Sergio Ramos Bersedia Berdarah Seribu Kali untuk Real Madrid

Real Madrid tak mampu raih kemenangan atas rival sekota mereka, Atletico Madrid, dan hanya berhasil bermain imbang, 0-0. Tapi pertandingan itu berlangsung cukup panas dan bek andalan Timnas Spanyol, Sergio Ramos, harus tinggalkan lapangan akibat cedera.

Ramos harus keluar di babak pertama setelah mukanya terkena tendangan pemain Atletico, Lucas Hernandez, saat ia berusaha untuk arahkan sundulannya ke arah gawang Los Rojiblancos.

Ia sempat mendapat perawatan dan kembali bermain sampai babak pertama usai. Tapi, Ramos tidak lagi tampak di babak kedua, akrena pelatih Zinedine Zidane mengganti Ramos dengan Nacho Fernandez. Setelah diperiksa tim medis, Ramos dinyatakan alami patah tulang hidung.

“Setelah tim medis Madrid lakukan pemeriksaan terhadap Sergio Ramos, dia didiagnosa alami patah hidung,” demikian pernyataan resmi El Real.

Awalnya diperkirakan, Ramos tidak akan bisa bermain untuk beberapa pertandingan ke depan. Namun, menurut Marca, Ramos tidak akan jalani operasi dan akan kenakan masker pelindung sampai hidungnya benar-benar sembuh. Ramos pun diperkirakan akan siap untuk pertandingan melawan Malaga dan Athletic Bilbao.

Setelah alami cedera tersebut, Ramos berkicau di akun Twitter-nya dan mengklaim akan segera kembali bermain. Ramos juga bersumpah, dia bersedia seribu kali mengucurkan darah untuk Real Madrid.

“Saya bersedia berdarah-darah seribu kali untuk Real Madrid. Terima kasih atas cinta dan dukungannya, saya akan kembali dalam waktu singkat. #HalaMadrid”. Demikian ungkap Ramos.

Cristiano Ronaldo Tak Disukai Pemain Real Madrid, Ini Alasannya

El Real sudah delapan poin di belakang Barcelona yang bertengger di puncak klasemen La Liga. Rasa frustrasi sudah mulai tampak di Los Blancos, di mana Ronaldo menjadi kesal.

Tak ada yang pertanyakan keinginan Ronaldo untuk menangkan pertandingan bagi timnya, tapi superstar asal Portugal itu mendapat kritik karena tidak selalu bermain sebagai tim.

Dan, ketika hal-hal yang tidak berjalan sesuai dengan keinginannya, pemain 32 tahun itu sering kesulitan dalam kendalikan emosinya di lapangan.

Ini terlihat jelas saat Los Blancos menang 3-0 atas Las Palmas,Senin (6/11) lalu. Saat itu, Ronaldo memilih untuk tidak rayakan gol Isco dengan rekan-rekan satu timnya, meski dia jadi pemberi assist untuk pemain asal Spanyol tersebut.

Sementara itu Sergio Ramos mengaku tidak terkejut dengan tingkah Ronaldo tersebut. Dia merasa ini mungkin bukan reaksi terbaik dalam membantu rekan satu timnya.

“Nah, jika kita akan bertanya apakah ya atau tidak bahwa kelakuan Ronaldo itu sesuatu yang mengganggu. Saya kira di pengujung hari, itu tidak membantu kepentingan tim, bukan?” kata Ramos kepada radio Spanyol, El Larguero.

“Semua skuad mungkin punya pendapat sendiri. Mungkin ada yang lebih terpengaruh olehnya dibanding yang lain, tapi kami tidak akan mengubah cara Ronaldo berada pada tahap ini,” tambahnya.

“Dia selalu sama. Jadi, saya tidak heran, walau kami menang 3-0, dia tetap kesal karena dia tidak mencetak gol,” ujar Ramos.

“Bisa jadi itu bukan cara yang terbaik, dan ya, mungkin ada beberapa orang yang tidak menyukai kelakuan Ronaldo itu. Tapi, saya bicara untuk saya pribadi, sejujurnya saya tidak peduli jika Ronaldo, Isco atau Keylor [Navas] yang mencetak gol, atau bahkan Kiko Casilla yang tampil dan mencetak gol dengan sundulan. Kepuasannya sama untuk saya, seolah saya yang mencetak gol itu sendiri,” tegasnya.

“Jelas Ronaldo punya peran berbeda, dia bermain untuk Golden Boot, untuk Ballon d’Or dan banyak gelar individu yang dipengaruhi oleh gol-gol yang dia cetak, atau hal semacam itu. Tapi saya pikir di atas segalanya, Anda tidak bisa mengeluh tentang dia, karena dia telah memberi banyak kepada tim, sehingga sulit untuk merasa terganggu atas kelakuannya tersebut,” ungkap Ramos.

Ronaldo tentunya sangat berharap bisa mencetak gol lagi untuk Madrid, saat mereka bertemu rival sekota, Atletico, setelah jeda internasional pekan depan.

Kapten Real Madrid dan CR7 Selisih Paham

Sergio Ramos bantah turunnya performa Real Madrid musim ini, sebagai akibat perginya beberapa pemain penting musim panas lalu.

Beberapa waktu lalu, Cristiano Ronaldo mengklaim, hasil negatif yang dialami Real Madrid merupakan imbas dari kepergian beberapa pemain. Namun, hal itu dibantah keras Sergio Ramos.

Menurut bek tengah berusia 31 tahun itu, masalah Madrid saat ini bukanlah karena kepergian beberapa pemain di musim panas lalu, melainkan karena banyaknya cedera yang menimpa mereka.

Musim ini, Madrid alami penurunan performa yang cukup signifikan. Hingga pekan ke-11 Liga Spanyol, Madrid telah alami dua kekalahan dan dua hasil imbang yang membuat mereka tertahan di peringkat tiga klasemen sementara, dengan nilai 23 poin, selisih delapan poin dari rival mereka, Barcelona, di posisi puncak.

Madrid juga alami kekalahan di Liga Champions, saat tandang ke markas Tottenham Hotspur, 1-3.

Menurut Ronaldo, hal itu berakar pada keputusan Madrid untuk melepas para pemain seperti Alvaro Morata, James Rodriguez, Pepe, Mariano Diaz dan Danilo. Namun, Sergio Ramos segera membantah pendapat Ronaldo. “Saya tidak setuju dengan Cristiano [Ronaldo],” ujar kapten Real Madrid dan Timnas Spanyol itu pada Cadena SER.

“Saya rasa, itu hanya untuk mencari-cari alasan. Ketika kami menangkan dua Piala Super [Piala Super Spanyol dan Piala Super Eropa], tidak ada orang yang kehilangan siapapun,” tambah Ramos.

“Saya lebih memilih cedera sebagai masalah kami. Tim ini lebih kuat saat kami semua bersama. Saya tidak merasa kehilangan siapapun. Tidak ada. Tentu saja skuad ini sudah alami perubahan, namun beberapa pemain berkontribusi dalam beberapa hal dan pemain lainnya memiliki peran yang berbeda,” tandasnya.

Ramos sendiri mengaku tidak peduli dengan catatan gol Ronaldo di Liga Spanyol musim ini, yang macet di angka satu gol saja, hingga pekan ke-11.

“Saya tidak peduli siapa yang mencetak gol [bagi Madrid]. Bagi saya, itu punya kepuasan yang sama. Namun, dia [Ronaldo] memiliki peran yang berbeda. Ada beberapa permain yang bergantung pada gol yang ia cetak,” tegas Ramos.

