Kalah Melulu, Mauricio Pochettino Enggan Salahkan Bukunya

Mauricio Pochettino membantah turunnya performa Tottenham Hotspur belakangan ini merupakan imbas dari diterbitkan rahasia permainan Spurs musim lalu dalam buku biografinya.

Setelah meraih hasil impresif, termasuk kalahkan Liverpool dan Real Madrid, Spurs perlahan mulai melepas pedal gas mereka. Dalam lima laga terakhir mereka di Liga Inggris, Spurs hanya raih satu kemenangan dan satu hasil imbang, sementara tiga laga lainnya berakhir kekalahan.

Meski demikian, Pochettino enggan kaitkan hasil negatif yang diraih Spurs belakangan ini dengan terbitnya buku ‘Brave New World’ yang menceritakan mengenai perjalanannya bersama Spurs musim lalu.

Pochettino tegaskan, kedua hal tersebut sama sekali tidak berhubungan. Ia yakin, saat ini Spurs hanya alami periode buruk yang biasa dialami tim lain. “Ketika buku saya diterbitkan, ada pendapat yang berbeda mengenai hal itu. Kami kalahkan Real Madrid dan Liverpool, dan kami mendapatkan hasil yang luar biasa,” ujar Pochettino jelang perjalanan mereka ke kandang Watford.

“Pertama-tama saya ingin berterima kasih pada orang-orang yang mengarang berita seperti ini, karena itu publisitas tambahan bagi buku saya. Kami bisa lebih banyak membantu orang lain, karena semua uang hasil penjualan buku tersebut akan disumbangkan,” tambahnya.

“Terima kasih atas hal itu, dalam periode jelang Natal ini kami bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan jika kami bisa menjual lebih banyak buku,” tegas pelatih asal Argentina tersebut.

Pochettino juga menolak anggapan yang menyebutkan, saat ini jadi periode tersulitnya di Tottenham sejak ia mengambil alih kepemimpinan di klub itu pada 2014 silam. “Tidak. Dengar, kami finish di peringkat pertama di grup Liga Champions, kalahkan Real Madrid yang mana hal itu bersejarah bagi klub. Kemudian, kami juga kalahkan Borussia Dortmund dan APOEL,” ujar Poch.

“Perjalanan masih panjang hingga akhir musim nanti. Memang benar kami kesulitan mendapat hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir, tapi itu hal yang normal bagi setiap tim. Mereka semua bisa alami kesulitan pada satu tahapan tertentu sepanjang 10 bulan berkompetisi,” tegasnya.

“Sekarang saya merasa tenang dan itu normal. Tanggung jawab saya adalah, bisa mengubah dinamika dengan para pemain, menerima apapun yang dikatakan orang lain, sama ketika Anda memberi pujian pada kami ketika kami kalahkan Liverpool dan Real Madrid dalam pertandingan besar,” aku Pochettino.

“Keseimbangan jadi hal yang paling penting. Saya menaruh kepercayaan kepada para pemain. Mereka percaya pada klub dan kami adalah hal pekerjaan yang kami lakukan. Ini hanyalah periode buruk, namun kami perlu bekerja kerasa untuk mengubah keadaan,” tegasnya lagi.

Jelek Banget! Pelatih Sesalkan Penampilan Buruk Tottenham

Dua gol dari Jamie Vardy (13′) dan Riyad Mahrez (45’+1) memberi Leicester keunggulan 2-0 di babak pertama, saat The Lilywhites lewatkan sejumlah peluang bagus.

Christian Eriksen dan Fernando Llorente kemudian sia-siakan peluang emas, walau Harry Kane mampu memperkecil kekalahan dengan golnya di menit ke-79. Meski demikian, Spurs akhirnya harus alami kekalahan keempat mereka di Premier League musim ini.

Dengan kekalahan tersebut, The Lilywhites bisa tertinggal 16 poin di bawah pimpinan klasemen, Manchester City, jika tim asuhan Pep Guardiola itu kalahkan Southampton pada Kamis (29/11) dinihari nanti. Pochettino akui, anak asuhnya harus bersikap kritis terhadap penampilan mereka sendiri.

“Di babak kedua, kami bermain lebih agresif dan mulai memainkan sepakbola. Kami mengkritik diri kami sendiri di babak pertama dan sulit untuk memenangkan pertandingan setelah penampilan buruk kami di babak pertama,” kata Pochettino kepada Sky Sports.

“Penampilan kami sangat buruk. Kami perlu memperbaiki dan bersikap kritis terhadap penampilan kami, karena kami tidak bermain seperti biasanya,” tambahnya.

“Kami perlu menganalisanya dan bertanggung jawab atas hasil yang kami raih. Kami tidak bisa memulai laga seperti ini. Kami bicara sebelum pertandingan mengenai fokus kami, tapi kami bermain lamban di babak pertama,” tandas Pochettino.

Meskipun Vardy dan Mahrez mencetak gol spektakuler di babak pertama, namun pada hakikatnya Pochettino tetap merasa timnya bisa mencegah dua gol itu. “Pertandingan berjalan seimbang dan kami ciptakan banyak peluang. Tapi, sebenarnya kami bisa mencegah gol lawan hari ini,” ujarnya.

“Kami bisa bermain lebih baik, dan melakukan sesuatu untuk menghentikannya. Bila Anda kebobolan, itu bukan hanya karena kualitas lawan, kadang karena Anda perlu menyadari beberapa situasi,” tandas pelatih asal Argentina ini.

“Memang benar kami kecewa dan frustrasi, tapi tidak hanya untuk kekalahan kami tapi juga penampilan,” tegasnya.

Tampilan Tottenham Hotspur Mulai Bikin Gerah

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, langsung minta skuadnya untuk memulai laga dengan baik, saat Harry Kane dan kawan-kawan mulai perlihatkan tren buruk di Liga Inggris.

Dalam laga Rabu (29/11) dinihari tadi, Jamie Vardy dan Riyad Mahrez sama-sama berhasil menyumbangkan sebiji gol untuk The Foxes di babak pertama.

Di babak kedua, giliran Harry Kane yang catatkan namanya di papan skor. Namun hingga pluit panjang dibunyikan wasit, tidak ada lagi gol dari tuan rumah maupun tim tamu. Laga pun ditutup dengan skor 2-1 untuk kemenangan Leicester.

Dengan kekalahan ini, Tottenham tercatat sudah tiga kali kalah beruntun, untuk pertama kalinya di pentas Liga Inggris sejak Maret 2014.

Karena itu, Pochettino mengaku khawatir dengan perebutan titel juara Liga Inggris musim ini, saat Manchester City mulai menjauh di papan klasemen. “Kami tidak bermain seperti biasanya kami bermain. Penampilan di babak pertama cukup buruk dan sulit untuk bangkit setelah itu,” tutur manajer asal Argentina itu kepada BBC Sport. 

“Kami sangat kecewa dengan penampilan kami sendiri. Kami memulai laga dengan cara yang salah dan membiarkan mereka mencetak dua gol,” tambah Pochettino.

“Di saat skor tertinggal 0-2, [segalanya] mulai sulit. Kami harus memperbaiki cara kami memulai laga. Hal seperti ini terjadi juga di laga versus West Bromwich Albion dan Borussia Dortmund,” tandasnya.

Christian Eriksen dan Fernando Llorente gagal memanfaatkan peluang The Lillywhites, dan di menit-menit akhir aksi Danny Rose di kotak terlarang tidak dianggap layak sebagai penalti oleh wasit.

Menurut Pochettino, dirinya lebih baik bungkam terkait jatuhnya Rose di menit-menit akhir, saat pemain itu dilanggar Wilfred Ndidi. “Saya tidak tahu. Saya sudah berkata pekan lalu, saya tidak ingin lagi bicara soal keputusan wasit,” tambahnya.

Tottenham Hotspur vs West Brom, Kembali ke Jalur Kemenangan

Tottenham Hotspur harus menelan pil pahit usai lakoni Derby London Utara akhir pekan lalu. Mereka kalah 0-2 dari Arsenal, dan benar-benar gagal memberi kesan pada pertandingan itu.

