Jupp Heynckes Bangga Capai 500 Kemenangan

Pelatih tertua di Eropa itu tidak sadar bahwa ia telah mencapai rekor 500 kemenangan di Bundesliga, sampai setelah kemenangan yang diraih Bayern Munchen atas Augsburg, Sabtu (20/11) lalu. Namun, ia merasa bahagia saat tahu soal rekor tersebut.

Dua gol Robert Lewandowski dan satu gol Arturo Vidal sudah cukup bagi tim Bayern Munchen untuk memperlebar jarak mereka dan unggul enam poin di puncak klasemen, setelah RB Leipzig bermain imbang lawan Bayer Leverkusen.

Hasil ini membawa Heynckes raih 500 kemenangan dari 1.016 pertandingan yang diikutinya, baik sebagai pemain maupun pelatih. Meskipun ia tidak mengetahui tonggak sejarah itu sampai pertandingan selesai, tapi ia tetap senang dengan pencapaian tersebut. “Saya tidak bisa bilang, itu tidak berarti apa-apa bagi saya, itu salah,” katanya.

“Ini angka yang bagus, tapi saya fokus pada permainan dan lawan. Anda tidak berpikir untuk rayakan pencapaian seperti ini atau memenangkan begitu banyak pertandingan,” tambahnya.

“Kami merasa sulit untuk masuk ke dalam permainan, karena lawan bermain dengan cara yang sangat terstruktur. Jadi, jika kami tidak tampil dengan performa tertinggi dan sangat fokus, kami tidak akan menang. Setelah 25 menit, kami tampil dengan performa yang lebih baik,” ujar Heynckes.

Vidal berhasil memecah kebuntuan di menit 31, dan membantu gol pertama Lewandowski, untuk pastikan Bayern punya kendali atas permainan itu sebelum babak pertama berakhir.

Heynckes senang gelandang asal Chile tersebut telah merespon dengan baik berbagai kritik terhadap performanya di awal musim. “Saya puas dengan dia hari ini, begitu juga dengan semua pemain,” kata Heynckes.

“Saya mengenal Arturo dengan baik, kami bekerja sama di Leverkusen selama dua tahun, saya tahu apa yang bisa dia lakukan,” tandas pelatih berusia 72 tahun itu.

“Ketika saya tiba di sini, saya tidak senang dengan penampilannya saat itu. Jadi, saya katakan padanya dengan sangat jelas, dan dia telah bekerja sangat intensif selama dua pekan dan melakukannya dengan baik,” tambahnya.

Pemain Tolak Ide Julian Nagelsmann Latih Bayern Munchen

Diungkapkan Mats Hummels, ia menolak ide jadikan Julian Nagelsmann yang saat ini masih melatih Hoffenheim untuk menjadi pelatih Bayern Munchen musim depan. Meski demikian, itu dinilai bukan hal yang mustahil.

Bek Bayern Munchen, Mats Hummels, dengan tegas menyatakan dirinya kesampingkan ide yang menyebut akan jadikan pelatih Hoffenheim itu sebagai pelatih The Bavaria di masa datang.

Nama Nagelsmann mulai berada dalam radar Bayern Munchen setelah mereka memecat pelatih sebelumnya, Carlo Ancelotti. Meski Jupp Heynckes telah mengambil alih tongkat kepemimpinan, namun pelatih sepakbola tertua di Eropa itu merasa tak akan bertahan lama di Allianz Arena.

Nama Nagelsmann kabarnya dipersiapkan para petinggi Bayern untuk gantikan Heynckes musim depan. Namun, Hummels dengan cepat menolak ide tersebut.

Bagi Hummels, faktor usia menjadi alasan utama dirinya menolak Nagelsmann. Nagelsmann sendiri saat ini berusia 30 tahun, dua tahun lebih tua dari Hummels dan tiga tahun lebih muda dari dua bintang Munchen lainnya, Arjen Robben dan Franck Ribery.

Namun, Hummels mengakui, dirinya tak merasa hal itu mustahil dan ia mendukung seorang pelatih Jerman jadi pelatih Munchen di masa depan.

“Saya menolak [Nagelsmann menjadi pelatih Munchen] karena dia hanya berselisih dua tahun lebih tua dari saya. Tapi, saya tidak berpikir itu hal yang mustahil,” ujar Hummels pada Bild, mengenai kemungkinan pelatih Hoffenheim itu mengasuh Bayern Munchen.

“Tren saat ini lebih mengarah ke perubahan banyak taktik, dengan mainkan empat atau lima sistem yang berbeda. Namun, jika Anda melihat Jupp Heynckes saat ini, yang menuntut hal sederhana dan ingin melihat hanya satu hal ini, itu bisa berhasil,” tambahnya.

