Barcelona Ajukan Banding untuk 2 Pemain Ini

Dalam laga kontra Leganes akhir pekan lalu, Gerard Pique diganjar kartu kuning di babak pertama atas pelanggaran yang dilakukannya terhadap Nordin Amrabat. Manajer Barcelona, Ernesto Valverde, langsung gambarkan kartu kuning tersebut sebagai sesuatu yang ‘berlebihan’.

Tapi, jika banding ini tidak berhasil, Pique dipastikan akan absen dalam duel dua tim papan atas di kandang Valencia, Senin (27/11) dinihari WIB.

Maka, untuk pastikan Barca datang ke Mestalla dengan tim yang kuat, Barca siap ajukan banding untuk kartu kuning dua pemainnya itu. “Barcelona menginformasikan, pihak klub telah putuskan untuk ajukan banding ke komite kompetisi untuk kartu kuning yang diterima Gerard Pique dan Luis Suarez selama pertandingan melawan Leganes,” demikian ungkap Barcelona dalam pernyataan resminya.

Tanpa bek tengah Timnas Spanyol, Gerard Pique, Valverde kemungkinan akan dipaksa untuk memberi kesempatan bermain pada Thomas Vermaelen untuk pertama kalinya musim ini, di Mestalla nanti. Pasalnya, bek tengah andalan Barca lainnya, Javier Mascherano, juga tengah absen selama sebulan karena cedera hamstring.

Sementara itu Luis Suarez mendapat kartu kuning karena halangi kiper Leganes, Ivan Cuellar, saat ia mencoba menyapu bola di awal babak kedua. Striker asal Uruguay itu lalu ‘membalas dendam’ dengan rayakan golnya di depan Cuellar, setelah ia mencetak gol keduanya di pertandingan itu. Di kandang Leganes, Suarez berhasil akhiri masa paceklik golnya musim ini.

Saat ini, Barcelona berada di puncak klasemen La Liga dengan 34 poin, hanya dalam 11 pertandingan pembuka musim ini. Barca unggul empat poin dari runner-up klasemen, Valencia.

Selanjutnya, Barca akan lanjutkan usaha mereka di kancah Eropa, saat lakoni laga tandang melawan tim runner-up musim lalu, Juventus, di Turin, dalam laga lanjutan penyisihan grup Liga Champions, Kamis (23/11) dinihari WIB.

Barcelona Tak Bisa Turunkan Gerard Pique di Valencia

Kartu kuning Gerard Pique di pertandingan melawan Leganes, Sabtu (18/11) malam WIB, membuat bek jangkung ini harus absen saat Barcelona melawat ke markas Valencia akhir pekan depan.

Kemenangan 3-0 Barcelona atas tuan rumah Leganes harus dibayar dengan harga yang tidak murah, karena Gerard Pique mendapat kartu kuning kelimanya musim ini.

Itu berarti, bek andalan Barcelona tersebut akan absen di pertandingan selanjutnya ketika Barcelona melawat ke markas tim peringkat kedua, Valencia.

Valencia berhasil memperlihatkan performa impresif di awal musim ini, dan muncul sebagai pesaing dalam merebut gelar juara Liga Spanyol musim ini. Valencia pun berhasil ungguli tim-tim seperti Real Madrid dan Atletico.

Tandang ke markas Valencia tanpa diperkuat bek andalan tersebut, jelas-jelas menjadi kerugian besar bagi Barcelona. Hal itu diakui penyerang El Barca, Luis Suarez.

Meski demikian, Suarez merasa pemain Barca yang lainnya juga punya kemampuan untuk gantikan peran Pique di jantung pertahanan mereka. “Absennya Pique di Mestalla (melawan Valencia pekan depan) merupakan sesuatu yang sangat penting,” ujar penyerang berusia 30 tahun itu.

“Namun, akan ada rekan satu tim yang lain, yang akan mencoba menggantikannya dengan cara terbaik,” tandasnya.

Sementara itu pelatih Ernesto Valverde mengakui, dirinya sadar dengan kemungkinan Pique mendapat kartu di pertandingan melawan Leganes. Namun, ia tak berpikir jika wasit membuat keputusan yang tepat dengan memberi kartu kuning pada Pique.

“Itu keadaan yang bisa terjadi (dalam pertandingan melawan Leganes), dan itu telah terjadi,” ujar Valverde.

“Hal terpenting adalah, pertandingan melawan Leganes. Saya memprotes keras (kartu kuning Pique), karena pemain seperti (penyerang Leganes, Nordin) Amrabat senang melakukan kontak dan bersandar pada bek lawan,” tandasnya.

“Pada penonton berteriak untuk hal itu, dan bagi saya itu justru merupakan pelanggaran (yang dilakukan Amrabat]. Namun, bagaimanapun juga wasit-lah yang memberi keputusan,” ujar Valverde.

Bek Barcelona Bikin Gol Tangan Tuhan, Eh Dapat Kartu Merah

Bek Barcelona Gerard Pique seperti akan memberi timnya keunggulan 2-0 dalam pertarungan Liga Champions tadi malam, namun ia diusir keluar dengan kartu kuning kedua setelah melakukan handball.

Gerard Pique mengira dia telah berhasil mencetak gol dengan gaya tangan Tuhan Maradona saat melawan Olympiakos. Tapi bukan perayaan gol yang ia dapatkan, melainkan kartu merah.

Di akhir babak pertama pertandingan Liga Champions, dengan Barcelona tengah memimpin 1-0, kiper Olympiakos Silvio Proto mengubah bola ke depan jalur lari Pique, yang kemudian membelokkannya ke arah gawang.

Namun, bola sempat menyentuh tangan Pique, dengan bek itu seolah-olah sengaja bergerak menampar bola dengan tubuhnya, meski lengannya tetap menempel di sisi tubuhnya.

Alih-alih memiliki momen “Tangan Tuhan” seperti yang terkenal itu, wasit menunjukkan Pique kartu kuning. Dan, karena itu adalah kuning keduanya setelah menerima satu di menit ke-11, alih-alih menggandakan keunggulan Barca, Pique malah pergi keluar lapangan!

Ini juga merupakan kali pertama bek asal Catalan tersebut diusir di ajang Liga Champions setelah 92 penampilan. Lihat cuplikan adegan ketika Gerard Pique mendorong bola dengan tangannya:

Kabar baik bagi Barcelona adalah bahwa mereka tidak kalah meski kekurangan satu pemain, dan terus unggul 3-0 pada menit ke-65, dengan Lionel Messi mencetak gol ke-100 di ajang Liga Champions.