Namun, pada pertengahan pekan, Spurs lebih diuntungkan karena sukses kalahkan Borussia Dortmund, 2-1, di Jerman. Ini membuat Spurs resmi finish di puncak klasemen Grup H.

Kemenangan tersebut harusnya jadi dorongan kepercayaan diri yang besar untuk skuad Mauricio Pochettino itu. Saat ini, mereka berada di posisi empat klasemen sementara Premier League, terpaut sembilan poin dari Manchester City di peringkat teratas.

Spurs saat ini telah alami dua kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir mereka di liga reguler. Namun, mereka melaju lebih baik melawan tim yang lebih rendah di divisi ini, dan telah memenangkan lima dari tujuh pertandingan terakhir mereka di liga secara keseluruhan.

West Brom tentu dinilai sebagai tim yang kurang difavoritkan pada musim ini. Mereka baru memenangkan dua pertandingan di musim ini, dan itu cukup membuat mereka berada tepat di atas zona degradasi saat ini.

Namun, kekalahan 0-4 West Brom di kandang Chelsea akhir pekan lalu, membuat West Brom tercatat sudah jalani 10 pertandingan liga tanpa kemenangan. Selain itu, mereka juga selalu kalah dari lawan yang berada di empat besar.

West Brom juga telah gagal mencetak gol dalam tiga dari empat pertandingan terakhir, sementara Tottenham bukukan tiga kali clean sheet dalam empat laga kandang terakhir mereka.

The Baggies jadi tim yang sangat defensif, dan mengingat Tottenham cukup kuat di area pertahanan di laga kandang, tentunya akan sulit bagi West Brom untuk kantongi gol di Wembley.

Harry Kane jadi pilihan yang tepat untuk prediksi pencetak gol Spurs, begitu juga Christian Eriksen. Playmaker asal Denmark itu dalam kondisi bagus saat ini dan sudah mencetak tiga gol di ajang liga musim ini.

Head-to-head Tottenham Hotspur vs West Bromwich Albion

Tottenham telah bukukan dua kemenangan, tiga hasil imbang dan kalah satu kali dalam enam pertemuan terakhir mereka melawan West Brom, serta menjaga gawangnya tetap bersih di kedua kemenangan tersebut.

Statistik Tottenham vs West Brom

  • Tottenham Hotspur telah kehilangan satu dari 15 pertemuan Premier League terakhir mereka melawan West Brom (W6 D8), kalah 0-1 di kandang pada September 2014.
  • Harry Kane telah terlibat dalam 99 gol bagi Tottenham di Premier League selama karirnya (86 gol, 13 assist).
  • Harry Kane telah mencetak enam gol dalam lima pertemuan Premier League melawan West Bromwich Albion, termasuk hattrick di pertandingan musim lalu.

Berita Tim Tottenham: Toby Alderweireld dan Victor Wanyama tetap menjadi dua masalah cedera bagi Tottenham.

Berita Tim West Brom: Craig Dawson adalah keraguan besar bagi The Baggies, sementara James Morrison dan Nacer Chadli, keduanya absen sampai setelah Natal.

Prediksi Skor: Tottenham Hotspur 2-0 West Brom

Prediksi Borussia Dortmund vs Tottenham Hotspur

Borussia Dortmund akan berusaha kembalikan kebanggaannya setelah lakoni awal yang buruk di Liga Champions musim ini. Mereka punya kesempatan sempurna untuk melaju ke babak selanjutnya, namun justru hanya bermain imbang 1-1 di dua pertemuan melawan APOEL Nicosia, baik di laga kandang maupun tandang.

Duduk di posisi tiga Grup H dengan hanya dua poin, sejatinya Dortmund masih memiliki kesempatan lolos ke babak sistem gugur. Namun, di sisi lain Real Madrid harus kalah melawan APOEL, dan Dortmund harus menang atas Spurs.

Dortmund juga harus bisa menang atas raksasa Spanyol Real Madrid di Bernabeu pada matchday terakhir. Pastinya, hal itu terasa sulit terwujud karena Dortmund sendiri belum tentu bisa kalahkan Tottenham Hotspur.

Pada akhir pekan kemarin, Dortmund tumbang 1-2 oleh Stuttgart, yang membuat mereka catatkan kekalahan dalam empat pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Selain itu, mereka hanya raih sekali kemenangan dari delapan laga terakhir mereka.

Di sisi lain, Spurs sudah lolos ke babak sistem gugur dan tetap unggul tiga poin dari Real Madrid setelah menang 3-0 atas juara bertahan tersebut. Kemenangan atas Dortmund nantinya akan membuat Spurs menjadi tim urutan pertama di Grup H, sebelum sampai ke matchday enam.

Head to head Borussia Dortmund vs Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur berhasil menang 3-1 kontra Borussia Dortmund di pertandingan pertama di grup ini.

Dortmund punya catatan yang solid melawan tim Inggris di kandang, dengan enam kali kemenangan, empat kali imbang dan sekali kalah dari 11 pertandingan.

Spurs punya catatan melawan tim Jerman, meraih tiga kemenangan, dua seri dan enam kalah dari 11 pertandingan terakhir.

Prediksi Borussia Dortmund vs Tottenham Hotspur

Sama-sama menelan kekalahan di liga domestik masing-masing, kubu Tottenham Hotspur mungkin hanya butuh hasil imbang saja, karena mereka sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya usai menang 3-0 atas Real Madrid di matchday keempat.

Prediksi Skor Akhir

Borussia Dortmund 2-2 Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur Harus Lupakan Gelar Juara Liga Inggris

Penjaga gawang Tottenham Hotspur, Hugo Lloris, desak timnya agar lupakan hasrat merebut gelar juga liga mereka yang pertama dalam 57 tahun terakhir. Lloris meminta skuad Hotspur fokus untuk finish di posisi empat besar.

Kekalahan atas Manchester United dan Arsenal membuat Tottenham Hotspur kini tertinggal 11 poin di bawah pemimpin klasemen sementara, Manchester City.

Lloris yang juga kapten The Lilywhites, akui mereka sekarang harus lebih berkonsentrasi untuk finish di posisi empat besar pada akhir musim. “Kami telah mendengar dari luar bahwa Tottenham bermain untuk meraih gelar juara,” kata Lloris.

“Tapi sebelum kami pikirkan Manchester City, penting untuk bertahan di posisi empat besar. Itulah target utama, tetap konsisten di liga,” tambahnya.

“Kami telah berada di posisi empat besar selama dua tahun terakhir dan perlu melanjutkannya. Yang terbaik saat ini adalah, klub finish di empat besar dan secara bertahap mengurangi selisih poin,” tegas kiper asal Prancis itu.

“Ambisi kami adalah memenangkan gelar, tapi kami harus melakukannya selangkah demi selangkah,” tambahnya.

Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, tak bisa menyembunyikan kemarahannya setelah timnya kembali kalah dari klub pesaing gelar. Pochettino jauh dari kata senang ketika melihat, sejak dia memimpin klub itu pada tahun 2014, Spurs hanya bisa memenangkan satu dari 17 pertandingan tandang.

“Jika Anda mengatakan, kami berjuang melawan tim jenis ini, itu pendapat Anda. Tapi tidak ada yang bicarakan hal ini saat kami kalahkan Real Madrid,” ujar Pochettino.

“Anda manajer yang baik saat Anda menang, tapi setiap kali Anda menelan kekalahan maka Anda adalah bencana,” tambahnya

Harry Kane dan Dele Alli, keduanya kesulitan untuk membuat dampak di alaga kontra Arsenal, sebelum akhirnya ditarik keluar dan digantikan pemain lain pada menit ke-75.

Sekali lagi Pochettino membantah berita bahwa kedua pemain itu tidak sepenuhnya fit setelah absen dari persahabatan Inggris karena cedera hamstring. “Saya telah katakan sebelumnya, saya tidak akan mengambil risiko dengan Dele atau Harry. Tapi, jika Anda belum mencetak gol setelah 75 menit, Anda perlu memberi kesempatan pada penyerang lainnya,” tandas Poch.

Bek Tottenham Hotspur Pulih Jelang Derby London Utara

Jan Vertonghen telah sepenuhnya pulih dan siap untuk pertandingan melawan Arsenal di Emirates Stadium, Sabtu (18/11) malam.