Sergio Ramos: Real Madrid Bakal Segera Bangkit!

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, tak ragu timnya akan mengubah musim mereka setelah alami kekalahan mengejutkan, 1-3, dari Tottenham di Liga Champions.

Tim jawara La Liga itu alami kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak Januari lalu, saat dua gol Dele Alli dan satu gol Christian Eriksen membuat Spurs memetik kemenangan mengejutkan di Wembley, Kamis (2/11) WIB. Sementara, El Real hanya mendapat gol penghibur yang dibukukan Cristiano Ronaldo di 10 menit terakhir.

Los Blancos saat ini berada delapan poin di bawah rival El Clasico dan pemimpin klasemen La Liga, Barcelona, setelah kalah 1-2 dari Girona pada akhir pekan lalu. Tapi, Ramos tegaskan, skuad asuhan Zinedine Zidane yang berada di urutan kedua Grup H itu akan segera bangkit lagi.

“Kami mengerti, fans bisa kecewa setelah hasil yang kami petik baru-baru ini, namun Real Madrid selalu bisa bangkit, dan jika ada yang berpikir bahwa kami sudah habis, kami akan membungkam kritik mereka,” tegas bek Timnas Spanyol tersebut kepada wartawan.

“Dari pengalaman saya di Real Madrid, saat Anda kalah dalam beberapa permainan, orang mulai bersikap kritis. Anda harus tetap tenang dan bersatu,” ujar Ramos.

“Kami berada dalam kompetisi favorit kami, Liga Champions. Kami harus tetap tenang, tetap bersatu dan yakin bahwa Real Madrid yang kami tahu akan segera kembali,” tegasnya lagi.

Ramos merasa hasil tersebut tidak mencerminkan pertandingan yang sesungguhnya. Kini, El Real punya kesempatan bangkit saat menjamu Las Palmas di ajang La Liga, Minggu (5/11). “Skor pertandingan sedikit menipu,” katanya.

“Mereka bermain sangat baik, mereka tim yang hebat, dengan stadion dan fans hebat yang benar-benar membuat perbedaan. Kami diuntungkan dari hasil imbang Borussia Dortmund [melawan APOEL], dan kami masih dalam pertarungan untuk lolos,” tandas Ramos.

2 Pemain La Liga Bikin Pecah Timnas Spanyol

Laporan muncul dari Spanyol bahwa hubungan Gerard Pique dengan kapten timnas Sergio Ramos sudah retak.

Menurut media Spanyol AS, kedua bek tengah tersebut tidak saling berbicara satu sama lain sebagai hasil komentar terbaru sang pemain FC Barcelona mengenai usaha provinsi Catalan untuk memisahkan diri dari Spanyol.

Bek Catalan berusia 30 tahun itu diejek oleh sebagian penonton selama sesi latihan terbuka Spanyol pada hari Senin, dan Situasinya sangat tidak menyenangkan sehingga manajemen tim nasional memutuskan untuk menghentikan latihan setelah hanya 23 menit saja.

Pekan lalu, Ramos mengkritik rekan setimnya karena telah berbicara mengenai referendum kontroversial Catalonia, sebuah provinsi di timur laut Spanyol, yang menginginkan kemerdekaan. Dengan Pique terus menyuarakan pandangannya setelah adegan kekerasan yang pecah hari Minggu di kota Barcelona, ​​sebuah keretakan besar telah berkembang di antara kedua pemain tersebut.

Telah dilaporkan bahwa atmosfir di tim nasional Spanyol “tegang”, dan ada rumor bahwa Pique sangat serius mempertimbangkan masa depannya bersama dengan tim nasional.

Kedua bek, yang saat ini mewakili Barcelona dan Real Madrid, sering kali saling bertikai di masa lalu, tapi selalu berhasil saling memahami perbedaan keduanya saat mewakili negara mereka … sampai sekarang.

Gerard Pique, yang mendukung referendum kemerdekaan Catalan, telah secara terbuka mengkritik sikap keras pemerintahnya terhadap para pemilih pada hari Minggu. Ia sudah mengancam akan berhenti bermain untuk La Furia Roja.

Kritikan si pemain berusia 30 tahun itu tampaknya tidak diterima dengan baik oleh para pendukung Spanyol. Mereka bersiul dan berteriak-teriak agar dia keluar selama sesi latihan tim nasional.

Meskipun situasinya tidak terlalu keras, media Spanyol telah melaporkan bahwa polisi telah menyita spanduk dari kerumunan, salah satunya menggambarkan bek tersebut sebagai “menjijikkan”, sementara penggemar dilaporkan meneriakkan “Pique, lubang pant*t, Spanyol negara Anda … Pique, lubang pant*t, tinggalkan tim nasional.”

Meskipun demikian, pelatih tim nasional Julen Lopetegui telah mengkonfirmasi dukungannya untuk Pique, dan senang dengan bagaimana si pemain Catalan itu telah bertindak sejak hari Minggu.

“Perilaku Gerard luar biasa,” kata Lopetegui kepada stasiun radio Spanyol Cadena COPE.

“Saya ingin melihat bagaimana keadaannya dan saya melihat dia termotivasi dan antusias. Dia baik dan bersemangat, jika tidak seperti itu maka dia tidak akan bersamaku.”

Pique telah membuat 91 penampilan untuk Spanyol sejauh ini, dan merupakan anggota timnas Spanyol ke Piala Dunia 2010 dan bagian dari pemenang Euro 2012.

De Gea ke Sergio Ramos: Bantuin Dong Masuk Real Madrid

Juara La Liga dan Liga Champions, Real Madrid, adalah pengagum jangka panjang dari kiper Manchester United, David de Gea.

Mereka sudah mencoba mengontraknya di jendela transfer dua tahun lalu, namun gagal. Rumor soal transfernya kembali merebak tahun ini, namun lenyap tak berbekas.

David de Gea nyaris bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2015 yang lalu namun transfernya gagal terwujud karena keterlambatan tukar menukar dokumen.

Los Blancos sejak saat itu sudah kembali untuk meyakinkan Manchester United guna menjual De Gea tapi The Red Devils tetap bersikukuh untuk tidak menjualnya dan menolak tawaran mereka.

De Gea diperkirakan ingin tetap pindah ke Santiago Bernabeu dalam waktu dekat ini, dan media asal Spanyol, Diario Gol, mengklaim bahwa dia menangani masalah tersebut dengan caranya sendiri.

Penjaga gawang asal Spanyol itu meminta kapten Los Blancos, Sergio Ramos, untuk membantu memfasilitasi transfernya ke Bernabeu.

Laporan tersebut mengklaim Presiden Madrid, Florentino Perez ingin membawa pemain berusia 26 tahun ke Bernabeu musim panas ini, namun Zinedine Zidane membatalkan langkah pendekatan Los Blancos itu.

Pelatih asal Prancis itu menaruh kepercayaan penuh kepada Keylor Navas sekali lagi tapi mungkin akan mengejar De Gea setelah Piala Dunia di Rusia usai, tahun depan.

De Gea yakin ketertarikan Madrid akan tetap ada musim panas mendatang dan dia kemudian bisa kembali ke tanah airnya.

Namun, De Gea mengaku saat ini ia puas merumput di Old Trafford, mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat terhormat bisa bermain untuk klub besar seperti Man United.