Barcelona menang 3-1 atas klub Yunani, Olympiakos, tadi malam. Gol-gol diciptakan oleh bunuh diri Dimitrios Nikolaou di menit 18 babak pertama, sebelum gol penentu kemenangan terjadi di menit 61 oleh Messi dan menit 64 Lucas Digne. Gol balasan dari lawan dihempaskan pada menit-menit injury time oleh Dimitrios Nikolaou.

Dengan skor 3-1 ini maka Barcelona kini menghuni posisi teratas Grup D dengan 9 poin, selisih tiga dari JUventus di urutan kedua.

Lionel Messi Bersitegang Dengan Gerard Pique

Lionel Messi dikabarkan berselisih dengan bek Barcelona, Gerard Pique, usai pertandingan imbang 1-1 melawan Atletico Madrid di La Liga, Minggu (15/10) lalu.

Hasil itu membuat Barcelona untuk pertama kalinya meraih satu poin di akhir pekan, di mana Messi tak mampu membawa Blaugrana untuk raih kemenangan di Wanda Metropolitano.

Dalam laga itu, Luis Suarez jadi pahlawan bagi raksasa Catalan tersebut. Bintang asal Uruguay itu batalkan keunggulan sementara Atletico, 1-0, dengan mencetak gol balasan di menit 82.

Meski demikian, hasil imbang tersebut tetap membawa Barcelona bertahan di puncak klasemen La Liga, dan juga catatkan rekor tak terkalahkan di bawah asuhan pelatih Ernesto Valverde.

Tapi media Spanyol, Don Balon, mengklaim semua tidak berakhir dengan baik di belakang layar usai pertandingan. Messi dan Pique dikabarkan bentrok di ruang ganti.

Kabarnya lagi, Messi kesal dengan keterlibatan Pique dalam dunia politik. Mantan bek Manchester United itu jadi pendukung setia kemerdekaan Catalonia, dan telah berulang kali ungkapkan dukungannya.

Don Balon mengatakan, Messi menganggap Pique telah terganggu dengan berbagai hal tersebut saat ia bermain di kandang Atletico akhir pekan lalu.

Sementara itu, wartawan Eduardo Inda juga menyoroti situasi tersebut di stasiun TV El Chiringuito. “Messi takut jalur politik yang telah ditempuh Barcelona bisa pengaruhi penampilan mereka, dan pertandingan imbang melawan Atletico Madrid itulah yang jadi buktinya,” ujar jurnalis tersebut.

“Itulah sebabnya, Messi berseteru dengan Pique, dan mengatakan kepadanya untuk menahan diri dan tidak terlibat dalam urusan politik,” tambah Inda.

Selanjutnya, Barcelona akan kembali beraksi di Liga Champions pada Kamis (19/10) dinihari WIB, dengan hadapi tim asal Yunani, Olympiakos.

2 Pemain La Liga Bikin Pecah Timnas Spanyol

Laporan muncul dari Spanyol bahwa hubungan Gerard Pique dengan kapten timnas Sergio Ramos sudah retak.

Menurut media Spanyol AS, kedua bek tengah tersebut tidak saling berbicara satu sama lain sebagai hasil komentar terbaru sang pemain FC Barcelona mengenai usaha provinsi Catalan untuk memisahkan diri dari Spanyol.

Bek Catalan berusia 30 tahun itu diejek oleh sebagian penonton selama sesi latihan terbuka Spanyol pada hari Senin, dan Situasinya sangat tidak menyenangkan sehingga manajemen tim nasional memutuskan untuk menghentikan latihan setelah hanya 23 menit saja.

Pekan lalu, Ramos mengkritik rekan setimnya karena telah berbicara mengenai referendum kontroversial Catalonia, sebuah provinsi di timur laut Spanyol, yang menginginkan kemerdekaan. Dengan Pique terus menyuarakan pandangannya setelah adegan kekerasan yang pecah hari Minggu di kota Barcelona, ​​sebuah keretakan besar telah berkembang di antara kedua pemain tersebut.

Telah dilaporkan bahwa atmosfir di tim nasional Spanyol “tegang”, dan ada rumor bahwa Pique sangat serius mempertimbangkan masa depannya bersama dengan tim nasional.

Kedua bek, yang saat ini mewakili Barcelona dan Real Madrid, sering kali saling bertikai di masa lalu, tapi selalu berhasil saling memahami perbedaan keduanya saat mewakili negara mereka … sampai sekarang.

Gerard Pique, yang mendukung referendum kemerdekaan Catalan, telah secara terbuka mengkritik sikap keras pemerintahnya terhadap para pemilih pada hari Minggu. Ia sudah mengancam akan berhenti bermain untuk La Furia Roja.

Kritikan si pemain berusia 30 tahun itu tampaknya tidak diterima dengan baik oleh para pendukung Spanyol. Mereka bersiul dan berteriak-teriak agar dia keluar selama sesi latihan tim nasional.

Meskipun situasinya tidak terlalu keras, media Spanyol telah melaporkan bahwa polisi telah menyita spanduk dari kerumunan, salah satunya menggambarkan bek tersebut sebagai “menjijikkan”, sementara penggemar dilaporkan meneriakkan “Pique, lubang pant*t, Spanyol negara Anda … Pique, lubang pant*t, tinggalkan tim nasional.”

Meskipun demikian, pelatih tim nasional Julen Lopetegui telah mengkonfirmasi dukungannya untuk Pique, dan senang dengan bagaimana si pemain Catalan itu telah bertindak sejak hari Minggu.

“Perilaku Gerard luar biasa,” kata Lopetegui kepada stasiun radio Spanyol Cadena COPE.

“Saya ingin melihat bagaimana keadaannya dan saya melihat dia termotivasi dan antusias. Dia baik dan bersemangat, jika tidak seperti itu maka dia tidak akan bersamaku.”

Pique telah membuat 91 penampilan untuk Spanyol sejauh ini, dan merupakan anggota timnas Spanyol ke Piala Dunia 2010 dan bagian dari pemenang Euro 2012.

Gerard Pique Tetap Komitmen pada Spanyol

Pelatih Timnas Spanyol, Julen Lopetegui, minta skuadnya untuk fokus hanya pada sepakbola, terlepas dari munculnya krisis di Spanyol terkait upaya Catalonia untuk  merdeka.

Gerard Pique telah terang-terangan mendukung pemisahan Catalan, dan dicemooh fans pada Senin (2/10) lalu, saat dia berada ke kamp latihan tim nasional di Madrid kualifikasi Piala Dunia 2018.