Dalam beberapa pekan terakhir, Vertonghen harus bergelut dengan cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen dalam beberapa pertandingan Spurs.

Vertonghen juga absen dalam pertandingan Timnas Belgia melawan Meksiko yang berakhir imbang, 3-3, akhir pekan lalu. Namun, ia kemudian bermain saat Belgia menang 1-0 atas Jepang pada hari Rabu lalu, tanpa keluhan apapun.

Hal itu jelas memberi dorongan besar pada Spurs jelang lawatan mereka ke kandang Arsenal pada Sabtu (18/11) malam pukul 19.30 WIB. Vertonghen pun menilai, kondisinya cukup baik dan siap bermain di laga derby tersebut.

“Ya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar bek berusia 30 tahun itu setelah membantu Belgia raih kemenangan 1-0 atas Jepang.

“Saya sudah berjuang melawan cedera dalam dua pekan terakhir, dan itulah alasan saya tidak bermain melawan West Ham di EFL Cup,” tambahnya.

“Namun semuanya saat ini baik-baik saja, hari ini saya merasa baik, saya siap untuk pertandingan akhir pekan ini (melawan Arsenal),” ujar Vertonghen.

Vertonghen juga berambisi untuk raih kemenangan perdananya di Emirates dalam derby London Utara nanti. “Saya ingin raih kemenangan di Emirates, jadi itulah yang akan kami lakukan akhir pekan ini. Jelas bahwa kami sudah bekerja dengan baik bersama Spurs, demikian pula halnya dengan Arsenal. Itu akan menjadi pertandingan yang bagus,” tandasnya.

“Ini selalu merupakan pertandingan yang bagus, pertandingan yang positif, selalu ada rasa hormat di antara kami, dua tim bagus yang akan membuat pertandingan menjadi bagus,” tambah Vertonghen.

Agen CR7 Bantu Real Madrid Boyong Bintang Tottenham Hotspur

Gelandang Tottenham Hotspur, Dele Alli, telah adakan pembicaraan dengan Jorge Mendes untuk menjadi agennya yang baru. Super agen tersebut memang memiliki banyak klien, termasuk bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, dan bos Manchester United, Jose Mourinho.

Laporan pekan lalu menyebutkan, Real Madrid sedang mempertimbangkan langkah transfer untuk Alli. Presiden Los Blancos, Florentino Perez, ingin membawa gelandang Inggris tersebut keluar dari London utara.

Klaim lain pada bulan lalu menyebutkan, Tottenham yakin Alli akan menolak pindah ke rival Premier League, Manchester United.

Namun, dengan Alli putuskan untuk berpisah dari Rob Segal yang merupakan agennya saat ini, lalu adanya pertemuan dengan Mendes, menurut laporan The Daily Mail, halitu memberi perkembangan yang menarik.

The Lilywhites terkenal sebagai negosiator yang tangguh, dan pemilik klub Daniel Levy mungkin akan menuntut biaya yang sangat besar untuk membiarkan Alli pergi.

Alli yang tanda tangani kontrak baru tahun lalu, masih terikat kontrak dengan Spurs hingga 2022 mendatang.

Sementara itu, pemain Timnas Inggris tersebut berharap bisa fit untuk lakoni laga derby melawan Arsenal di Stadion Emirates, Sabtu (18/11). Dele Alli absen dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman dan Brasil karena cedera hamstring.

Mauricio Pochettino akan memiliki Harry Kane di skuadnya yang fit untuk pertandingan tersebut. Ia telah mencetak gol dalam lima laga derby terakhir melawan The Gunners.

Spurs saat ini berada di urutan ketiga di papan klasemen, namun kantongi poin yang sama dengan Manchester United yang ada di peringkat dua.

Tottenham Hotspur Berhasil Pertahankan Pemain, Ini Alasannya

Bintang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, menilai sosok pelatih Mauricio Pochettino jadi alasan terbesar mengapa para pemain bintang Spurs tetap bertahan di klub tersebut.

Tottenham saat ini dikenal sebagai salah satu klub pesaing gelar juara Liga Inggris. Dalam beberapa musim terakhir, Spurs berhasil perlihatkan konsistensi mereka dengan terus bersaing di urutan teratas, bersama tim-tim raksasa lainnya seperti Manchester City, Chelsea, Manchester United, Arsenal dan Liverpool.

Meski belum meraih satu gelar pun sejak terakhir kali raih jadi juara EFL Cup di musim 2007/08, namun Spurs berhasil pertahankan para pemain bintang mereka dalam beberapa musim terakhir. Eriksen menilai, Pochettino jadi alasan terbesar timnya bertahan di Spurs. Rasa nyaman dan kepercayaan yang diberikan Pochettino, disebut-sebut Eriksen membuat para pemain enggan untuk berpikir pergi dari Spurs.

“Dia sudah memberi stabilitas, tidak hanya bagi saya tapi juga bagi seluruh individu di klub,” ujar gelandang berusia 25 tahun itu kepada Sky Sports.

“Itu menjadi hal yang paling penting bagi seorang pemain. Ketika merasa nyaman, menyadari segala sesuatunya di sekitar Anda, maka Anda tidak pikirkan hal lain selain sepakbola saat berada di atas lapangan,” tambahnya.

Liga Inggris  - Tottenham Hotspur Berhasil Pertahankan Pemain, Ini Alasannya
Mauricio Pochettino

“Semua pemain punya kontrak jangka panjang. Mereka merasa aman berada di sini. Itulah alasannya, mengapa Anda beri komitmen masa depan di tempat seperti ini,” tandasnya.

“Pochettino memberi para pemainnya rasa percaya diri yang tinggi. Dia percayakan mereka untuk turun bermain. Saat ini, saya sudah mainkan banyak pertandingan di bawah pelatih,” ujar Eriksen.

“Dia tahu apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi saya, tapi dia beri kepercayaan sepenuhnya pada saya. Ketika Anda merasakan kepercayaan seperti itu, maka itu membuat Anda ingin melakukan segalanya bagi dirinya,” tandasnya.

Tottenham Buru Tanda Tangan Gelandang Muda Hoffenheim

Media asal Jerman Bild mengklaim, Tottenham Hotspur siap lakukan segala cara untuk dapatkan bintang Hoffenheim, Nadiem Amiri.

Pemain berusia 21 tahun ini mampu mengesankan penonton dengan penampilannya di Hoffenheim dan menarik minat Tottenham, serta klub Bundesliga lainnya, RB Leipzig.

Amiri lakukan debutnya bersama skuad utama Hoffenheim pada musim 2014/15. Pada musim inilah, Amiri menyegel sebuah tempat reguler di tim inti.

Amiri jadi salah satu pemain penting di skuad asuhan Julian Nagelsmann yang mendapat pujian untuk penampilan apik Hoffenheim di Bundesliga musim lalu. Mereka finish di zona Liga Champions. Sementara klub gagal lolos karena kalah dari Liverpool, Hoffenheim terus terlihat kuat di ajang liga domestik.

Pentingnya Amiri bagi skuad Hoffenheim dapat dilihat dari kenyataan bahwa pemain berusia 21 tahun itu hanya lewatkan dua dari 11 pertandingan Bundesliga sejauh ini, dan itupun disebabkan cedera. Pemain muda itu baru saja mendapat kontrak baru di Hoffenheim, yang mengikatnya sampai tahun 2020.

Namun, Hoffenheim takut mereka mungkin kehilangan Amiri sebelum kontraknya habis, terutama karena adanya klub-klub seperti RB Leipzig dan Tottenham yang terus memantau situasinya.

Leipzig mengincar Amiri untuk dijadikan pengganti bagi Naby Keita yang telah setuju gabung Liverpool pada musim panas mendatang. Amiri, dengan pengalamannya di Bundesliga, bersamaan dengan penampilannya yang cemerlang bisa menjadi pemain yang cocok untuk gantikan Keita di Leipzig.

Sedangkan Tottenham, mengincar pemain itu untuk menambah kedalaman skuad mereka di berbagai posisi. Apalagi, Amiri bisa bermain di sayap kiri maupun sebagai gelandang tengah. Posisi yang jadi favoritnya adalah, gelandang serang.