“Ketika Anda bertambah tua, Anda mulai bermimpi berada di sana, tentang berada di tim teratas,” kata De Gea kepada MUTV.

“Jadi tentu saja ini mimpi yang menjadi kenyataan berada di tim seperti Manchester United.”

Kontrak De Gea saat ini dengan Setan Merah berjalan sampai tahun 2019 mendatang.

Update Transfer Terbaru, Rabu 06/09/2017

Berikut update transfer terbaru dan fokus berita dari surat kabar di Eropa, Rabu (6/9) selengkapnya:

Manchester City hanya akan tawarkan 20 juta poundsterling untuk Alexis Sanchez pada Januari mendatang. Tawaran The Citizens sebesar 60 juta pounds untuk pemain Chile itu sebelumnya telah Arsenal. Namun, City yakin Sanchez akan dipertemukan kembali dengan Pep Guardiola 12 bulan ke depan.

Bolton Wanderers meminta bantuan pemain depan berusia 35 tahun, Julio Baptista, dalam upaya menyelamatkan klub mereka. Mantan bintang Real Madrid dan Arsenal itu terakhir terlihat di Inggris sebagai bagian dari tim senior negaranya di turnamen TV Star Sixes. Tapi, kini Baptista akan kembali gabung ke Bolton dengan status bebas transfer dan mencoba klub tersebut.

Sumber Chelsea bersikeras bahwa Diego Costa belum kembali ke London, meski sejumlah laporan mengklaim bahwa pemain kelahiran Brasil itu akhirnya akan kembali ke Inggris. Pemain depan Timnas Spanyol itu telah habiskan musim panas di kampung halamannya di Brasil, dan menolak melapor untuk kembali latihan bersama the Blues.

Tapi, rekan satu timnya di Chelsea yakin, striker 28 tahun itu akan mempertimbangkan dengan serius langkahnya untuk kembali ke Stamford Bridge, dan siap menerima sanksi karena mangkir dari latihan pramusim.

Kiper Manchester United David De Gea telah meminta rekannya di Timnas Spanyol, Sergio Ramos, untuk bicara dengan Zinedine Zidane dan tingkatkan usahanya untuk membawanya pindah ke Real Madrid. De Gea sangat ingin pindah ke El Real setelah Piala Dunia Rusia tahun depan.

Liverpool menolak untuk menyetujui permintaan transfer Emre Can dengan keluarkan klausul dalam kesepakatan baru. Pembicaraan kontrak antara pemain Timnas Jerman dan the Reds telah terhenti karena permintaan transfer dari pemain tersebut.

Vincent Janssen akan pensiun di Tottenham Hotspur setelah striker itu menolak pergi pada batas waktu transfer musim panas. Setelah debutnya yang buruk di London utara, Mauricio Pochettino tak lagi melihat pemain asal Belanda berusia 23 tahun itu cukup baik untuk bersaing atau gantikan Harry Kane.

Real Madrid Menang Telak, Tapi Kehilangan Kapten

Gareth Bale mencetak satu gol dan satu assist saat Real Madrid menang 3-0 di kandang Deportivo La Coruna di laga pembuka LaLiga musim ini, Senin (21/8) pagi. El Real berhasil bukukan kemenangan memuaskan walau mereka kehilangan Sergio Ramos yang diusir akibat dua kartu kuning dalam laga ini.

Bermain tanpa Cristiano Ronaldo yang tengah jalani suspensi, Bale berhasil tampil sebagai andalan dan mencetak gol pembuka saat laga baru berjalan 20 menit. Ia berhasil memanfaatkan bola rebound Karim Benzema di depan gawang tuan rumah.

Hanya berselang tujuh menit kemudian, Casemiro gandakan skor Madrid setelah ia berhasil memanfaatkan umpan silang Marcelo. Madrid akhirnya menutup laga dengan skor telak, 3-0, setelah Toni berhasil memanfaatkan umpan Bale dan mencetak gol di menit 62.

Deportivo sebenarnya punya peluang memperkecil kekalahannya di menit 89, setelah Dani Carvajal lakukan pelanggaran terhadap Bruno Gama di area terlarang. Namun, Keylor Navas berhasil amankan tendangan penalti yang dieksekusi Florin Andone sehingga skor tetap 3-0 untuk keunggulan tim tamu.

Tepat di masa injury time, Madrid kehilangan Ramos yang diusir akibat dua kartu kuning. Sebelumnya Ramos telah mendorong bagian wajah Fabian Schar yang membuatnya mendapat kartu kuning pertama. Wasit kemudian mengacungkan kartu kuning ke dua setelah bek Timnas Spanyol ini menyikut Borja Valle saat keduanya tengah terlibat duel di udara.

Tak lama wasit bunyikan pluit panjang dan pertandingan pun usai. Meski kehilangan Ramos, Madrid berhasil mempertahankan keunggulannya, 3-0.

Bek tengah Depor Fabian Schar telah mendorong kepalanya kepada Ramos, dalam sebuah pertengkaran di laga ini. Untuk Schar, wasit pun memberinya peringatan kartu kuning. Tapi Ramos malah tak mampu mewaspadai aksinya di laga ini, hingga ia mendapat kartu kuning ke dua dan diusir keluar lapangan.

Bagi Ramos, ini jadi kartu merah ke-23 yang diterimanya di Madrid, dan kartu merah ke-18 di LaLiga. Diusir sebanyak 23 kali tentunya jadi catatan tersendiri bagi pemain 31 tahun itu. Ramos ‘berhasil’ bukukan rekor bersama dengan mantan bek Sevilla, Pablo Alfaro, dan Xavi Aguado, mantan pemain Real Zaragoza, yang sudah kantongi jumlah kartu merah yang sama.

Kapten Real Madrid Latihan Lagi Setelah Cedera Misterius

Sergio Ramos tak memperkuat Real Madrid saat skuad Zinedine Zidane itu digebuk Manchester City, 1-4, tengah pekan ini. Walau sudah tiba lebih dulu sebelum kontingen Timnas Spanyol U21, tapi kapten El Real itu harus kembali pulang akibat cedera aneh di bagian telinganya.

Minus Ramos, pertahanan Real Madrid pun jadi kacau. Hal itu pula yang disinyalir sebagai faktor kekalahan memalukan, 1-4, dari the Citizens di Los Angeles. Saat itu, fans Real Madrid pun mempertanyakan ketidakhadiran Ramos dalam skuad Zidane saat itu.

Akibat cedera tersebut, Ramos belum pernah bermain di masa pramusim kali. Awalnya, sangat menarik bahwa Ramos tidak ikuti perjalanan Real Madrid ke Amerika Serikat pada 11 Juli lalu. Ramos bersama dengan rekan satu timnya, yakni Nacho, Isco dan Alvaro Morata -saat itu masih pemain Madrid- berada di Macedonia dengan skuad Julen Lopetegui.

Versi tidak resmi dari kejadian itu adalah, Ramos muncul di California dua hari kemudian, yakni pada 13 Juli 2017. Tapi, dia tidak bergabung dengan skuad Real Madrid sampai 16 Juli.

Real Madrid saat itu telah jelaskan, pemain berusia 31 tahun tersebut diberi masa liburan yang lebih lama dibandingkan yang lain. Hal itu jadi kompensasi dari banyaknya permainan yang dilakoninya untuk klub maupun tim nasional di musim lalu.

