Bos Manchester City Marah Menang Tipis

Yaya Toure akui tajamnya lidah Josep ‘Pep’ Guardiola sempat panaskan ruang ganti Manchester City, hanya karena City menang tipis 1-0.

Saat ini, The Citizens sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai jawara Grup F, dengan raih poin sempurna sebanyak 15 poin dari lima laga.

Pada skuad City sudah dipastikan lolos ke babak berikutnya jelang laga versus Feyenoord, Guardiola lakukan tujuh perubahan di starting lineup Kamis kemarin. Pertandingan pun sempat diyakini akan berakhir imbang, untuk pertama kalinya bagi City, di ajang Liga Champions ini, sebelum akhirnya Raheem Sterling mencetak gol di menit 88.

Namun, ternyata kemenangan tersebut membuat Guardiola kesal karena merasa anak asuhnya telah berpuas diri. Padahal, ia pernah mewanti-wanti para pemainnya untuk tidak berpuas diri usai menang 2-0 kontra Leicester City.

“Wajar jika Anda terkadang sedikit, atau malah merasa unggul dan arogan, khususnya saat Anda masih berusia muda,” ujar Yaya Toure usai pertandingan.

“Anda terlihat hebat dan merasa yang paling jago. Padahal Anda harus berhati-hati, sebab tim sederhana seperti Feyenoord bisa mengejutkan Anda. Tentu saja pada akhir pertandingan manajer marah pada tim. Kami seharusnya bisa lebih baik,” tambah gelandang veteran itu.

“Kami seharusnya bisa mencetak gol [lebih banyak], karena banyaknya peluang yang ada. Kami bermain malas-malasan. Padahal, seharusnya kami tetap fokus dan menghargai lawan,” ujarnya.

Disinggung mengenai performa Manchester City yang mampu raih 34 dari kemungkinan 36 poin di Liga Inggris, Yaya Toure yakin rekan-rekannya harus terus membuktikan diri. “Saya harus terus berpikiran positif. Saat Anda melihat tim-tim papan atas lainnya, mereka sedikit kesulitan,” tambah Toure.

“Ketika saya menyaksikan Juve, Madrid, Barca atau tim-tim seperti itu, kami merasa lebih kuat dan lebih baik. Statistik tidak berarti apa-apa. Kami harus berhadapan dengan mereka untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan kami,” tandasnya.

Napoli vs Feyenoord, Ayo Cari Kemenangan Pertama!

Sama-sama menelan kekalahan di laga pembuka, kedua tim ini bertekad untuk meraih kemenangan pertama pada pertemuan kali ini.

Sudah seharusnya kubu Napoli bisa menang dengan mudah, karena mereka diuntungkan sebagai tuan rumah. Namun, mengingat ini merupakan pertemuan pertama Napoli dengan Feyenoord, siapa sangka justru tim tamu yang akan mencuri poin di laga ini.

Berikut beberapa fakta menarik jelang pertandingan Napoli vs Feyenoord, seperti dilansir dari laman UEFA:

Head to head

Ini merupakan pertemuan pertama di ajang Liga Champions. Keduanya belum pernah bertemu di sepanjang sejarah kedua tim.

Napoli

  • Napoli berada di penyisihan grup untuk tahun kedua berturut-turut. Pada 2016/17, Partenopei kalah dari juara bertahan Real Madrid di babak 16 besar.
  • Kekalahan musim lalu dari Real Madrid hanya menjadi kekalahan kedua Napoli dalam 22 pertandingan terakhir mereka di kompetisi Eropa (14 kali menang dan enam kali imbang).
  • Pada penyisihan grup tahun lalu, Napoli kumpulkan empat poin di kandang sendiri, menang atas Benfica 4-2 tapi kalah 2-3 dari Besiktas.
  • Tim asal Italia itu lolos ke babak grup musim ini dengan kandaskan Nice 2-0, baik di laga kandang maupun tandang di babak play-off.
  • Rekor kandang Napoli melawan tim asal Belanda adalah, sekali imbang dan sekali kalah serta belum pernah menang.

Feyenoord

  • Rekor keseluruhan tim Belanda melawan tim Serie A adalah empat kali menang, imbang empat kali dan kalah empat kali.
  • Feyenoord belum pernah kalahkan lawan-lawannya dari Italia, baik di laga kandang maupun tandang, sejak mereka menang 1-0 atas Inter Milan di leg pertama semifinal Piala UEFA musim 2001/02. Rekor mereka sejak itu adalah tiga kali imbang dan dua kali kalah.
  • Kemenangan 3-0 di R. Standard de Liege di babak penyisihan grup Liga Europa UEFA pada 12 Desember 2014 merupakan kemenangan tunggal Feyenoord dalam 15 laga tandang Eropa terakhir mereka.
  • Kemenangan tandang terakhir Feyenoord di Liga Champions, babak penyisihan grup ke final, adalah kemenangan 1-0 di Newcastle United pada 24 September 2002.
  • Setelah mengangkat trofi Eredivisie pertama dalam 18 tahun terakhir, Feyenoord sekarang berada di babak 32 besar Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2002/03, saat mereka tereliminasi di babak penyisihan grup pertama.