Tottenham perlu tambahkan pemain sayap kiri ke skuadnya, karena Mousa Dembele tengah cedera. Sementara untuk posisi gelandang tengah, pelatih Mauricio Pochettino menaruh kepercayaannya pada Harry Winks, yang telah mendapat pujian atas penampilannya saat melawan Real Madrid di Liga Champions.

Tetap saja, kebutuhan akan pemain tambahan sangat penting dan Amiri, dengan kemampuannya untuk bermain di ketiga posisi itu, bisa jadi pilihannya. Pemain berusia 21 tahun itu juga cocok dengan filosofi rekrutmen klub tersebut dan juga bisa masuk ke dalam skuad muda The Lilywhites.

Gareth Bale Pilih Siapa? Man Utd, Tottenham, atau Chelsea?

Real Madrid sudah capek dengan rangkaian cedera yang diderita mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut, dan siap melepaskan bintang senilai Rp 1,51 Trilyun mereka itu.

The Mirror melaporkan bahwa Manchester United, Chelsea dan Spurs sudah mengetahui info ini dan berada dalam posisi siaga satu untuk mendapatkannya.

Gareth Bale, 28 tahun, mendapatkan cedera betis terbarunya saat berlatih bersama Real Madrid pada hari Kamis kemarin, dan diperkirakan akan absen untuk sisa tahun ini.

Manchester United menjadi favorit terkuat untuk menandatangani sang pemain Wales ini. Mereka telah dua kali gagal memikat Bale. Pertama kali kalah dari Real Madrid saat Tottenham memutuskan untuk menjualnya – dengan si pemain memilih pindah ke Liga Spanyol.

Kiper David de Gea, target jangka panjang Real Madrid, bisa menjadi bagian dari kesepakatan barter Bale ke Inggris.

Chelsea juga menunjukkan ketertarikan besar pada Bale, sementara bos Spurs Mauricio Pochettino adalah seorang pengagum mantan pemain favorit White Hart Lane tersebut.

Bale telah berada di Spanyol selama empat tahun. Selama periode waktu itu ia telah memenangkan Liga Champions tiga kali, gelar La Liga satu kali dan Copa del Rey satu kali. Dia akan absen di Piala Dunia bersama Wales, namun sudah membantu mereka mencapai semifinal Euro 2016.

Gareth Bale kembali harus masuk ruang perawatan menyusul cedera yang dialaminya saat mengikuti sesi latihan, Kamis atau Jumat WIB (10/11) kemarin. Dia mengalami cedera otot betis.

Cederanya winger asal Wales ini tentu saja jadi pukulan berat bagi pelatih Zinedine Zidane yang berharap Bale bisa tampil dalam laga krusial melawan Atletico Madrid pada Minggu (19/11) mendatang. Pertandingan derby itu sangat penting karena akan berpengaruh pada posisi Los Blancos di klasemen La Liga.

Sesi latihan kemarin merupakan bagian dari persiapan Madrid untuk laga derby itu nanti. Ikut juga dalam latihan kemarin adalah Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema yang kebetulan tidak membela negara masing-masing di pertandingan internasional.

Real Madrid telah mengonfirmasi cedera Bale, namun mereka tak bisa memastikan berapa lama dia bakal menepi. Tapi berita yang beredar menyebutkan Bale bakal absen selama tiga hingga empat pekan ke depan.

Ashley Young Bicara Soal Perselisihannya dengan Dele Alli

Ashley Young mengaku belum bicara dengan bintang Tottenham Hotspur, Dele Alli, setelah pertengkaran mereka di sela-sela laga yang dimenangkan Manchester United, 1-0, di Old Trafford akhir bulan lalu.

Dua pemain Inggris itu bersitegang di babak pertama. Alli katakan kepada Young, 32 tahun, untuk segera pensiun dari sepakbola. Sedangkan Young, terlihat di kamera tanggapi perkataan itu dengan mengatakan, “kalau Anda menang Premier League, beri tahu saya”.

Pasangan ini tampak bersiap untuk sebuah reuni di jeda internasional kali ini. Namun, Alli kemudian menarik diri dari skuad Timnas Inggris di bawah asuhan Gareth Southgate akibat cedera.

“Ya tentu saja, senang bisa melihat dia (Alli),” kata Young, yang membantu Manchester United memenangkan gelar Premier League pada 2013, mengatakan kepada Sky Sports sambil tersenyum.

“Hal-hal terjadi dalam lapangan sepak bola. Setelah pertandingan permainan selesai. Anda tidak perlu berbicara sesudahnya. Begitulah adanya.”

Young juga tegaskan, fokusnya saat ini adalah Piala Dunia 2018 di Rusia, setelah ia kembali dipanggil ke skuad Timnas Inggris. “Saya telah menunjukkan, saya pantas berada di skuad Inggris tapi saya tidak hanya menginginkan tempat di skuad. Saya ingin berada di dalam tim,” tambahnya.

“Saya salah satu pemain yang ingin bermain di setiap pertandingan dan Piala Dunia masih jauh. Tapi itu fokus saya saat ini. Saya pikir setiap pemain Inggris ingin pergi ke Piala Dunia.”

Musim ini, Young telah membuat tujuh penampilan di Liga Inggris untuk The Red Devils. Ia menyumbangkan satu assist.

Bek Tottenham Hotspur Bantah Bermasalah dengan Klub

Danny Rone bersikeras dirinya tak punya masalah, baik dengan klub maupun pelatih Spurs. Beberapa waktu lalu, pemain yang bermain di posisi bek sayap kiri itu sempat memancing kontroversi, karena kritik terbukanya terhadap kebijakan klub.

Dalam wawancara dengan The Sun beberapa waktu lalu, Rose mendesak klub belanjakan uang mereka dengan datangkan para pemain bintang, dan bukannya deretan pemain tak terkenal yang untuk mengetahuinya kita harus gunakan mesin pencarian Google lebih dulu.

Dalam wawancara itu, pemain berusia 27 tahun itu juga berharap mendapat kenaikan gaji setelah sebelumnya isyaratkan untuk pergi dari klub tersebut. Manchester United, Manchester City dan Chelsea sempat dikaitkan dengan Rose sepanjang musim panas lalu.

Rose sendiri mendapat kesempatan jadi starter untuk pertama kalinya musim ini, dalam pertandingan melawan Crystal Palace yang berakhir kemenangan 1-0 bagi Spurs. Itu merupakan starter pertama Rose sejak ia alami cedera pada awal tahun ini.

Meski demikian, Rose tegaskan, dirinya tak punya masalah dengan Pochettino, dan mengapresiasi perlakuan sang pelatih pada dirinya. “Dari sudut pandang saya, hal itu sudah berakhir. Saya rasa klub juga sudah melupakan hal itu,” ujar bek Timnas Inggris itu kepada wartawan.

“Tidak ada yang harus kita ingat di masa lalu, jika kita ingin membawa klub ini maju dan melangkah lebih jauh, memenangkan liga dan pergi sejauh mungkin di Liga Champions,” tambahnya.

“Hubungan saya dan pelatih baik-baik saja. Dia hebat dalam memasukkan saya kembali ke dalam tim dan beri saya beberapa menit waktu bermain. Saya rasa, dia masukkan saya di pertandingan melawan Real Madrid, meski itu hanya 10 menit, tapi itu tindakan berkelas dari dirinya yang membuat saya kembali merasa jadi bagian dari tim, walau dia tidak perlu masukkan saya saat itu,” tandasnya.

“Sejauh yang saya tahu, hubungan saya dan pelatih luar biasa. Selama kami punya tujuan yang sama, yaitu memenangkan gelar juara bagi Tottenham, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Rose.

Gagal ke Barcelona, Serge Aurier Sesali Kenakalannya

Fullback Tottenham Hotspur mengenang tindak-tanduknya selama di klub lamanya, Paris Saint-Germain, dan percaya hal itu membuat klub Catalan takut.

Pemain itu, Serge Aurier, akui perlakuannya pada pers Prancis telah mencoreng reputasinya dan hancurkan mimpinya untuk gabung Barcelona.

