Bos Watford Ingin Ikuti Jejak Jose Mourinho

Bos Watford memulai awal karirnya di Liga Inggris, dan prestasinya yang hebat membuat banyak pihak memprediksi ia akan menjadi manajer Portugal hebat berikutnya.

Marco Silva pun mengaku, dia ingin meniru Jose Mourinho, dan terus lakukan hal-hal besar dalam karirnya sebagai pelatih.

Silva dianggap sebagai salah satu manajer muda paling cemerlang di Liga Inggris, dan membawa Watford berada di urutan kedelapan di klasemen Liga Inggris.

Berbicara menjelang laga tandang timnya melawan skuad asuhan Jose Mourinho, Manchester United, di Old Trafford, Rabu (29/11), Silva mengatakan bahwa dia ingin ikuti jejak Mourinho. “Tentu saja saya ingin meniru dia,” kata manajer berusia 40 tahun itu tentang Mourinho.

“Ini penting, dan pertanda baik ketika seseorang membandingkan Anda dengan pelatih yang baik. Lebih baik dibandingkan dengan pelatih yang sangat bagus ketimbang. Bagi Portugal, dia pelatih yang sangat penting dengan apa yang dia lakukan dalam 15 tahun terakhir,” tandas Silva.

“Ini sangat penting baginya dan dia juga telah menunjukkan jalan bagi pelatih Portugal lainnya. Untuk mencapai levelnya, saya perlu melakukan pekerjaan saya. Saya perlu memperbaiki diri setiap hari,” tambahnya.

“Saya yakin, jika saya terus lakukan pekerjaan saya, mungkin hal-hal baik akan terjadi di masa depan. Tetapi, bagi saya, hal yang paling penting adalah selalu keesokan harinya, latihan berikutnya dan pertandingan berikutnya,” ujar Silva.

Silva mengaku, dia menganggap Mourinho sebagai teman, dan telah berkonsultasi dengan bos Manchester United itu selama karir manajerial, yang sejauh ini telah membawanya ke Portugal, Yunani dan Inggris. “Hubungan kami sangat baik. Kami berteman, “kata Silva.

“Ketika saya ingin tahu sesuatu tentang Premier League saat berada di Portugal atau saat berada di Yunani, orang terbaik yang harus saya ajak bicara adalah Jose,” ujar Silva.

“Dia katakan pada saya apa yang Anda harapkan, hal baik tentang kompetisi, Liga Inggris, pertandingan juga,” tambahnya.

Eric Cantona Ingin Guardiola Latih Man Utd, Bukan Jose Mourinho

Musim pertama Jose Mourinho bersama Manchester United berjalan cukup baik, di mana pelatih asal Portugal itu mampu persembahkan tiga gelar juara, termasuk juara Liga Europa yang memberi MU tiket langsung ke Liga Champions musim ini.

Meski demikian, musim kedua Mourinho kali ini berjalan sedikit lebih berat setelah dirinya mendapat banyak kritik mengenai gaya permainan yang diterapkannya pada skuad United.

Salah satu legenda MU, Eric Cantona, bahkan merasa Manchester United tak layak terapkan gaya permainan bertahan seperti yang diperlihatkan bersama Mourinho saat ini.

Cantona sendiri menilai, sosok Pep Guardiola merupakan sosok pelatih yang lebih sesuai dengan gaya bermain Manchester United selama ini. “Saya hanya tidak bisa memahami, mengapa Manchester United datangkan seorang pelatih yang bermain secara defensif,” ujar Cantona.

“Sepakbola yang saya mainkan dan sepakbola yang Sir Alex Ferguson mainkan, dan yang diperagakan Sir Matt Busby sebelumnya, itu adalah sepakbola yang sangat kreatif,” tambahnya.

“Itulah sebabnya mengapa saya lebih memilih cara bermain Guardiola, dan saya lebih memilih dirinya menjadi pelatih Manchester United. Ia pilihan yang lebih masuk akal,” tegas Cantona.

“Saya memang menyukai sosok Mourinho sebagai seorang pelatih, dan saya katakan itu sebelum dia datang ke Manchester. Dia punya karisma yang besar. Dia sudah menangkan banyak hal dan dia akan menangkan banyak hal lagi. Namun, dia bermain secara defensif, itu bukan identitas Manchester United,” tandasnya.

“Tentu saja saya ikuti perkembangan Manchester United, karena itu klub saya, gadis saya, dan lebih dari sekedar sebuah klub bagi saya. Tapi, saya lebih memilih untuk saksikan Barcelona bermain. Saya tidak saksikan pertandingan Manchester City, tapi itu hanya karena mereka adalah Manchester City. Namun, saya akan senang jika bisa bermain bagi sebuah tim yang ditangani oleh Guardiola,” tegas Cantona lagi.

Saat ditanyakan apakah ia akan bersedia menjadi pelatih United suatu hari nanti, Cantona menjawab, “Mungkin saya akan duduk dan kami akan bicara selama beberapa menit. Saya tidak yakin, saya akan mengatakan ya, tapi kami akan bicara. Manchester United adalah klub yang sangat spesial”.

Pelatih Inter Milan Mirip Jose Mourinho

Inter Milan kini tengah menikmati awal musim yang cemerlang di Liga Italia, setelah lakoni 13 pertandingan tanpa kalah, dengan 10 kali menang dan tiga kali imbang. Itu membuat Inter menempati peringkat dua klasemen sementara dengan 33 poin, selisih dua poin dari Napoli di puncak klasemen.

Kedatangan Luciano Spalletti di awal musim ini dipercaya banyak orang telah memberi perubahan pada mentalitas Inter Milan. Bek Inter, Davide Santon, akui hasrat dan cara memotivasi para pemainnya merupakan hal dasar yang diperlihatkan Spalletti.

Santon bahkan menilai sosok Spalletti memiliki banyak kemiripan dengan mantan pelatih Inter, Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu sudah dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik Inter, meski hanya berkarir dua tahun di Italia.

Pada tahun 2010, pelatih Portugal itu menyumbang treble winners kepada Inter, setelah meraih gelar juara Liga Italia, Liga Champions dan Coppa Italia.

“Spalletti mengingatkan saya pada sosok Mourinho dalam berbagai aspek. Tapi saya tidak suka membandingkannya,” ujar Santon kepada Mediaset Premium.

“Setiap orang punya cara mereka sendiri dalam lakukan segala sesuatu, namun hasrat dan cara dia memotivasi kami merupakan hal yang mendasar,” tambahnya.

“Kami semua merasakan semangat dari pelatih dan kami harus buktikan bahwa kami siap saat dibutuhkan. Saya selalu menyukai gaya kepelatihannya, kami mendapat hasil yang baik dan saya senang dengan hal itu,” tandas Santon.

“Dia tidak pernah ingin kalah, selalu memberi segalanya dan membuat kami bersemangat sepanjang pekan. Kami harus selalu waspada,” ujarnya.

“Kami bekerja dengan baik, kami berada di jalur yang tepat dan kami merasakan sensasi yang positif, namun kami tidak boleh beristirahat dengan apa yang telah kami raih. Masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan banyak area yang bisa kami perbaiki,” tambahnya.

“Anda bisa melihat bahwa kami masih berada di awal musim dan ada kepercayaan diri, kami harus bisa tetap membumi,” tandas Santon.

Manchester United Kalah, Jose Mourinho Mengamuk

Manchester United besutan Jose Mourinho mendominasi laga di babak pertama, di mana Marouane Fellaini dan Marcos Rojo nyaris mencetak gol jika tendangan mereka tak membentur tiang gawang.

Tapi, The Red Devils dikejutkan dengan gol di menit-menit terakhir, tepat di menit 89, saat Michael Lang berhasil menyambar umpan apik Raoul Petretta di depan gawang David de Gea, dan lepaskan tendangan kencang untuk mencetak gol.

