Tampil Buruk, Bos Swansea City Bela Renato Sanchez

Bos Swansea City Paul Clement membela Renato Sanches yang tunjukkan penampilan buruk di kandang Chelsea, Kamis (30/11) dinihari tadi.

Renato Sanches dibela pelatih Swansea City, Paul Clement, setelah ia tunjukkan penampilan buruk di kandang Chelsea, Kamis (30/11) dinihari tadi.
Renato Sanches dibela pelatih Swansea City, Paul Clement, setelah ia tunjukkan penampilan buruk di kandang Chelsea, Kamis (30/11) dinihari tadi.

Renato Sanches tiba di Swansea City dengan status pinjaman dari Bayern Munchen dan punya reputasi cukup tinggi. Namun, ia gagal memberi dampak di Liga Inggris dan harus ditarik keluar setelah 45 menit, saat the Swans kalah 0-1 di Stamford Bridge dinihari tadi.

“Dia lakoni babak pertama yang buruk. Saya merasakannya, karena dia pemain yang sangat berbakat dan saya pikir dalam permainan apapun tahun ini, dia telah tunjukkan bakat yang dimilikinya,” ujar Paul Clement.

“Tak usah dikatakan, jika Anda pergi dari Benfica ke Bayern Munchen dan Anda memenangkan trofi Kejuaraan Eropa bersama Portugal, lalu Anda bermain dalam permainan di tahap final kompetisi, maka Anda adalah pemain yang sangat bagus,” tambahnya.

“Dia pemain yang berjuang untuk percaya diri dan sedang berjuang untuk menemukan performanya. Kami percaya, kami lingkungan yang tepat untuk mengeluarkan potensinya,” tegas Clement.

“Saya berada di belakangnya (untuk mendukungnya), staf teknis berada di belakangnya dan rekan satu timnya berada di belakangnya. Kami berharap, dia akan lakukan langkah-langkah tepat yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Gelandang berusia 20 tahun itu belum berikan satu gol pun – begitu juga assist, dalam delapan penampilannya di Premier League musim ini. Distribusi bolanya juga sangat buruk saat hadapi perlawanan tim jawara musim lalu tersebut.

“Saya pikir, dia harus mulai dengan hal-hal mendasar dan mendapatkan hal-hal sederhana dengan benar,” tambah Clement.

“Saat ini, saya melihat permainan di mana dia mencoba hal-hal yang sangat sulit. Tapi, hari ini Anda melihat dia salah menempatkan banyak umpan sederhana. Keyakinan dirinya sangat rendah,” ungkapnya.

“Dia sangat menginginkannya, maksud saya, Senin sampai Jumat dia bekerja, bekerja dan bekerja. Itu tidak terjadi padanya saat bermain,” tegas Clement.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here