Bos Burnley Angkat Bicara Soal Gol Penalti Arsenal

Berkat hadiah penalti tersebut, Arsenal menang tipis 1-0 setelah Alexis Sanchez berhasil mengeksekusinya dengan baik. Sean Dyche pun mengatakan, ‘sangat tak mungkin The Gunners tidak akan mendapatkannya’.

Di pertandingan ketiga berturut-turut melawan The Gunners, The Clarets dikalahkan oleh gol kemenangan Arsenal di masa injury time, dengan Alexis Sanchez mencetak gol dari titik penalti setelah James Tarkowski mendorong Aaron Ramsey di kotak terlarang.

Sean Dyche pun merasa kecewa saat ditanya soal hukuman penalti tersebut. Ia mengakui, wasit Lee Mason selalu akan memberi hadiah penalti untuk Arsenal melawan timnya.

“Saya pikir, sangat tidak mungkin penalti tidak akan diberikan, pada tahap itu, saya pikir Anda semua bisa membuat kesimpulan dari hal itu, silakan kilas balik,” katanya.

“Ini sulit, itu mungkin penalti, tapi inti pendapat saya adalah Anda tidak boleh memberikannya pada kinerja seperti hari itu, saya dapat meyakinkan Anda,” tambahnya.

“Lihat, wasit punya pekerjaan yang sulit. Tidak ada gunanya saya katakan banyak hal soal itu. Ini tidak akan mengubah hari ini. Tapi ada beberapa rasa frustrasi dengan beberapa momen hari ini. Sejujurnya, sangat tidak mungkin hal itu tidak akan diberikan pada hari seperti hari ini,” tandas Dyche.

Sampai menit terakhir jelang penalti, tuan rumah telah bermain dengan sangat baik dan membatasi ruang permainan Arsenal untuk ciptakan peluang, dan Dyche mengaku senang dengan penampilan tersebut.

“Itu sulit karena itu penampilan yang sangat bagus dari kami, terutama di babak pertama. Bermain melawan tim seperti mereka, [kami] terus mengalirkan bola dan menciptakan peluang, tanpa kiper kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Itu sangat menyenangkan,” ujar Dyche.

“Mereka memiliki 15 menit pertama yang baik di babak kedua dan kemudian kami kembali ke permainan. Secara keseluruhan kekecewaan adalah karena penampilan, bukan pada hasil,” tandasnya.

Leicester City Incar Bos Burnley

Sean Dyche, 46 tahun, berada di puncak daftar pelatih incaran Leicester City setelah mereka memecat Craig Shakespeare, Selasa (17/10). Dyche dianggap sosok paling cemerlang dari generasi baru pelatih asal Inggris, setelah ia lakukan pekerjaan fantastis dalam lima tahun karirnya di Burnley.

Tapi, dia terus-menerus harus bekerja dengan anggaran yang sangat ketat dan kemungkinan akan tergoda untuk pergi.

Pemilik The Foxes dikabarkan siap ajukan tawaran kontrak untuk Dyche senilai dua juta poundsterling (Rp35,6 miliar) per tahun dan dijanjikan sejumlah uang tunai untuk dibelanjakan.

Dyche muncul sebagai kandidat favorit setelah secara mengejutkan Shakespeare dipecat The Foxes usai selama empat bulan bertanggung jawab atas klub itu secara permanen.

Tujuh belas bulan yang lalu Leicester mampu menjadi juara Liga Primer Inggris. Tapi, pagi ini mereka berharap seorang manajer baru bisa membantu mereka lolos dari degradasi.

Vice Chairman Leicester City, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, ungkap pernyataannya mengenai pemecatan Shakespeare. “Craig telah beri pelayanan yang luar biasa di Leicester City – selama menjadi asisten manajer dan sejak mengambil alih posisi sebagai manajer dalam situasi yang menantang di bulan Februari,” ujarnya.

“Dedikasinya kepada klub dan pekerjaannya sangat besar, kontribusi yang dia berikan pada periode paling sukses dalam sejarah Leicester City cukup besar,” tambahnya.

“Namun, janji awal kami di bawah manajemen Craig belum terbukti secara konsisten dalam beberapa bulan terakhir ini, dan dewan klub merasa, sayangnya, sebuah perubahan diperlukan agar klub tetap bergerak maju – sesuai dengan harapan jangka panjang para fans, dewan komisaris dan pemilik klub,” tandas pengusaha asal Thailand itu.