Namun, Mourinho tak terkesan dengan ketidakmampuan timnya untuk menjamin tempat mereka di babak 16 besar kompetisi tertinggi tim-tim papan atas Eropa tersebut.

The Red Devil saat ini memang masih memuncaki klasemen Grup A. Namun, posisinya masih dibayangi Basel dan CSKA Moscow yang tertinggal tiga poin dari MU. Itu berarti, kepastian United untuk lolos ke babak knockout kualifikasi akan ditentukan di pertandingan terakhir.

Setan Merah harus hindari kekalahan 0-6 saat hadapi CSKA Moscow di laga terakhir, untuk menjamin tempat mereka di babak 16 besar.

“Kami kalah karena di babak pertama, kami seharusnya unggul 5-0, tapi kami tak bisa mencetak satu gol pun setelah tampil begitu dominan,” kata Mourinho kepada BT Sport.

“Terlihat pada banyak periode di babak pertama, sehingga tidak mungkin bagi kami untuk tak menang,” tambahnya.

“Saya pikir, pada babak kedua perasaan semua pemain baik-baik saja, sepertinya pertandingan akan berakhir dengan skor imbang 0-0, tapi mereka (Basel) mendapat gol di menit terakhir,” ujar Mourinho.

“Tidak adil bagi (Daley) Blind untuk menyalahkan dirinya sendiri atas gol tersebut, dia tampilkan permainan yang sangat positif, kita harus menyalahkan semua orang di lapangan karena kita memiliki begitu banyak peluang,” tandas manajer asal Portugal itu.

“Kami tidak perlu memenangkan pertandingan terakhir, kami bahkan tidak perlu hasil imbang, tapi jelas kami akan berusaha untuk menang,” tegas Mourinho.

Setan Merah akan kembali lakoni laga Liga Premier pada hari Sabtu (25/11) di Old Trafford, dengan menjamu tim promosi, Brighton & Hove Albion.

Mereka berharap bisa memangkas selisih delapan poin dengan pemimpin klasemen, Manchester City, yang akan tandang ke The John Smith’s Stadium untuk hadapi Huddersfield Town, Minggu (26/11).

Paul Pogba Kembali, Jose Mourinho Puji Performanya

Paul Pogba masuk starting line up Manchester United untuk pertama kalinya di laga kontra Newcastle, setelah dua bulan absen karena masalah hamstring. Pogba pun hasilkan penampilan bagus, di mana dia ciptakan satu assist dan mencetak satu gol.

Pemain tengah itu diganti di menit ke-70, dan tujuh menit kemudian striker Zlatan Ibrahimovic juga diturunkan untuk pertamanya sejak ia menderita cedera ligamen lutut pada April silam.

“Dia berada di puncak. Dia kembali dengan penampilan yang sangat hebat. Dia sangat berpengaruh dalam permainan,” ujar Jose Mourinho soal Pogba.

“Dia harus ditarik keluar saat dia merasakan tanda kelelahan. Kami menariknya karena kami tidak ingin melewati batas. Jadi, dia bermain kurang lebih satu jam, dan untuk saat itu sepertinya dia belum sepenuhnya siap bermain penuh setelah absen cukup lama dengan tidak bermain sepakbola,” tambahnya.

Saat ditanya tentang beberapa pemain dari skuadnya yang tidak tergantikan, Mourinho setuju, dan menambahkan, “Dia mempengaruhi sepakbola kami”.

“Kami semua tahu, saya dan sesama pemain, bahwa pemain tertentu pengaruhi tingkat permainan tim. Bersamanya kami memiliki lebih banyak peluang. Saya sangat senang,” tandas Mourinho.

“Sekarang mari kita lihat keputusan terbaik untuk Rabu nanti (saat United bertemu FC Basel di Liga Champions). Apakah yang terbaik baginya adalah bermain lagi, atau dia harus beristirahat, maka itu yang akan kami pilih karena dia pemain yang perlu kami lindungi.” tegasnya.

Mourinho juga sempat berkomentar soal Ibrahimovic, yang kembali tanda tangani kontrak dengan United pada Agustus lalu. “Itu adegan yang sangat emosional bagi kami semua yang sudah dekat dengan pemain profesional seperti dia, salah satu pemain terbesar yang baru datang dari cedera,” ujar Mou.

“Saya pikir, kembalinya dia menjadi suka-cita bagi semua orang. Sangat emosional melihat pemain besar itu kembali,” tandasnya.

 

Manchester United Gagal Juara Bukan Salah Jose Mourinho

Jika Jose Mourinho gagal membawa Manchester United menangkan gelar juara Liga Inggris musim ini, maka kesalahan harusnya ditujukan kepada para pemain, dan bukan pelatih. Demikian ungkap mantan bintang Chelsea, Frank Lampard.

Mantan pemain Timnas Inggris, Frank Lampard, menangkan gelar Liga Inggris dua kali beruntun bersama Jose Mourinho, saat pelatih itu berada di Chelsea pada musim 2004/05 dan 2005/06.

Namun, Mourinho harus hadapi kritik karena taktik defensif yang djalankan di beberapa pertandingan musim ini. Saat ini, The Red Devils berselisih delapan poin dari rival sekota, Manchester City, yang tempati puncak klasemen liga.

Tapi, Lampard yakin itu murni kesalahan pemain, jika The Red Devils tidak mampu menyelesaikan musim ini di posisi teratas. “Mourinho manajer yang suka menang dan dia punya cara untuk menang,” kata Lampard kepada Omnisport. 

“Berbeda dengan Pep Guardiola, berbeda dengan Antonio Conte, dan itulah caranya. Jika Manchester United tidak menangkan gelar Liga Primer, buat saya itu karena kualitas para pemainnya. Manchester City punya skuad yang sangat kuat tahun ini, Chelsea juga masih punya skuad yang sangat kuat. Saya pikir, terutama starting XI mereka, jika semua pemain fit, Chelsea bisa sangat kuat,” tandasnya.

“Ketika saya melihat Manchester United, mereka ada di sekitar area itu, tapi mungkin tim lain bisa lebih kuat,” ujar Lampard.

“Saya tentu tidak berpikir itu kesalahan manajer jika Manchester United gagal meraih gelar, dan saya benar-benar berpikir mereka akan bersikap kompetitif jelang akhir musim. Jadi, kita lihat saja nanti,” tambahnya.

PSG Inginkan Antonio Conte, Bukan Jose Mourinho

Paris Saint-Germain telah lakukan kontak dengan pelatih Chelsea, Antonio Conte, untuk bicarakan keinginan mereka jadikan Conte sebagai manajer Parc des Princes yang berikutnya.

Raksasa Ligue 1 Prancis tersebut santer dirumorkan bakal mengganti pelatih mereka dalam waktu dekat, dengan spekulasi yang terus meningkat mengenai siapa yang jadi target mereka.

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, telah dikaitkan dengan jabatan tersebut. Pelatih asal Portugal itu bahkan bicarakan klub pemuncak klasemen Ligue 1 tersebut baru-baru ini.

Namun para petinggi PSG justru mengidentifikasi pelatih kepala Chelsea, Conte, sebagai pengganti ideal manajer mereka saat ini, Unai Emery.

Media asal Prancis Le Parisien melaporkan, PSG telah lakukan kontak dengan agen mantan pelatih Timnas Italia dan Juventus itu, untuk bicarakan perpindahan ke stadion Parc des Princes.

Namun, ada kemungkinan Emery akan bertahan setelah musim ini – tapi hanya jika dia berhasil membimbing PSG lolos ke babak semifinal Liga Champions. Jika ia gagal melakukannya, maka Emery akan langsung dipecat dan penggantinya sudah ditemukan.

Conte membuat kesan yang luar biasa di Stamford Bridge pada tahun pertamanya di klub itu, saat ia antarkan The Blues raih gelar Premier League.

