klasemen Liga Premier.

Sementara sebelumnya, Craig Shakespeare juga dipecat dari Leicester City pasca hasil buruk The Foxes di awal musim ini. Saat ditanya tentang peluang mengisi lowongan pekerjaan di tim Liga Primer itu, Ryan Giggs mengakui tertarik.

“Bagi saya, inilah klub yang saya minati,” kata Giggs kepada Sky Sports.

“Saya pikir, Anda melihat dua tim tersebut, Leicester menjadi juara dua musim lalu, Everton menjadi klub fantastis dengan sejarah luar biasa. Namun, ada banyak pelatih di luar sana yang akan tertarik pada posisi tersebut,” tambahnya.

Giggs yang juga mantan pemain Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson itu mengaku ingin masuk ke dunia manajerial. Meski punya target yang cukup tinggi, tapi Giggs juga mengaku tak akan selalu menuntut pekerjaan di Liga Primer.

“Saya sudah mengatakannya selama ini, saya akan terbuka terhadap klub yang mau berbagi ambisi dengan saya,” tambahnya.

“Saya ingin memperbaiki klub dan pemainnya, menikmati bekerja untuk mereka dan para pemain, untuk menikmati tantangan ini,” ujar Giggs.

“Ada klub di Liga Inggris yang akan memberi pekerjaan bagus, tapi juga di Championship dan League One. Ini lebih tentang filosofi saya daripada perawakan klub,” tambahnya.

Lihat 5 Pemain Arsenal Membantai Everton

Arsenal mencetak empat gol pada babak kedua untuk memastikan kemenangan 5-2 di Everton di Goodison Park, Minggu malam WIB.

The Gunners mengendalikan pertandingan sejak awal dan menciptakan peluang mencetak gol pertama dalam permainan. Interaksi yang rapi di lini tengah melihat Mesut Ozil mengumpankan Aaron Ramsey di depan gawang dan usaha gelandang tersebut ditepis ke pojok lapangan pada menit keempat.

Arsenal datang lagi menyerang pada menit kedelapan saat Hector Bellerin memainkan bola crossing ke Alexandre Lacazette, yang mengecoh bek pengawalnya dan melepaskan tembakan dari jarak dekat, namun ditolak oleh kiper Jordan Pickford.

Usai mencuri bola dari pemain Arsenal Granit Xhaka, bola jatuh ke depan Wayne Rooney yang mengambil waktu dan ancang-ancang untuk mengirim satu tendangan pisang ke pojok atas gawang untuk memberi Everton keunggulan pada menit ke-12.

Pada menit 39 Arsenal menyamakan skor. Satu tembakan keras Granit Xhaka diblok kiper Everton dan rebound ke depan Nacho Monreal, yang dengan cepat menyambarnya dan membuatnya menjadi 1-1.

Babak kedua dimulai dengan Arsenal masih dalam kendali permainan dan mereka membuat tekanan saat Sanchez dan Lacazette bermain satu-dua dan mengirim umpan silang lambung ke Mesut Ozil yang menanduk bola dan membawa The Gunners unggul 2-1 setelah 55 menit.

Ozil beralih peran sebagai pemberi assist di menit ke-73 setelah ia mengumpankan bola ke Alexandre Lacazette yang dengan tenang mengirim bola ke pojok bawah gawang untuk membuatnya menjadi 3-1.

Setelah itu Jack Wilshere mengirim umpan terobosan ke sisi kiri kotak ke arah Ramsey, yang langsung menyambarnya untuk gol keempat Arsenal di menit ke-90.

Sebuah umpan balik buruk oleh Monreal menyebabkan Petr Cech di bawah tekanan luar biasa dan bola dicuri oleh Oumar Niassse, yang mengirim bola ke gawang yang kosong untuk mengubah skor menjadi 4-2 di menit ke-93.

Namun Sanchez masih punya waktu setelah ia meluncur masuk melalui pertahanan Everton yang lesu dan memasukkan bola ke pojok bawah untuk memastikan kemenangan 5-2 bagi Arsenal.

Everton vs Arsenal (2-5) Highlights & Goals | 22/10/2017 by footbie.com

Bos Everton Sudah Diberi Ucapan Selamat Tinggal

Keheningan yang mencekam dan membayang di Goodison Park untuk sebagian besar 90 menit pertandingan Minggu malam WIB adalah simbol yang paling tidak menyenangkan bagi Ronald Koeman.

Goodison Park biasanya adalah arena yang paling tidak bersahabat bagi tim tamu mana pun, namun ketiadaan sorak-sorai di antara penonton merupakan tanda yang jelas. Semangat dan harapan sudah tersedot habis dari Everton. Padahal di musim panas yang sibuk kemarin, ada bayangan optimisme setelah mereka menghabiskan banyak pengeluaran di pasar transfer.

Penjaga gawang Jordan Pickford, yang tampil menonjol sejak transfernya musim panas lalu senilai 30 juta pound dari Sunderland, dan, Wayne Rooney adalah sedikit dari sekian banyak pemain Blues yang masih kelihatan berjuang dengan keras.

Selain itu, Everton melihat kekacauan taktis dan teknis, dan terutama juga soal susunan pemain. Ketika Tom Davies menggantikan Ashley Williams di masa istirahat babak pertama, itu adalah kali kesembilan dalam 17 pertandingan musim ini saat mana Koeman melakukan pergantian pemain pada interval tersebut. Ini memperlihatkan Koeman sendiri tak tahu siapa pemain-pemain terbaiknya.

Gylfi Sigurdsson, penandatanganan Everton yang memecahkan rekor senilai 45 juta pound, terlihat kebingunan. Dan kumpulan kursi kosong yang Koeman lihat di peluit akhir juga akan sejalan dengan apa yang dipikirkan oleh pemegang saham mayoritas, Farhad Moshiri.

Everton tergelincir ke zona degradasi saat mereka kebobolan lima dalam kekalahan oleh Arsenal di Goodison Park, yang meningkatkan tekanan pada manajer Ronald Koeman.

Nacho Monreal, Mesut Ozil, Alexandre Lacazette dan Aaron Ramsey mencetak gol bagi The Gunners setelah Wayne Rooney membuka skor untuk tuan rumah. Oumar Niasse membalaskan satu gol pada perpanjangan waktu sebelum Alexis Sanchez menambah gol kelima Arsenal.

Liga Inggris  - Bos Everton Sudah Diberi Ucapan Selamat Tinggal
Hasil Everton vs Arsenal, Liga Inggris

Moshiri memberi dukungan kepada Koeman dua minggu yang lalu, tapi kinerja yang sangat buruk malam ini mungkin akan menyebabkan dia meninjau kembali dukungan itu.

Teriakan ‘huuu’ dari beberapa penggemar yang masih bertahan pada peluit akhir pertandingan di Goodison Park malam tadi hanya menggarisbawahi krisis yang sekarang mengancam nasib Koeman. Kita akan menantikan penentuan karirnya dalam beberapa hari, atau beberapa jam, mendatang.