Namun, sementara pemain terakhir dari Timnas U21 Spanyol datang, yakni Jesus Vallejo, Marco Asensio, Dani Ceballos, Marcos Llorente, dan Borja Mayoral, lalu semuanya memulai debut melawan Manchester City, Ramos malah tidak ikut bermain.

Akar dari misteri itu adalah, masalah pada telinga kanan Ramos. Saat berlibur, rekan Ramos, Pilar Rubio, mengunggah video ke media sosial ketika Ramos tengah menyelam di Cancún, Meksiko. Kabarnya, Ramos alami masalah pendengaran akibat tekanan bawah air ketika itu.

Saat tiba di kamp pramusim Madrid, Ramos mengeluh kesakitan. Rasa sakit bahkan tidak berkurang setelah ia mendapat perawatan. Bahkan setelah diobati dan beristirahat selama 48 jam, Ramos tetap harus berjuang untuk bisa seimbang lagi.

Terakhir, pada Kamis (27/7) kemarin, Ramos dikabarkan sudah menunjukkan tanda-tanda membaik. Dia juga sudah berlatih lagi, bahkan sempat mencetak gol dalam pertandingan di latihan tersebut. Jika kondisinya terus membaik, maka kemungkinan besar Ramos akan turun dalam laga El Clásico di Miami akhir pekan ini.

Real Madrid Bertolak ke AS Tanpa 2 Bintangnya Ini

Real Madrid dijadwalkan untuk bertanding melawan Manchester United, Manchester City dan Barcelona di International Champions Cup (ICC) 2017, serta tim MLS All-Star.

Pelatih Zinedine Zidane sendiri telah umumkan nama-nama pemain yang ikuti tur pramusim ke Los Angeles, Amerika Serikat. Zidane membawa 26 pemain dalam tur ke Amerika Utara tersebut, yang berisi tiga penjaga gawang, 10 pemain belakang, tujuh gelandang dan lima striker.

Namun, yang mengejutkan, tak ada nama Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos dalam daftar tersebut. Begitu juga dengan pemain muda yang baru berlaga di Kejuaraan Eropa U-21; Jesus Vallejo, Borja Mayoral, Marco Asensio dan pemain baru, Dani Ceballos.

Namun, kabarnya lagi, Ronaldo dan Ramos akan menyusul langsung ke Amerika Serikat. Ronaldo yang terlibat di Piala Konfederasi 2017 saat ini masih menghabiskan masa liburannya, begitu juga dengan Ramos. Bek Timnas Spanyol ini kabarnya akan menyusul ke AS, Kamis (13/7) mendatang.

Dalam daftar tersebut, terdapat pula nama Alvaro Morata yang saat ini tengah santer diberitakan akan bergabung dengan Chelsea, Theo Hernandez yang baru diperkenalkan kepada pers pada Senin (10/7) malam waktu setempat, dan delapan pemain akademi Real Madrid.

Sementara satu nama lainnya yang pasti tidak termasuk dalam rombongan itu, adalah James Rodriguez, yang telah tanda tangani kontrak peminjaman selama dua tahun di Bayern Munchen.

Real Madrid akan hadapi Manchester United, Manchester City dan Barcelona (dengan tiket terjual seharga 10 ribu Dollar AS atau sekitar Rp134 Juta) di ajang ICC dan dan pertandingan persahabatan melawan tim MLS All-Star.

Berikut ini susunan pemain dari tur pramusim Real Madrid ke Amerika Serikat:
Kiper: Keylor Navas, Kiko Casilla, Ruben Yáñez dan Luca.
Bek: Dani Carvajal, Raphael Varane, Nacho, Marcelo, Theo Hernandez, Danilo, Quezada, Alvaro Tejero, Achraf Hakimi dan Manu Hernando.
Gelandang: Toni Kroos, Casemiro, Luka Modric, Isco, Mateo Kovacic, Óscar dan Franchu.
Striker: Karim Benzema, Gareth Bale, Lucas Vázquez, Alvaro Morata dan Dani Gómez.

Bintang Real Madrid Telpon Ronaldo Untuk Mencegah Hengkang

Berita Liga Spanyol – Dan salah bintang Real Madrid lainya telah menghubunginya untuk meyakinkannya tetap bertahan di klub, menurut laporan di Spanyol.

Sementara laporan itu juga mengatakan bahwa Pepe dari Madrid mencoba membujuk Ronaldo untuk bergabung dengannya di Paris Saint-Germain musim depan, rekan setimnya, Sergio Ramos, memiliki gagasan lain.

Marca mengklaim Ramos telah menelepon superstar Portugal tersebut untuk mengintervensi kemungkinan pindah ke Old Trafford dalam beberapa bulan mendatang.

Liga Spanyol  - Bintang Real Madrid Telpon Ronaldo Untuk Mencegah Hengkang

Telah diketahui Zinedine Zidane menelpon Ronaldo begitu mendengar rumor bahwa pemain berusia 32 tahun itu akan hengkang Bernabeu.

Zidane akan terus mencoba dan meyakinkan Ronaldo untuk tetap berada di ibukota Spanyol menjelang musim 2017/18 tapi tidak akan memaksa sang peraih Ballon d’Or empat kali tersebut untuk tetap tinggal jika sang pemain tidak meninginkannya.

Meskipun legenda hidup Real Madrid dan Prancis itu, telah menekankan di masa lalu bahwa dia tidak akan terus mempertahankan pemain yang tidak sepenuhnya berkomitmen untuk klub.

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich juga dipercaya tertarik untuk memboyong Ronaldo pada bursa transfer musim panas ini.

Sergio Ramos Angkat Bicara Soal Transfer Alvaro Morata

Berita Transfer – Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, diketahui sejak lama ingin datangkan Alvaro Morata ke Manchester United. Sergio Ramos pun komentari isyarat yang ditunjukkan pemain 24 tahun itu bahwa ia tinggal selangkah lagi ke Old Trafford.

Mourinho diberitakan telah lakukan dua panggilan telepon kepada striker itu dalam beberapa pekan terakhir. Ini tentunya dalam upaya Mourinho untuk dapatkan Morata. Tapi, Ramos jelas-jelas akui lebih suka memilih agar rekan satu timnya itu tetap tinggal di Santiago Bernabeu.

“Tampaknya Morata memang akan pergi,” ujar Ramos saat ditanya tentang masa depan Morata usai Spanyol menang 2-1 atas Makedonia, akhir pekan kemarin.

“Saya punya perhatian dan rasa sayang tersendiri kepadanya sebagai teman. Saya selalu doakan dia raih yang terbaik. Saya tidak bisa lakukan apa-apa agar dia tetap di sini,” tambah Ramos.

Chelsea sebelumnya juga diyakini tertarik pada Morata, di mana pelatih Antonio Conte berniat tempatkan Morata di lini depannya pada musim depan.

Alvaro Morata sebelumnya diberitakan tinggalkan Real Madrid, dan gabung Manchester United dengan nilai transfer sekitar 64 Juta Poundsterling atau sekitar Rp1,08 Triliun. Senin pekan ini selain tes medis, Morata akan teken kontrak lima tahun di MU.

Semula, hanya ada satu hal yang pasti terkait transfer yang akan dilakukan MU. Yakni, dilepasnya pemain nomor sembilan mereka, Zlatan Ibrahimovic. Apalagi, Morata sempat didekati AC Milan, dan sempat beredar pula kabar bahwa ia tak akan tinggalkan Madrid. Begitu juga dengan spekulasi yang menyatakan bahwa Zinedine Zidane berubah pikiran dan tak ingin Morata tinggalkan Bernabeu.