Namun, dia tidak diharapkan untuk tetap menjadi pelatih klub asal London barat ini ketika kontrak berakhir pada 2019 yang akan datang setelah beberapa hasil buruk awal musim ini. Bahkan dilaporkan, The Blues mempertimbangkan untuk memecatnya.

Saat ini, Chelsea menempati peringkat keempat pada klasemen liga dengan raihan 22 poin, terpaut sembilan angka dari Manchester City pada posisi puncak.

Jose Mourinho Dibela Mantan Pemain Chelsea

Hal itu diungkapkan mantan pemain Timnas Prancis, Marcel Desailly. Mantan gelandang bertahan AC Milan dan Chelsea itu berharap, para suporter Manchester United bersabar pada Mourinho, selagi pelatih itu membentuk tim sesuai keinginannya.

Belakangan ini, muncul suara ketidakpuasan pada sistem permainan yang diterapkan Mourinho di Manchester United. Setan Merah dituding kerap bermain bertahan melawan tim-tim yang memiliki level sama dengan mereka.

Meski telah persembahkan gelar juara EFL Cup dan Liga Europa di musim pertamanya, namun sistem permainan Mou disebut-sebut cenderung mementingkan hasil akhir.

Namun, Desailly malah meminta Mourinho untuk pertahankan gaya permainannya itu. ia juga berharap, para suporter MU memberi waktu bagi pelatih asal Portugal tersebut untuk membangun tim sesuai keinginannya.

“Dia harus tetap menjadi seorang Mourinho. Dia tahu kapasitas yang dimiliki timnya,” ujar Desailly kepada Omnisport, jelang penghargaan Golden Foot Award di Monaco, Prancis.

Liga Inggris  - Jose Mourinho Dibela Mantan Pemain Chelsea

“Sepertinya dia tidak benar-benar mendapatkan tim yang ia inginkan, seperti saat membandingkannya dengan Pep Guardiola yang benar-benar bisa memilih setiap pemain yang ia inginkan masuk atau keluar,” ujar Desailly.

“Sementara Mourinho, ia masih harus berurusan dengan beberapa pemain yang sebenarnya tidak inginkan berada dalam sistemnya,” ungkap mantan pemain berusia 49 tahun itu.

“Dia sudah bekerja dengan baik. Jadi saya harap, Manchester United akan bersinar seperti saat mereka bersinar bersama Alex Ferguson. Namun, tentu saja, itu hal yang sulit. Setiap saat, setiap pertandingan, ada sejarah besar yang berada di pundak dari para pemain dan pelatih. Jadi, mari kita beri ia waktu,” tandasnya.

Antonio Conte: Saya Tak Perlu Hormati Jose Mourinho

Antonio Conte membela keputusannya untuk tak menjabat tangan manajer Manchester United, Jose Mourinho. Ia mengaku tak perlu tunjukkan rasa hormat pada pelatih asal Portugal itu di luar lapangan.

Conte telah berhasil atasi salah satu rival terberatnya, Manchester United, saat The Blues menang 1-0 di Stamford Bridge, berkat tandukan Alvaro Morata di menit 55 usai mendapat umpan Cesar Azpilicueta Tanco.

Namun, kejadian setelah pertandingan-lah yang munculkan kontroversi. Conte dan Mourinho saling mengecam dan menolak berjabat tangan.

“Itu tidak penting. Yang penting adalah memenangkan pertandingan. Anda harus punya rasa hormat di lapangan, namun tidak di luar lapangan,” tegas Conte usai pertandingan.

“Di akhir pertandingan, saya pergi untuk menjabat tangan wasit, dan kemudian pemain saya. Jika saya menjabat tangan seseorang dua kali, saya rasa ini sudah cukup,” tambahnya.

Kemenangan itu pastikan Chelsea tetap berada pada posisi empat di klasemen Premier League, hanya terpaut satu poin dari Manchester United di peringkat kedua.

Gol kedelapan Morata di musim ini telah menyenangkan pelatihnya – tapi Conte merasa frustrasi, karena Morata tidak mencetak gol lebih banyak. “Alvaro Morata tunjukkan kepribadian yang hebat dan sangat kuat bermain di liga ini,” Conte menambahkan.

“Ada kekecewaan, karena dia bisa mencetak gol lebih banyak, tapi hari ini dia telah bermain sangat bagus. Dia pemain muda, tapi punya kepercayaan diri yang tinggi dan itu bagus untuk kepercayaan diri Chelsea,” ujarnya.

Jose Mourinho Enggan Jabat Tangan Conte, Ini Alasannya!

Manajer Manchester United Jose Mourinho mengaku tak bersalaman dengan Antonio Conte, karena pelatih Chelsea itu tengah rayakan kemenangan bersama anak asuhnya.

Dalam pertemuan kedua tim, Minggu (5/11) malam tadi, Alvaro Morata jadi pahlawan di Stamford Bridge melalui sebiji gol yang ia sarangkan ke gawang The Red Devils.

Namun, manajer kedua tim terlihat ta bersalaman setelah laga berakhir, hingga diyakini keduanya masih menyimpan rasa dendam satu sama lain. Baik Conte maupun Mourinho sama-sama perang komentar di media sebelum laga malam tadi digelar, selain pernah berselisih musim lalu.

Namun Jose Mourinho mengaku, ia tak punya masalah dengan rekan seprofesinya itu. “Anda ingin saya mengejar dia ke tengah lapangan? Saya ada di sana. Saya berjabat tangan dengan orang-orang yang ada di sana,” ujar Mourinho.

“Saya rasa, salah satu orang itu adalah saudara laki-lakinya, asistennya, jadi saya yakin dengan berjabat tangan dengan saudara dan asistennya menjadi tugas saya. Saya tidak bisa mengejar Conte,” tambahnya.

“Kenapa saya harus menunggu [di lorong menuju ruang ganti]? Dia tidak perlu ditunggu. Tidak ada masalah sama sekali. Anda yang selalu khawatir dengan semua hal. Tidak ada masalah,” tegasnya.

Akibat kekalahan ini, United kini terpaut delapan poin dari sang tetangga, Manchester City, yang kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Jose Mourinho pun mengaku rindu kehadiran trio Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic dan Marcus Rojo.

“Saya rasa ini laga besar, tim yang kuat melawan tim yang kuat juga, baik secara taktik, emosi dan fisik,” lanjutnya.

“Tentu saja kami kehilangan beberapa pemain penting, khususnya kualitas dan kemampuan fisik beberapa dari mereka yang tidak tersedia,” ujar Mourinho.

Bos Inter Milan Bicara Soal Jose Mourinho

Luciano Spalletti menolak dibandingkan dengan Jose Mourinho, dan menilai dirinya bukan apa-apa dibandingkan pelatih asal Portugal tersebut.

Sejak ditinggal Jose Mourinho pada tahun 2010 silam, Inter Milan belum pernah lagi merasakan mengangkat Scudetto. Mourinho merupakan satu-satunya pelatih dalam sejarah Inter Milan yang berhasil berikan mereka tiga gelar juara utama dalam satu musim, yaitu gelar juara Copa Italia, Liga Italia dan Liga Champions pada musim 2009/10.

Kini, Inter dipercaya memiliki peluang untuk kembali raih Scudetto dengan kehadiran Spalletti sebagai pelatih. Di awal musim ini, Inter perlihatkan performa impresif dengan meraih sembilan kemenangan dan dua hasil imbang, yang membuat mereka tempati peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia, dan hanya berselisih dua poin dari Napoli di peringkat teratas.

Meski demikian, Spalletti segera menolak perbandingan tersebut dan menilai dirinya bukan apa-apa jika dibandingkan sosok Mourinho. Spalletti menilai, Mourinho telah mengukir sejarah sendiri di Inter, sementara dirinya baru memulai mengukir namanya dalam sejarah La Beneamata.