“Ada beberapa pendekatan yang berbeda. Saya jelas merupakan seorang yang mendukung klub asal Jerman dilatih oleh pelatih asli Jerman,” tandas Hummels.

Hummels juga membeberkan rahasia sukses Bayern bersama Heynckes sejauh ini. “Disiplin. Struktur yang jelas merupakan hal yang bagus bagi para pemain, dan dia jelas membawanya dalam semangat tim yang baru. Dia juga mengatakan banyak hal kepada saya secara langsung, apa yang ia inginkan dan apa yang ia harapkan dari saya,” ujar bek berusia 28 tahun itu.

Pelatih Bayern Munchen Pergi di Akhir Musim

Jupp Heynckes bersikeras tak tidak berpikir untuk bertahan di Bayern Munchen dalam jangka panjang.

Jupp Heynckes sukses membawa Bayern Munchen kembali ke performa terbaik mereka setelah ia gantikan Carlo Ancelotti pada Oktober lalu.

Ancelotti dipecat setelah kekalahan 0-3 dari PSG di Liga Champions, dan Munchen langsung menunjuk mantan pelatih yang pernah berikan treble winners pada 2013 silam, Jupp Heynckes.

Ia langsung tunjukkan kemampuannya dengan berikan tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan Munchen di semua kompetisi, termasuk kemenangan dalam laga Der Klasiker melawan Borussia Dortmund, dengan skor 3-1, akhir pekan lalu.

Namun, pelatih yang dikontrak hingga akhir musim itu mengatakan, dirinya tak berpikir akan berkarir lebih lama lagi di Allianz Arena. Saat ditanya menganai kemungkinan dirinya bertahan dalam jangka panjang bersama Bayern, Heynckes mengatakan itu sebagai hal yang tidak mungkin. “Tidak, itu hal yang tidak mungkin,” ujar Heynckes kepada Welt am Sonntag.

Meski demikian, Heynckes tetap berikan pendapatnya mengenai apa yang harus dilakukan Munchen terhadap pemain senior mereka, Arjen Robben. Heynckes menilai, Robben masih berada di puncak permainannya dan Munchen harus perpanjang kontrak pemain itu – yang akan habis pada akhir musim ini.

“Tentu saja, saya akan katakan apa yang akan saya lakukan, dan saya juga percaya bahwa orang-orang yang bertanggung jawab akan mendengar pendapat saya,” tambahnya.

“Arjen kembali menikmati bermain sepakbola, dan bagi saya di usianya yang mencapai 33 tahun, dia kini lebih baik dari sebelumnya. Dia teladan yang hebat bagi para pemain muda yang ingin meniti karir, karena banyak pemain yang berbakat tapi tidak tahu bagaimana bersikap profesional,” tambahnya.

“Arjen tidak harus mengatakan, dia harus latihan dengan 100 persen, meski dia melakukannya. Namun, Anda harus sedikit memperingan bebannya. Dia pemain unik, dia lakukan segalanya untuk pekerjaannya. Arjen tidak perlu lagi bermain untuk hasilkan uang, dia bermain karena dia menikmatinya,” tandas Heynckes.

Kiper Legendaris Jerman Puji Bos Baru Bayern Munchen

Selain puji manajer baru Bayern Munchen, Jupp Heynckes, mantan kiper Bayern dan Timnas Jerman itu juga katakan, rival mereka Borussia Dortmund punya ‘banyak masalah’.

Oliver Kahn percaya, bekas klubnya itu hadapi Borussia Dortmund pada waktu yang tepat. Skuad asuhan Heynckes kini unggul empat poin di puncak klasemen Bundesliga, setelah menang 3-1 dalam laga Der Klassiker melawan Dortmund, Sabtu (4/11) lalu.

Sejak Heynckes kembali ke Bayern untuk keempat kalinya, raksasa Jerman tersebut telah menangkan tujuh pertandingan secara beruntun. Kahn merasa, pertemuan bekas klubnya dengan Dortmund terjadi pada waktu yang ideal, dengan skuad asuhan Peter Bosz yang sedang berurusan dengan ‘banyak masalah’.

“Saya pikir, efek kedatangan Heynckes sangat bermanfaat,” ujar Oliver Kahn kepada Omnisport, saat berbicara di Golden Foot Hublot Award di Monaco.

“Heynckes datang dan tim lanjutkan untuk menang enam atau tujuh kemenangan beruntun. Itu tunjukkan kualitas Bayern Munchen dan waktu bermain melawan Dortmund sangat cocok untuk mereka,” tandasnya.