Aurier alami masa sulit dengan Paris Saint-Germain di Ligue 1, setelah serangkaian insiden di luar lapangan yang membuatnya dilarang bermain oleh klub dan dipaksa berlatih bersama tim cadangan.

Pemain asal Pantai Gading itu juga dikeluarkan setelah menghina rekan satu timnya dan mantan pelatih Laurent Blanc di media sosial. Selain itu, Aurier juga menerima hukuman penjara dua bulan yang ditangguhkan, karena menyerang seorang petugas polisi di luar sebuah klub malam di Paris.

Kepergiannya dari PSG diperkirakan terjadi di jendela transfer terakhir. Namun, sebuah langkah transfer baru terwujud pada tenggat waktu saat Tottenham bersedia membelinya, menyusul kepergian Kyle Walker ke Manchester City.

Aurier lega bisa pergi. Namun, ia mengatakan, perhatian yang ia dapatkan di Prancis gagalkan kesempatannya bermain bersama Lionel Messi dan Andres Iniesta. “Saya pikir, reputasi saya membuat empat atau lima tim besar Eropa takut,” ujar Aurier kepada Canal+.

“Saya sedang bernegosiasi dengan Barcelona, negosiasi tahap akhir. Dan orang-orang di Barcelona tidak yakin apakah saya datang ke sini,” tambahnya.

Sejak pindah ke Spurs, pemain berusia 24 tahun itu telah membuat delapan penampilan di semua kompetisi. Aurier pun berharap bisa membangun reputasi positifnya di Liga Inggris. “Itu pilihan tepat untuk pergi. Setelah beberapa saat, saya tidak merasa nyaman dengan media,” tandas Aurier.

“Bagi saya, itu tidak akan pernah berakhir. Setelah beberapa saat, saya merasa seperti seorang tahanan, dengan kamera di punggung saya. Dengan tinggal di Prancis, saya tidak akan pernah bisa perbaiki citra saya,” tegasnya.

Kiper Tottenham Hotspur Puas Lakoni Debutnya

Paulo Gazzaniga akui berhasil jalani debutnya di Tottenham Hotspur dengan mengesankan dan membawa Tottenham menang atas tim juru kunci, Crystal Palace. Hasil inipun membuat mantan kiper Southampton itu merasa emosional.

Pemain internasional Argentina itu baru tahu pada Sabtu (4/11), bahwa dia akan jalani laga pertamanya di Tottenham, gantikan Hugo Lloris dan Michel Vorm yang cedera. Laga di akhir pekan kemarin itu juga menjadi laga starter pertamanya di Liga Inggris sejak Desember 2015, saat ia masih berada di Southampton.

Pemain berusia 25 tahun itu akhirnya tampilkan performa bagus dalam debutnya, dengan membuat tiga penyelamatan yang sangat baik dan sukses membuat The Lilywhites catatkan clean sheet.

“Setiap kali bermain untuk pertama kalinya di klub, ini sangat penting dan emosional,” kata Gazzaniga kepada BT Sport.

“Awalnya saya gugup, seperti 30 detik pertama, dan kemudian setelah itu Anda dapatkan atmosfernya dan rekan-rekan satu tim membantu Anda, sehingga kita rasakan atmosfer yang fantastis dari mereka,” tambahnya.

“Tadi malam, saya melihat Michel berada dalam kondisi tidak baik, jadi saya siap dan pelatih kiper katakan pada saya bahwa saya akan bermain, jadi saya siap,” tandas Gazzaniga.

Manajer Hotspur, Mauricio Pochettino, mengaku tak terkejut dengan penampilan apik pemain rekrutannya di musim panas lalu ini. “Saya pikir, dia fantastis, tapi itu tidak mengejutkan,” tandas Pochettino kepada BTSport.

“Kami memilikinya di Southampton dan dia bermain dengan kami di Liga Primer. Saya tak ragukan kualitasnya. Kami memiliki tiga [kiper] plus pemain muda dengan banyak potensi, jadi kami punya pilihan yang sangat bagus untuk lindungi gawang kami,” ujar Poch.

CR7 Ingin Real Madrid Boyong Bintang Tottenham Hotspur

Ronaldo telah pergi dari Stadion Wembley usai kekalahan 1-3 dari Tottenham, Kamis (2/11), namun ia ingin Los Blancos datangkan bintang The Lilywhites, Christian Eriksen.

Real Madrid datang ke markas Tottenham Hotspur untuk jalani pertandingan Liga Champions, dan berharap bisa kembali ke jalur kemenangan setelah alami kemunduran di Liga Spanyol.

Tapi, Tottenham berhasil mempecundangi mereka lewat dua gol Dele Alli dan satu gol Christian Eriksen, sebelum Ronaldo mencetak satu gol hiburan pada menit 80.

Media asal Spanyol Don Balon mengatakan, Ronaldo tinggalkan Wembley sembari menyatakan keinginannya agar Real Madrid jadikan Eriksen sebagai rekrutan baru mereka.

Pemain asal Denmark tersebut saat ini tengah jalani musim kelimanya di Tottenham, setelah ia didatangkan dari Ajax pada 2013 lalu. Performa Eriksen di bawah asuhan Mauricio Pochettino juga sangat menakjubkan, di mana playmaker itu sekarang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di Liga Inggris.

Dalam laga melawan Los Blancos Eriksen berhasil tunjukkan performa terbaiknya, membantu The Lilywhites menjebol gawang juara bertahan La Liga dan Liga Champions tersebut sebanyak tiga kali.

Don Balon katakan, Ronaldo yang juga mantan bintang Manchester United itu sekarang inginkan Eriksen gabung Los Blancos. Menurut CR7, dengan Toni Kroos dan Luka Modric yang kesulitan untuk dapatkan konsistensi, Eriksen bisa menjadi kunci untuk mengubah nasib mereka. Selain itu sudah jelas pula, bos El Real Zinedine Zidane tak percaya pada gelandang asal Spanyol, Dani Ceballos.

Real Madrid Kalah, CR7 Malah Sombongkan Golnya

Catatan gol Cristiano Ronaldo musim ini tergolong lebih sedikit dibandingkan musim-musim sebelumnya. Meski telah mencetak enam gol di Liga Champions, namun penyerang 32 tahun itu baru mencetak satu gol di Liga Spanyol. Padahal, kompetisi tersebut sudah masuki pekan ke-10, dan rivalnya Lionel Messi sudah mencetak 12 gol.

Namun, Ronaldo merasa semua orang saat ini hanya terpaku pada catatan golnya, meski dirinya tetap bermain baik. Mantan pemain Manchester United itu bahkan meminta fans untuk melihat catatan golnya di Google, jika masih mempertanyakan hal tersebut.

Ronaldo sendiri baru saja menambah satu gol di Liga Champions, saat Real Madrid menyerah 1-3 dari Tottenham Hotspur, Kamis (2/11). “Saya benar-benar tenang,” ujar Ronaldo pada wartawan setelah kekalahan atas Tottenham di Liga Champions dinihari tadi.

“Saat ini, meski kami bermain dengan bagus, namun hal itu tidak berarti bagi anda. Apa yang menjadi hal terpenting hanyalah gol, gol dan gol,” tandasnya.

“Jika anda melihat statistik saya, saya tidak akan bicarakan hal itu. Tapi, silahkan anda buka Google dan ketik ‘Gol-gol Cristiano Ronaldo’. Anda akan lihat hasilnya, semuanya. Tapi, hal itu sama sekali tidak mengganggu saya,” ujar CR7.

Selain itu, Ronaldo dilaporkan mengincar kontrak baru di Real Madrid, meski baru-baru ia ia sudah memperpanjang kontraknya di Bernabeu hingga 2021.

Namun, Ronaldo segera membantahnya. “Saya merasa sangat baik. Saya tidak ingin tanda tangani kontrak baru. Saya masih punya waktu selama empat tahun ke depan dalam kontrak saya. Saya tidak ingin memperbaruinya,” tegas Ronaldo.

Sergio Ramos: Real Madrid Bakal Segera Bangkit!

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, tak ragu timnya akan mengubah musim mereka setelah alami kekalahan mengejutkan, 1-3, dari Tottenham di Liga Champions.