Gara-gara Liga Europa, Satu Fans Everton Diskors Seumur Hidup

Everton telah menjatuhkan larangan masuk stadion seumur hidup untuk seorang fans, yang dalam rekaman tampak tengah menggendong seorang anak kecil, dan memukul kiper Lyon Anthony Lopes.

Sebuah perkelahian massal meledak di dekat pinggir lapangan di depan tribun Gwladys Street End saat Everton ditaklukkan di ajang Liga Europa oleh Lyon.

Pemain Lyon bereaksi dengan marah atas sebuah tantangan oleh Ashley Williams yang mendorong jatuh kiper Lopes setelah dia berhasil menangkap bola. Bertrand Traore dengan cepat mengkonfrontasi Williams, sebelum beberapa pemain dari kedua tim saling gebuk dan mencekik satu sama lain di tempat kejadian.

Pertarungan tersebut bergerak menuju papan iklan di belakang gawang Lyon dan para penggemar terlihat berteriak dan memberi isyarat kepada para pemain.

Seorang penggemar, memegang balita di pelukannya, menyerbu ke arah massa pemain itu dan tampak mengayunkan lengan ke Lopes, yang hanya menambah reaksi marah para pemain Lyon.

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat pagi: “Polisi Merseyside dapat mengkonfirmasi petugas sedang menyelidiki setelah terjadi gangguan di lapangan saat pertandingan sepak bola antara Everton dan Lyon di Goodison Park tadi malam, Kamis 19 Oktober.”

“Detektif akan meninjau rekaman yang ada dan berbicara kepada para saksi untuk menetapkan pelanggaran apa, jika ada, yang telah dilakukan.”

Everton juga merilis sebuah pernyataan yang mengkonfirmasikan bahwa mereka telah memutuskan untuk melarang si penggemar itu seumur hidup.

“Pejabat klub telah meninjau rekaman sebuah insiden yang terjadi di menit ke-64 pertandingan melawan Olympique Lyonnaise di mana pendukung di tribun Gwladys Street End terlibat dalam sebuah konfrontasi antara pemain,” bunyi pernyataan tersebut.

“Kami telah mengidentifikasi satu orang yang tindakannya akan diambil saat ini, termasuk larangan menghadiri pertandingan Everton di masa depan dan klub tersebut memasukkan laporan resmi kepada Polisi Merseyside.”

Meskipun ada lebih dari selusin pemain terlibat, hanya Williams dan Traore yang menghadapi tindakan dari wasit, keduanya menerima kartu kuning. Namun kedua tim juga bisa menghadapi sanksi dari UEFA.

Manajer Everton Ronald Koeman menyalahkan wasit karena membiarkan pertandingan mencapai tahap sepanas itu.

“Saya pikir para pemain kami semakin terganggu dalam permainan dan menurut saya itu adalah masalah oleh wasit,” Koeman mengatakan setelah pertandingan.

“Wasit adalah orang Belanda tapi dia tidak melakukan apapun terhadap aksi drama beberapa pemain Lyon. (Kapten Lyon Nabil) Fekir di babak pertama melakukan diving 10 kali.”

“Saya memahami pemain saya, itu terjadi karena frustrasi. Saya tidak tahu apa yang terjadi tapi saya bisa memahaminya.”

Everton berada di posisi terbawah Grup E dengan hanya satu poin dari tiga pertandingan Liga Europa, empat poin di bawah Lyon, yang berada di urutan kedua.

Lihat Perkelahian Massal di Laga Everton vs Lyon

Adegan perkelahian massal mewarnai laga Liga Europa antara Everton vs Lyon di Goodison Park, kemarin. Sudah lama tak ada adegan semacam ini kita lihat.

Kiper Lyon Anthony Lopes dan pemain Everton Ashley Williams menjadi aktor-aktor utama perkelahian itu.

Ashley Williams beruntung tidak terkena kartu merah saat ia mendorong jatuh kiper Lyon Anthony Lopes dalam sebuah perebutan bola atas di menit ke-64 dari kekalahan Toffees 2-1, hasil gol kemenangan oleh Bertrand Traore.

Saat pertengkaran itu berlangsung, seorang pria yang sedang menggendong anak tampak ikut menyumbang satu pukulan ke wajah Lopes, sementara penggemar lainnya terlihat meraih pemain tim tamu.

Sebagai akibatnya, satu orang fans dilaporkan sudah terkenal larangan memasuki stadion oleh Everton, yang juga telah menyerahkan masalah ini ke tangan Polisi Merseyside.

Badan sepak bola Eropa, UEFA, menuduh klub Liga Inggris itu “membiarkan agresi oleh para pendukung melawan pemain – Pasal 16 (2) (H) dari Peraturan Disipliner”.

Sebuah pernyataan menambahkan: “Kasus ini akan ditangani oleh UEFA Control, Ethics and Disipliner Body pada tanggal 16 November.”

Everton didenda € 10.000 pada bulan September setelah kekacauan penonton dalam pertandingan mereka melawan Hajduk Split.

Hanya selang tiga menit setelah pertengkaran tersebut, Williams berhasil mencetak gol dengan sebuah sundulan hebat, yang menyamakan gol lawan hasil penalti menit kelima oleh Nabil Fekir. Namun tendangan congkelan Bertrand Traore memenangkan poin untuk Lyon dan menambah tekanan pada bos Everton Ronald Koeman.

Setelah pertandingan, Lopes mengakui bahwa dia terkena pukulan seorang penggemar namun berusaha mengecilkan insiden tersebut.

“Itu bukan masalah besar, itu terjadi dan hanya itu. Bagi saya, hal itu sepertinya membuat fans tersebut terbangun dan sepertinya menyukainya,” katanya kepada wartawan.

“Saya tidak berpikir itu adalah bagian dari atmosfer Inggris untuk memukul pemain tim tamu, tapi ini terjadi. Tapi saya bangga bahwa kami sangat kuat pada 1-1 dan kami memenangkan pertandingan terlepas dari segalanya, itu sangat membanggakan. Malam untuk kami.”

Williams dibawa menjauh dari pertengkaran itu oleh pelatih kiper Everton Patrick Lodewijks sebelum dia dan Traore terkena kartu kuning oleh wasit.

“Itu yang terjadi, ini sepakbola. Maunya apa?” kata pemain internasional Wales kepada wartawan. “Ini emosi yang tinggi Kami ingin memenangkan pertandingan, mereka ingin memenangkan pertandingan dan banyak hal terjadi. Itu hanya salah satu dari masalah semacam itu.”

Ronald Koeman Klaim Dapat Dukungan Everton

Sempat dianggap punya kans bersaing perebutkan gelar juara Liga Inggris musim ini, Everton justru melempem dengan hanya raih dua kemenangan dan dua hasil imbang di delapan pertandingan di Liga Inggris.

Dengan hasil tersebut, Everton harus rela terlempar ke papan bawah klasemen Liga Inggris dengan menempati peringkat 16 dan hanya kantongi delapan poin dari delapan pertandingan.