“Perbandingan ini, baik dengan Jose Mourinho ataupun Giovanni Trapattoni, adalah hal yang konyol, bukan hanya karena berapa banyak gelar yang sudah mereka menangkan,” ujar Spalletti dalam konferensi pers jelang laga melawan Torino, Minggu [5/11] malam 18.30 WIB.

“Kenangan Inter bersama Mourinho bagaikan ukiran yang indah, sementara saya hanya baru mengambil peralatan untuk memulai membuat ukiran. Satu-satunya hal yang bisa dibandingkan dengan Inter saat ini, adalah suasana hati para suporter fantastis klub ini. Mereka ’73 ribu orang spesial’ yang kami miliki dan bukan ‘special one’,” tandasnya.

“Jujur saja, saya tahu media mencoba bersikap baik [dengan membuat perbandingan tersebut], namun lebih baik jika anda berhenti membuat perbandingan dan fokus beri pujian pada para pemain. Seorang pelatih tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan dari para pemain hebat,” tambah mantan pelatih AS Roma itu.

Mengenai laga melawan Torino, Spalletti mengaku khawatir dengan ancaman yang bisa dihadirkan Sinisa Mihajlovic dan bintang mereka yang telah pulih dari cedera, Andrea Belotti. “Kami punya karakter yang serupa, Mihajlovic dan saya,” lanjut pelatih berusia 58 tahun itu.

“Dia tipikal seseorang yang memiliki tekad kuat, meski dalam konferensi pers sekalipun, jadi timnya merefleksikan seperti apa dulunya dia sebagai seorang pemain,” tandasnya.

“Mereka mengenalnya dengan baik di sini. Dia seseorang yang sangat berpengalaman dan telah lakukan banyak hal hebat di Inter, baik sebagai pemain maupun asisten pelatih. Kami harus mewaspadai serangan balik Torino, terutama ketika Andrea Belotti berlari, karena anda tidak bisa menjaganya setelah itu. Anda harus bisa membaca pergerakannya dengan baik dan mengantisipasi hal itu,” ujar Spalletti.

Jose Mourinho Datang untuk Menang, Bukan Balas Dendam

Skuad Jose Mourinho kalah 0-4 di ajang Liga Inggris dan 0-1 di Piala FA untuk tandai dua kunjungan menyedihkan ke markas Chelsea, di mana manajer asal Portugal itu sempat memimpin the Blues menangkan gelar juara Premier League dalam tiga kesempatan.

Mourinho akhirnya satu kali bisa balaskan dendam atas kekalahannya di musim lalu, yakni saat Manchester United kalahkan Chelsea, 2-0, di Old Trafford pada April lalu. “Jangan lupa mereka menang 2-0 di laga kedua di kandang sendiri,” kata Conte jelang pertemuan kedua klub, Minggu (5/11) ini.

“Setiap pelatih, setiap pemain, setiap tim ingin menang. Bukan untuk balas dendam, tapi karena Anda harus menang,” tambahnya.

Conte saat ini mungkin lebih memerlukan kemenangan, usai mendapat banyak kritik pada pekan ini. The Blues akan berusaha bangkit kembali dari kekalahan 0-3 saat melawan AS Roma di ajang Liga Champions tengah pekan ini, saat Chelsea menjamu United di Stamford Bridge.

“Inilah tugas saya: mencoba pahami mengapa kami kalah, dan kemudian temukan solusi tepat untuk mencoba dan memperbaikinya, untuk hindari situasi lain seperti ini,” kata Conte.

Chelsea yang menang mengesankan di kandang Atletico Madrid pada September lalu, juga menelan kekalahan mengejutkan di kandang Crystal Palace, yang sebelumnya tak pernah menang dan tanpa gol pada bulan lalu.

Itu sebelum mereka lakukan perjalanan ke Roma, di mana Conte kembali untuk pertama kalinya ke Italia, tapi berakhir dengan kekecewaan bagi bos The Blues itu karena timnya menyerah dengan skor telak.

Hasil baru-baru ini telah beri tekanan pada Conte, dan Chelsea tampak kesulitan untuk bisa mempertahankan gelar mereka. “Kekecewaan saya adalah, kami kehilangan kepercayaan diri lebih awal,” kata Conte.

“Kami bisa memiliki waktu 50 menit untuk kembali ke permainan ini, namun di babak kedua kami bermain buruk. Karena alasan ini, saya merasa kecewa,” tandasnya.

Jose Mourinho atau Pochettino? Ini Jawaban Tim Sherwood

Baik Tottenham Hotspur maupun Manchester United lakoni awal musim yang hampir serupa di musim ini, baik di Liga Champions dan Liga Inggris. Baik Spurs maupun United juga punya poin yang sama di klasemen Liga Inggris, yakni 20 poin, dari sembilan pertandingan. Namun, mereka masih kalah dari Manchester City yang puncaki klasemen sementara dengan 25 poin.

Mantan pemain dan pelatih Spurs, Tim Sherwood, turut ramaikan perdebatan mengenai siapakah pelatih yang lebih baik antara Jose Mourinho dan Mauricio Pochettino.

“Tergantung berapa banyak uang yang anda miliki. Seperti apa permainan tim yang saya inginkan? Jika saya membangun sebuah klub sepakbola, saya akan pilih Pochettino,” ujar Sherwood pada Sky Sports.

“Saya rasa, Pochettino sudah lakukan pekerjaan yang fantastis di Tottenham. Dia melihat para pemain muda, dia senang beri mereka kesempatan bermain, dia cerdas saat mendapat apa yang dia inginkan. Dia tak inginkan apapun, selain para pemain yang ia inginkan,” tandas Sherwood.

“Namun di sisi lain, jika anda ingin tim anda menang dengan sangat cepat, maka anda harus serahkan hal itu kepada Jose Mourinho. Namun, itupun ada harganya. Dia akan habiskan uang yang anda miliki dengan sangat cepat, walaupun dengan cara bijak. Namun, itu tetap akan memakan biaya yang besar,” tambahnya.

“Bagi saya, saya akan memilih Mauricio Pochettino, karena saya menyukai sesuatu yang dibangun,” ujar Sherwood.

Liga Inggris  - Jose Mourinho atau Pochettino? Ini Jawaban Tim Sherwood

Ketika ditanya, apakah dirinya lebih suka bermain di bawah Mourinho atau Pochettino, Sherwood kembali menjawab, “Saya juga pemain sebelumnya. Saya lebih suka bermain bagi Pochettino atau Guardiola dibandingkan Jose Mourinho.”

“Mungkin saja anda memang lebih dijamin bisa menangkan gelar bersama Jose. Namun misalnya, jika saya adalah Romelu Lukaku di pertandingan melawan Liverpool, apakah saya menikmati pertandingan itu? Tentu saja tidak,” tegasnya.

“Jika mereka mendapat hasil positif, saya akan menikmati sedikit lebih banyak. Namun kenyataannya, tidak. Dia sangat terisolasi, mereka lakukan sedikit sentuhan pada bola. Saya tidak berpikir, anda pernah melihat tim Pochettino bermain seperti ini,” ujar Sherwood.

Jose Mourinho Bikin Kesal Pemain Manchester United

Para pemain Manchester United kesal pada pelatih mereka, Jose Mourinho, menyusul kekalahan dari tim promosi, Huddersfield Town. Sejumlah pemain Manchester United dilaporkan jengkel dengan kritik yang ditujukan kepada para pemain oleh pelatihnya sendiri, Jose Mourinho, menyusul kekalahan mengejutkan tersebut.

The Red Devils membuat awal yang luar biasa di musim 2017/18 ini, dengan memenangkan enam dari delapan pertandingan Premier League, saat MU juga kantongi poin penuh dari pertandingan fase grup Liga Champions mereka.

Performa Setan Merah yang impresif telah membuat mereka sejajar dengan Manchester City di puncak klasemen Liga Premier, namun pencapaian tak terkalahkan mereka berakhir di Stadion John Smith pada Minggu (22/10) lalu, saat Huddersfield mendapat kemenangan luar biasa.