“Borussia hadapi banyak masalah saat ini, terutama pada lini defensif mereka dan Bayern manfaatkannya untuk menang,” tambah Kahn.

Liga Jerman  - Kiper Legendaris Jerman Puji Bos Baru Bayern Munchen
Oliver Kahn Puji Bos Baru Bayern Munchen

“Sementara Dortmund masih ingin sempurnakan gaya bermain mereka, serta ingin tampil bugar dan terkoneksi dengan pelatih yang baru, dengan Bayern Munchen, ini situasi yang berbeda,” ujar Kahn.

“Jupp Heynckes mengenal klub dan dia diterima 100 persen sejak hari pertama,” tambahnya.

Dortmund sudah tanpa kemenangan dalam empat pertandingan liga dan merosot ke posisi tiga, terpaut enam poin di bawah Bayern. Selain itu, Dortmund juga terancam gagal lolos fase grup Liga Champions musim ini.

Pelatih Bayern Munchen Tak Sangka Puncaki Liga Jerman

Pada pertandingan versus Borussia Dortmund di Signal Iduna Park, Minggu (5/11) dinihari WIB, tim tamu Bayern Munchen sukses mencuri tiga poin. Gol Arjen Robben, Robert Lewandowski dan David Alaba sukses menyegel kemenangan tersebut, walau Dortmund sempat mencetak sebiji gol melalui beknya, Marc Bartra.

Dengan hasil tersebut, kini Die Roten duduk di peringkat pertama dengan selisih empat poin dari RasenBallsport Leipzig yang ada di posisi kedua, diikuti Dortmund di posisi tiga.

Bagi Heynckes, hasil positif ini harus menjadi sebuah kejutan, sebab Carlo Ancelotti dipecat karena minus lima poin di papan klasemen sementara Liga Jerman, selain kalah dari Paris Saint-Germain di Liga Champions.

“Kami tampilkan permainan yang luar biasa melawan tim yang sangat bagus, khususnya di babak pertama,” ujar pelatih tertua di Eropa itu dalam laman resmi Bayern Munchen.

“Harus diketahui, Dortmund berulang kali punya peluang bagus. Tapi [penjaga gawang] Sven Ulreich bermain luar biasa,” tambahnya.

“[Sebelum pertandingan] tim 100 persen termotivasi, kami sangat ingin meraih kemenangan. Sebuah pujian besar kepada tim saya!” Ujar Heynckes.

“Secara keseluruhan, penampilannya bagus. Empat pekan lalu Anda tidak akan bisa memprediksi bahwa kami sekarang bisa unggul enam poin dari Dortmund dan empat dari Leipzig,” tambahnya.

“Kami telah bekerja keras untuk ini. Jika pemain-pemain kami cedera, kami akan bermain lebih baik lagi dan semoga bisa meraih kesuksesan,” ujar Heynckes.

Sementara itu, bek Mats Hummels yakin kesuksesan Bayern Munchen ini disebabkan ketajaman di lini depan.

“Laga ini dipenuhi peluang gol dari kedua kesebelasan. BVB bisa saja mencetak gol lebih banyak. Tapi, pada akhirnya, kami bisa memanfaatkan dua peluang. Keefektifan [di depan gawang lawan] menjadi faktor penentu,” tambah Hummels.

Arjen Robben Takjub Dampak Jupp Heynckes di Bayern Munchen

Hanya dalam empat pertandingan terakhir Bundesliga, Bayern Munchen yang semula tertinggal lima poin di belakang Borussia Dortmund kini berbalik unggul dan nyaman di puncak klasemen.

Arjen Robben akui, pesatnya Bayern Munchen kangkangi Borussia Dortmund di klasemen Bundesliga sangat mengejutkan dirinya.

Dortmund tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pertama mereka di bawah asuhan Peter Bosz, dan miliki keunggulan lima poin atas Bayern di puncak klasemen.

Namun, perubahan drastis dalam beberapa pekan terakhir, membuat Dortmund hanya menang satu kali dalam enam pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

Kemerosotan mereka bertepatan dengan meningkatnya performa raksasa Bavaria sejak Jupp Heynckes masuk gantikan Carlo Ancelotti sebagai pelatih. Kemenangan Bayern atas Dortmund dalam duel Der Klassiker dengan skor, 3-1, Sabtu (4/11), menjadi kemenangan ketujuh Die Roten secara berturut-turut.

Bayern kini memimpin klasemen Bundesliga setelah 11 pertandingan, unggul empat poin dari RB Leipzig dan enam poin di atas Dortmund. Kenyataan ini sebenarnya tidak bisa dipercaya winger veteran, Arjen Robben.