Menyusul hasil buruk yang mereka dapatkan, Everton dikabarkan akan segera memecat pelatih asal Belanda tersebut. Namun, Ronald Koeman bersikeras jika dirinya tetap mendapat dukungan penuh, baik dari presiden maupun dari dewan direksi klub. Meskipun Koeman juga sadar, ia harus segera mengubah hasil buruk yang diraih timnya.

“Mereka datang untuk melihat gedung baru kami, dan mereka menyempatkan diri untuk makan siang bersama. Ya, mereka juga bicara soal sepakbola,” ujar Koeman mengenai kunjungan pemilik Everton, Farhad Moshiri, dan presiden klub, Bill Kenwright.

“Tidak ada pesan yang disampaikan, namun saya merasa mereka berada di belakang saya sebagai manajer, dan itu sangat menyenangkan. Namun, semua orang tahu bahwa di dunia sepakbola semunya tergantung pada hasil,” tambah Koeman.

“Untuk saat ini, saya mendapat dukungan penuh dari dewan direksi. Namun kita tahu, perlu ada perbaikan dalam hasil pertandingan yang kami raih. Kami butuh kemenangan untuk mengembalikan kami ke zona Eropa, kami juga butuh kemenangan untuk tingkatkan kepercayaan diri kami,” tandasnya.

“Kami selalu tahu, kami jalani awal musim yang sulit. Kami akan bermain melawan Arsenal pada hari Minggu, dan itu akan menjadi pertandingan kelima dari sembilan pertandingan melawan tim yang finish di posisi lima besar musim lalu,” ujar Koeman.

Rafael Benitez Tolak Tawaran Everton

SunSport secara eksklusif mengungkapkan, Minggu (15/10), Everton inginkan pelatih Newcastle United, Rafael Benitez, untuk gantikan Ronald Koeman di Goodison Park.

Pelatih asal Belanda, Ronald Koeman, tak lagi disukai pemilik Everton, Farhad Moshiri, yang telah targetkan Rafa Benitez sebagai pelatih yang akan membawa The Toffees kembali ke papan atas musim ini.

Benitez, 57 tahun, masih memiliki rumah di Liverpool, dan telah berhasil membawa rival satu kota Everton, The Reds, menyabet gelar juara Liga Champions pada 2005 silam.

Everton yang akan hadapi Olympique Lyon di ajang Liga Europa, Jumat (20/10) dinihari WIB, saat ini berada di posisi ke-16 papan klasemen Liga Inggris.

Koeman pun tampaknya akan semakin dekat dengan pintu keluar Everton, kecuali ia bisa berikan hasil baik secara dramatis.

Sementara Benitez, telah berulang kali bicara dalam beberapa bulan terakhir mengenai rasa frustrasinya, karena kehilangan beberapa target transfer di Newcastle pada musim panas lalu.

Tapi, dengan pemilik The Magpies, Mike Ashley, telah secara resmi menempatkan Newcastle untuk dijual, Everton merasa kecewa dengan penolakan Benitez pada tawaran mereka tersebut.

Pada Rabu (18/10), Benitez telah katakan kepada pers dan pemainnya untuk lakukan yang terbaik, serta abaikan pembicaraan soal penjualan klub tersebut. “Saya mencoba berkonsentrasi pada sepakbola dan saya pikir itulah cara terbaik. Orang bisa bicarakan semua hal yang sedang terjadi, tapi bagi kami setiap sesi latihan serupa. Saat kami mencoba menganalisa setiap pertandingan, kami pikirkan sepakbola,” ujar Benitez.

“Kami tidak memiliki pengaruh dari luar. Masalahnya, adalah Anda tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di luar. Apalagi sekarang dengan media sosial, itu hampir tidak mungkin,” tambah mantan pelatih Real Madrid dan Inter Milan tersebut.

“Jadi, Anda harus yakin bahwa tim Anda dan orang-orang yang bekerja dengan Anda memahami satu-satunya cara untuk sukses, yakni berkonsentrasi pada permainan Anda. Itulah yang ingin kami lakukan,” tegas pelatih asal Spanyol ini.

Mantan Man Utd Puji Gelandang Berbakat Everton

Gelandang Everton, Morgan Schneiderlin, beri pujiannya pada sosok gelandang muda berbakat The Toffees, Tom Davies.

Sejak gabung Everton awal tahun ini, Schneiderlin beberapa kali dapat kesempatan bermain bersama Tom Davies. Davies merupakan salah satu talenta muda asli yang dimiliki Everton. Meski baru berusia 19 tahun, namun sejak musim lalu Davies sudah mendapat kepercayaan dari pelatih Everton, Ronald Koeman.

Schneiderlin juga tak sungkan berikan pujiannya kepada sosok pemain yang bermain sebagai gelandang tengah tersebut. Pemain Timnas Prancis itu menilai, Davies memiliki modal untuk jadi pemain hebat di masa depan.

Ia juga berharap, Tom memiliki kesabaran meski ia belum banyak mendapat kesempatan bermain musim ini. “Dia pemain dengan kualitas yang hebat,” ujar Schneiderlin dalam situs resmi Everton.

“Dia selalu ingin berlatih setiap harinya, dia dengarkan nasihat dari para pemain yang lebih tua dari dirinya, untuk terus maju setiap harinya,” tambahnya.

“Sangat menyenangkan bermain dengan orang seperti ini. Dia akan berkembang, bahkan lebih jauh lagi untuk menjadi pemain yang hebat di masa depan. Jadi sangat bagus bagi Everton memiliki pemain seperti dirinya, seorang pemain yang ingin maju dan bermain serta selalu merasa lapar seperti dirinya,” tambah Schneiderlin.

“Tom hampir selalu bermain di semua pertandingan dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Musim ini, dia belum bermain sebanyak tahun lalu, namun dia telah bekerja dengan sangat baik. Dia berlatih dengan keras dan dia seorang bocah dengan kekuatan dan energi yang bagus, dan ia juga akan terus memperbaiki dirinya,” tandasnya.

Schneiderlin juga beri pujiannya kepada pemain Everton lainnya, yaitu Idrissa Gana Gueye. “Saya senang bermain dengan Gana, sama seperti pemain lainnya,” lanjut mantan pemain berusia 27 tahun itu.

“Namun kami memiliki pemahaman yang bagus di luar lapangan, dia teman baik saya. Saya suka membangun permainan dengannya di atas lapangan, karena dia pemain yang sangat bagus,” ujar Schneiderlin.

“Ada begitu banyak pemain di posisi kami, namun saya ingin memiliki duet yang hebat dengannya dan mampu memberikan panggung bagi lini serang kami, dan perlindungan terbaik yang bisa kami lakukan bagi lini pertahanan kami,” tambahnya lagi.