Namun, Lopetegui katakan dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio lokal COPE, bek tengah yang asli Catalan itu tetap berkomitmen pada Timnas Spanyol. “Tingkah lakunya (Pique) bersama timnas selalu sangat bagus,” kata Lopetegui.

Pelatih itu katakan, pemain berhak untuk ungkapkan pendapat mereka secara pribadi. Namun, tetap harus berusaha hindari ‘situasi tidak menyenangkan’ akibat adanya upaya Catalan untuk melepaskan diri dari Spanyol.

Pique telah bermain hampir 100 kali untuk Spanyol, namun ia berikan suaranya dalam referendum kemerdekaan yang kontroversial di provinsi timur laut Spanyol itu pada Minggu (1/10) lalu.

Gelandang Bayern Munchen yang juga rekan satu tim Pique di Timnas Spanyol, Thiago Alcantara, juga angkat bicara mengenai hal ini. “Ketika saya datang (ke kamp latihan Spanyol) Pique selalu memiliki sikap, komitmen dan kebahagiaan yang sama,” ujar Thiago.

“(Situasi ini) membuat kami sedih karena kami datang ke sini untuk bicara soal sepakbola. Saya tidak ada di sini untuk bicarakan kehidupan siapapun. Ini membuat saya sedih karena merasa tidak nyaman bicara soal Albania (yang jadi lawan tanding Spanyol pada 6 Oktober),” tambahnya.

Setelah menjamu Timnas Albania, Spanyol akan lanjutkan laga kualifikasi Piala Dunia ini dengan tandang ke Israel pada 10 Oktober 2017.

Tumben, Gerard Pique Disambut Meriah di Santiago Bernabeu

Itu terjadi saat Pique tampil membela Timnas Spanyol yang menjamu Italia di di partai lanjutan kualifikasi Grup G Piala Dunia 2018, dinihari tadi.

Tak lama setelah pluit dibunyikan wasit ketika kick-off, nama Pique langsung disebut-sebut sekerumunan suporter Spanyol di Bernabeu. Bahkan, bek Barcelona itu beberapa kali mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton di stadion tersebut.

Pique memang selalu jadi fokus perhatian saat bermain untuk tim nasional. Semula Santiago Bernabeu tampaknya akan menyambut kedatangan Pique dengan permusuhan. Pasalnya, selama ia lakukan pemanasan, Pique beberapa kali mendapat siulan kecil dari publik Bernabeu.

Begitu juga ketika pembawa acara menyebut namanya saat masuk stadion, terdengar lebih banyak siulan di saat yang sama. Tapi, berikutnya, aksi itu malah dibatalkan oleh para pendukung Spanyol lainnya, yang justru memuji bek asal Barcelona tersebut.

Saat pertandingan berlangsung, segala sesuatunya berubah lagi. Beberapa kali sentuhan pertamanya pada bola disambut dengan siulan. Namun, kemudian, para suporter Spanyol di Bernabeu bereaksi dengan kembali memuji Pique.

Dalam reaksi yang belum pernah terlihat sebelumnya di stadion Real Madrid itu, beberapa kali terdengar nama Pique dipanggil para suporter. “Pique, Pique!”. Ini seakan menjadi momen simbolis antara pemain dan para pendukung Timnas Spanyol.

Pada bulan lalu Pique mengumumkan, ia akan mundur dari Timnas Spanyol setelah Piala Dunia di Rusia tahun depan.

Bek tengah Barcelona itu juga pernah mencetak gol yang menentukan untuk Timnas Spanyol di Santiago Bernabeu, yakni pada kualifikasi Piala Dunia 2010. Pada 28 Maret 2009, dia mencetak gol melawan Turki dalam pertandingan keduanya untuk La Furia Roja.

Gerard Pique Bukukan Catatan Penting di Barcelona

Gerard Pique akan tercatat bermain dalam 400 pertandingan yang dilakoni Barcelona, jika ia diturunkan dalam pertandingan di kandang Deportivo Alavés di Mendizorroza, Sabtu (26/8) malam ini.

Bek jangkung  berusia 30 tahun itu memulai debutnya di Barca pada 13 Agustus 2008, dalam pertandingan kualifikasi Liga Champions melawan Wisła Kraków. Sejak saat itu, ia sudah bermain dalam 399 pertandingan sampai saat ini.

Pique juga telah menjadi pemain kunci bagi Barca selama bertahun-tahun, untuk semua manajer yang datang dan pergi pada masanya. Para pelatih itu adalah Pep Guardiola, Tito Vilanova, Tata Martino dan Luis Enrique.

Musim 2017/18 ini jadi musim ke-10 Piqué di tim utama Barca. Dalam 399 pertandingan yang dilakoninya, Pique telah persembahkan 286 kemenangan (71,67 persen), 72 hasil imbang (18,04 persen) dan 41 kali kekalahan (10,27 persen).

Pique sendiri telah mencetak total 35 gol, terdiri dari 21 gol di ajang LaLiga, sembilan gol di Liga Champions dan lima gol lainnya dibukukan Pique di Copa del Rey.

Yang lebih mengesankan lagi, Pique juga telah memenangkan 25 gelar juara, yakni enam gelar juara di LaLiga, lima gelar juara Copa del Rey, lima juara Piala Super Spanyol, tiga gelar juara Liga Champions, tiga juara Piala Super Eropa dan tiga gelar juara Piala Dunia Klub.

Pique sebenarnya berpeluang genapkan angka 400 penampilan itu pada pekan lalu. Sayangnya, Piqué absen dalam pertandingannya yang ke-400 tersebut saat Barcelona menjamu Real Betis di Camp akibat cedera. Namun, ia berpeluang untuk kantongi angka penampilan tersebut pada akhir pekan ini, saat Barca tandang ke Alaves.

Gerard Pique: Neymar Bertahan di Camp Nou

Rekan satu tim Neymar, Gerard Pique, menyatakan bahwa pemain 25 tahun itu tidak akan pergi ke klub lain.

Dalam kicauannya di media sosial, Pique menyatakan Neymar tak akan ke mana-mana, walaupun belakangan ini gencar diberitakan akan tinggalkan Camp Nou.

Sejumlah laporan mengklaim, Neymar telah meminta pada ayahnya untuk temukan klub baru baginya yang mulai bosan berada dalam bayang-bayang Lionel Messi di Barcelona. Neymar disarankan jadi pemain utama dalam sebuah klub, agar peluangnya meraih Ballon d’Or lebih terbuka.