Morata memulai debut profesionalnya bersama bos United saat ini, Jose Mourinho, di Real Madrid pada Desember 2010. Saat itu, Morata yang masih berusia 18 tahun bermain di ajang LaLiga dan membawa Madrid menang atas Real Zaragoza.

Italia Bayangi Spanyol, dan Hasil Kualifikasi Zona UEFA Dinihari Tadi

Berita Piala Dunia – Kapten Timnas Spanyol, Sergio Ramos, yakin Piala Dunia 2018 dalam jangkauan La Furia Roja, setelah kemenangan 2-1 Spanyol  atas Makedonia makin membuka langkah skuad Julen Lopetegui itu untuk melaju ke putaran final tahun depan.

Dalam laga tersebut, Spanyol unggul lewat gol pemain yang baru saja dilepas Chelsea, Diego Costa, dan David Silva. Lewat aksi mereka, Spanyol kini mantap bertengger di puncak Grup G, meski mereka terus dibayangi Italia yang ada di posisi dua dan kantongi poin sama, 16.

Kini, Ramos yakin langkah Spanyol melaju ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia makin dalam jangkauan. “Kami memang berambisi kantongi poin sempurna dalam pertandingan yang sulit ini. Kami tahu ini tidak akan mudah. Mereka juga makin ketat di babak kedua, tapi kami senang dan berharap bisa lebih tenang,” tandas Sergio Ramos usai kemenangan 2-1 Spanyol atas Makedonia.

Selanjutnya, Spanyol akan bertemu Italia, dan akan tampil dengan kekuatan penuh tanpa ada pemain yang tengah jalani suspensi. Beberapa pemain Spanyol memang mendapat satu kartu kuning tapi tidak ada yang terkena larangan bermain. Selain itu, tidak ada pula pemain yang cedera dalam pertandingan di Skopje.

Soal laga melawan Italia, Ramos mengakuinya sebagai pertandingan yang pasti akan sangat sulit. “Ini akan jadi pertandingan yang rumit, di kandang dan melawan tim hebat. Mereka menang juga (melawan Lichtenstein, Italia menang telak 5-0 dinihari tadi) dan kami sudah pikirkan bagaimana bentuk terbaiknya. Kami harus hati-hati, kalau tak mau menjauh dari Piala Dunia,” tambah Ramos.

Berikut hasil kualifikasi Piala Dunia zona UEFA hingga Senin (12/6) dinihari tadi:

Grup D
Irlandia 1 – 1 Austria
Moldova 2 – 2 Georgia
Serbia 1 – 1 Wales

Grup G
Makedonia 1 – 2 Spanyol
Israel 0 – 3 Albania
Italia 5 – 0 Liechtenstein

Grup I
Finlandia 1 – 2 Ukraina
Islandia 1 – 0 Kroasia
Kosovo 1 – 4 Turki

 

Sergio Ramos Bakal Dapat Gaji Fantastis di Real Madrid

Berita Transfer – Sergio Ramos akan meminta Real Madrid untuk menaikkan gaji hingga 336.000 pound (5,7 miliar rupiah) per minggu.

Sang bek tengah itu sekali lagi tampil mengesankan untuk Los Blancos, seiring ia memimpin mereka meraih gelar juara La Liga bersamaan dengan trofi Liga Champions.

Dan rupanya pemain berusia 31 tahun itu menginginkan imbalan besar atas upayanya. Diario Gol mengklaim Ramos meminta bayaran 336.000 pound per minggu dari raksasa La Liga.

Itu akan membuatnya menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di dunia, hanya berselisih sedikit  dari bintang klub Cristiano Ronaldo. Dia juga akan menjadi pemain belakang dengan gaji terbesar di jagar raya ini.

Diario Gol mencatat bahwa manajer Zinedine Zidane sangat menghormati Ramos, sama halnya dengan Presiden Madrid, Florentino Perez.

Ramos telah menjadi salah satu pemain terbaik Real sejak tiba dari Sevilla pada tahun 2005. Dia memenangkan empat gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions bersama Los Blancos.

Bek ini juga merupakan salah satu pemain terpenting di ruang ganti klub sejak mengambil alih peran kapten dari Iker Casillas pada tahun 2015 silam.

Sergio Ramos Lakukan Aksi Teaterikal Atas Juan Cuadrado

Berita Liga Champions – Juan Cuadrado diusir keluar di menit 84 final Liga Champions, setelah sebelum ia menerima kartu kuning kedua. Cuadrado diduga menendang bagian belakang pergelangan kaki Sergio Ramos. El Real pun berhasil taklukkan raksasa Italia itu, 4-1, dan amankan trofi European Cup mereka yang ke-12.

Pemain asal Kolombia itu terlibat keributan setelah ia bermain sebagai pengganti Andrea Barzagli di menit 66. Cuadrado menerima kartu kuning pertama karena lakukan pelanggaran terhadap Cristiano Ronaldo, saat bintang Real Madrid tengah berangsek lini pertahanan Juve.

Kartu kuning kedua, akhirnya malah lebih jadi perdebatan. Saat posisi Madrid sudah menang 3-1, Sergio Ramos menekel Cuadrado, dan menendang bola keluar, hingga Juventus dapat kesempatan melempar bola ke dalam,

Cuadrado berdiri dan berlari melintasi touchline untuk menerima bola. Saat tengah melakukannya, Cuadrado terjerat kaki Ramos, yang langsung jatuh ke atas lapangan dan menyenggol pergelangan kaki Ramos.

Liga Champions  - Sergio Ramos Lakukan Aksi Teaterikal Atas Juan Cuadrado

Meskipun tidak mungkin mengatakannya dengan pasti, tampak bahwa itu jadi kebetulan yang dilakukan ‘bersama-sama’, hingga wasit harus keluarkan keputusan yang keras dalam insiden ini. Namun, diungkapkan AS, Sergio Ramos telah keluarkan reaksi teaterikal, yang membuat wasit Felix Byrch tak ragu keluarkan kartu kuning kedua dari sakunya.

Akibat insiden pengusiran ini, Cuadrado pun jadi pemain ketiga yang diusir wasit dalam final Liga Champions, setelah sebelumnya Jens Lehmann dan Didier Drogba juga alami hal sama.

 

Soal Ballon d’Or, Ini Komentar Sergio Ramos

Berita Liga Spanyol – Sergio Ramos berhasil persembahkan gelar juara LaLiga untuk Real Madrid musim ini, setelah gelar itu lepas sejak tahun 2012 lalu. Pada akhir pekan ini, ia juga berpeluang untuk pertahankan gelar juara Liga Champions untuk El Real, dalam final melawan Juventus.

Keberhasilan Sergio Ramos bersama Real Madrid itulah, yang kemudian membuat Ramos disebut-sebut kayak meraih Ballon d’Or 2017. Tapi, Ramos ternyata tak terlalu antusias pada penghargaan itu.

Ramos katakan, penghargaan Ballon d’Or tak pernah jadi impian dalam karirnya. “Ballon d’Or? Kita lihat saja nanti. Tapi memang benar, Fabio Cannavaro (bek Timnas Italia yang juga pernah membela Real Madrid) bisa menangkan penghargaan itu, kita tak boleh lupa itu,” ujar Ramos.

Saat ini, Ramos mengaku hanya ingin fokus pada laga final Liga Champions di akhir pekan ini. “Yang paling penting bagi saya, menangkan gelar Liga Champions bersama Real Madrid dan rayakan kemenangan itu,” tambahnya.