Gol-gol Aaron Mooy dan Laurent Depoitre mengilhami kemenangan 2-1 Huddersfield atas MU, di mana Mourinho langsung mengkritik sikap dan semangat bermain para punggawanya tak lama setelah pertandingan berakhir.

“Saya mendengar [Ander] Herrera dalam wawancara mengatakan, sikap dan keinginan bermain tim cukup buruk,” kata Mourinho.

“Ya Tuhan, ketika seorang pemain mengatakan itu, saya pikir mereka semua harus menghadiri konferensi pers dan menjelaskan mengapa, karena saya tidak bisa menjelaskannya,” tambah pelatih asal Portugal itu.

Mourinho juga katakan, timnya bermain seolah-olah mereka tampil dalam pertandingan persahabatan. Namun, kritik sang manajer tersebut mengejutkan banyak pemain United, demikian menurut The Daily Mirror.

Hal ini diklaim, hubungan Mourinho dengan skuadnya telah alami ketegangan sejak komentarnya tersebut.

Sementara para pemain mengharapkan kritik menyusul kekalahan mengejutkan dan performa buruk mereka, dilaporkan ada pendapat seputar skuad MU bahwa sang manajer melangkah terlalu jauh.

Mantan bek Manchester United dan Timnas Inggris, Gary Neville, juga akui bahwa dia ‘tertegun’ oleh komentar Mourinho. “Saya pikir, ini akan sulit bagi United karena atmosfer di sana, tapi saya merasa mereka akan lewati hal itu,” kata Neville kepada Sky Sports.

“Saya tidak melihat permainan itu hidup tapi saya terpukau oleh hasilnya dan juga oleh komentar Jose Mourinho tentang cara bermain para pemainnya, mengatakan bahwa itu adalah hal buruk yang pernah dia saksikan,” ujar Gary Neville.

“Saya benar-benar terkejut – ini kekalahan buruk bagi United. Sabtu depan jadi pertandingan besar bagi Manchester United, untuk bisa kembali mendapatkan kepercayaan diri mereka,” tambahnya.

Jose Mourinho diyakini akan berusaha membalikkan situasi saat United hadapi Swansea City di babak keempat Carabao EFL Cup pada Rabu (25/10) dinihari WIB. Raksasa Liga Inggris itu lalu akan menyambut Tottenham Hotspur ke Old Trafford pada akhir pekan nanti.

Jose Mourinho Dikritik Balik

Setelah Jose Mourinho mengkritik pemain Manchester United karena penampilan yang kurang bersemangat. Kepala penulis olahraga di Independent, Jonathan Liew, mengkritik balik manajer asal Portugal itu dan bersikeras bahwa Mourinho-lah yang harus memotivasi timnya. Demikian seperti diklaim Sky Sports

Mourinho merasa tak senang dengan ucapan Ander Herrera dalam sebuah wawancara pasca pertandingan, saat MU dikalahkan Huddersfield Town. Menurut Herrera, Huddersfield berhasil kalahkan MU karena tim itu punya ‘hasrat yang lebih baik’.

“Mereka lebih bersemangat dalam bermain di 30 menit pertama, dibandingkan kami,” ujar Herrera kepada MUTV usai pertandingan di kandang Huddersfield yang berakhir dengan kekalahan MU, 1-2.

Mourinho lalu membalas komentar gelandang asal Spanyol itu. Mourinho katakan, dia merasa pemain harus jelaskan penurunan sikap mereka dalam pertandingan itu, dan Mourinho mengaku bingung mengenai hal itu.

Tapi Jonathan Liew, kepala penulis olahraga di Independent, pertanyakan peran utama Jose Mourinho sebagai manajer di MU. “Tidak ada yang benar-benar tak diinginkan dalam komentar Herrera. Tapi bagi Mourinho, saat ia salahkan para pemainnya karena tidak termotivasi, apa sebenarnya pekerjaannya sebagai manajer kalau tidak memotivasi pemainnya? Ini seperti pemadam kebakaran menyalakan api,” tandas Liew.

“Hal lain yang harus dikatakan adalah, semua ini gangguan yang mudah diperbuat dari salah satu masalah nyata tim United saat ini, bahwa mereka tidak begitu bagus dalam membalikkan permainan,” tambahnya.

“Sudah hampir satu tahun sejak mereka menangkan pertandingan Liga Inggris, dari keadaan tertinggal lebih dulu. Di babak kedua, mereka sebenarnya cukup taktis, tapi kurang ide. Saya pikir, gagasan bahwa mereka tidak bersemangat itu adalah tabir asap yang mudah digunakan untuk apa yang sebenarnya sudah menjadi isu mendasar,” tandas Liew.

Sami Mokbel, reporter sepakbola di Daily Mail, katakan Mourinho telah korbankan para pemainnya menyusul kekalahan tersebut. Namun ia tegaskan, ini bukanlah hal baru bagi bos asal Portugal tersebut.

“Apakah dia benar menyalahkan para pemain? Ya, tentu saja. Dia melemparkan mereka ke bawah bus, tapi kami telah melihat Mourinho melakukan itu sebelumnya beberapa kali,” ujar Mokbel.

Jose Mourinho Sindir Bos Chelsea, Dikit-dikit Cedera

Jose Mourinho kembali bikin pernyataan kontroversial yang bisa memancing permusuhan dengan pelatih lain. Pelatih asal Portugal itu katakan, ada pelatih yang kerap mengeluh soal cedera pemain. Banyak yang percaya jika pelatih yang dimaksud Mourinho adalah manajer Chelsea, Antonio Conte.

Memang dalam beberapa waktu terakhir, Conte menyebut masalah cedera yang menimpa beberapa pemainnya jadi salah satu penyebab hasil buruk yang mereka alami. Para pemain itu seperti N’Golo Kante, Alvaro Morata, Danny Drinkwater dan beberapa pemain lain, yang terpaksa harus menepi saat Chelsea alami dua kekalahan beruntun di Liga Inggris.

“Ada situasi di mana pelatih lain, mereka menangis ketika ada pemain yang alami cedera. Saya tidak demikian,” ujar pelatih berusia 54 tahun itu.

“Saya tidak pernah mengeluh tentang cedera pemain. Saya rasa cara untuk mengatasinya, abaikan para pemain yang cedera tersebut, lalu fokus pada para pemain yang ada. Itu akan memberi kepercayaan diri kepada para pemain yang bisa dimainkan,” tandas Mou.

“Namun, jika saya ingin mengeluh dan menangisi cedera pemain seperti para pelatih lainnya, maka saya bisa saja menangis selama lima menit berikutnya. Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba, Marouane Fellaini dan Marcos Rojo alami cedera, saya bisa menangisi hal itu tapi saya tidak melakukannya. Jadi, kami bekerja dengan apa yang kami miliki saat ini,” tambahnya.

“Kami bermain melawan Liverpool dengan hanya membawa dua gelandang dan tak ada yang lain, bahkan tak ada di bangku cadangan. Hari ini [melawan Benfica] juga terjadi hal sama. Kami membawa seorang pemain muda, seperti yang dilakukan Benfica, karena saya tidak punya pilihan lain,” ujar Mourinho.

“Saya membawa Scott McTominay yang seumuran dengan pemain muda Benfica. Namun lain cerita jika di Liga Inggris, karena itu sangat sulit. Tapi sekali lagi, 12 pertandingan, 10 kemenangan, dua hasil imbang dan sembilan laga tanpa kebobolan, kami tidaklah buruk,” tegasnya.

Manchester United Kehilangan Ciri Khas di Tangan Mourinho

Manchester United memang berhasil catatkan start impresif di awal musim ini, dengan enam kemenangan dan dua hasil imbang dari delapan pertandingan di Liga Inggris. Selain itu, catatan United di Liga Champions juga tak kalah impresif, dengan berhasil raih nilai sempurna di tiga pertandingan awal babak penyisihan grup.