Sejauh ini, Paris Saint-Germain diketahui sangat tertarik datangkan mantan bintang Santos itu ke Parc des Princes. Raksasa Ligue 1 itu bahkan dikabarkan bersedia penuhi klausul pelepasan Neymar sebesar 197 Juta Poundsterling atau sekitar Rp3,39 Triliun.

Namun bek Barcelona, Gerard Pique, sengaja memajang foto terbarunya bersama Neymar, dan tegaskan, ‘Se queda’. Atau, ‘dia bertahan’.

Fans Barcelona tentunya berharap pernyataan itu jadi akhir dari berbagai spekulasi mengenai nasib Neymar di Barcelona. Apalagi, pernyataan singkat Pique tersebut jadi ungkapan resmi dari Blaugrana.

Neymar sebelumnya dikabarkan telah menemui bos Barcelona, Josep Maria Bartomeu, Rabu pekan lalu, di stadion New York’s Red Bull Arena. Pembicaraan selama kurang lebih 15 menit itu kabarnya terkait niat Neymar untuk hengkang dari Barca.

Neymar dikabarkan telah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan Camp Nou dan pindah ke PSG. Namun sebelumnya Bartomeu telah menegaskan bahwa ia berharap Neymar bersabar dan memberinya waktu untuk memperbaiki keadaan.

Usai pertemuan tersebut, keduanya keluar ruangan dengan wajah sama-sama tegang! Bartomeu bahkan tak mengucapkan sepatah kata pun apalagi tersenyum.

 

Loh, Copa del Rey Selesai, Gerard Pique Terbang ke Amerika Serikat

Berita Liga Spanyol – Ya, Gerard Pique langsung tinggalkan skuad Barcelona yang masih bersuka-cita, sekaligus melepas sang pelatih Luis Enrique yang akan tinggalkan Camp Nou, usai final Copa del Rey kontra Deportivo Alaves. Spekulasi langsung berkembang, karena Pique dikabarkan terbang ke Amerika Serikat.

Namun, siapa sangka, Gerard Pique terbang ke Boston Amerika Serikat untuk belajar mengambil gelar master di bidang bisnis, media, olahraga dan entertainmen di Universitas Harvard yang terkenal itu. Bek tengah Barcelona itu disebut-sebut akan jadi presiden Barca suatu hari nanti, dan dia tengah siapkan dirinya untuk hal itu dengan kuliah lagi.

Pique sempat bermain dalam laga kontra Alaves yang dimenangkan Barcelona, 3-1, di Vicente Calderon itu. Usai ikut seremonial penyerahan trofi sebentar saja, Pique langsung pamit terbang ke Amerika.

Laporan Mundo Deportivo semula menyebutkan, Pique kemungkinan masih di Madrid sesaat sebelum terbang ke Boston. Tapi, pemain berusia 30 tahun yang dikenal anti-Real Madrid itu mengonfirmasikan, ia tak akan menyaksikan pertandingan Los Blancos melawan Juventus di final Liga Champions nanti karena sudah akan berada di AS.

Internasional  - Loh, Copa del Rey Selesai, Gerard Pique Terbang ke Amerika Serikat

Kabarnya, Pique sudah bersiap-siap untuk jalani kehidupan barunya usai gantung sepatu. Kabarnya, ia akan tetap berkecimpung di dunia sepakbola, bahkan dikabarkan tengah persiapkan diri jadi presiden Barcelona suatu hari nanti.

Pique akan diingat sebagai salah satu pemain bertahan terbaik dalam sejarah sepakbola, karena pencapaiannya yang luar biasa bersama klub maupun Timnas Spanyol. Dia kembali lagi ke Barcelona di era Pep Guardiola jadi manajer di tahun 2008, setelah empat musim bersama Manchester United (2004-2008). Sekembalinya ia kembali ke Barca, ia berhasil membawa klub Catalan itu jadi treble winner.

Gerard Pique Dukung Ernesto Valverde Jadi Pelatih Barcelona

Berita Liga Spanyol – Kepergian Ernesto Valverde, 53 tahun dari stadion San Mames dikonfirmasi awal pekan ini dan ia telah menjadi calon favorit untuk menggantikan Luis Enrique di Camp Nou.

“Ernesto telah melakukan pekerjaan yang hebat di Athletic selama beberapa tahun terakhir ini,” kata Pique kepada wartawan.

“Dia pernah bermain di Barcelona sebagai pemain dan saya pikir dia bisa menjadi pilihan yang baik, tapi tentu saja ada kandidat yang lainnya juga.”

“Saya tidak bisa memutuskan siapa diri saya dan saya tidak tahu siapa pelatih berikutnya, tapi itu tidak penting, ini bukan pekerjaan saya dan saya belum memikirkannya.”

Valverde bermain untuk Blaugrana di tahun 1988 hingga 1990, ia sempat memenangkan gelar Copa del Rey dan Piala Winners UEFA Cup saat bermain disana.

Gerard Pique Desak Wasit LaLiga Melek Teknologi

Berita Liga Spanyol – Bek Barcelona, Gerard Pique, menilai penggunaan VAR di LaLiga bisa jadi salah satu cara untuk perbaiki kinerja wasit dalam sebuah pertandingan.

Selama ini – terutama di musim lalu, Pique jadi pemain yang kerap berurusan dengan wasit. Ini karena pemain Timnas Spanyol itu sering ungkapkan komentar miringnya soal kinerja wasit. Alasannya, wasit kerap merugikan Barcelona, selain ia juga menilai wasit lebih memihak pada rival abadi Barca, Real Madrid.

Kini, Pique berharap, LaLiga segera terapkan penggunaan VAR agar bisa kurangi kesalahan wasit dalam mengambil keputusan. “Saya yakin, kita semua punya penilaian berbeda-beda soal wasit. Dilihat dari pelaksanaan La Liga musim lalu, VAR sangat penting karena wasit harus mengambil keputusan yang dibutuhkan agar mereka bisa tetapkan standar bekerja yang baik,” tandas Pique.

Saat ini, menurut Pique, pelaksanaan LaLiga belum sesuai standar, terutama dalam hal perwasitan. Dalam laporan Soccerway disebutkan, Pique mengaku pernah persoalkan itu dalam sebuah pertandingan, tetapi dirinya malah kena denda. “Karena itu, VAR sangat penting bagi wasit kami, itu pasti akan sangat membantu wasit dalam bekerja,” tambahnya.

Meski belum diterapkan di LaLiga, namun VAR sebenarnya sudah pernah diujicoba dalam sejumlah turnamen di musim ini. Bahkan di antaranya di ajang Piala Dunia Klub pada Desember lalu.