Everton Dalam Tekanan, Ronald Koeman Tetap Tenang

The Toffees telah kehilangan banyak harapan musim ini, setelah mereka kalah dalam empat dari lima pertandingan terakhir mereka di papan atas dan hanya mendapat satu poin dari dua pertandingan di fase penyisihan grup Liga Europa musim ini.

Kekalahan 0-1 dari Burnley di markas sendiri akhir pekan lalu, telah menggarisbawahi perjuangan mereka menjadi buruk meski telah habiskan banyak uang untuk merekrut pemain baru di awal musim ini.

Sementara mengakui tim harus membaik, Koeman bersikeras ingin memperbaiki performa timnya. “Kami tahu kami bermain di bawah level kami, dan hasilnya harus lebih baik,” tulis pemain berusia 54 tahun itu di De Telegraaf.

“Begitu saya pindah dari Southampton ke klub dengan ambisi seperti itu, saya tahu saya bisa berada dalam situasi yang sulit jika hasilnya tidak sesuai dengan investasi,” ungkapnya.

“Saya cukup tenang soal itu, saya lakukan segalanya dengan staf lainnya dan kami bekerja lebih keras untuk mendapat hasil dengan cepat. Saya pelatih yang sama persis seperti beberapa tahun terakhir saat berjalan dengan baik.”

Koeman juga membela penampilan pemain baru, Davy Klaassen, yang diakuisisi 27 juta euro atau sekitar Rp427 miliar dari Ajax. Pemain internasional Belanda itu hanya dua kali bermain selama 90 menit penuh dalam 10 penampilannya di semua kompetisi. Namun, bos Everton itu mengaku tidak punya masalah dalam hal itu. “Orang luar benar-benar meremehkan situasinya,” kata Koeman.

“Anda hanya melihat dan mengerti, saat Anda bekerja atau telah bekerja sebagai pelatih atau pemain dalam kompetisi ini. Selain itu, Davy juga dalam situasi di mana tim tidak berjalan dengan baik, dan kami memiliki lebih banyak pemain yang butuh waktu.”

Pemilik Everton Dukung Penuh Ronald Koeman

Pemilik Everton Farhad Moshiri memberitahu Ronald Koeman bahwa pekerjaannya sebagai manajer di Goodison Park masih aman.

Ronald Koeman dicemooh suporter the Toffees setelah Everton dipermalukan Burnley, 0-1, di kandang sendiri akhir pekan lalu. Mereka kini telah alami empat kekalahan dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris, dan hanya terpaut dua poin di atas zona degradasi.

Setelah melihat Koeman habiskan 150 juta poundsterling (Rp2,69 triliun) untuk membangun kembali skuadnya selama musim panas lalu, beberapa pendukung The Toffees meminta agar Koeman dipecat.

Namun pemegang saham mayoritas klub tersebut, Farhad Moshiri, malah katakan kepada presenter talkSPORT, Jim Richards, bahwa pelatih asal Belanda itu mendapat dukungan penuh darinya.

“Kami berada dalam kondisi buruk, tapi kami telah bermain melawan empat klub pesaing gelar – tiga di antaranya laga tandang. Burnley jadi satu-satunya kekalahan yang tak terduga,” ujar Moshiri.

“Empat laga prakualifikasi Liga Europa dan dua pertandingan grup pada hari Kamis belum membantu. Ada kelelahan mental dan fisik, serta tujuh pemain yang cedera,” tambahnya.

“Ini jadi hari-hari awal dan Koeman mendapat dukungan total dari saya. Kami punya penggemar hebat dan mereka pantas mendapatkan yang lebih baik. Kami tahu harapan dari para fans kami yang jujur ​​dan obyektif dan kami tidak akan mengecewakan mereka,” ujar Moshiri.

Kegagalan dalam mencari pengganti striker mematikan, Romelu Lukaku, di musim panas lalu telah merugikan Everton. Klub itu hanya mencetak empat gol di Liga Primer musim ini – tiga gol lebih sedikit dari yang dicatatkan pemain asal Belgia itu untuk Manchester United.

Sementara, Oumar Niasse telah membuat The Toffees mengeluarkan biaya 13,5 juta pounds (Rp242 miliar), tapi dia bahkan belum berikan kontribusi apa-apa untuk klub di musim ini. Pemain asal Senegal itu hanya beri satu momen positif bagi Everton, saat dua golnya membuat Everton bangkit dari ketertinggalan dan kalahkan Bournemouth dengan skor 2-1.

Ronald Koeman Coret Striker Penyelamat Everton

Ronald Koeman tak ikut-sertakan Oumar Niasse dalam skuad Everton yang akan menjamu Apollon Limassol di Liga Europa, Jumat (29/9) dinihari, walau ia pernah persembahkan kemenangan.

Striker asal Senegal itu sukses mencetak salah satu gol kemenangan The Toffess, saat tim tersebut bertemu Sunderland di Carabao EFL Cup.

Saat itu, Niasse masuk sebagai pemain pengganti dan ia kembali perlihatkan penampilan apiknya saat Everton bertemu Bournemouth, dengan memborong dua gol penyelamat sekaligus.

Namun, Niasse tidak disertakan dalam skuad Koeman yang akan menjamu Apollon di Goodison Park, Jumat (29/9) dinihari WIB, dan ini menimbulkan tanda tanya besar.

Manajer asal Belanda itu sendiri beralasan, para pemain kesukaannya sudah bisa tampil sehingga Oumar Niasse tidak perlu dilibatkan. “Kami harus membuat keputusan itu sejak lama. Saat itu, situasi (Niasse) tidak sama seperti situasi saat ini,” ujar Koeman dalam sebuah konferensi pers.

“Dalam hidup, Anda tidak akan mendapat kesempatan kedua, dan Anda harus memutuskan. Keputusan tersebut saat itu dibuat karena beberapa pemain tidak tersedia. Mungkin dalam beberapa pekan (mereka akan kembali), dan Anda harus membuat keputusan berbeda,” tambahnya.

Liga Europa  - Ronald Koeman Coret Striker Penyelamat Everton

Everton hingga saat ini belum pernah meraih satu poin pun, usai kalah dari klub Italia Atalanta di pertemuan pertama Grup E fase penyisihan grup Liga Europa. Demi memperbesar peluang lolos ke babak berikutnya, Koeman tekankan pentingnya sebuah kemenangan di kandang.

“Anda harus menang dalam tiga laga kandang, lalu Anda akan memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya,” ujar pelatih asal Belanda ini.

Sementara itu, pemain bertahan Mason Holgate yakin rekan-rekannya selalu dalam kepercayaan diri yang tinggi dan penuh keyakinan dalam bermain. “Kami lakoni awal musim yang sulit. Tapi sebagai tim, kami tak pernah khawatir tidak bisa bangkit bersama-sama,” ujar Holgate.

Layak Kartu Merah Gak Nih, Penyikut Wayne Rooney?

Wayne Rooney tampak berdarah sangat banyak di mata kirinya usai disikut pemain Bournemouth, Simon Francis … tapi wasit tidak menyatakan itu sebagai pelanggaran.