“Kami kembali ke jalur kami, tapi tidak lebih dari itu kami juga harus tetap rendah hati,” ujar Robben, yang membuka kemenangan Bayern dengan golnya yang ke-93 di Bundesliga akhir pekan ini.

“Kami sangat senang karena sejak manajer baru masuk, kami yang sebelumnya tertinggal lima poin di belakang Dortmund sekarang berbalik unggul enam poin di puncak klasemen,” ujarnya.

“Kami tahu apa yang bisa dilakukan Heynckes. Pemain harus melakukannya di lapangan, tapi dia memberi strategi, memberi tahu kami bagaimana cara bermain dan sangat jelas mengenai berbagai hal dan saya pikir kami lebih stabil sekarang,” tandas Robben.

Bayern Munchen Mengamuk di Laga Pertama Manajer Baru

Bayern Munchen kembali ke jalan kemenangan di Bundesliga setelah menghabisi Freiburg 5-0 di Allianz Arena pada Sabtu malam WIB. Ini merupakan laga pertama di bawah asuhan manajer baru.

Bayern memimpin berkat gol bunuh diri Julian Schuster pada menit ketujuh ketika pemain belakang Freiburg tersebut membelokkan umpan silang David Alaba ke dalam gawangnya sendiri, 1-0.

Javi Martinez hampir saja menggandakan keunggulan bagi Bayern namun sundulannya melebar dari gawang pada menit ke-15. Freiburg sempat merespons baik saat mereka melakukan serangan balik dengan sundulan Mike Franz yang melebar, 10 menit dari istirahat paruh waktu.

Kingsley Coman akhirnya menggandakan keunggulan Bayern pada menit ke-42 saat pemain Prancis itu menanduk satu bola muntah setelah tembakan Arjen Robben berhasil diselamatkan sesaat sebelumnya.

Setelah start lambat di babak kedua, Bayern dianugerahi penalti untuk sebuah aksi handball pemain Freiburg, namun wasit kemudian membatalkan keputusan itu setelah menyaksikan Video Asisten Wasit.

Namun, beberapa saat kemudian Thiago Alcantara menambahkan gol ketiga Bayern dengan jarak jauh. Tembakannya melaju ke pojok bawah setelah menit ke-63, 3-0!

Pemain Polandia Robert Lewandowski menambah gol keempat di menit ke-75 saat Bayern menaikkan kecepatan pada menit-menit penutupan laga Bundesliga itu di Allianz Arena tadi malam.

Joshua Kimmich mengakhiri hari besar Bayern dengan hasil akhir yang sempurna pada menit terakhir untuk membuatnya menjadi 5-0 bagi sang juara bertahan Liga Jerman.

Lihat cuplikannya di bawah ini:

Bayern Munich vs Freiburg 5-0 Highlights Bundesliga by footbie.com

Dengan hasil kemenangan 5-0 ini, ditambah kekalahan Borussia Dortmund 2-3 di tangan RB Leipzig tadi malam, skuad Jupp Heynckes merayap dua poin jauhnya di bawah skuad asuhan Peter Bosz pada klasemen sementara Bundesliga usai pekan kedelapan.

Klasemen Liga Jerman

POS TIM MN M S K MG KG SG POIN
1 Dortmund 8 6 1 1 23 5 18 19
2 Bayern 8 5 2 1 21 7 14 17
3 Leipzig 8 5 1 2 15 10 5 16
4 Hoffenheim 8 4 3 1 15 10 5 15
5 Schalke 04 8 4 1 3 10 9 1 13
6 E Frankfurt 8 4 1 3 8 7 1 13
7 Augsburg 8 3 3 2 11 8 3 12
8 Hannover 8 3 3 2 8 6 2 12
9 Gladbach 7 3 2 2 10 12 -2 11
10 Mainz 8 3 1 4 10 13 -3 10

Bayern Munchen Bawa Kembali Jupp Heynckes

Bayern Munchen telah mengumumkan bahwa Jupp Heynckes akan kembali ke Allianz Arena sebagai pelatih kepala sampai akhir musim.

Hal ini diumumkan raksasa Liga Jerman itu usai memecat Carlo Ancelotti pekan lalu. Meski memimpin Bayern meraih gelar Bundesliga musim lalu, Ancelotti dipecat pada akhir September setelah timnya dipermalukan 3-0 oleh Paris Saint-Germain pada pertandingan Liga Champions.