Di samping itu, Bundesliga juga sudah akan terapkan teknologi ini pada musim depan, karena dinilai penting dalam membantu wasit mengambil keputusan di lapangan.

Ini Dia Daftar 25 Bek Terbaik Dunia

Liga Spanyol – Gerard Pique lebih baik dari Sergio Ramos. Ini diungkap media Inggris yang juga tempatkan bek Barcelona itu di antara lima pemain belakang terbaik di dunia.

The Telegraph ungkapkan daftar 25 pemain belakang terbaik dunia jelang akhir pekan ini. Media tersebut tempatkan Gerard Pique di posisi lima, di atas Ramos yang berada di peringkat sembilan daftar bek terbaik dunia.

Sementara bek Juventus, Leonardo Bonucci, berada di posisi teratas daftar tersebut. Pemain ini djadwalkan bemain dalam laga kontra Real Madrid di final Liga Champions yang akan digelar di Cardiff bulan depan.

Lalu di posisi dua ada bek kiri Real Madrid, Marcelo, yang tampil mentereng di musim ini. Lalu diikuti bintang Atletico Madrid, Diego Godin, dan pemain Bayern Munchen, Philipp Lahm. Sedangkan Dani Alves, yang ikut mencetak gol ke gawang AS Monaco, berada di urutan ke enam.

Sementara itu bintang Bayern, Jerome Boateng, Giorgio Chiellini, Ramos (posisi empat) dan bek asal Brasil di Paris Saint-Germain, Thiago Silva, bertengger tepat di posisi 10. Berikut ini daftarnya:

1. Leonardo Bonucci (Juventus)
2. Marcelo (Real Madrid)
3. Diego Godín (Atletico Madrid)
4. Philipp Lahm (Bayern Munchen)
5. Gerard Piqué (Barcelona)
6. Dani Alves (Juventus)
7. Jerome Boateng (Bayern Munchen)
8. Giorgio Chiellini (Juventus)
9. Sergio Ramos (Real Madrid)
10. Thiago Silva (PSG)
—————————————————————————

11. David Alaba (Bayern Munchen)
12. Mats Hummels (Bayern Munchen)
13. Virgil van Dijk (Southampton)
14. Danny Rose (Tottenham Hotspur)
15. Toby Alderweireld (Tottenham Hotspur)
16. Raphael Varane (Real Madrid)
17. César Azpilicueta (Chelsea)
18. Kalidou Koulibaly (Napoli)
19. Djibril Sidibé (AS Monaco)
20. Laurent Koscielny (Arsenal)
21. Marquinhos (PSG)
22. Jan Vertonghen (Tottenham)
23. Kamil Glik (AS Monaco)
24. Kostas Manolas (AS Roma)
25. Eric Bailly (Manchester United)

 

Gerard Pique Ungkap Perkataan Sergio Ramos Setelah Diganjar Kartu merah

Gerard Pique mengatakan Sergio Ramos tidak dapat memiliki keluhan tentang kartu merahnya di laga El Clasico.

Berita Bola, Liga Spanyol – Bek Real Madrid, Sergio Ramos diusir dari lapangan karena melakukan serangan horor pada Lionel Messi saat Barcelona berhasil mengalahkan skuad asuhan Zinedine Zidane dengan skor 3-2.

Pique adalah salah satu dari sejumlah pemain Barcelona yang mengelilingi wasit dan menuntut kartu merah diberikan kepada Ramos.

Setelah menerima perintah wasit untuk keluar dari lapangan, Ramos berpaling kepada Pique dan memberi isyarat dan terekam oleh kamera televisi.

Dan bintang Barca, Pique telah mengungkapkan tentang insiden kartu merah tersebut, mengklaim bahwa ia akan menyesali reaksinya terhadap pengusiran tersebut.

“Jelas, dia masuk dengan kedua kaki dari tanah, bahkan kakinya tidak dekat dengan bola. Tidak ada argumen,” kata Pique.

“Apa yang terjadi adalah bahwa [Madrid] terbiasa memiliki wasit yang sangat permisif (serba membolehkan) di sini dan bila tidak ada, begitulah reaksi mereka.”

“Apa yang dia katakan saat dia pergi? Saya tidak mendengarnya, saya melihat bahwa dia menunjuk saya, saya kira dia mengacu pada kartu merah itu.”

“Ketika dia sampai di rumah dan melihat tanyangan ulangnya, Ramos akan menyesali [reaksinya], karena ini adalah pengusiran yang jelas, ini kartu merah yang pasti.”

3 Bintang Barcelona Tak Latihan Jelang El Clasico

Barcelona segera tandang ke markas Real Madrid untuk lakoni laga El Clasico, Minggu (23/4) malam waktu setempat atau Senin (24/4) dinihari WIB. Namun, tiga bintang Blaugrana dikabarkan tak ikuti latihan di pengujung pekan ini.

Berita Bola, Liga Spanyol – Tiga bintang Barcelona itu adalah Lionel Messi, Neymar dan Gerard Pique. Ketiganya tidak ikut latihan bersama skuad Barcelona lainnya di Ciudad Deportiva de Sant Joan Despí, Kamis (20/4) waktu setempat.

Tak terlihatnya tiga pemain ini kemungkinan karena Messi, Neymar dan Pique berlatih secara terpisah di ruang kebugaran, karena mereka alami masalah saat Barca bermain imbang tanpa gol melawan Juventus di leg kedua perempatfinal Liga Champions, Rabu lalu.

Walau Barca mengatakan semua pemainnya tersedia untuk dimainkan, kecuali Neymar yang harus jalani suspensi, serta Rafinha dan Aleix Vidal yang cedera, namun Arda Turan ternyata belum mendapat lampu hijau untuk beraksi akhir pekan besok. Tapi, tidak demikian dengan Messi dan Pique.

Untuk laga El Clasico ini, pelatih Luis Enrique kembali memanggil dua pemain Barcelona B, Carles Aleña and Alex Carbonell, begitu juga dengan gelandang tengah, Wilfrid Kaptoum.

Baik Messi maupun Pique diharapkan kembali berlatih bersama skuad Barca yang lainnya di akhir pekan ini, termasuk Neymar yang juga dinyatakan sedkit cedera terlepas dari suspensi yang harus dijalaninya.

Rencananya, para pemain tersebut akan mendapat libur satu hari, yakni pada Jumat (21/4) waktu setempat, dan akan kembali latihan pada hari Sabtunya untuk persiapkan diri hadapi laga El Clasico.