“Menangkan gelar bersama tim jadi hal paling penting bagi saya. Saya akan memilih bermain tenis kalau ingin raih penghargaan individu,” tegas Ramos yang sudah 11 tahun di Santiago Bernabeu dan persembahkan 14 gelar untuk El Real.

Sergio Ramos Cetak Rekor Kemenangan Madrid

Berita Liga Spanyol – Ini ditorehkan Ramos setelah ia membawa Madrid menangkan pertandingan yang ke-252, yakni pertandingan melawan Celta Vigo di Balaidos, Kamis (18/5). Dia lewati torehan Fernando Hierro, yang sebelumnya menangkan 251 pertandingan untuk Madrid.

Ramos pindah ke Los Blancos dari Sevilla pada tahun 2005 lalu, sebagai salah satu bek kanan papan atas di Spanyol. Tapi, kemudian, ia mengubah dirinya menjadi salah satu bek tengah papan atas dunia yang paling bisa diandalkan.

Sejak saat itu Ramos telah bermain dalam 520 pertandingan, dan bukukan 68 gol. Musim di mana Ramos meraih prestasi yang paling sukses adalah pada musim 2011/12 lalu, saat ia bukukan total 30 kemenangan. Sementara pada musim ini ia menangkan 19 dari 27 pertandingan yang dibelanya.

Kini, Ramos hanya berada satu peringkat di bawah Santillana (262), Gento (283), Sanchís (312), Raúl (327) dan Casillas (334), yang masih berada jauh di atasnya.

Sebelumnya, media Inggris juga pernah ungkapkan daftar bek terbaik dunia. Ternyata, Ramos masih berada di bawah bek rival asal Barcelona, Gerard Pique.

The Telegraph ungkapkan daftar 25 pemain belakang terbaik dunia jelang akhir pekan ini. Media tersebut tempatkan Gerard Pique di posisi lima, di atas Ramos yang berada di peringkat sembilan daftar bek terbaik dunia.

Ramos juga diberitakan ada di bawah bek Juventus, Leonardo Bonucci, yang berada di posisi teratas daftar tersebut. Pemain inilah yang akan dibawa Juventus untuk final Liga Champions melawan Madrid di Cardiff bulan depan.

ek kiri Real Madrid, Marcelo, disebut-sebut tampil lebih mentereng di musim ini. Lalu diikuti bintang Atletico Madrid, Diego Godin, dan pemain Bayern Munchen, Philipp Lahm. Sedangkan Dani Alves, yang ikut mencetak gol ke gawang AS Monaco, berada di urutan ke enam.

Sementara itu bintang Bayern, Jerome Boateng, Giorgio Chiellini, dan Ramos yang berada di posisi empat, serta dan bek asal Brasil di Paris Saint-Germain, Thiago Silva, bertengger tepat di posisi 10.

 

Ini Dia Daftar 25 Bek Terbaik Dunia

Liga Spanyol – Gerard Pique lebih baik dari Sergio Ramos. Ini diungkap media Inggris yang juga tempatkan bek Barcelona itu di antara lima pemain belakang terbaik di dunia.

The Telegraph ungkapkan daftar 25 pemain belakang terbaik dunia jelang akhir pekan ini. Media tersebut tempatkan Gerard Pique di posisi lima, di atas Ramos yang berada di peringkat sembilan daftar bek terbaik dunia.

Sementara bek Juventus, Leonardo Bonucci, berada di posisi teratas daftar tersebut. Pemain ini djadwalkan bemain dalam laga kontra Real Madrid di final Liga Champions yang akan digelar di Cardiff bulan depan.

Lalu di posisi dua ada bek kiri Real Madrid, Marcelo, yang tampil mentereng di musim ini. Lalu diikuti bintang Atletico Madrid, Diego Godin, dan pemain Bayern Munchen, Philipp Lahm. Sedangkan Dani Alves, yang ikut mencetak gol ke gawang AS Monaco, berada di urutan ke enam.

Sementara itu bintang Bayern, Jerome Boateng, Giorgio Chiellini, Ramos (posisi empat) dan bek asal Brasil di Paris Saint-Germain, Thiago Silva, bertengger tepat di posisi 10. Berikut ini daftarnya:

1. Leonardo Bonucci (Juventus)
2. Marcelo (Real Madrid)
3. Diego Godín (Atletico Madrid)
4. Philipp Lahm (Bayern Munchen)
5. Gerard Piqué (Barcelona)
6. Dani Alves (Juventus)
7. Jerome Boateng (Bayern Munchen)
8. Giorgio Chiellini (Juventus)
9. Sergio Ramos (Real Madrid)
10. Thiago Silva (PSG)
—————————————————————————

11. David Alaba (Bayern Munchen)
12. Mats Hummels (Bayern Munchen)
13. Virgil van Dijk (Southampton)
14. Danny Rose (Tottenham Hotspur)
15. Toby Alderweireld (Tottenham Hotspur)
16. Raphael Varane (Real Madrid)
17. César Azpilicueta (Chelsea)
18. Kalidou Koulibaly (Napoli)
19. Djibril Sidibé (AS Monaco)
20. Laurent Koscielny (Arsenal)
21. Marquinhos (PSG)
22. Jan Vertonghen (Tottenham)
23. Kamil Glik (AS Monaco)
24. Kostas Manolas (AS Roma)
25. Eric Bailly (Manchester United)

 

El Real Siap Lakoni Derby Madrid Terakhir di Vicente Calderon

Real Madrid siap membendung atmosfir apapun yang menanti di Vicente Calderon, saat mereka bertemu lagi dengan rival sekota, Atletico, di leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (11/5) dinihari nanti.

Berita Bola, Liga Champions – Real Madrid yang memimpin 3-0 di leg pertama, kan gantian tandang ke markas Atletico, di mana Atleti juga akan menjadi tuan rumah di derby Madrid terakhir sebelum pindah ke markas baru musim panas nanti.

Diungkapkan bek yang juga kapten El Real, Sergio Ramos, timnya sadar benar dengan adanya pendapat bahwa kondisi skuad asuhan Diego Simeone itu akan lebih lapar kemenangan dibandingkan Madrid yang telah 11 kali jadi juara Loga Europa itu.

Tapi, menurutnya, hal itu tak sepenuhnya benar. Bagaimanapun kondisi lawan dan stadionnya nanti, Ramos tegaskan El Real siap hadapinya.

Real Madrid memang diketahui unggul dalam banyak hal atas rival sekotanya tersebut. Bukan cuma di lapangan, tapi juga dari manajemen klubnya.

Dalam laporan keuangan terbaru misalnya, laporan yang dikeluarkan akuntan Deloitte menyebutkan, Real Madrid punya pendapatan sebesar 620 juta Euro, jauh di atas pendapatan Atletico yang ‘hanya’ sebesar 228,6 juta euro.

Dalam persaingan ke dua tim rival sekota itu, Real lebih unggul karena selalu kalahkan Atletico di ajang Liga Champions dalam tiga musim terakhir, termasuk di final 2014 dan 2016.

Sementara di kompetisi LaLiga, Real Madrid punya poin yang sama dengan Barcelona yang saat ini bertengger di puncak klasemen. Tapi, peluang Madrid masih terbuka lebar karena mereka masih punya satu pertandingan di tangan. Torehan ini membuat El Real mendekati perolehan mereka di liga pertama, di mana mereka juga sudah dua kali mengangkat European Cup sejak 1958 lalu.