Martin Atkinson mengizinkan permainan terus berlanjut di Goodison Park, namun mantan striker Man United itu dengan jelas tampak marah saat darah terus mengalir dari matanya.

Sambil berdiri di pinggir jalan, Rooney memberi isyarat pada ofisial keempat – bagaimana ia terkena sikutan Francis.

Insiden tersebut terjadi menjelang akhir babak pertama melawan Bournemouth, saat Rooney dan Francis bentrok saat mencoba berebut satu bola sundulan.

Saat bola akhirnya keluar dari permainan, Roo muncul dengan darah mengalir di wajahnya sebelum keluar lapangan untuk melakukan perawatan.

Dua menit kemudian, mantan striker timnas Inggris itu kembali muncul, sangat marah karena tidak ada hukuman bagi Francis.

Liga Inggris  - Layak Kartu Merah Gak Nih, Penyikut Wayne Rooney?
Rooney dan Francis, Everton vs Bournemouth

Hanya dua menit sebelum babak pertama usai, luka Rooney kembali terbuka kembali setelah satu tantangan oleh Adam Smith.

Sekali lagi, Roo dibiarkan berdarah berat dan dipaksa untuk menerima perawatan bermenit-menit lamanya dari petugas medis Everton.

Rooney, yang digantikan sesaat setelah babak pertama, sangat marah karena insiden tersebut. Dia memberi isyarat kepada wasit dengan siku sebelum meminta dua perawatan terpisah, termasuk pergantian jersey dan celana pendek.

“Ini adalah lengannya, tidak benar-benar dengan niat, tapi ya itu di atas matanya dan itu benar-benar [luka] terbuka,” tambah Koeman.

“Dokter mengatakan kepada saya di babak pertama jika terjadi lagi kami perlu menggantiknya. Saya menggantikan karena kami membutuhkan sesuatu yang berbeda.”

Lihat adegan saat Rooney disikut matanya. Apakah itu kesengajaan?

Bos Bournemouth Eddie Howe bersikeras tidak kesengajaan dalam tantangan itu. “Saya hanya melihatnya, tapi Simon memusatkan perhatian pada bola dan saat Anda melompat setinggi itu Anda perlu memanfaatkannya dan lengannya tinggi,” katanya.

“Dia mengenai Wayne tapi sama sekali tidak bermaksud melukai sang pemain. Saya bisa mengatakannya dengan pasti.”

Ini adalah berita buruk terbaru untuk Rooney, setelah dia terkena larangan mengemudi selama dua tahun ke depan dan kepadanya diperintahkan melakukan layanan masyarakat sebanyak 100 jam awal pekan ini.

Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris itu tertangkap basah mengemudi sembari mabuk dan kadar alkohol di darahnya mencapai tiga kali batas normal pada awal bulan ini.

Oumar Niasse turun dari bangku cadangan untuk mencetak dua gol pertamanya di Liga Inggris untuk Everton guna membalikkan permainan. Mereka tertinggal lebih dulu setelah Josh King mencetak gol pembuka Bournemouth sesaat setelah babak pertama berakhir.

Lihat Wayne Rooney Disikut Sampai Hampir Buta

Wayne Rooney menderita cedera mata yang mengerikan saat Everton menang 2-1 atas Bournemouth. Ia dipaksa meninggalkan lapangan dengan darah mengalir dari matanya.

Rooney terkena sikutan ke wajah dari bek Bournemouth Simon Francis, menyusul satu tantangan bola atas dan darah bisa terlihat mengalir dari luka di sekeliling matanya.

Mantan kapten Inggris itu membutuhkan perawatan bermenit-menit dari staf medis klub sebelum dia diizinkan untuk bergabung kembali dalam permainan tersebut.

Rooney memprotes keras ke wasit Martin Atkinson atas tantangan tersebut, namun ofisial pertandingan tersebut menolak memberikan hukuman kepada Francis.

Mantan striker tim nasional Inggris itu mengalami lebih banyak masalah hanya dua menit sebelum babak pertama berakhir ketika lukanya terbuka kembali setelah menghadapi tantangan dari Adam Smith.

Rooney membutuhkan lebih banyak waktu perawatan dari petugas medis Everton setelah lebih banyak darah mengalir di wajahnya.

Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris itu akhirnya meninggalkan lapangan pada menit ke-55 dan manajer Ronald Koeman berharap bisa cukup fit untuk pertandingan berikutnya melawan Apollon Limassol di Liga Europa, Kamis.

Koeman mengatakan: “Kami tahu ini akan sulit bagi babak kedua, menghabiskan begitu banyak waktu di babak pertama tapi saya harus melakukan penggantian. Mudah-mudahan dia akan baik-baik saja untuk pertandingan berikutnya.”

Mantan wasit Premier League, Graham Poll, berpendapat wasit Atkinson sudah membuat keputusan yang tepat dengan tidak mengusir Francis keluar lapangan menyusul tantangan yang tampak buruk tersebut.

Poll, berbicara di BT Sport, mengatakan: “Ini tindakan yang tidak disengaja. Jika seorang pemain ingin menghantam seseorang dengan lengannya, mereka cenderung mengepalkan tinjunya untuk memberinya lebih banyak kekuatan.”

Liga Inggris  - Lihat Wayne Rooney Disikut Sampai Hampir Buta
Wayne Rooney vs Francis, Everton vs Bournemouth

Everton dan Hajduk Split Sama-sama Terkena Denda

Denda untuk Everton dan Hajduk Split itu dijatuhkan oleh UEFA setelah kerumunan penonton merusak jalannya pertandingan play-off Liga Europa di Goodison Park bulan lalu.

Penggemar Hajduk masuk ke lapangan dan melemparkan benda-benda sehingga memaksa pertandingan dihentikan di menit ke-33 pada laga 17 Agustus itu.

Klub Kroasia tersebut kini harus membayar sekitar Rp 634 juta, sementara Everton dijatuhi denda Rp 158,5 juta.

Hajduk juga telah diperintahkan untuk menghubungi Everton dalam waktu 30 hari ke depan guna membayar “penyelesaian kerusakan yang diakibatkan oleh para pendukungnya”. Sejumlah kursi dilaporkan dirusak saat laga itu berlangsung.

Everton, yang didakwa oleh UEFA untuk lemparan benda-benda ke atas lapangan yang dilakukan suporternya, memenangkan pertandingan itu dengan skor 2-0 sebelum mencatatkan hasil imbang kedua 1-1 di Kroasia untuk lolos ke babak penyisihan grup.

Di tempat lain, UEFA masih menyelidiki kerumitan masalah dalam pertandingan grup Liga Europa antara Arsenal vs Koln di Emirates Stadium pada 14 September lalu.

Klub Jerman yang tampil buruk di liga domestik itu menghadapi empat tuduhan, termasuk kerusuhan yang dilakukan fansnya, penyalaan kembang api suar, sementara Arsenal menghadapi tuntutan atas tangga stadion yang terblokir.