 

Gerard Pique Bangga Kepada Suporter Barcelona

Gerard Pique mengatakan dia bangga kepada fans Barcelona usai mereka tetap memberikan dukungan kepada tim, meskipun telah tereliminasi dari Liga Champions oleh Juventus.

Berita Bola, Liga Champions – Barcelona gagal untuk membalikkan keadaan kembali, setelah bermain imbang 0-0 di Camp Nou pada hari Kamis dini hari tadi, WIB, namun teriakan dukungan dari fans mereka berlanjut dengan baik setelah peluit akhir, dan hal itu mendorong Pique untuk memberi mereka pujian.

“Untuk melihat Camp Nou seperti itu setelah sebuah kekalahan mengisi saya dengan rasa bangga sebagai sebuah Cule (pendukung Barca),” kata sang bek kepada wartawan.

“Sulit untuk membalikkan hasil leg pertama dan kami memang memiliki beberapa peluang yang tidak dapat kami ubah menjadi sebuah gol.”

“Seiring berjalannya waktu, semakin tidak mungkin kita mencapai tujuan kita.”

“Juve tahu bagaimana mempertahankannya dengan baik dan hari ini mereka membuktikan hal itu. Bianconeri memainkan gaya sepakbola yang sesuai dengan mereka dan melakukannya dengan sangat baik.”

“Juventus bermain lebih baik dari yang kami lakukan dan mereka pantas lolos ke semifinal.”

“Saya berharap mereka mendapatkan yang terbaik ke depannya dan saya pikir mereka bisa memenangkan Liga Champions musim ini.”

Protes Wasit, Gerard Pique Kena Denda 43 Juta

Adubola.com – Terus-terusan mengkritik wasit LaLiga, pemain Barcelona Gerard Pique kena sanksi denda. Tak tanggung-tanggung, bek jangkung ini diharuskan membayar tiga ribu Euro atau sekitar Rp43 Juta.

Menurut pemberitaan La Cadena COPE, denda sebesar tiga ribu Euro yang dibebankan kepada Pique tersebut, terdiri dari denda 1.500 Euro dari pihak hakim, dan 1.500 Euro lainnya dari Komite Pertandingan.

Pada musim ini saja, Pique sudah berulang kali memprotes kinerja wasit LaLiga. Mulai dari ungkapannya tentang wasit, ‘kita sudah tahu bagaimana kerjanya’  usai Barcelona mengalami kekalahan 1-2 dari Athletic Bilbao di ajang Copa del Rey. Protes itu bahkan dilontarkan pula oleh Pique di akun Twitter-nya.

Pemain Timnas Spanyol itu juga sempat berkicau di akun Twitter-nya, karena kesal melihat hasil pertandingan antara Villarreal vs Real Madrid. Pique mengaku tidak senang setelah tim Zinedine Zidane itu berhasil amankan kemenangan, 3-2, setelah tertinggal 0-2. Menurut Pique saat itu, Real Madrid dimanjakan wasit dan mendapat hadiah penalti untuk bisa comeback di laga itu.

Akibat berbagai aksi protes dan kritik pedas Gerard Pique, wasit LaLiga pun sempat sampaikan protes tertulis kepada Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Menurut laporan Sport, Komite Wasit Spanyol sampaikan protes mereka yang bahkan memasukkan keluhan ganda terhadap Pique. Ini dilakukan menyusul protes yang disampaikan Pique usai dua laga tersebut, di mana Barcelona kalah 1-2 di kandang Bilbao dan hanya bermain imbang 1-1 di Villarreal.

Komplen pertama terhadap Pique disampaikan para wasit setelah ia terlibat insiden dalam laga kontra Bilbao, di mana Pique melancarkan protes akibat wasit tak memberikan hadiah penalti atas pelanggaran terhadap Neymar, dan kekerasan yang ditunjukkan Arist Aduriz kepada Umtiti.

Atas responnya terhadap dua keputusan wasit yang dinilai Pique berat sebelah, wasit mengaku mendengar bek jangkung itu mengatakan, ‘Kami sudah tahu bagaimana semua ini bekerja”.

Yang kedua, para wasit mengaku keberatan dengan komentar Pique -dan juga sikapnya, setelah pertandingan melawan Villarreal. “Setiap pekan para wasit menunjukkan untuk jadi benar,” ujar bek Blaugrana itu usai laga tersebut.

Sergio Ramos: Saya Akan Peluk Gerard Pique

Adubola.com – Ini terkait persaingan antara dua klub rival, Real Madrid dan Barcelona. Namun, sebagian pemain di dua tim papan atas Spanyol yang jelas-jelas bersaing ketika di lapangan, itu bakal berkumpul dan membela Timnas Spanyol.

Tak terkecuali Sergio Ramos dan Gerard Pique, yang tampak ‘bermusuhan’ ketika Barca dan Madrid bertemu di laga El Clasico. Tapi, persaingan di klub tampaknya tak akan terlihat ketika keduanya memperkuat tim nasional.

Berbicara kepada media massa dalam kapasitasnya sebagai anggota Timnas Spanyol, Ramos ikut berkumpul dan lakukan persiapan untuk dua pertandingan internasional melawan Timnas Israel dan Perancis pada 24 dan 28 Maret. “Kami tidak bisa santai-santai saja ketika lawan sudah di depan mata,” ujar kapten Real Madrid, Sergio Ramos.

Ramos pun ditanya soal beberapa protes terhadap keputusan wasit yang dilontarkan Gerard Pique, bahkan sampai lancarkan kritik lewat media sosial. Menurut Ramos, ini sama dengan apa yang terjadi ketika Madrid bermain di kandang Athletic Bilbao di akhir pekan kemarin.

“Ketika bertanding, suasananya memang panas. Selesai pertandingan, lalu kami berjabat tangan.. Ya, seperti itulah. Itu juga yang terjadi antara Real Madrid dan Barcelina, dan itu tidak akan berubah,” ujar Ramos.

“Saya akan memberinya pelukan. Kami sudah terbiasa melempar batu, tapi kami menyudahinya tanpa kebencian, dan persaingan selalu sehat. Itu layanan untuk sesuatu yang anda jual. Kuncinya adalah kesatuan dalam tim, dengan itu kami tidak akan kalah,” tambahnya.

Dalam penampilannya bersama Madrid, Ramos mengaku tidak berpikir untuk mencetak banyak gol. “Ya, saya tidak berharap untuk mencetak banyak gol. Ini rekor terbaik dalam karir saya sebagai pencetak gol, tapi saya tidak terlalu memikirkan hal itu. Sebagai bek, saya berpikir agar tim tidak kebobolan,” ujar Ramos.