Keunggulan-keunggulan inilah yang kini membuat Real Madrid tampaknya berada di atas angin, dan yakin akan kembali kandaskan rival sekotanya, Atletico, di ajang Liga Champions musim ini.

Dari kucu Atletico, gelandang Saul Niguez akui tugas timnya ‘sangat sulit’, terutama karena El Real selalu mencetak gol dalam 60 pertemuan terakhir mereka. “Kita tidak bisa gila, kita harus melaju selangkah demi selangkah, kita perlu tetap menjaga clean sheet,” ujar Niguez.

“Jika mereka mencetak gol dalam pertandingan nanti, kondisinya bakalan lebih sulit bagi kami. Tapi, satu hol di babak pertama akan memberi kami banyak kekuatan dan bisa membuat mereka grogi,” tambahnya.

Di laga dinihari nanti, Real Madrid tak akan diperkuat pemain Timnas Wales, Gareth Bale, yang tengah cedera betis. Sementara, Atletico akan kembali diperkuat Juanfran, yang akan kembali ke posisi bek kanan tuan rumah.

Lihat, Sanksi yang Dijatuhkan pada Sergio Ramos ..

Apa yang dikhawatirkan akhirnya terjadi juga. Bek Real Madrid, Sergio Ramos, mendapat sanksi yang jauh lebih ringan dibandingkan pemain Barcelona, Neymar, meskipun kedua lakukan hal sama: bertepuk tangan ke arah ofisial pertandingan yang tengah bertugas.

Berita Bola, Liga Spanyol – Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) mengonfirmasikannya, Selasa (25/4) waktu setempat, Sergio Ramos dijatuhi sanksi larangan bermain hanya dalam satu pertandingan, untuk kartu merah yang diterimanya dalam laga El Clasico di Santiago Bernabeu, Minggu (23/4) waktu setempat.

Dalam pertandingan itu, Ramos akhirnya diusir keluar akibat melakukan tekel mengerikan terhadap Lionel Messi, yakni dengan menjejakkan kedua kakinya ke arah pemain asal Argentina itu, di menit 77. Wasit Hernandez Hernandez akhirnya mencabut kartu merah dan persilahkan Ramos untuk keluar dari arena pertandingan.

Dalam laporan pertandingannya, Hernandez memang menyebutkan bahwa ia telah mengusir Ramos akibat melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan, dalam hal ini Messi. Namun dalam kolom ‘insiden lain’, Hernandez mengisinya dengan kata-kata ‘tidak ada’.

Ini berarti, Hernandez tak mencantumkan bagaimana Ramos bertepuk tangan ke arah wasit, usai ia perlihatkan ‘bahasa isyarat’ kepada bek Barcelona, Gerard Pique. Saat itu, Ramos seakan katakan pada Pique, ‘bicara sekarang, bicara sekarang’. Lalu, bertepuk tangan.

Kini, Ramos dipastikan tak akan hadir dalam pertandingan Real Madrid di kandang Deportivo la Coruna, Kamis (27/4) dinihari WIB. Sanksi ini berbeda jauh dengan yang harus diterima Neymar, yakni sampai tiga pertandingan.

Neymar diusir keluar dalam laga di kandang Malaga. Sanksi satu pertandingan yang harus diterimanya ditambah dua sanksi lagi, karena ia telah bertepuk tangan ke arah hakim garis.

Gerard Pique Ungkap Perkataan Sergio Ramos Setelah Diganjar Kartu merah

Gerard Pique mengatakan Sergio Ramos tidak dapat memiliki keluhan tentang kartu merahnya di laga El Clasico.

Berita Bola, Liga Spanyol – Bek Real Madrid, Sergio Ramos diusir dari lapangan karena melakukan serangan horor pada Lionel Messi saat Barcelona berhasil mengalahkan skuad asuhan Zinedine Zidane dengan skor 3-2.

Pique adalah salah satu dari sejumlah pemain Barcelona yang mengelilingi wasit dan menuntut kartu merah diberikan kepada Ramos.

Setelah menerima perintah wasit untuk keluar dari lapangan, Ramos berpaling kepada Pique dan memberi isyarat dan terekam oleh kamera televisi.

Dan bintang Barca, Pique telah mengungkapkan tentang insiden kartu merah tersebut, mengklaim bahwa ia akan menyesali reaksinya terhadap pengusiran tersebut.

“Jelas, dia masuk dengan kedua kaki dari tanah, bahkan kakinya tidak dekat dengan bola. Tidak ada argumen,” kata Pique.

“Apa yang terjadi adalah bahwa [Madrid] terbiasa memiliki wasit yang sangat permisif (serba membolehkan) di sini dan bila tidak ada, begitulah reaksi mereka.”

“Apa yang dia katakan saat dia pergi? Saya tidak mendengarnya, saya melihat bahwa dia menunjuk saya, saya kira dia mengacu pada kartu merah itu.”

“Ketika dia sampai di rumah dan melihat tanyangan ulangnya, Ramos akan menyesali [reaksinya], karena ini adalah pengusiran yang jelas, ini kartu merah yang pasti.”

Setelah Sergio Ramos Diusir, Ini Masalah Zinedine Zidane..

Kartu merah yang diterima Sergio Ramos saat Real Madrid kalah di laga El Clasico kontra Barcelona, ​​Senin (24/4), membawa masalah baru untuk skuad Zinedine Zidane.

Berita Bola, Liga Spanyol – Dengan bakal absennya Ramos, lini belakang Zidane kini kehilangan orang. Apalagi, Pepe dan Raphael Varane saat ini juga tengah absen akibat cedera. Sementara, Madrid harus hadapi partai lanjutan LaLiga melawan Deportivo La Coruna di tengah pekan ini.

Zinedine Zidane pun harus putar otak untuk atas kekosongan di lini belakangnya. Kini, ia hanya punya Nacho sebagai satu-satunya bek tengah yang tersedia.

Varane memang dikabarkan sudah berlatih lagi pada Senin (24/4) ini, setelah ia lama absen akibat cedera hamstring. Namun, kondisinya belum dipastikan sudah benar-benar fit ketika Madrid harus tandang ke Riazor.

Zidane pun kemungkinan akan lakukan improvisasi untuk atasi hal ini, di saat sisa pertandingan di musim ini tinggal enam laga lagi. Selama ini, Zidane lebih banyak tinggalkan Nacho di bangku cadangan. Pemain itu memang jadi pilihan ke empat Zidane di pusat lini tengah skuadnya.

Zidane kemungkinan juga akan kembalikan Casemiro di lini pertahanan, sementara Danilo akan berpindah dari kanan belakang  menjadi ke pusat pertahanan Madrid. Alternatifnya, Zidane akan panggil pemain Castilla, Tejero, dan seorang bek tim Castilla lainnya untuk memperkuat tim utama.

Saat ini, Jesús Vallejo sudah kembali ke Real Madrid dari klub Bundesliga yang meminjamnya, Eintracht Frankfurt. Tapi ia belum bisa dimainkan sampai musim depan. Namun, dia dikabarkan akan mulai masuk dalam rencana tim inti Zidane.

Sergio Ramos Tak Akan Bernasib Sama dengan Neymar

Wasit Hernandez Hernandez yang bertugas dalam laga El Clasico di Santiago Bernabeu, Senin (24/4), harus mengusir keluar bek tuan rumah, Sergio Ramos, menjelang akhir pertandingan.