Tim jawara La Liga itu alami kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak Januari lalu, saat dua gol Dele Alli dan satu gol Christian Eriksen membuat Spurs memetik kemenangan mengejutkan di Wembley, Kamis (2/11) WIB. Sementara, El Real hanya mendapat gol penghibur yang dibukukan Cristiano Ronaldo di 10 menit terakhir.

Los Blancos saat ini berada delapan poin di bawah rival El Clasico dan pemimpin klasemen La Liga, Barcelona, setelah kalah 1-2 dari Girona pada akhir pekan lalu. Tapi, Ramos tegaskan, skuad asuhan Zinedine Zidane yang berada di urutan kedua Grup H itu akan segera bangkit lagi.

“Kami mengerti, fans bisa kecewa setelah hasil yang kami petik baru-baru ini, namun Real Madrid selalu bisa bangkit, dan jika ada yang berpikir bahwa kami sudah habis, kami akan membungkam kritik mereka,” tegas bek Timnas Spanyol tersebut kepada wartawan.

“Dari pengalaman saya di Real Madrid, saat Anda kalah dalam beberapa permainan, orang mulai bersikap kritis. Anda harus tetap tenang dan bersatu,” ujar Ramos.

“Kami berada dalam kompetisi favorit kami, Liga Champions. Kami harus tetap tenang, tetap bersatu dan yakin bahwa Real Madrid yang kami tahu akan segera kembali,” tegasnya lagi.

Ramos merasa hasil tersebut tidak mencerminkan pertandingan yang sesungguhnya. Kini, El Real punya kesempatan bangkit saat menjamu Las Palmas di ajang La Liga, Minggu (5/11). “Skor pertandingan sedikit menipu,” katanya.

“Mereka bermain sangat baik, mereka tim yang hebat, dengan stadion dan fans hebat yang benar-benar membuat perbedaan. Kami diuntungkan dari hasil imbang Borussia Dortmund [melawan APOEL], dan kami masih dalam pertarungan untuk lolos,” tandas Ramos.

Bos Tottenham Hotspur Bicara Usai Kalahkan Real Madrid

Mauricio Pochettino mengaku bangga dengan kerja keras para pemainnya yang berhasil kalahkan Real Madrid, 3-1, di pertandingan Liga Champions dinihari tadi.

Spurs sebelumnya menahan imbang El Real, 1-1, di pertemuan pertama dua pekan silam. Mereka berhasil raih kemenangan saat gantian menjamu juara bertahan Liga Champions tersebut dengan skor meyakinkan, 3-1. Dua gol Dele Alli dan satu gol Christian Eriksen hanya mampu dibalas satu gol Cristiano Ronaldo.

Pochettino pun mengaku bangga dengan kemenangan yang diraih anak asuhnya atas tim sebesar Real Madrid. Pelatih berusia 45 tahun tersebut merasa, itu kemenangan yang sangat penting bagi mereka.

Meski demikian, Pochettino mengingatkan bahwa perjalanan Spurs masih panjang, dan kini mereka harus lupakan kemenangan atas Madrid untuk fokus di pertandingan selanjutnya melawan Crystal Palace di Liga Inggris.

“Saya sangat bangga dengan para pemain saya, dan saya ucapkan selamat kepada mereka. Saya merasa sangat senang untuk Dele [Alli] dan fans kami,” ujar pelatih asal Argentina itu kepada BT Sport setelah pertandingan.

“Kemenangan ini sangat penting bagi kami dan bagi para pemain. Ini kemenangan yang kami dapatkan atas Real Madrid, jadi ini hal hebat untuk klub dan fans. Masih ada jalan panjang yang harus dilalui hingga akhir musim nanti. Yang penting adalah, mencoba mencapai tantangan dan target yang kami tetapkan,” tandasnya.

“Tentu saja, kemenangan ini memberi kami rasa percaya diri yang besar. Sekarang kami berada di tahap selanjutnya Liga Champions. Namun, sekarang, yang penting adalah bersaing dengan Crystal Palace [di pertandingan selanjutnya akhir pekan nanti]. Sebagai seorang pelatih, anda tidak boleh berhenti berpikir,” tambah Pochettino.

Selain itu, Pochettino juga memuji dampak yang diperlihatkan Dele Alli di pertandingan tersebut, meski ia juga harus kecewa dengan cedera yang dialami Toby Alderweireld di pertengahan babak pertama.

“Saya sudah katakan pada Anda kemarin, Dele akan muncul. Itu hal penting baginya, dalam debutnya di Liga Champions musim ini. Merupakan hal yang penting bahwa dia merasa baik-baik saja. Saya merasa sedikit sedih soal Toby Alderweireld, namun kami harus menilai [seberapa parah cederanya],” tandasnya.

Gol Pertama Spurs ke Gawang Real Madrid Offside

Tottenham Hotspur berhasil unggul atas Real Madrid di tengah kontroversi offside untuk gol pertama mereka di Wembley, tadi malam.

Stadion Nasional Inggris itu meletus dalam kegembiraan saat Dele Alli mencetak gol pada menit 27 saat ia kembali ke tugas Liga Champions-nya.

Tapi tayangan ulang TV menunjukkan bahwa sang pemain Inggris itu lolos dari posisi offside. Baik Dele Alli maupun Kieran Trippier yang memberikan assist dari sisi kanan kotak penalti, sama-sama berdiri dalam posisi offside. Tapi wasit Cuneyt Cakir dari Turki mapun hakim garis sama-sama tidak menunjukkan respons bahwa posisi mereka offside.

Striker Spurs Harry Kane memang tidak mencetak gol tadi malam, tapi ketekunan dan kerajinannya memaksa Nacho untuk berkali-kali membersihkan bola dari jalurnya.

Namun gol pertama Spurs terjadi akibat kesalahan Nacho. Satu kesalahan di lini kiri menyebabkan lemparan ke dalam secara cepat oleh Harry Kane yang sedetik kemudian kembali diumpankan oleh Harry Winks ke kanan, ke Trippier, yang mengirim umpan empuk ke depan gawang Kiko Casilla. GOL!

Itu adalah gol Dele Alli keenam untuk musim ini. Tak mengherankan jika kini ia dalam pantuan tim-tim raksasa Eropa, termasuk Real Madrid sendiri.

Gol kedua Alli tadi malam juga sekali lagi berasal dari kesalahan Los Blancos sendiri. Seperti meremehkan ancamannya, tim tamu membiarkan ia menerima umpan dengan keleluasaan terlalu besar di setengah lapangannya sendiri. Setelah berkelit dan mendribble bola mendekati kotak penalti lawan, ia menembak. Kiper Kiko Casilla sebenarnya bisa mengantisipasi arah bola tapi bola tersentuh kaki Sergio Ramos dan masuk! GOL!

Gol ketiga berawal dari serangan balik Spurs. Alli lagi-lagi memenangkan bola, lalu mengirim umpan cepat ke Harry Kane, sedikit di sisi kanan, yang berlari cepat sebelum mengirim umpan silang ke Christian Eriksen di sebelah kiri, mendekati kotak. Sang pemain Denmark mengirim tembakan menyilang ke sisi lain gawang, melompati kaki Kiko Casilla dan GOL!

Real Madrid berhasil membalaskan satu gol tandang melalui Cristiano Ronaldo menit ke-80. Tapi ini tidak lebih dari sebuah gol hiburan.

Lihat cuplikan video kesalahan-kesalahan lini belakang Los Blancos yang membuahkan gol demi gol untuk Spurs.

TOTTENHAM vs REAL MADRID 3-1 HIGHLIGHTS CHAMPIONS LEAGUE 2017 by footbie.com

Jamu Real Madrid, Spurs Kembali Diperkuat Harry Kane

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, percaya bahwa Harry Kane akan sepenuhnya fit jelang laga menjamu Real Madrid di Liga Champions.

Harry Kane terpaksa harus absen di pertemuan pertama Tottenham ketika bertandang ke markas Real Madrid dua pekan silam. Saat itu Kane mengalami cedera ketika membantu Spurs menghajar Liverpool dengan skor 4-1 di beberapa hari sebelumnya, dan absen ketika mereka bermain imbang melawan Madrid di Santiago Bernabeu dengan skor 1-1.

