Tolak Asuh Timnas Italia, Bos Inter Milan Dukung Carlo Ancelotti

Manajer Inter Milan Luciano Spalletti putuskan keluar dari bursa kandidat pelatih Italia dan dukung Carlo Ancelotti untuk dapatkan peran tersebut.

Luciano Spalletti menolak tinggalkan Inter Milan dan lebih suka mendukung Carlo Ancelotti jadi pelatih Timnas Italia yang berikutnya.
Luciano Spalletti menolak tinggalkan Inter Milan dan lebih suka mendukung Carlo Ancelotti jadi pelatih Timnas Italia yang berikutnya.

Saat ini Timnas Italia masih mencari manajer baru setelah Gli Azzurri putuskan memecat Gian Piero Ventura. Namun, bos Inter Milan Luciano Spalletti mengaku tidak tertarik pada pekerjaan tersebut.

Spalletti telah putuskan keluar dari bursa pemilihan calon pelatih Italia berikutnya, dan lebih memilih untuk mendukung Carlo Ancelotti dapatkan peran tersebut.

Timnas Italia tak akan tampil di Piala Dunia Rusia 2018 mendatang, setelah kalah di pertandingan dua leg babak play-off melawan Swedia. Ini membuat juara dunia empat kali itu akan absen dalam sebuah turnamen elit untuk pertama kalinya sejak 1958.

Namun, Spalletti tidak tertarik dengan pekerjaan tersebut pada tahap karir manajerialnya sekarang. Tapi ia yakin, Carlo Ancelotti yang tengah menganggur setelah dipecat Bayern Munchen awal musim ini, akan menjadi orang yang ideal untuk mengisi kekosongan tersebut.

“Saya ingin dan harus bekerja dengan baik untuk Inter,” kata pelatih berusia 58 tahun itu kepada situs resmi Inter Milan jelang pertandingan melawan Atalanta, Minggu (19/11).

“Ke depan, saya bisa melihat Ancelotti tampil bagus bersama timnya, dia memiliki kharisma dan pengalaman. Semua orang juga tahu karya dan prestasinya. Anda harus mendapat yang terbaik, dan dialah orangnya,” tambahnya.

Spalletti juga mendukung negaranya untuk keluar dari keterpurukan, dan targetkan kebangkitan usai mereka mencapai titik terendah dalam perjalanan sepakbola mereka. “Azzurri tidak boleh bersembunyi dari kekecewaan yang terkait dengan timnas, sebaliknya mereka butuh reaksi,” kata Spalletti.

“Kita tidak boleh lemah dalam karakter. Kita harus bereaksi. Gaya sepakbola kami punya nilai dan tidak perlu menyalin model lain. Anda hanya perlu melihat masa lalu kami,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here