Berita Bola, Liga Spanyol – Pemain Timnas Spanyol itu tampak melakukan beberapa kali gerakan isyarat saat ia berjalan keluar lapangan. Di antaranya,  memberi isyarat kepada bek Barcelona, Gerard Pique, yang ‘sepertinya’ agar Pique bicara lagi soal kepemimpinan wasit kepada media, seperti sebelum-sebelumnya. Dan, isyarat lainnya, bertepuk tangan ke arah ofisial pertandingan yang tengah bertugas.

Hal serupa sebelumnya juga dilakukan penyerang Barcelona, Neymar Jr, dalam pertandingan di kandang Malaga. Pemain asal Brasil itupun harus jalani sanksi larangan bermain dalam tiga pertandingan; satu untuk kartu merah yang diterimanya dan dua lainnya untuk aksinya bertepuk tangan kepada hakim garis.

Akankah Ramos juga bernasib sama seperti Neymar?

Tampaknya, nasib Sergio Ramos lebih beruntung dibandingkan Neymar. Pasalnya, dalam laporan hasil pertandingan yang diberikan Hernandez kepada panitia pertandingan dan federasi, Hernandez kabarnya tak cantumkan aksi Ramos tersebut.

Sebagian media menggambarkan Hernandez tak melihat aksi bek berusia 31 tahun itu. Namun, dalam tayangan televisi BeinSport, tampak jelas bagaimana Ramos ‘tak mau diam’ saat digiring keluar lapangan, termasuk ketika ia bertepuk tangan menyindir wasit yang mengusirnya.

Dalam laporan hasil pertandingannya, Hernandez Hernandez hanya menyebutkan; ‘Di menit ke-77, pemain nomor empat Ramos Garcia, Sergio telah diusir keluar karena alasan: melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan dengan kekuatan berlebihan saat mengejar bola”.

Tapi dalam kolom ‘insiden lain’ – di mana sebelumnya tepuk tangan yang dilakukan Neymar dicantumkan wasit- Henandez menulis; ‘Tidak ada’.

Hal ini dinilai aneh, karena situasinya serupa dengan yang terjadi pada Neymar setelah ia diusir di kandang Malaga. Saat ini, Neymar masih menjalani tiga sanksi larangan bermain yang dijatuhi Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF).

 

Sergio Ramos: Kartu Merah di El Clasico Berlebihan

Sergio Ramos menganggap dirinya tidak pantas mendapatkan kartu merah di El Clasico, saat Barcelona mengalahkan Real Madrid 3-2.

Berita Bola, Liga Spanyol – Bek tengah Real Madrid, Sergio Ramos diusir keluar lapangan setelah menerjang Lionel Messi dengan dua kakinya.

Namun Ramos berkata: “Kartu merah itu berlebihan.”

“Saya tidak akan menyakiti siapa pun, menurut saya, itu kartu kuning, bukan merah, saya sudah terlambat, tapi tidak ada kontak.”

“Saya tidak pernah berniat menyakiti siapa pun.”

Ramos terlihat bertepuk tangan saat ia berjalan di luar lapangan setelah diganjar kartu merah oleh sang wasit.

Tapi dia bersusah payah untuk menunjukkan tepuk tangannya ditujukan pada bek tengah Barcelona Gerard Pique, bukan isyarat sarkastik terhadap wasit.

Tindakan serupa telah membuat bintang Barcelona, Neymar dilarang untuk bermain di El Clasico setelah pemain Brasil itu dikirim keluar lapangan saat melawan Malaga.

“Saya tidak bertepuk tangan untuk wasit saat saya berjalan keluar lapangan, saya sedang berbicara dengan Pique, bukan kepada wasit,” tambahnya.

“Wasit bisa benar dan terkadang mereka salah, yang satu ini pasti, tapi saya ngobrol dengan Pique, bukan wasit.”

CR7, Sergio Ramos Bujuk Bintang Bayern Munchen Gabung Real Madrid

Dua bintang Real Madrid; Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos mengaku telah membujuk bintang Bayern Munchen ini untuk gabung ke Santiago Bernabeu. Ini terjadi setelah Madrid kandaskan Die Roten di perempatfinal Liga Champions pekan ini.

Berita Bola, Liga Spanyol –  Duo Madrid ini secara terbuka telah meminta striker asal Polandia itu untuk merumput di Bernabeu, menyusul tersingkirkan Bayern. Demikian diberitakan AS.

Laporan itu juga mengklaim, Ronaldo dan Ramos sama-sama mengatakan pada bintang berusia 28 tahun itu bahwa ada tempat bagi Lewandowski di dalam timnya. Lewandowski pun kabarnya telah berbincang-bincang dengan presiden Madrid, Florentino Perez.

Lewandowski mengaku sadar benar dengan ketertarikan Madrid padanya, dan mengaku akan pertimbangkan kemungkinan pindah ke Bernabeu. Pada Desember lalu, Lewandowski baru saja tanda tangani kontrak baru di Bayern, yang membuatnya jadi pemain dengan bayaran tertinggi di Bundesliga, yakni sebesar 12,5 juta Poundsterling per musim, sebelum bonus.

Di perempatfinal Liga Champions kemarin, Lewandowski sempat bermain selama 88 menit di leg pertama, sebelum akhirnya ditarik keluar akibat cedera bahu. Di leg pertama, Bayern kalah 1-2. Lalu makin parah di leg ke dua karena skuad Carlo Ancelotti itu dipermalukan 2-4, hingga akhirnya tersingkir.

 

Usai Menang di Gijon, Skuad Real Madrid Berlatih Terpisah

Real Madrid menang 3-2 di kandang Sporting Gijon akhir pekan kemarin. Namun, setelah laga tersebut, skuad Los Blancos harus jalani latihan terpisah di kompleks Valdebebas karena masalah cedera.

Berita Bola, Liga Spanyol – Jelang pertemuan ke dua dengan Bayern Munchen di tengah pekan ini, Real Madrid harus melihat beberapa punggawanya alami masalah usai pertandingan di akhir pekan. Padahal, Madrid sebelumnya kehilangan Gareth Bale yang harus kembali jalani proses pemulihan.

Real Madrid kini alihkan fokus mereka pada leg ke dua perempatfinal melawan Bayern yang akan digelar di Santiago Bernabeu, Rabu (19/4) WIB. Dengan jadwal yang sangat ketat, skuad Madrid tak punya banyak waktu istirahat dan harus kembali berlatih pada Minggu (16/4) pagi kemarin.

Latihan skuad inti Madrid yang pekan ini sudah dimulai sejak hari Minggu tersebut, secara normal memang berlatih terpisah dari dua pemain Real Madrid Castilla, Tejero dan Enzo. Namun, tak terlihat pula Sergio Ramos, Isco dan Fabio Coentrao yang ketiganya harus berlatih di gym, masih di kawasan kompleks Valdebebas tersebut.

Sejauh ini, belum diketahui apa yang dialami kedua bek dan pencetak gol yang sebelumnya bermain di kandang Gijon. Ketiga pemain itu memang harus hadapi beberapa kali perlawanan sengit dari para pemain Gijon, tapi belum ada keterangan dari pihak Madrid mengenai kondisi mereka sejauh ini.

Jika Pepe dan Bale masih harus jalani perawatan, lain halnya dengan Raphael Varane. Saat ini ia sudah jalani latihan berlari secara kontinyu, dengan harapan bisa fit lagi setelah cedera yang dialaminya.