Kane sendiri harus absen di pertandingan Liga Inggris akhir pekan lalu saat Spurs menyerah di kandang Manchester United dengan skor 1-0. Namun Mauricio Pochettino merasa yakin jika sang pemain akan sepenuhnya fit jelang laga melawan Real Madrid hari Kamis besok.

“Kami sangat percaya diri [bahwa Kane akan bermain melawan Real Madrid],” ujar pelatih asal Argentina itu dalam konfrensi pers jelang pertandingan.

“Memang ada kemungkinan mengenai hal itu namun saya tidak ingin memastikan 100% bahwa dia akan bermain karena kami masih memiliki waktu satu hari untuk melihat kondisinya. Dia berlatih dengan kami hari ini namun hal terpenting adalah membuat keputusan yang tepat.”

Pochettino kembali menegaskan bahwa hal yang utama adalah skuad Tottenham, bukan satu atau dua pemain. Pelatih berusia 45 tahun bersikeras jika mereka akan tetap bermain dengan cara mereka sendiri, terlepas siapapun lawan yang mereka hadapi, termasuk Real Madrid.”

“Tentu saja ini adalah pertandingan di mana anda harus berani,” tambahnya. “Jika tidak, maka anda akan kalah. Bagi saya, satu atau beberapa pemain di staring line-up tidak penting. Ini lebih kepada skuad kami, bukan memilih satu pemain atau pemain lainnya.”

“Tentu kami berani dalam hal cara kami bermain. Kami harus bermain lepas dan menikmati pertandingan. Jika anda menunjukkan rasa takut maka sulit untuk menunjukkan kualitas yang anda miliki.”

Tottenham Tak Terpengaruh Kekalahan di Manchester United

Setelah kemenangan besar atas Liverpool di pekan sebelumnya, Tottenham harus menelan kekalahan, 0-1, saat tandang ke markas Manchester United. Gol pemain pengganti United, Anthony Martial, jadi satu-satunya pembeda di pertandingan tersebut.

Meski kalah dari United, namun Dele Alli merasa hal itu tak beri pengaruh besar pada Spurs. Alli menilai, saat ini Tottenham masih dalam kondisi yang baik dan mereka juga berada dalam posisi bagus di papan klasemen.

Tottenham berada di peringkat tiga klasemen sementara Liga Inggris dengan raihan 20 poin dari 10 pertandingan. Angka ini terpaut delapan poin dari Manchester City di puncak klasemen dan tiga poin dari United di peringkat kedua.

“Kami tidak hanya ingin sekedar bersaing, kami ingin menang dan kami ingin melakukannya sebagai sebuah tim,” ujar gelandang serang Timnas Inggris itu dalam situs resmi Tottenham Hotspur.

“Kami frustrasi [dengan kekalahan dari Man United]. Namun sekarang kami memiliki dua pertandingan besar di depan, melawan Real Madrid dan Crystal Palace.”

“Jadi penting bagi kami belajar dari kekalahan ini, memperbaiki sesuatu yang salah dan tetap membangun tim ini karena kami masih berada di posisi yang fantastis dan kami berada dalam kondisi baik. Jadi kami tidak bisa membiarkan kekalahan ini mempengaruhi kami.”

Alli akui, dirinya lewatkan kesempatan emas untuk membawa Tottenham unggul dari United, saat mereka mendapatkan umpan terobosan lambung dari Christian Eriksen yang jutru melebar dari gawang David De Gea.

“Dalam kepala, saya pikirkan yang perlu saya lakukan hanyalah menyentuh bola dan itu akan masuk. Bola menyentuh ujung kaki saya dan justru melebar. Saya memarahi diri saya. Saya seharusnya bisa menccetak gol dan saya harus memastikan di kesempatan berikutnya. Jika saya mendapatkan kesempatan seperti itu maka saya akan memaksimalkannya.”

“Mengecewakan ketika anda datang ke tempat seperti itu, Anda bermain dengan baik dan Anda memiliki harapan untuk meraih kemenangan atau setidaknya hasil imbang. Kami benar-benar merasa bisa meraih kemenangan dan memiliki pikiran bisa meraih kemenangan saat pergi melawan United menunjukkan di mana kami berada sebagai sebuah tim,” tegasnya.

Tottenham Hotspur Sulit Temukan Pelapis Harry Kane

Sejak musim 2014/15, Harry Kane telah mantapkan satu posisi di lini depan Tottenham Hotspur atas nama dirinya. Kane sudah jadi andalan klub dalam beberapa musim terakhir untuk mendulang gol.

Penyerang berusia 24 tahun itu jadi top skor Liga Inggris sejak dua musim terakhir, dan ia punya peluang yang cukup besar untuk pertahankan gelar tersebut di musim ketiganya.

Dengan kualitas dan kemampuan seperti itu, sulit bagi Tottenham untuk mencari pemain yang bisa menggantikannya. Hal itu terlihat saat Kane harus absen akibat cedera, saat Tottenham tandang ke markas Manchester United akhir pekan lalu. Klub asal London Utara itu kesulitan menembus pertahanan United, hingga akhirnya menyerah, 0-1.

Dalam sebuah program acara di salah satu stasiun televisi, Ian Ladyman selaku salah satu panelis menilai Spurs masih belum temukan cara untuk gantikan peran Kane. Ian juga merasa, Spurs kesulitan untuk datangkan penyerang yang bisa jadi pelapis Kane, saat pemain itu harus absen.

“Mereka belum temukan cara untuk menggantikannya,” ujar editor sepakbola yang bekerja pada Daily Mail itu.

“Son Heung-Min jadi pilihan terbaik yang mereka miliki [untuk gantikan Harry Kane]. Saya rasa, dia sudah bermain dengan luar biasa saat melawan Liverpool dan dia juga bermain baik ketika bertemu Manchester United. Namun yang terlihat, mereka sudah berusaha untuk temukan penyerang kedua yang bisa gantikan Kane selama dua musim panas terakhir,” tambahnya.

“Musim lalu mereka mendapatkan Vincent Janssen, dan musim ini Fernando Llorente. Masalah yang mereka miliki adalah, mereka ingin datangkan pemain yang tahu bahwa dirinya tidak akan dapat kesempatan bermain, karena mereka hanya bermain dengan satu penyerang saja. Itu hal yang sangat sulit,” tandas Ian.

“Ketika Kane cedera kemarin, Llorente tetap tidak bermain [sejak awal]. Jadi, itu terlihat seperti mereka belum temukan solusi atau pemain untuk menggantikannya. Kane juga pernah absen beberapa bulan di musim lalu, dan mereka berhasil melaluinya, hingga tetap memiliki musim yang bagus,” ujarnya.

“Saya tidak katakan, mereka tidak bisa meraih kemenangan tanpa dirinya, namun persoalannya adalah, sosok penyerang kedua masih jadi masalah,” tandas Ian.

Preview Manchester United vs Tottenham Hotspur, Siapa Terbaik?

Di luar dugaan, tim sekelas Manchester United takluk saat bertemu tim promosi, Huddersfield Town, 1-2, pekan lalu. Akibat kekalahan itu MU tertahan di posisi dua klasemen sementara, dengan nilai 20 poin dan tertinggal lima poin dari Manchester City yang berada di puncak klasemen.

Akibat kekalahan itu pula, Tottenham Hotspur pun berhasil dekati United setelah mereka sukses kalahkan Liverpool,  4-1, di Wembley Stadium. Berkat kemenangan itu, Tottenham samai perolehan poin United sebanyak 20 poin, meski Spurs kalah selisih gol dari United.

Maka dari itu, pertandingan antara MU dan Spurs akan jadi pertandingan penentuan, siapa yang lebih baik di antara kedua tim ini.