Dari 12 pertandingan yang dimainkan Manchester United di semua kompetisi musim ini, United hanya kebobolan dua gol, yaitu saat menang 4-1 dari Burton Albion di Piala Liga, dan menang lagi 4-1 dari CSKA Moscow di Liga Champions.

Meski demikian, gaya permainan bertahan yang diusung Mourinho di United mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari mantan bintang Liverpool dan Manchester City, Craig Bellamy.

Menurutnya, Manchester United merupakan sebuah klub besar dan punya identitas, bukan sekedar klub yang hanya mengincar hasil tanpa pedulikan gaya bermain mereka.

Bellamy sendiri percaya karir Mourinho di United tidak akan berlangsung lama, karena baik fans maupun klub tak akan menolerir gaya permaina yang diusung Mourinho dalam jangka panjang.

“Manchester United adalah tim yang bernilai lebih dari sekedar gelar juara,” ujar Bellamy pada Sky Sports.

“Sebagai klub sepakbola, mereka punya identitas yang lebih berharga daripada sebuah gelar juara. Sebagai sebuah klub, mereka memiliki cara tertentu dalam bermain dan mereka sudah melupakan hal itu selama beberapa waktu. Dari sebuah tim yang meraih gelar juara Liga Inggris secara teratur, menjadi tim seperti saat ini, dan itu membuat mereka dalam kepanikan,” tambahnya.

“Bobby Charlton pernah katakan beberapa tahun lalu bahwa Jose Mourinho bukanlah tipikal pelatih Manchester United. Pada saat ini, keputusasaan mereka untuk meraih gelar juara dan kembali ke puncak, membuat mereka harus mendatangkannya dan membiarkannya [mengubah identitas tim]. Tapi, hal itu pasti akan berlangsung sementara,” tegas Bellamy.

“Manchester United selama ini dikenal sebagai klub besar dengan tradisi yang hebat, dan tentunya anda tidak ingin MU kehilangan hal itu,” tambahnya.

Jose Mourinho Beri Saran Transfer Untuk Kiper Benfica

Pemain berusia 18 tahun, Mile Svilar, jadi kiper termuda yang bermain di Liga Champions. Namun, ia terlihat sangat sedih hingga hampir meneteskan air mata saat peluit akhir berbunyi dan Manchester United menang 1-0 atas Benfica.

Karena kesalahan Svilar, Manchester United akhirnya raih kemenangan atas klubnya itu. Tendangan bebas jarak jauh yang dilepaskan Marcus Rashford memang langsung jatuh ke tangan kiper muda asal Belgia itu. Tapi, ia menangkap bola melewati batas garis gawangnya sendiri.

Ini berarti Benfica tetap menempati posisi paling buncit di Grup A, sementara The Red Devils mempertahankan rekor 100 persen kemenangan mereka untuk tetap unggul tiga poin dari Basel. MU pun unggul 1-0!

Tapi, Jose Mourinho tetap berikan pujiannya untuk Svilar dan berharap pemain itu akan menjadi salah satu kiper terbaik Eropa dalam waktu dekat ini. “Saya tahu betapa bagusnya dia, dan saya katakan itu kepada para pemain United,” kata Mourinho.

“Kami memiliki sedikit strategi, terutama pada situasi tendangan bebas, untuk membuatnya tidak nyaman, sehingga pada tendangan pojok kami menempatkan banyak pemain di dekatnya untuk membuatnya kurang percaya diri untuk keluar,” tambahnya.

“Dalam tendangan bebas, kami tahu dia banyak mengambil risiko – namun hanya penjaga gawang top yang mengambil risiko seperti dia. Anak itu tidak beruntung,” tandas Mourinho lagi.

“Saya pikir, dia pantas mendapatkan lebih. Dia pemain yang fenomenal, menakjubkan. Hanya kiper besar yang kebobolan gol seperti ini. Dia kiper dengan potensi besar. Benfica lebih baik siapkan koper besar, karena seseorang akan membayar banyak uang untuknya dalam beberapa tahun ke depan,” tambahnya.

Jose Mourinho Pastikan Tak Gabung PSG

Beberapa waktu belakangan itu, muncul kabar yang menyebutkan bahwa Paris Saint-Germain akan segera mendepak Unai Emery dan menggantinya dengan pelatih Manchester United saat ini, Jose Mourinho. Namun, hal tersebut langsung dibantah sendiri oleh Mourinho, dan menyebut bahwa itu hanyalah karangan media massa.

Sebelumnya, juga ada spekulasi yang menyebutkan, jika Manchester United siap tawarkan kesepakatan baru pada Jose Mourinho yang akan membuatnya berada di Old Trafford hingga 2022 mendatang. Saat ini, mantan pelatih Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid itu memiliki kontrak di United hingga 2019.

“Saya rasa, anda para awak media Inggris sudah memiliki jawaban atas hal itu,” ujar pelatih berusia 54 tahun itu dalam konferensi pers, saat ditanya mengenai rumor bahwa dirinya akan menjadi pelatih PSG.

“Satu waktu anda mengatakan bahwa saya akan tanda tangani perpanjangan kontrak selama lima tahun, dengan upah satu miliar poundsterling per musim. Keesokan harinya, anda katakan saya akan pergi dari Manchester United dan gabung dengan Paris Saint-Germain. Jawabannya persis seperti itu,” tegas Mourinho.

“Tidak ada yang terjadi, saya tidak teken kontrak baru dengan durasi lima tahun dan saya juga tidak gabung Paris Saint-Germain. Saya tidak akan meninggalkan Manchester United. Saya masih memiliki kontrak di sini, hanya itu saja,” tandasnya.

Pelatih asal Portugal itu juga mengaku, sulit bagi seorang pelatih di sepakbola modern saat ini untuk bertahan di satu klub dalam waktu yang lama.

“Masa depan adalah esok hari. Saya masih memiliki kontrak yang akan berakhir pada Juni 2019 mendatang. Kita saat ini masih berada di bulan Oktober 2017, jadi saya tidak tahu harus mengatakan apa,” lanjutnya.

“Satu-satunya yang bisa saya katakan, dan ini interpretasi yang benar dari kalimat saya adalah, bahwa saya tidak akan mengakhiri karir saya di United. Bagaimana mungkin ada manajer di sepakbola modern, bisa bertahan selama 15 atau 20 tahun di klub yang sama? Saya rasa, Arsene Wenger akan jadi yang terakhir,” tambahnya.

“Saya pikir, hal itu tak mungkin bagi kami, dengan segala sesuatu yang mengelilingi pekerjaan ini, dengan semua tekanan yang ada. Saya rasa, mustahil bertahan begitu lama. Jika pada saat ini saya ingin mengakhiri dalam dua, tiga, empat atau lima tahun, maka saya akan mengatakan ya, ambisi saya adalah mengakhiri karir saya di Manchester United,” tegas Mourinho.

“Saya pikir, saya akan berada di dunia sepakbola minimal selama 15 tahun, dan saya pikir mustahil untuk bertahan 17 tahun di klub yang sama, meski anda mau atau bahkan jika anda mencobanya,” ujarnya.

“Beberapa orang mencoba menjadi pintar, mencoba menjadi jahat, dan mereka mengatakan banyak hal yang berbeda. Namun kenyataannya sederhana, saya tidak tanda tangani kontrak baru, tapi saya juga tidak berpikir untuk pergi,” tegas Mourinho lagi.

Frustrasi, Jose Mourinho Akan Tinggalkan Manchester United

Manchester United terancam ditinggal Jose Mourinho karena ia merasa frustrasi pada Ed Woodward. Demikian menurut jurnalis Daily Record, Duncan Castles.

Manchester United asuhan Jose Mourinho tampil gemilang di Liga Primer musim ini dan setelah bermain imbang 0-0 dengan Liverpool, Sabtu (14/10) lalu, mereka saat ini berselisih dua poin dari Manchester City yang memuncaki klasemen liga.