Pertandingan ditunda satu jam karena ribuan penggemar Koln tiba di London tanpa tiket. Mereka bernyanyi, bersorak-sorak dan memadati jalanan ibukota Inggris itu di sekitar Stadion Emirates.

Sementara itu Spartak Moscow telah dijatuhi denda Rp 950 juta dan dilarang menjual tiket ke fansnya untuk pertandingan tandang Liga Champions berikutnya di Sevilla pada 1 November.

Itu terjadi setelah sebuah kembang api suar ditembakkan ke arah wasit saat pertandingan Liga Champions mereka yang berakhir imbang 1-1 melawan tim Slovenia, Maribor, pada 13 September.

Bos Sevilla Eduardo Berizzo juga telah diskors untuk satu pertandingan Liga Champions setelah ia dikartumerah saat melawan Liverpool karena membuang bola pada laga imbang 2-2 di Anfield, 13 September lalu.

Manchester United vs Everton, Catatan Buruk Tim Tamu

Empat gol kemenangan United masing-masing dicetak Antonio Valencia di menit ke-4, serta tiga gol di menit-menit terakhir yang masing-masing dibukukan Henrikh Mkhitaryan di menit 83, Romelu Lukaku satu menit sebelum pertandingan usai plus gol Anthony Martial yang tercipta dari titik putih tepat di menit 90.

Hasilnya, berkat kemenangan itu Manchester United kini menempel ketat rival sekotanya, Manchester City, yang sama-sama kantongi nilai 13 poin dalam lima pertandingan.

“Tentu saya sangat senang dengan hasil ini. Hasil yang sangat berarti bagi kami. Pada 30 hingga 35 menit pertama, mungkin itu jadi penampilan terbaik kami musim ini,” ujar pelatih MU, Jose Mourinho, usai pertandingan.

Berikut ini beberapa fakta menarik usai laga Manchester United vs Everton, seperti dilansir dari laman BBC Sport:

  • Manchester United kini telah kalahkan Everton sebanyak 34 kali di Liga Premier, sebuah rekor yang sama dengan jumlah kemenangan United atas Aston Villa. 
  • Pada usaha keenamnya di Liga Premier, Jose Mourinho akhirnya bisa kalahkan Ronald Koeman. Mourinho akhiri lima pertandingan tanpa kemenangan saat timnya melawan pelatih asal Belanda itu, dengan catatan sebelumnya empat kali imbang dan sekali kalah.
  • The Toffees tanpa kemenangan dalam 11 pertandingan tandang terakhir mereka di Liga Premier (lima kali imbang dan enam kali kalah), dan itu merupakan penampilan terburuk mereka sejak Mei 2004, yang juga torehkan 11 kali tak pernah menang di laga tandang.
  • Romelu Lukaku telah mencetak lima gol dalam lima penampilan pertamanya untuk Manchester United di Liga Premier. Ini jadi rekor yang hanya bisa diimbangi Louis Saha dan Robin van Persie.
  • Everton selalu gagal mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun di semua kompetisi, untuk pertama kalinya sejak April 2006 lalu.

Juan Mata: Aneh Jadi Lawan Wayne Rooney

Manchester United dijadwalkan untuk menyambut Everton di Old Trafford, Minggu (17/9), hanya beberapa hari setelah MU menjamu FC Basel di ajang Liga Champions di tengah pekan ini.

Rooney yang jadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Manchester United, akan hadapi mantan timnya untuk kali pertama sejak ia akhiri masa jabatannya selama 13 tahun di Old Trafford dan kembali ke Everton.

The Toffees tanpa kemenangan liga sejak hari pembukaan musim ini, dan telah menderita kekalahan berturut-turut dari Chelsea dan Tottenham Hotspur di Liga Primer Inggris. Namun, Juan Mata mewaspadai ancaman yang bisa mereka hadapi saat hadapi Everton nanti.

“Mereka baru saja alami kekalahan telak saat melawan Tottenham, tapi mereka telah datangkan pemain yang sangat bagus, dan tentu saja mereka memiliki pemain seperti Wayne Rooney,” tulis Mata dalam blog mingguannya, One Hour Behind.

“Saya harap, Old Trafford akan menyambut Rooney sesuai dengan keinginannya,” lanjut Mata.

“Aneh rasanya melihat Wayne bermain dengan seragam yang berbeda jujur ​​saja. Tapi inilah keputusan yang dia buat pada musim panas lalu, dan kami berharap dia mendapatkan yang terbaik,” tandasnya.

Sementara itu, kompetisi Liga Champions kembali ke Old Trafford setelah absen satu tahun. MU akan hadapi FC Basel di laga pembuka, dan Mata sangat antusias untuk sekali lagi bersaing melawan klub elit Eropa.

“Penyisihan grup Liga Champions sudah dimulai dan kami kembali ke sana, dengan tim terbaik di Eropa, tempat di mana Manchester United harus berada,” ujar Mata.

“Kami melewatkannya musim lalu – meskipun kami akhirnya menjuarai Liga Europa setelah kalahkan Ajax Amsterdam di final yang digelar di Friends Arena, Stockholm – dan sekarang saatnya untuk bersaing di level tertinggi,” pungkasnya.

Arsenal, Everton dan Juventus Berebut Wonderkid Korea Utara

Dua klub Liga Premier; Arsenal dan Everton, tengah siaga penuh saat mereka kirimkan pemandu bakatnya untuk memantau situasi Han Kwang-song milik Cagliari, yang saat ini tengah dipinjamkan ke Perugia.

Pemain berusia 18 tahun itu telah mengguncang sepak bola Italia, sejak ia menjadi pemain pertama dari Korea Utara yang berlaga di Italia. Dipinjamkan ke Perugia musim ini, Han yang kelahiran Pyongyang berhasil mencetak hattrick dalam debutnya di Serie B melawan Entella bulan lalu.

Pelatih The Gunners, Arsene Wenger, dan arsitek klub The Toffees, Ronald Koeman, kini sama-sama telah mengirim pemandu bakat untuk memonitor situasi striker tersebut, yang berada di bawah kontrak Cagliari sampai 2022 mendatang.

Ternyata jawara Serie A Italia, Juventus, juga memantau kemajuan pemain tersebut. Negara asal Han belakangan ini tengah memicu kemarahan global, karena lakukan ujicoba bom nuklir terbarunya yang melampaui wilayah timur Hokaido, Jepang, pada akhir pekan lalu.

Korea Utara yang dipimpin Kim Jong-un saat ini tengah terancam sejumlah sanksi internasional yang berat. Sementara senator Italia, Antonio Razzi, yang mengklaim telah menemukan Han Kwang-song di Korea Utara, anehnya telah mengirim pesan selamat kepada Kim Jong-un.

Pemain yang baru akan berusia 19 tahun pada 11 September 2017 itu, telah catatkan dua penampilan untuk timnas senior Korea Utara. Sebelumnya, ia juga sempat memperkuat Timnas U-17 dan U-19 Korut.