Laporan mengklaim Ancelotti telah kehilangan dukungan dari beberapa pemain senior di ruang ganti dan itu sangat berkontribusi pada pemecatannya.

Willy Sagnol pun ditunjuk untuk menjadi pelatih sementara, namun Die Roten telah bergerak cepat untuk mendapatkan seorang juru taktik yang lebih berpengalaman untuk mengawal mereka melakoni kompetisi Bundesliga sampai akhir musim.

Ketua Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, mengatakan kepada situs resmi klub mengenai pengangkatan Heynckes: “Ada kepercayaan yang besar antara Jupp Heynckes dan Bayern. Percakapan yang dilakukan Uli Hoeness, Hasan Salihamidzic dan saya telah menunjukkan hal itu lagi. Kami sangat berterima kasih pada Jupp bersedia menjadi pelatih sementara kami. Dia saat ini adalah pelatih ideal untuk Bayern.”

Heynckes menambahkan: “Saya tidak akan kembali ke klub lain di dunia ini, tapi Bayern Munchen adalah urusan asmara bagi saya.”

“Staf pelatih saya dan saya sekarang akan melakukan segalanya untuk memastikan tim memberi kesuksesan bagi para penggemar. Saya tak sabar menantikan tugas ini.”

Heynckes pertama kami memegang kendali di Bayern pada tahun 1987 yang lalu. Dia membimbing mereka menyabet dua gelar Bundesliga sebelum dibebaskan dari tugasnya pada tahun 1991.

Bayern saat ini bertengger pada posisi kedua klasemen Bundesliga dengan 14 poin setelah melakoni 7 pertandingan.

Bayern Munchen Sudah Temukan Pelatih Baru

Bayern Munchen telah menunjuk mantan pelatih mereka, Jupp Heynckes, sebagai manajer yang baru sampai akhir musim – hanya sampai akhir musim – setelah pemecatan Carlo Ancelotti.

Ancelotti pergi pada bulan September setelah Bayern duduk di posisi ketiga di Bundesliga, lima poin di bawah pemimpin klasemen, Borussia Dortmund.

Heynckes, 72 tahun, telah melatih Bayern tiga kali sebelumnya, terakhir pada 2013 saat timnya memenangi treble Liga Champions, Bundesliga dan Piala Jerman.

“Saya tidak akan kembali ke klub lain di dunia,” katanya. Heynckes sebelumnya sudah dianggap pensiun pada 2013 dan saat itu mengatakan dia tidak akan melatih lagi di Bundesliga.

Tapi dia akan mengambil alih klub tersebut mulai pada hari Senin dengan Bayern menjadi tuan rumah SC Freiburg pada Sabtu 14 Oktober.

Josef “Jupp” Heynckes (lahir 9 Mei 1945) adalah seorang mantan pesepakbola profesional Jerman dan manajer Bayern Muenchen saat ini. Sebagai pemain, ia menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai striker Borussia Mönchengladbach di era keemasannya pada tahun 1960-an dan 1970-an, di mana ia memenangkan banyak kejuaraan nasional dan DFB-Pokal, serta Piala UEFA.

Sebagai manajer, Heynckes memenangi tiga gelar Bundesliga bersama Bayern Munchen dan dua trofi Liga Champions UEFA; bersama dengan Real Madrid di 1997-98 dan Bayern di musim 2012-13.

Bayern mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa Heynckes akan mengambil alih posisi pelatih kepala klub mulai dari hari Senin dengan kontrak sampai 30 Juni 2018.

CEO Karl-Heinz Rummenigge mengatakan di situs klub: “Antara Jupp Heynckes dan Bayern ada banyak kepercayaan. Perundingan yang (presiden) Uli Hoeness, (direktur olahraga) Hasan Salihamidzic dan saya lakukan memperlihatkan hal itu sekali lagi.”

“Kami sangat berterima kasih kepada Jupp bahwa dia telah setuju untuk menjadi pelatih kepala kami. Dia pada saat ini merupakan pelatih ideal untuk FC Bayern.”

Salihamidzic menggambarkan Heynckes sebagai “seorang ahli manajemen manusia and taktik.”

Dia menambahkan: “Kami yakin bahwa dia adalah orang yang tepat untuk memimpin tim dalam situasi mereka menuju kesuksesan lagi, dan untuk mencapai tujuan kami.”

Heynckes menambahkan: “Saya tidak akan kembali ke klub lain di dunia ini, hanya FC Bayern München yang sangat dekat dengan hati saya. Staf pelatih saya dan saya sekarang akan melakukan segalanya untuk membawa kembali sepak bola yang sukses bagi para penggemar. Saya sangat menantikan tantangan ini.”