Tapi segala sesuatunya tidak selalu bagus di belakang layar, dengan Mourinho sama sekali tidak terkesan dengan cara klub tersebut dijalankan. Bos asal Portugal tersebut keluhkan bagaimana klub dijalankan, baik di Old Trafford maupun di pusat pelatihan Setan Merah, Carrington.

Mourinho juga dikatakan frustrasi dengan keraguan dalam terapkan keputusan rekrutmen, serta dewan direksi yang enggan menyesuaikan pengeluaran transfer mereka dengan sejumlah klub lain seperti Manchester City dan Paris Saint-Germain yang gelontorkan banyak unag untuk datangkan pemain anyar.

Hal itu telah memicu kabar bahwa mantan pelatih Chelsea itu bisa pergi tinggalkan Old Trafford.

Terlepas dari kekhawatiran pelatih berusia 54 tahun itu, laporan mengatakan para petinggi The Red Devils sangat ingin menghargai usahanya. Caraya, mengikat Mourinho dengan kesepakatan jangka panjang yang baru.

Namun, Castles mengklaim belum ada diskusi mengenai perpanjangan masa kontraknya di Old Trafford. “Sangat tidak benar, tidak ada pembicaraan untuk itu (perpanjangan kontrak),” seorang sumber mengatakan kepada Daily Record.

Mourinho baru-baru ini mendatangkan beberapa keraguan atas masa depan jangka panjangnya di klub tersebut, mengakui bahwa dia tidak melihat karirnya bakal berakhir di Manchester United.

“Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah, saya masih menjadi pelatih dengan kekhawatiran, ambisi, keinginan untuk melakukan hal baru,” katanya kepada Telefoot.

“Saya tidak percaya, tidak, saya yakin saya tidak akan mengakhiri karir saya di sini,” tandasnya.

Tapi, ketika ditanya lagi apakah itu berarti di Old Trafford, Mourinho mengatakan, “Ya”.

Jose Mourinho Dipusingkan 3 Pilihan Jelang Lawan Liverpool

Diungkapkan mantan kapten Manchester United, Gary Neville, Jose Mourinho harus membuat keputusan sulit mengenai siapa yang harus bermain di posisi bek kiri dan di tengah lapangan yang luas di Anfield, dengan tujuh pemain yang dipastikan bisa bermain.

“Gelandang, saya pikir itu akan [Nemanja] Matic dan [Ander] Herrera. Enam pemain ini – [Phil] Jones, [Eric] Bailly, [Romelu] Lukaku, [Henrikh] Mkhitaryan, [Juan] Mata dan [Antonio] Valencia – juga akan bermain,” ujar Gary Neville.

“Tanda tanya atas tim United adalah,, Kami tahu Jose ingin hadapi ancaman utama Liverpool, yang menurut saya adalah [Philippe] Coutinho dan [Mohamed] Salah,” tambahnya.

“Jadi, apakah dia pikir [Ashley] Young bisa tangani Salah, atau apakah dia membawa [Matteo] Darmian masuk. Dia mungkin akan berguna di pertahanan dengan kaki kanannya dan Salah biasa membuka jalan lewat sisi sayap,” ujar Neville.

“Jadi itu bisa menjadi perubahan potensial dan apakah dia merasa nyaman dengan [Marcus] Rashford, yang telah bermain untuk Inggris atau [Anthony] Martial yang bugar karena tidak bermain? Itu adalah teka-teki sepanjang musim bagi Jose dan supaya fair, keduanya telah tampil dengan baik. Saya tidak berpikir Anda bisa memiliki pilihan salah dengan salah satunya.”

“Coutinho bermain sisi melebar dan dengan [Alberto] Moreno bisa maju depan, apakah Mata pemain yang bisa naik turun membantu?”, tandasnya.

“Jadi saya bertanya-tanya apakah Jesse Lingard, atau apakah Rashford atau Martial bisa melewati sisi itu, tapi itu satu-satunya pertanyaan untuk saya.”

“Siapa yang bermain bek kiri – saya pikir ini akan menjadi Darmian. Di sisi kanan, saya pikir itu akan menjadi Mata, dan kemudian, apakah Rashford atau Martial?”, pungkas Neville.

Manchester United Kini Kembali Menakutkan!

Phelan yang habiskan 14 tahun di United sebagai bagian dari staf pelatih, sangat memuji Mourinho dan mantan timnya itu sebagai pesaing utama gelar juara musim ini. Apalagi, MU belum terkalahkan di awal musim ini.

“Saya pikir, mereka dapatkan itu (atmosfer ketakutan) kembali perlahan-lahan, karena sekarang di Old Trafford ada atmosfer yang kuat, ada harapan dan para pemain yang bereaksi sangat bagus terhadap hal itu,” kata Phelan kepada Premier League Daily.

“Anda harus membangun reputasi yang menakutkan dan saya pikir, hal itu sedikit hilang saat Sir Alex (Ferguson) pergi,” tambahnya.

Jelang bentrokan besar antara United melawan Liverpool pada Sabtu (14/10) malam, Phelan menilai Mourinho akan lebih fokus hindari kekalahan daripada meninggalkan Anfield dengan tiga poin.

“Saat ini dia sedang membangun sesuatu, dia memulai dengan luar biasa dan dia akan ingin melanjutkannya,” katanya.

“Tapi dia pasti tidak ingin kehilangan game ini, karena saya pikir ini membantu dia untuk membangun timnya dan beri kepercayaan pada para pemain untuk terus maju,” tambah Phelan.

Meskipun jalani awal musim yang lambat, Liverpool asuhan Jurgen Klopp yakin mereka bisa mengakhiri awal tak terkalahkan rivalnya di musim ini, dengan terus tampil mengesankan melawan tim di urutan enam besar.

Phelan berpikir, kemampuan Liverpool untuk tampil di pertandingan besar adalah karena ‘pengalaman di tingkat tertinggi Klopp’ dan menganggap pelatih asal Jerman itu bisa membawa kesuksesan pada Anfield.

Ketika ditanya mengapa Klopp memiliki catatan bagus dalam pertandingan besar, Phelan berkata, “Karena dia terlibat dalam banyak pertandingan besar, pengalamannya ada di level tertinggi.”

“Dia membawa kepercayaan diri pada Liverpool dan harapan yang lebih tinggi dari sebelumnya,” tambah Phelan.

Manchester United Didesak Beli Winger Serbia

Jose Mourinho lakukan perjalanan ke Austria untuk misi pemantauan bakat ikuti rekomendasi gelandang Manchester United, Nemanja Matic.

Mourinho, 54, terlihat di kerumunan penonton saat Austria menang atas Serbia di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Ernst Happel, Sabtu (7/10) dinihari lalu.

Berbagai teori mulai bermunculan. Beberapa menyebutkan, manajer The Red Devils itu hadir untuk mengintai bintang Serbia, Sergej Milinkovic-Savic, dan David Alaba dari Austria. Sementara itu, televisi lokal mengklaim, Mourinho sedang awasi pemain tengah Southampton, Dusan Tadi. Namun Daily Mirror mengatakan, Mou sedang awasi pemain lain.

Pemain itu, Mijat Gacinovic, saat ini bermain untuk klub Jerman, Eintracht Frankfurt. Pemain 22 tahun tersebut diyakini telah menarik perhatian Manchester United.

Apalagi, pemain tersebut sudah berpengaruh sejak ia didatangkan dari klub Serbia, Vojvodina, pada 2015 silam. Ia juga dinilai sebagai salah satu bintang paling menjanjikan di Bundesliga.

Setelah mencetak dua gol dalam tiga penampilan untuk negaranya, Gacinovic juga tampil sebagai target Bayern Munchen dan Arsenal. Kedua klub itu juga diyakini telah kirimkan pemandu bakatnya untuk saksikan penampilannya saat jeda internasional saat ini.