Internasional  - Sergio Ramos: Saya Akan Peluk Gerard Pique

“Jika saya bisa mencetak gol dalam pertandingan penting terakhir, itu pasti akan lebih baik lagi,” tambahnya.

Namun, untuk menilai bagaimana karirnya di musim ini, Ramos mengaku akan menunggu sampai akhir musim, sebelum putuskan apakah ini musim terbaik dalam karirnya atau bukan.

Gerard Pique Sarankan Rumah Sakit di Barcelona Tambahkan Lebih Banyak Staf

Adubola.com Gerard Pique dengan nada bercanda menyarankan rumah sakit di Barcelona untuk menambah lebih banyak staf untuk persiapan perayaan kemenangan 6-1 Liga Champions timnya atas Paris Saint-Germain pada Kamis pagi.

Sebuah comeback yang menginspirasi dari Barcelona yang secara mengejutkan dapat memutarbalikkan defisit 4-0 dari leg pertama menjadi kemenangan, mencetak tiga gol di menit-menit akhir laga untuk memastikan tempat mereka di babak perempat final.

Dengan rasa sukacita bertebaran sekitar Camp Nou setelah pertandingan, Pique mengklaim bahwa kemenangan Barca akan menginspirasi jumlah kelahiran baru di sekitar kota.

“Rumah sakit harus mempekerjakan lebih banyak perawat dalam sembilan bulan ke depan, karena banyak orang yang bercinta akibat kemenangan ini,” katanya setelah pertandingan.

“Saya telah menyaksikan gol [Andres] Iniesta di Stamford Bridge [melawan Chelsea pada 2009], tapi ini tidak ada bandingannya. Mencetak gol pada menit ke-95 adalah hal yang luar biasa, tiga lainnya dalam waktu tujuh menit.

Sementara sang bek tengah memiliki rencana sendiri untuk merayakannya dalam gaya, Blaugrana perlu mempersiapkan diri untuk pertemuan domestik melawan Deportivo La Coruna pada Senin pagi waktu setempat.

“Dapat dikatakan itu adalah keajaiban, pesta sejarah. Aku akan pergi ke pesta meskipun ada jadwal latihan. Dan dari hari Kamis baru fokus pada pertandingan La Liga.”

PSG Waspadai Kekuatan Penuh Barcelona

Paris St-Germain boleh senang dengan kembalinya sang gelandang andalan, Marco Verratti. Tapi, Barcelona pun sudah diperkuat lagi oleh bek andalannya, Gerard Pique, yang tersedia di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (15/2) dinihari nanti.

Adubola.com – Kembali bermainnya Marco Verratti seakan jadi penyegar bagi PSG yang akan hadapi lawan berat di ajang ini. Mereka pun harus lebih waspada, karena Barcelona akan tampil dengan kekuatan penuh, plus Pique yang juga sudah pulih dari cedera.

Pemain asal Italia itu sebelumnya ikut diturunkan saat PSG menang 3-0 atas Bordeaux pada akhir pekan kemarin. Tapi, dua gelandang PSG lainnya, Thiago Motta dan Javier Pastore masing-masing harus absen karena suspensi dan cedera.

Sementara, Barcelona kembali bisa mainkan Gerard Pique, meski kehilangan beknya Aleix Vidal selama lima bulan akibat cedera engkel.

Momen antara PSG dan Barcelona ini seakan mengulang babak perempatfinal di tahun 2015 lalu, di mana saat itu Barca unggul agregat 5-1. Klub asal Catalan itu juga singkirkan PSG di tahun 2013 karena kelebihan gol tandang.

“Jelas itu memang dibicarakan di ruang ganti. Tapi, setiap tahun bisa berbeda,” ujar winger PSG, Angel Di Maria, jelang pertemuan kedua tim.

“Sekarang ini era baru, dengan para pemain baru dan juga selalu ada kesempatan baru bagi semua orang,” tambahnya.

Faktanya, Barcelona sudah menangkan tiga pertandingan terakhir mereka melawan Paris St-Germain, dengan koleksi delapan gol dan kebobolan dua gol.

PSG tak pernah berhasil clean sheet saat bertemu Barcelona, bahkan dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi.

Klub raksasa Prancis itu hanya kalah satu kali dalam 42 pertandingan kandang mereka di kompetisi Eropa, dengan catatan 26 menang dan 15 kali imbang. Namun, PSG kalah satu kali itu saat bertemu Barcelona di perempatfinal Liga Champions pada April 2015, dengan kekalahan 1-3.

Edinson Cavani telah mencetak enam gol di beberapa pertandingan Liga Champions musim ini, di mana koleksi itu berhasil samai prestasi terbaiknya di musim 2014/15 di mana saat itu ia juga mencetak enam gol. Meski demikian, dia belum pernah mencetak gol selama 350 menit pertemuannya dengan Barcelona di ajang Liga Champions.

Lionel Messi berhasil mencetak 10 gol di fase grup Liga Champions musim 2016/17, dan tempat posisi dua top skorer di fase grup di bawah bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo yang kantongi 11 gol di musim lalu.

Neymar sudah bukukan lima gol dalam empat pertandingan melawan PSG. Ini jadi rekor tertingginya di Liga Champions, di mana pada musim ini dia jadi pengkreasi gol terbanyak dengan tujuh assist-nya.

Barcelona Minta Pique Berhenti Komentari Wasit

Barcelona akhirnya gerah juga setelah para wasit melaporkan Gerard Pique ke Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF).

Adubola.com – Akibat dari pelaporan tersebut, pihak El Barca pun minta agar Pique berhenti mengomentari para pengadil lapangan.

“Kami sudah jelaskan kebijakan klub, yang meminta agar tidak berbicara soal para wasit,” ujar CEO Barcelona, Oscar Grau, terkait investigasi yang dilakukan Komite Kompetisi Spanyol terhadap komentar yang dilontarkan Pique.

Menurut Oscar Grau, klub asal Catalan itu sudah memperingati Gerard Pique agar berhenti mengkritisi berbagai keputusan wasit di lapangan. Ini terkait dari dua aksi kontroversial yang dilakukan bek Timnas Spanyol itu mengenai wasit dalam waktu tujuh hari.

Komplen pertama Pique, adalah mengenai standar perwasitan yang diungkapkannya dalam wawancara setelah pertandingan Kamis pekan lalu. Saat itu, wasit tak memberi Barcelona hadiah penalti saat pelanggaran terjadi pada Neymar, dalam pertandingan Copa del Rey melawan Athletic Bilbao.