Cagliari datangkan Han dari Chobyong Sports Club, Korea Utara, Januari 2017 lalu. Han Kwang-song telah mencetak empat gol hanya dalam dua pertandingan untuk Perugia pada musim 2017/18, sementara ia juga catatkan satu gol dalam lima pertandingan untuk Cagliari pada akhir musim lalu.

Ini Alasan Wayne Rooney Pensiun dari Timnas Inggris

Wayne Rooney mengklaim bahwa ia memutuskan untuk pensiun dari Timnas Inggris untuk bersiap menghadapi peningkatan jumlah waktu bermain yang ia harapkan di klub barunya, Everton.

Rooney, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Inggris, memutuskan untuk keluar dari kancah internasional sebelum laga kualifikasi Inggris melawan Malta dan Slovakia pekan ini.

Dan dalam sebuah wawancara dengan Talksport, Rooney mengatakan bahwa alasannya adalah karena dia ingin tetap fit setelah bergabung dengan Everton di musim panas dan ia mengharapkan lebih banyak waktu bermain.

“Saya sedang memikirkan Timnas Inggris sepanjang musim panas, dan saya pikir ini adalah saat yang tepat. Dengan jumlah pertandingan di Liga Europa musim ini saya akan bermain lebih banyak, dan jeda internasional akan memberi saya kesempatan untuk pulih lebih baik dan siap. Itu jelas keputusan yang sulit, tapi saya pikir ini adalah saat yang tepat. ”

Dalam sebuah wawancara lebih lanjut, Rooney juga berbicara tentang uang transfer yang nilainya fantastis di sepakbola modern – dan teknik manajerial yang digunakan di Manchester United oleh mantan manajernya, Sir Alex Ferguson.

Rooney mengatakan, “Ini sepakbola, klub menghasilkan banyak uang seperti pertandingan sudah tidak penting lagi. Penting untuk mendapatkan keseimbangan dengan benar.”

“Saya ingat dengan Alex Ferguson, jika Anda berusia di bawah 25 tahun, Anda tidak dapat memiliki mobil sport. hal-hal kecil seperti itu, hanya untuk agar anda memiliki kedisiplinan, dan pemain yang lebih tua bisa membantu dalam hal itu.”

Rooney memberi gambaran tentang kehidupan di bawah peraturan Ferguson, ia mengatakan bagaimana perhatiannya pada pemain – terutama kepadanya dan Ryan Giggs – menjadikannya pemain yang lebih baik.

“Saya sudah di kamar ganti dengan pemain yang memiliki air mata mengalir di wajah mereka karena manajer telah pergi meninggalkan mereka dan mereka tidak dapat mencegahnya. Saya juga pernah di sana, di mana Alex Ferguson telah menemani saya. Ini mengantar saya untuk menaiki jenjang karir saya dan membuat saya menginginkannya lebih.”

“Mungkin saya dan Giggsy, lebih dari siapa pun, adalah dua pemain yang paling banyak mendapat perhatiannya; Dia tahu jika dia memperhatikan kami berdua, maka kami akan melakukannya dan memperbaiki penampilan kami.”

Kemudikan Mobil Sambil Mabuk, Wayne Rooney Dicokok Polisi

Menurut laporan BBC, Wayne Rooney dihentikan polisi di dekat rumahnya di Cheshire, Kamis (31/8) malam waktu setempat. Beberapa waktu sebelumnya, Rooney diketahui tengah bersenang-senang di sebuah bar.

Bintang Everton diyakini telah tiga kali melewati batas jalan saat ia dihentikan polisi di wilayah Chester pada pukul dua pagi waktu setempat, setelah bersenang-senang bersama mantan rekannya di Manchester United, Wes Brown.

Sementara menurut laporan the Sun, striker tersebut dilaporkan terlihat berpesta bersama Wes Brown, setelah sebelumnya makan-makan di sebuah restoran Italia pada sore harinya.

Setelah berpesta selama berjam-jam di Bubble Room, Rooney dan rombongan sempat pindah tempat dan kembali berpesta hingga pukul dua pagi. Dari sinilah, di sekitar Jalan Altrincham, dia ditangkap polisi saat tengah mengendarai VW Beetle warna hitamnya.

“Wayne Rooney, yang berusia 31, dari Collar House Drive, Prestbury, didakwa telah mengemudi dalam kondisi mabuk dan melebihi batas yang ditentukan,” demikian pernyataan polisi mengenai penangkapan tersebut.

Liga Inggris  - Kemudikan Mobil Sambil Mabuk, Wayne Rooney Dicokok Polisi

Namun, Rooney akhirnya dibebaskan dengan jaminan dan dijadwalkan hadir di Pengadilan Stockport pada 18 September mendatang.

Rooney, 31, baru saja tinggalkan Timnas Inggris pada pekan lalu, setelah ia mencetak rekor mencetak gol negaranya dengan 53 gol dalam 119 penampilan. Dia juga baru saja bergabung kembali dengan klub masa kecilnya, Everton, musim panas ini, setelah 13 tahun menuai sukses di Manchester United.

Kiper Everton Urung Bela Timnas Inggris

Kiper Everton Jordan Pickford urung membela Timnas Inggris di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018, saat the Three Lions hadapi Malta dan Slovakia. Pemain muda berusia 23 tahun itu dinyatakan alami cedera otot.

Jordan Pickford yang belum pernah membela timnas senior itu alami cedera otot paha, saat membela Everton akhir pekan kemarin. Saat itu, skuad Ronald Koeman tersebut kalah 0-2 dari Chelsea di pertandingan ke tiga Liga Premier.

Meski demikian manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate, sampai saat ini belum memanggil penggantinya. Pasalnya, Timnas Inggris saat ini sudah punya Joe Hart, Jack Butland dan Tom Heaton.

Inggris dijadwalkan untuk bertanding melawan Timnas Malta pada Jumat (1/9) waktu setempat, sebelum menjamu Slovakia pada 4 September 2017.

“Setelah melapor ke St George Park pada Minggu (27/8) malam lalu, pemain berusia 23 tahun itu akan jalani pemeriksaan atas cedera otot yang dialaminya saat ia membela klubnya,” demikian pernyataan resmi FA terkait Pickford.

“Setelah berdiskusi dengan tim medis dari Timnas Inggris dan Everton, diputuskan bahwa pemain itu akan kembali ke tempat latihan Everton di Finch Farm untuk jalani perawatan lebih lanjut,” lanjut pernyataan FA.

Sejauh ini, Pickford belum memulai debut internasional seniornya. Namun, dia sempat berada di bangku cadangan saat Inggris jalani Kualifikasi Piala Dunia melawan Slovenia dan Skotlandia pada Oktober dan November 2016.

Usai Playoff Liga Europa, Everton Pinang Pemain Hajduk Split

Everton berharap segera rampungkan kesepakatan senilai 10 juta Poundsterling atau sekitar Rp172 miliar untuk penyerang remaja Hajduk Split, Nikola Vlasic.