United telah bergabung dalam daftar klub yang terus berkembang dan awasi Gacinovic, setelah Matic dilaporkan mengatakan kepada Mourinho bahwa ia sangat terkesan dengan rekan senegaranya itu.

Mourinho harus puas dengan tiga pemain musim panas di jendela terakhir, meski awalnya ia berharap bisa membawa empat pemain ke Old Trafford, dengan Ivan Perisic sebagai target utama. Gacinovic bisa dilihat sebagai alternatif Perisic, karena ia bisa bermain di kedua sisi sayap atau di tengahnya.

Selain itu, Gacinovic juga diklaim punya hubungan dengan Matic, yang diharapkan bisa membantu Manchester United amankan tanda tangannya di musim dingin.

Sementara Matic yang bergabung dengan United dari Chelsea di musim panas, menangis setelah Serbia lolos ke Piala Dunia tahun depan di Rusia lewat kemenangan atas Georgia, Senin lalu.

Pemain 29 tahun itu mainkan peranan kunci saat Serbia amankan posisi puncak Grup D di kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan 21 poin, dan sukses membawa Serbia lolos ke ajang tersebut untuk kedua kalinya sebagai negara merdeka.

Jose Mourinho Teladani Taktik Antonio Conte Musim Lalu

Hal itu diungkapkan mantan bintang Liverpool, Stan Collymore, yang memuji kekuatan pertahanan Manchester United.

The Red Devils duduk di posisi kedua di klasemen Liga Primer pekan ini, jelang kunjungannya ke Anfield pada Sabtu (14/10) mendatang. Manchester United telah kumpulkan 19 poin dari tujuh pertandingan pembuka mereka.

Meskipun Setan Merah jadi pencetak gol terbanyak kedua dengan 21 gol, sebagian besar keberhasilan skuad asuhan Jose Mourinho itu dibangun karena solidnya lini belakang mereka.

Manchester United telah catatkan enam clean sheets sejauh ini, dan hanya kebobolan dua kali – kedua-duanya tercipta dalam laga imbang 2-2 melawan Stoke City.

Stan Collymore mengatakan, Mourinho telah membentuk timnya persis seperti Antonio Conte selama musim 2016/17 lalu, saat Chelsea finis sebagai juara.

“Bos United, Jose Mourinho, adalah sosok yang pragmatis saat ia mengatur timnya,” ujar Collymore dalam sebuah kolom The Mirror.

“Dia akan membuat lini belakangnya solid terlebih dulu, baru khawatirkan lini serangnya kemudian. Sepertinya, itu sudah bekerja dengan baik di masa lalu – dan bisa bekerja dengan baik sekarang – untuknya. Antonio Conte lakukan hal sama di Chelsea musim lalu,” tambahnya.

Collymore juga katakan, Jurgen Klopp telah mengambil rute yang sama sekali berbeda di klubnya, Liverpool. “Sedangkan di Liverpool, justru sebaliknya,” ujar Collymore.

“Lini depan skuad Klopp sekarang menemukan diri mereka dalam situasi di mana mereka terlibat dalam permainan, karena mereka harus mencetak setidaknya dua gol untuk mendapat poin imbang,” tandasnya.

“Statistik memberi tahu kami, tim yang memenangkan liga kebobolan antara 0,82 hingga 0,92 gol dalam sebuah pertandingan – dan musim ini Liverpool berada di posisi 1,7,” tulis Collymore di kolom tersebut.

“Jadi, tidak ada ruang gerak, dan sampai Klopp menangani lini pertahanannya – saya harap dia melakukannya di jendela transfer Januari – klubnya akan merasa sangat sulit untuk mengikuti Mourinho dan tim lain,” tandas Collymore.

United unggul tujuh poin dari Liverpool, yang saat ini duduk di posisi ketujuh di papan klasemen sementara Premier League.

Pelatih Manchester United Pantau Gelandang Serbia

Jose Mourinho terlihat sedang memantau Mijat Gacinovic saat Serbia kalah 2-3 dari Austria di kualifikasi Piala Dunia 2018, Sabtu (6/10) lalu.

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, terlihat agak malu-malu di tengah kerumunan para penonton dan mengenakan topi bisbol berwarna abu-abu.

Spekulasi yang berkembang, Mourinho sedang memantau pemain muda Serbia, Sergej Milinkovic-Savic, namun pemain berusia 22 tahun tidak berada dalam skuad. Kini The Mirror melaporkan, objek perhatian Mourinho sebenarnya adalah gelandang Eintracht Frankfurt, Mijat Gacinovic.

Pemain berusia 22 tahun ini telah menjadi salah satu prospek paling menarik di Bundesliga, bahkan Bayern Munchen dipercaya juga tengah mengawasinya. Di kancah internasional, ia telah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan.

Nemanja Matic bermain dan mencetak gol untuk Serbia di kualifikasi Piala Dunia tersebut. Dan bisa jadi, Matic yang telah memberitahu Mourinho tentang bakat Gacinovic, yang terutama beroperasi di lini sayap.

Itu jadi posisi yang sangat ingin diperkuat Mourinho di Old Trafford selama musim panas lalu, di mana Ivan Perisic dari Inter Milan jadi target utama Mou.

Namun, pemain asal Kroasia itu memutuskan untuk tetap tinggal di Serie A. Setan Merah pun dikabarkan mengalihkan perhatian mereka ke target Arsenal, Thomas Lemar, tapi Mourinho juga gagal memboyongnya.

Mourinho memiliki beberapa pekan sibuk sebelum istirahat internasional berikutnya untuk play-off Piala Dunia pada bulan November. The Red Devils akan hadapi Liverpool di Liga Primer Inggris pada Sabtu (14/10).

Gacinovic telah bermain sebanyak tujuh kali untuk Eintracht Frankfurt musim ini di semua kompetisi, mencetak satu gol dan satu assist.

Mourinho Mengaku Sudah Tidak Baperan Lagi

Manajer Manchester United Jose Mourinho mengaku telah sanggup menahan emosinya di pinggir lapangan.

Pria asal Portugal itu sudah dikenal dengan kontroversinya di konferensi pers dengan menebar perang urat syaraf terhadap pelatih lawan.

Momen-momen terkenalnya di masa lalu adalah kala ia perang komentar dengan Arsene Wenger, Sir Alex Ferguson dan ketika melatih Real Madrid, Mourinho pernah bersitegang dengan Pep Guardiola.

Bukan hanya di depan media saja, ia beberapa kali terlibat masalah di pinggir lapangan, seperti berdebat dengan ofisial pertandingan dan pernah mencolok mata almarhum Tito Vilanova yang kala itu menjadi asisten Guardiola di Barcelona.

Akan tetapi Jose Mourinho bersikukuh dirinya saat ini sudah lebih baik karena mampu mengontrol emosinya yang kerap berlebihan.

“Hari ini saya telah menjadi pelatih yang lebih baik dari sebelumnya karena mampu mengontrol semua emosi,” ujar Mourinho pada Record. “Akhir-akhir ini saya menghadapi semua kesulitan dengan kedewasaan. Itu artinya saya tetap merendah.”

Saat ini Manchester United duduk di peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris, di bawah sang tetangga Manchester City dengan selisih satu gol saja.

Tidak heran jika banyak pihak meyakini The Red Devils telah kembali ke era Sir Alex Ferguson dan diunggulkan menjadi juara Liga Inggris namun Mourinho tidak sependapat.

“Banyak hal mulai sulit di musim lalu dan di musim ini berjalan dengan baik,” ujarnya yang merujuk kepada kemenangan-kemenangan di Liga Europa dan EFL Cup.

“Tapi musim ini baru saja dimulai jadi kita tidak tahu seberapa bagus pada akhirnya nanti. Di liga lainnya, [awal musim kami] bisa berarti kami telah memenangkan liga tapi di Inggris hal tersebut tidak berarti apa-apa.”