Berikut beberapa fakta menarik jelang laga antara Manchester United vs Tottenham Hotspur, yang dilansir dari laman BBC Sport:

Head to head Manchester United vs Tottenham Hotspur:

  • Manchester United telah menangkan tiga pertandingan terakhir Premier League melawan Tottenham Hotspur tanpa kebobolan satu gol pun.
  • Spurs telah kalah 20 kali dalam 25 kunjungan mereka ke Old Trafford di ajang Premier League. Selebihnya, Spurs hanya berhasil dua kali menang dan tiga kali imbang di markas Setan Merah tersebut. Ini jadi rekor terburuk Spurs melawan klub manapun di divisi ini.
  • United hanya kehilangan empat dari 32 pertandingan terakhir mereka melawan Spurs (W20, D8).
  • Namun, empat kemenangan Tottenham diraih dalam 10 pertemuan terakhir kedua tim (D3, L3), termasuk kemenangan 2-1 pada Mei silam.

Manchester United

  • United telah menangkan lima laga kandang terakhir di Premier League, tanpa kebobolan.
  • Mereka belum pernah kalah dalam 21 pertandingan liga di Old Trafford, sejak kekalahan 1-2 dari Manchester City pada September 2016. Rinciannya, 11 kali menang dan 10 kali imbang.
  • Mereka bisa menangkan delapan pertandingan kandang berturut-turut di semua kompetisi, untuk pertama kalinya sejak musim 2012/13.
  • Jose Mourinho telah menangkan kelima pertandingan kandang melawan skuad Mauricio Pochettino, dengan skor keseluruhan 15-1.
  • Romelu Lukaku telah mencetak 15 gol dalam 58 pertandingan papan atas melawan klub ‘enam besar’, rata-rata mencetak satu gol setiap 289 menit.

Tottenham Hotspur

  • Tottenham kumpulkan 20 poin setelah sembilan pertandingan, merupakan start terbaik yang pernah dilakukan Spurs di kompetisi teratas Liga Inggris sejak 1963.
  • Mereka hanya kalah dua kali dalam 22 pertandingan liga, dengan rincian 18 kali menang dan dua kali imbang.
  • Spurs telah menangkan enam laga tandang Liga Utama berturut-turut, dan sembilan dari 10 pertandingan terakhir mereka.
  • Harry Kane kantongi 29 gol dalam 26 penampilannya di liga tahun 2017. Kane hanya terpaut tujuh gol dari koleksi gol Alan Shearer yang sebanyak 36 gol dalam satu tahun kalender, yang pernah dibukukan Shearer pada tahun 1995.
  • Kane telah mencetak gol dalam enam pertandingan di klub musim ini, dan dia setiap kali mencetak dua gol.
  • Son Heung-min butuh satu gol lagi untuk mencapai koleksi 20 gol di Premier League, dan menyalip Park Ji-sung sebagai pemain asal Korea Selatan yang pernah bukukan skor tertinggi.

Jose Mourinho atau Pochettino? Ini Jawaban Tim Sherwood

Baik Tottenham Hotspur maupun Manchester United lakoni awal musim yang hampir serupa di musim ini, baik di Liga Champions dan Liga Inggris. Baik Spurs maupun United juga punya poin yang sama di klasemen Liga Inggris, yakni 20 poin, dari sembilan pertandingan. Namun, mereka masih kalah dari Manchester City yang puncaki klasemen sementara dengan 25 poin.

Mantan pemain dan pelatih Spurs, Tim Sherwood, turut ramaikan perdebatan mengenai siapakah pelatih yang lebih baik antara Jose Mourinho dan Mauricio Pochettino.

“Tergantung berapa banyak uang yang anda miliki. Seperti apa permainan tim yang saya inginkan? Jika saya membangun sebuah klub sepakbola, saya akan pilih Pochettino,” ujar Sherwood pada Sky Sports.

“Saya rasa, Pochettino sudah lakukan pekerjaan yang fantastis di Tottenham. Dia melihat para pemain muda, dia senang beri mereka kesempatan bermain, dia cerdas saat mendapat apa yang dia inginkan. Dia tak inginkan apapun, selain para pemain yang ia inginkan,” tandas Sherwood.

“Namun di sisi lain, jika anda ingin tim anda menang dengan sangat cepat, maka anda harus serahkan hal itu kepada Jose Mourinho. Namun, itupun ada harganya. Dia akan habiskan uang yang anda miliki dengan sangat cepat, walaupun dengan cara bijak. Namun, itu tetap akan memakan biaya yang besar,” tambahnya.

“Bagi saya, saya akan memilih Mauricio Pochettino, karena saya menyukai sesuatu yang dibangun,” ujar Sherwood.

Liga Inggris  - Jose Mourinho atau Pochettino? Ini Jawaban Tim Sherwood

Ketika ditanya, apakah dirinya lebih suka bermain di bawah Mourinho atau Pochettino, Sherwood kembali menjawab, “Saya juga pemain sebelumnya. Saya lebih suka bermain bagi Pochettino atau Guardiola dibandingkan Jose Mourinho.”

“Mungkin saja anda memang lebih dijamin bisa menangkan gelar bersama Jose. Namun misalnya, jika saya adalah Romelu Lukaku di pertandingan melawan Liverpool, apakah saya menikmati pertandingan itu? Tentu saja tidak,” tegasnya.

“Jika mereka mendapat hasil positif, saya akan menikmati sedikit lebih banyak. Namun kenyataannya, tidak. Dia sangat terisolasi, mereka lakukan sedikit sentuhan pada bola. Saya tidak berpikir, anda pernah melihat tim Pochettino bermain seperti ini,” ujar Sherwood.

Tottenham Hotspur Tak Masalah Tanpa Harry Kane

Tottenham Hotspur dipastikan akan tandang ke markas Manchester United, Sabtu (28/10) malam ini, tanpa penyerang andalan mereka, Harry Kane.

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, sudah pastikan bahwa mereka akan melawat ke markas Manchester United tanpa ditemani penyerang sekaligus top skorer sementara Liga Inggris musim ini, Harry Kane. Penyerang 24 tahun itu alami cedera hamstring saat Spurs menang 4-1 atas Liverpool akhir pekan lalu.

Meski sambangi Old Trafford tanpa kehadiran Kane, namun Pochettino tegaskan hal itu tak jadi masalah bagi Tottenham. Pelatih asal Argentina itu bersikeras, timnya tak hanya andalkan satu pemain, dan bisa raih kemenangan atas United tanpa kehadiran Kane.

“Saya selalu percaya, kami bisa menang atas satu tim atau tim lainnya, dengan satu pemain atau pemain lainnya,” ujar pelatih berusia 45 tahun itu kepada Sky Sports.

“Kami tidak perlu membuktikan diri kami, bahwa kami adalah Tottenham. Mungkin orang-orang harapkan itu, tapi tidak bagi kami. Saya rasa, sama seperti musim lalu, pada periode di mana dia juga alami cedera, anda bisa lihat statistik dan pertandingan yang sudah kami mainkan, menang dan kalah, baik bersama Harry ataupun ketika bermain tanpa dia,” tandas Poch.

“Saya kecewa [dengan cedera tersebut], karena dia penyerang utama kami dan saya pikir dia adalah salah satu penyerang terbaik di Eropa, di dunia, dan anda selalu merasa kehilangan penyerang terbaik anda. Saya bukanlah orang yang konyol atau bodoh untuk berbicara dengan cara yang berbeda,” tambahnya.

“Tentu saja anda akan selalu ingin semua pemain tersedia, kami selalu percaya pada kolektifitas skuad ini. Selama musim ini berjalan, masalah pasti terjadi dan anda harus mempercayai seluruh pemain dalam skuad,” tandas Pochettino.

“Kami sudah pernah bermain tanpa Harry sebelumnya. Saat ini, kami punya Fernando Llorente dan jika anda ingat musim lalu ketika Harry harus absen dalam banyak pertandingan, kami memainkan Heung-min Son. Ini semua tentang bagaimana menemukan solusi terbaik dan keseimbangan bagi tim,” tambahnya.

Pochettino sendiri berharap Kane bisa segera pulih dan bisa bermain lagi, ketika mereka menjamu Real Madrid di Wembley pada pertandingan Liga Champions, Kamis (2/11) pekan depan.

“Dia hanya alami cedera ringan, namun kami tidak bisa mengambil risiko untuk pertandingan besok. Kita akan melihat pada saat pertandingan melawan Real Madrid, namun mustahil dia bermain untuk pertandingan besok,” tegas Poch.