Everton rupanya kepincut melihat penampilan pemain Timnas Kroasia U-21 yang baru berusia 19 tahun itu. Padahal, the Toffees baru dua kali melihat permainannya di babak playoff Liga Europa yang baru lalu. Tapi, Vlasic memang tampil mengesankan di lini tengah dan depan Hajduk.

Vlasic disebut-sebut telah membuat manajer Everton, Ronald Koeman, terkesan.  Begitu juga dengan direktur sepakbola Everton, Steve Walsh, yang ikut menyaksikan pertandingan kualifikasi Liga Europa terakhir mereka melawan Hajduk.

Koeman pun bertekad untuk datangkan striker dan bek kiri asal Kroasia itu, sebelum batas waktu transfer, Kamis (31/8) pekan ini.

Everton telah jalani jendela transfer yang produktif, di antaranya dengan datangkan pemain Swansea City yang pecahkan rekor transfer klub, Gylfi Sigurdsson. Selain itu, Everton juga berhasil datangkan kembali Wayne Rooney dari Manchester United, serta datangkan bek tengah Michael Keane dan kiper Jordan Pickford.

Everton juga telah datangkan gelandang Davy Klaassen seharga 23,6 juta Pounds, dan striker Sandro Ramirez.

Namun, Everton kehilangan striker andalannya, Romelu Lukaku, yang memilih bergabung dengan Manchester United. Manajer the Toffees Ronald Koeman pun telah mengindikasikan bahwa ia berharap Ross Barkley akan tinggalkan klub tersebut.

Alvaro Morata Ukir Sejarah di Liga Premier

Dalam laga ini, Alvaro Morata membela Chelsea sejak awal babak pertama. Ia baru digantikan Michy Batshuayi di menit ke-78. Selama itu pula, pemain Timnas Spanyol itu berhasil tunjukkan permainan menterengnya, membantu tim dan juga mencetak gol sebelum jeda turun minum.

Morata mencetak gol ke dua Chelsea tepat di menit 40, setelah sebelumnya Cesc Fabregas – yang baru bermain setelah jalani suspensi, mencetak gol pembuka kemenangan the Blues di menit 27.

Morata berhasil bermain padu dengan Fabregas, sodorkan bola dengan tandukannya untuk rekan senegaranya itu, hingga Fabregas sukses membuka kemenangan the Blues dalam laga di Stamford Bridge.

Lalu, Morata Morata mencetak gol atas namanya setelah ia menerima umpan silang dari Cesar Azpilicueta, dan membuat skor Chelsea berubah menjadi 2-0 lima menit sebelum jeda.

Satu gol dan satu assist yang diciptakan Morata dalam penampilan keduanya di Stamford Bridge, adalah pengulangan aksinya yang juga ia tampilkan di laga perdananya di kandang Chelsea. Dalam laga pembuka melawan Burnley, Morata memiliki satu assist dalam dua gol the Blues saat itu. Sayangnya, ia tak mampu menyelamatkan Chelsea dari kekalahan 2-3 dari tamunya tersebut.

Torehan Morata tersebut membuat mantan pemain Real Madrid itu telah mengukir sejarah di Liga Premier, sebagai pemain pertama yang mencetak gol dan assist dalam dua pertandingan kandang pertamanya berturut-turut.

Saat datang ke Stamford Bridge, Morata teken kontrak untuk menjadi pengganti Diego Costa – striker yang dibuang Antonio Conte meski ia jadi pemain andalan di musim lalu. Fans Chelsea pun sangat berharap Morata bisa terus pecahkan rekor bersama the Blues dan jadi striker andalan yang baru.

Chelsea: Suspensi, Cedera, Susunan Pemain Kontra Everton

Berikut ini semua yang perlu Anda ketahui menjelang bentrokan di Liga Premier antara Chelsea dan Everton di Stamford Bridge, Minggu (27/8) malam WIB.

Chelsea mencari kemenangan kandang pertama mereka di musim ini, dalam laga melawan Everton di Stamford Bridge. Ini tentunya akan jadi modal bagi the Blues dalam perjuangannya mempertahankan gelar ke enam mereka di Liga Primer.

Chelsea kalahkan Tottenham 2-1 di laga perdana yang dimainkan di luar Stamford Bridge. Sementara itu Everton belum terkalahkan sejauh musim ini, dengan menangkan pertandingan pembuka melawan Stoke City, 1-0, sebelum imbang 1-1 di kandang Manchester City.

Chelsea pastinya berharap untuk berikan fans mereka tripoin lagi, setelah kalah secara mengejutkan di pertandingan kandang pertama mereka musim ini melawan Burnley.

Cedera Chelsea

Pedro kembali dari cedera pergelangan kaki. Sementara Eden Hazard sudah mendekati bugar, meski dia tidak mungkin dilibatkan di laga ini. Pelatih Antonio Conte mengatakan, ia akan membawa pemain dari tim Chelsea U-23 untuk hadapi Everton.

Diego Costa telah diperintahkan kembali ke Cobham untuk berlatih, tapi dia masih berada di Brasil. Dia tidak punya kesempatan untuk bermain melawan Everton, dan diharapkan akan dijual dalam beberapa hari mendatang.

Suspensi Chelsea

Gary Cahill masih jalani suspensi setelah kartu merah yang diterimanya dalam laga kandang melawan Burnley. Sementara itu, Cesc Fabregas sudah kembali dari skorsing.

Victor Moses juga sudah kembali saat Chelsea hadapi Tottenham Hotspur dan akan bermain di pertandingan kandang pertamanya musim ini, setelah absen dalam pertandingan melawan Burnley.

Perkiraan Susunan Pemain

Chelsea gunakan formasi 3-5-2 melawan Tottenham yang mengesankan,  dan membuat mereka raih poin sempurna. Conte umumnya lebih suka menggunakan formasi 3-4-3, saat dia memiliki skuad yang mendukung. Tapi, dia mungkin akan kembali ke sistem favoritnya itu dalam laga melawan Everton, dengan lebih banyak pemain yang sudah kembali dari cedera.

Moses menunjukkan kepada Spurs bahwa dia adalah kunci yang berikan Chelsea keseimbangan, dan Pedro bisa menjadi starter lagi untuk membiarkan timnya bermain dengan tiga penyerang.

Alvaro Morata jadi starter dalam laga melawan Tottenham, dan dia kemungkinan akan melanjutkannya saat hadapi Everton. Conte dihadapkan pada keputusan untuk memilih pemain lini tengah, dengan tanda tanya atas siapa yang harus menjadi mitra N’Golo Kante.

David Luiz kemungkinan akan kembali bermain sebagai bek tengah, meski dia bermain di lini tengah dalam laga melawan Spurs.

Chelsea (3-4-3) : Thibaut Courtois ; Antonio Rudiger, David Luiz, Cesar Azpilicueta; Marcos Alonso, Tiemoue Bakayoko, N’Golo Kante, Victor Moses; Pedro Rodriguez, Alvaro Morata, Willian.