Lalu, tiga hari berikutnya, Pique juga memprotes keputusan wasit untuk tak memberi hadiah penalti pada wasit, walau pemain Villarreal, Bruno, jelas-jelas melakukan handball di wilayah terlarang. Saat itu, Barca hanya bisa bermain imbang 1-1.

Berikutnya, Pique disebut-sebut telah melakukan aksi konyol terhadap presiden La Liga, Javier Tebas, usai pertandingan kontra Villarreal tersebut. Di pinggir lapangan, Pique menunjuk-nunjuk ke arah tribun para direktur dan berteriak “Anda lihat itu?! Ya, anda!”

Pique lalu melanjutkan aksi protesnya terhadap ofisial pertandingan dalam wawancara dengan awak media, termasuk reporter televisi.

Pada Selasa waktu setempat, asosiasi wasit La Liga melaporkan Pique ke RFEF terkait berbagai komentar miringnya terhadap para wasit. Pihak Komite Wasit RFEF pun langsung melakukan investigasi atas laporan tersebut.

Menurut Grau, klub tetap bersimpati terhadap pemain berusia 29 tahun itu. Namun, pihak klub pun meminta Pique untuk segera menghentikan berbagai komentar yang kerap dilontarkannya terhadap wasit usai berbagai pertandingan.

“Kami sudah bicara pada kapten tim, dan juga Pique. Kami jelaskan apa yang diinginkan klub, yaitu tidak perlu bicara soal wasit. Jika kita mencari yang terbaik untuk Barca, kita harus menahan diri untuk tidak bicara soal wasit,” tegas Grau.

“Menurut pengalaman saya, anda tidak perlu memprotes wasit. Ada situasi yang memang tidak menyenangkan bagi kita, tapi pada akhirnya, di atas lapangan, tim terbaiklah yang menang,” tambahnya.

Wasit Spanyol Ramai-ramai Protes Gerard Pique

Setelah ‘disentil’ pemain Barcelona, Gerard Pique, wasit La Liga sepakat menyampaikan protes tertulis kepada Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF).

Adubola.com –  Pique sempat menyampaikan komentar miring usai pertandingan kontra Athletic Bilbao di Copa del Rey, dan Villarreal di ajang La Liga.

Presiden Komite Wasit Spanyol (Comité Técnico de Árbitros/CTA), Victoriano Sanchez Arminio, menyatakan pihaknya siap ajukan protes tertulis melawan bintang Barcelona, Gerard Pique, kepada RFEF.

Menurut laporan Sport, CTA sudah mengirim protes tersebut kepada RFEF yang bahkan memasukkan keluhan ganda terhadap bek tengah Timnas Spanyol itu. Ini dilakukan menyusul protes yang disampaikan Pique usai dua laga tersebut, di mana Barcelona kalah 1-2 di kandang Bilbao dan hanya bermain imbang 1-1 di Villarreal.

Komplen pertama terhadap Pique disampaikan para wasit setelah ia terlibat insiden dalam laga kontra Bilbao, di mana Pique melancarkan protes akibat wasit tak memberikan hadiah penalti atas pelanggaran terhadap Neymar, dan kekerasan yang ditunjukkan Arist Aduriz kepada Umtiti.

Atas responnya terhadap dua keputusan wasit yang dinilai Pique berat sebelah, wasit mengaku mendengar bek jangkung itu mengatakan, ‘Kami sudah tahu bagaimana semua ini bekerja”.

Yang kedua, para wasit mengaku keberatan dengan komentar Pique -dan juga sikapnya, setelah pertandingan melawan Villarreal. “Setiap pekan para wasit menunjukkan untuk jadi benar,” ujar bek Blaugrana itu usai laga tersebut.

Dengan dua keluhan berbeda yang masuk ke meja RFEF tersebut, tampaknya Pique harus sabar menunggu keputusan federasi tersebut. Pasalnya, untuk satu keluhan saja, RFEF akan memprosesnya sekitar satu bulan.

Barcelona Tak Muncul, Ini Dia Provokatornya

Barcelona tak muncul di acara FIFA tadi malam rupanya diprovokasi satu pemain, yang pernah dihukum FIFA, jadi sakit hati dan memutuskan tidak akan datang. Selamanya.

Adubola.com – Luis Suarez rupanya sudah memutuskan sejak pekan lalu, ia tak akan datang ke acara ‘The Best’ FIFA yang berlangsung di Zurich, tadi malam.

Selama tahun lalu, Barcelona kesulitan untuk menjaga hubungan baiknya dengan badan sepak bola dunia, FIFA.

Usai Blaugrana menerima larangan transfer selama dua periode dalam kaitannya dengan penandatanganan pemain di bawah umur, relasi dengan FIFA secara bertahap memburuk.

Pekan lalu, striker Luis Suarez mengumumkan bahwa ia tidak akan menghadiri acara ‘The Best’ FIFA. Ia rupanya masih kesal atas perlakuan yang dia terima secara pribadi dari organisasi itu dalam kaitannya dengan gigitannya ke bahu pemain Italia Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014.

Sebagai hasil dari rasa sakit hati yang ia rasakan, sang pemain Uruguay bersikeras bahwa ia tidak akan menghadiri acara yang diselenggarakan oleh FIFA itu.

Pada akhirnya, ia menerima solidaritas dari rekan satu timnya. Gerard Pique, Andres Iniesta, dan Lionel Messi bergabung dengannya, sama-sama tidak bepergian ke Zurich dengan klub memberi alasan resmi yang menyatakan bahwa persiapan untuk laga Copa del Rey melawan Athletic Bilbao menjadi prioritas.

Keputusan itu membuka lebih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan guna memperbaiki hubungan antara FIFA dengan Barcelona. Presiden Josep Maria Bartomeu harus berjuang untuk memulihkan relasi itu menjadi normal lagi.

Masalahnya adalah bahwa sang presiden klub tidak dapat mengendalikan para pemain dan dengan demikian, kontroversi akan terus berjalan.

Cristiano Ronaldo dapat kesempatan bicara usai menerima hadiah utama tadi malam sebagai Pemain Terbaik FIFA. Dan ia tidak menyia-nyiakannya.

Bintang Real Madrid itu berhasil unggul dari persaingan dengan rival Barcelona Lionel Messi untuk memenangkan trofi di tahun perdana penghargaan FIFA tersebut.

Dia juga terpilih dalam Tim Terbaik FIFPro tahun ini, bersama dua pemain Barcelona, Lionel Messi dan Luis Suarez.

“Saya sangat senang. Saya menyesal beberapa orang dari Barcelona tidak hadir di sini, tapi itu bisa dimengerti,” katanya saat pidato penerimaan.